, , , , , , , , ,

Nyaman Beraktivitas Berkat Adanya Mebo dan Mederma, Sahabat Penanganan Luka Bakar Ringan

Mebo - Mederma, Sahabat Penanganan Luka Bakar Ringan dan Bekas Luka

Saya penasaran, apakah emak-emak yang sedang mampir kemari sering memasak di rumahnya? Lalu, apakah emak-emak yang sering memasak ini, melengkapi diri dengan atribut pengamanan saat memasak? Karena saat kita memasak, kita berhadapan dengan benda panas ya kan? 

Sayangnya, alat yang umum saja seperti celemek jarang banget sempat saya pakai. Beberapa waktu lalu, saya melihat foto-foto orang memasak dengan helm, payung, seandainya ada baju zirah mungkin sudah dipakai juga tuh. Lucu sih bagi saya, tapi sebenarnya kebutuhan bagi dia. Ya, dia butuh untuk melindungi diri dari percikan minyak panas. Benar kan moms, pastinya kita juga punya tindakan pencegahan agar aman dari benda panas saat beraktivitas di dapur.

Namun, bagaimana pun level kehatian-hatian ini sudah ditingkatkan, ada-ada saja kejadian yang membuat kita mengalami luka bakar ringan.

Lalu, kalau Anda terkena zat panas, seperti minyak atau air panas, apa yang biasanya Anda lakukan?
Boleh tidak ya mengolesi dengan pasta gigi, kopi, tepung, gula, mentega seperti yang sering didengungkan di luar sana?

Inilah yang dibahas oleh dr. MN. Khaeruddin, Sp. B dari RSPB Balikpapan dan dr. Kusuma dari Combiphar dalam talkshow : “Regret Comes Later” : Bebas Beraktivitas di Rumah dengan Meminimalkan Risiko Luka Bakar Ringan bersama Mebo – Mederma Women’s Community pada 6 Oktober 2019 lalu di Aston Hotel, Balikpapan.

Biasanya setelah mengalami luka bakar, kita juga akan berhadapan dengan bekas lukanya. Untuk kulit tubuh saya yang sensitif, yang cukup sering terciprat minyak goreng panas, kena air panas, panci panas, pun dulunya waktu kecil pernah knalpot, gara-gara nunggu orang tua sambil mojok di motor orang. Pas banget deh ikutan acara ini, karena kulit sudah kayak kepulauan. 

Kondisi begini sering membuat kita tidak nyaman. Sudahlah tidak tahu cara penanganan luka bakar yang tidak tepat, masih ditambah ketidaktahuan cara menangani pasca luka bakar.

Jadi, bagaimana solusinya ?

LUKA BAKAR

Anda pernah mengalami luka bakar? 

Luka bakar sebenarnya terbagi menjadi 3 tingkatan atau derajat, sebagaimana dr. MN. Khaeruddin menjelaskan : 

Derajat luka bakar tingkat 1 (superficial burn). Luka bakar ini memengaruhi epidermis atau lapisan kulit luar saja. Luka bakar ini bisa kita sebut sebagai luka bakar ringan. 

Derajat luka bakar tingkat 2 (superficial partial-thickness burn). Luka yang terjadi pada epidermis dan sebagian lapisan dermis kulit (lapisan kulit yang lebih dalam). Luka bakar ini lebih dalam dari tingkat 1, secara kasatmata dapat terlihat melepuh dan terkelupasnya kulit. MN. Khaeruddin sendiri, mengklasifikasikan derajat luka bakar tingkat 2 ini ke dua bagian lagi, bagian 2A dan 2B.

Derajat luka bakar tingkat 3 (full thickness burn). Ini adalah luka bakar yang terparah dari luka bakar tingkat pertama dan kedua. Secara kasatmata terlihat tampak hangus dan mati rasa.
dr. MN. Khaeruddin, Sp. B
Tahukah Anda, sebanyak 69,5% kasus luka bakar di Indonesia paling banyak terjadi di rumah tangga, 22,5 % -nya diakibatkan air panas dan minyak panas.

Selain banyaknya aktivitas di dapur yang bisa menyebabkan luka bakar, masih ada lagi beberapa penyebab luka bakar.

 Penyebab Luka Bakar :
  • Terkena langsung oleh api
  • Tersiram air panas
  • Terkena uap panas
  • Ledakan tabung gas
  • Tersengat matahari (akibat terlalu lama dan terlalu panas)
  • Luka bakar akibat terapi setelah operasi atau perawatan laser
  • Zat kimia
  • Setrika
  • Listrik
  • Knalpot panas, dll
Faktanya cukup banyak juga penyebab luka bakar yang dapat kita alami sehari-hari. Banyak tips dan trik untuk menghindari. Karena beda penyebab, beda pula pencegahannya. Misal, penanganan listrik di rumah dapat kita sesuaikan agar tidak mudah diganggu anggota keluarga. Pilih stop kontak yang harus digulir lebih dulu untuk tersambung dengan listrik atau sediakan penutup stop kontak. Tidak membiarkan kabel malang melintang, dan menggunakan saklar untuk menyalakan lampu juga termasuk keamanan dalam menggunakan listrik.

Menurut dr. MN. Khaeruddin, kasus kena setrum ini biasanya memiliki luka yang kecil tapi dalam. Sementara yang masih sering diabaikan adalah kasus sunburn. Faktanya, memang ada kasus luka bakar ringan yang disebabkan terbakar matahari.


PENANGANAN LUKA BAKAR RINGAN
Duh, tapi kalau terlanjur kena air panas gimana?
Barusan goreng telur, eh minyaknya ciprat ke tangan?
Si suami masak air panas nggak ngomong ke siapa pun, pas si istri mau pindahin panci eh lupa mengalasi tangan.
Si kecil lagi senang-senangnya meniru aktivitas emaknya. Pas emaknya setrika baju, spontan dia narik setrika yang sedihnya langsung kena kulitnya.

Wah, banyak sekali kalau mau mengumpulkan drama luka bakar di rumah. Siapa sih yang tidak pernah mengalami sama sekali luka bakar ringan? Sama sekali lho?

Karena kemungkinan besar luka bakar ringan dapat kita derita, maka harus ada penanganan yang tepat untuk luka bakar ringan ini agar kita tidak tumbuh penyesalan nantinya.

Kenapa sih menyesal harus datang kemudian? Apakah karena kalau di depan namanya pendaftaran. Eh. 

Maksud saya, apa sih yang mungkin kita sesali ketika terkena luka bakar selain karena kurang hati-hati?

JAWABNYA : Ada satu jenis penyesalan lain yang lebih besar sifatnya yakni : menyesal karena tidak mengetahui cara penanganan luka bakar ringan secara tepat. Benar nggak?
Karena ada kasus di mana luka bakar yang terkategori ringan ketika ditangani tidak tepat, luka tersebut malah melebar, tidak sembuh justru kian parah. Pernah dengar kasus seperti ini? Sedih ya.


Jadi, bagaimana cara penanganan luka bakar ringan yang sebenarnya, dan tentunya menurut para ahli. Saya akan membaginya dalam Do’s and Don’t

Penanganan Luka Bakar Ringan

                           DO’S
DON’T
Bila terkena pemicu luka bakar (minyak panas, air panas), segera :
  • Siram dengan air suhu normal
  • Oleskan dengan MEBO
  • Balut (jika terjadi luka) dengan kain bersih yang tidak lengket.
Bila terkena pemicu luka bakar (minyak panas, air panas), dan:
  • Jangan mengoleskan dengan pasta gigi
  • Jangan mengoleskan dengan mentega, tepung, gula dan bahan yang tidak dianjurkan, karena : panas akan tertahan di dalam dan menyulitkan pemeriksaan serta dapat menambah kecelakaan.
  • Jangan melumuri dengan air dingin.
  • Jangan menggosok atau mengelap luka dengan sembarang kain karena akan membuat kulit menjadi terkelupas.
  • Jangan menutup luka dengan kapas atau pun tisu.


Adakah bu-ibu atau pembaca di sini yang mengolesi luka bakar dengan pasta gigi, kopi, mentega, tepung, sedikit gula, telur (eh ini luka atau mau bikin dadar gulung ya?). Ternyata lebih sederhana melakukan pertolongan sesuai prosedur dibanding menaburi luka dengan macam-macam bahan dan bumbu ya kan? Intinya, menurut para ahli, segala macam bahan di atas yang dianggap mampu mencegah luka bakar bertambah parah dan bisa mengobati hanyalah hoaks. Karena bahan-bahan tersebut tidak diformulasikan untuk menangani luka bakar.
Pertolongan pertama ini sifatnya krusial, jika tidak tepat maka akan menimbulkan efek yang lebih dalam. Saya percaya teman-teman yang membaca ini bisa ikut membayangkan atau mungkin pernah merasakan akibat ketika luka bakar tidak sembuh malah bertambah parah. Biasanya, luka bakar ringan jika tidak segera diberikan pertolongan, akan muncul gelembung-gelembung berwarna merah kecokelatan berisi air, dan bila pecah terasa perih. Nantinya, bukan cuma lapisan kulit paling atas yang bermasalah, tapi lapisan di bawahnya pun ikut terluka. 

Tindakan pertama jika saya terkena zat panas, biasanya saya akan langsung pergi mengucur area yang terluka dengan AIR keran (suhu normal). Biasanya paling sering aktivitas terkena luka bakar ini terjadi di dapur, dengan demikian mencari air lebih mudah sebenarnya dibanding mengolesinya dengan bahan-bahan mitos. 

Coba bayangkan ini, ketika kita terciprat minyak panas, lalu mencari pasta gigi di kamar mandi, atau tepung di lemari atau batu es di kulkas, yang bisa jadi lokasinya tidak dekat dengan posisi kita, sebenarnya beberapa detik yang terbuang ini bisa membuat luka bakar yang kita derita bereaksi lebih parah, dan masih ditambah penanganan awal yang tidak tepat. Berbeda jika kita langsung mencari AIR, yang biasanya terletak lebih dekat dan ada di sekitar kita saat kejadian. 

Nah, setelah mengucurkan AIR di area terluka, oleskan pula dengan MEBO, sebagai langkah awal penanganan luka bakar ringan.


MEBO - Combiphar

Menurut dr. MN. Khaeruddin, ketika seseorang berhadapan dengan penanganan luka bakar, orang ini sangat berharap bisa memberikan ‘Pertolongan Pertama pada Kecelakaan’ sayangnya ketika penanganan awalnya tidak tepat yang terjadi justru ‘Kecelakaan pada Pertolongan Pertama’. Inilah mengapa tema yang diangkat pada jumpa Mebo-Mederma Women’s Community 6 Oktober 2019 lalu berbunyi “Regret Comes Later”, karena jika penanganan awal luka bakar dilakukan secara tepat maka kita tidak perlu mengurusi luka itu setiap hari. Empat atau lima hari, luka bisa pulih. Kuncinya ada pada penanganan awal.

Setelah penanganan awal dengan mengucurkan AIR ke area luka, langkah selanjutnya adalah mengolesi dengan MEBO.

Apa itu MEBO?

MEBO adalah produk dari COMBIPHAR sebagai solusi luka bakar bagi keluarga Indonesia. Selain luka bakar, MEBO juga mengandung bahan-bahan yang cocok untuk menangani luka jatuh dan luka lecet. Saat ini MEBO berbentuk salep dalam kemasan tube 20g dan menjadi rekomendasi terbaik dari para dokter di Indonesia.

Kandungan MEBO

MEBO memiliki kandungan alami dan tidak mengandung antibiotik kimia. MEBO memiliki 3 kandungan herbal yakni :
Phellodendri chinensis 

Coptidis rhizome 

Scutellariae radix 

kombinasi ketiganya berfungsi sebagai anti-inflamasi, anti-infeksi dan membantu regenerasi sel

Serta mengandung pula dua zat penting :

Minyak Wijen (Sesame Oil)

dan Beeswax 


yang berfungsi untuk :
  • Menyerap sisa panas pada area luka bakar, sehingga bisa mengurangi tingkat keparahan luka bakar.
  • Memberikan kelembaban pada area luka sehingga mempercepat pemyembuhan luka.
  • Melunakkan jaringan nekrotik
  • Mempercepat perbaikan dan regenerasi jaringan
  • Mencegah dan mengurangi pembentukan scar atau jaringan parut.
Sebagai informasi penting lainnya, kadang kalau kita terkena luka bakar, tindakan pertama yang kita harapkan dari luka ini adalah langsung kering. Sementara menurut kedua dokter pada acara tersebut, luka membutuhkan kelembaban yang stabil, tidak selalu basah, tapi juga tidak totalitas kering. Minyak wijen dapat melindungi area luka sehingga mencegah penguapan air dari area luka dan membuat area luka menjadi lebih lembab (moist). Area yang moist ini akan membantu proses regenerasi sel lebih cepat sehingga penyembuhan berjalan baik. 
ilustrasi

Penanganan awal yang tepat ini akan membuat proses penyembuhan luka berjalan baik sehingga akan meminimalkan kemungkinan terjadinya bekas luka. Dengan demikian, sebagai tindakan awal sebelum terjadinya luka bakar, siapkan selalu MEBO di rumah. 
Informasi dan cara mendapatkannya bisa mampir ke http://mebo.combiphar.com


MEDERMA - Combiphar


Salah satu dampak dari luka bakar adalah adanya SKAR atau bekas luka parut (scar). Skar adalah hasil akhir dari penyembuhan luka. Bekas luka akan timbul jika luka tersebut terjadi pada lapisan kulit yang lebih dalam. 

Skar memiliki tahapan dan jenis-jenis yang berbeda. Ada skar fungsional, skar hipertofi, skar atrofi, dan tahapan parah adalah keloid. 

Manusia pasti akan mengalami luka dalam hidupnya. Sebagian besar jenis luka itu adalah luka ringan, misalnya luka iris, luka gores, luka abrasi atau luka bakar yang dapat dikatakan tidak berbahaya. Sayangnya, bekas luka yang timbul bisa saja merusak kualitas hidup kita. 

MEDERMA Untuk Bekas Luka

MEDERMA adalah kelanjutan dari penanganan awal luka bakar untuk mempercepat pudarnya bekas luka atau skar. MEDERMA memulihkan dalam, dan memudarkan bekas luka dari luar.

Kandungan MEDERMA

MEDERMA mengandung 3 bahan aktif : 

 Cepalin 
Cepalin merupakan formula eksklusif khusus dari MEDERMA yang mengandung allium cepae, kaempferol dan quercetin sebagai anti peradangan, memperbaiki tampilan dan struktur skar. 

 Allantoin 
Berfungsi untuk mendinginkan kulit, melembabkan, mengelupas sel kulit mati dan mengurangi efek gatal. 

 Aloe Vera 
Lidah buaya yang sudah dikenal sebagai zat moisturizing serta berfungsi untuk mencerahkan. 

Mengapa MEDERMA ?

MEDERMA merupakan gel aktif yang mampu bekerja hingga lapisan terdalam kulit, mengandung onion extract yang memberikan hasil lebih baik dibanding placebo. MEDERMA juga telah terbukti efektif dan aman untuk kulit orang Asia. Selain bekas luka bakar, skar, juga bisa digunakan untuk menghilangkan bekas jerawat dan dapat menghilangkan stretch marks. Sehingga MEDERMA ini menjadi rekomendasi no #1 oleh para dokter se-Indonesia. 

Cara Pemakaian MEDERMA ?



Nah, saya pun penasaran dengan cara pakainya. Ternyata cara pakai MEDERMA terbagi menjadi dua, yakni untuk luka lama dan luka baru.

MEDERMA mulai dipakai secepatnya saat luka sudah tertutup.
LUKA BARU :
  • Gunakan MEDERMA 3 s.d 4 kali sehari sekurangnya selama 8 minggu.
LUKA LAMA :
  • Gunakan MEDERMA 3 s.d 4 sehari sekurangnya selama 3-6 bulan.
  • Gunakan hanya ke luka yang sudah benar-benar tertutup 
  • Dimulai dari tengah ke arah sisi luar, gel dipijat lembut pada skar 
  • Dilanjutkan dengan gerakan memutar kecil sampai MEDERMA diabsorbsi seluruhnya
ilustrasi

MEDERMA merupakan gel proaktif secara signifikan dapat membantu proses penyembuhan luka dalam 8 minggu, tergantung dari kedalaman luka dan kondisi fisik penderita luka bakar tentunya. MEDERMA saat ini tersedia dalam kemasan 20g dan telah dipasarkan oleh Combiphar sejak 2002. Informasi dan cara mendapatkannya dapat dilihat di http://mederma.combiphar.com
dr. Kusuma membagikan pengalamannya tentang MEBO dan MEDERMA


CHEF GATOT : JANGAN SAMPAI KULITMU JADI BAHAN MASAKAN

Hampir tiap pagi, si kecil (5 tahun) bangun tidur langsung nempelin saya di dapur. Kalau saya lagi menggoreng, lalu mendadak ingin ke kamar mandi, bisa-bisa dia bakal membalik gorengan saya. Duh, dag dig dug. Sering banget dia ingin ikut masak, entah bantu mengambil sayur di kulkas, ikut memotong dengan pisau khususnya dan yang paling sering mau ikut berdiri di depan kompor. Senang melihat antusiasnya, tapi ya pastinya saya dag dig dug juga, nggak boleh lengah, mesti mendiskusikan mana yang boleh dan tidak, dan memberikan dia pencegahan.
ouch! harus hati-hati memasaknya

Nah, karena itu, kami juga mendapat pengalaman memasak bareng Chef Gatot Tricahyo dari Aston Hotel agar para moms yang beraktivitas di dapur dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan di dapur. 
  • Apa saja pesan Chef Gatot untuk para moms dan aktivis dapur semuanya?
  • Gunakan wadah memasak yang sesuai, jangan sampai panci kecil saat bahan masakannya banyak.
  • Peralatan dapur dan dapurnya harus aman bagi diri sendiri
  • Lantai jangan sampai licin, agar tidak terpeleset saat mengangkat benda panas.
  • Sediakan APAR, alat pemadam kebakaran sederhana.
  • Penghirup uap, atau desain dapur agar asap masakan tidak mengumpul di dalam.
  • Microwave, hanyalah alat bantu masak, jangan memasukkan bahan metal, logam atau pemicu ledakan microwave.
  • Saat menggoreng, jangan memasukkan bahan dengan cara dilempar.
  • Desain dapur dekat dengan air.
  • Pastikan pemasangan gas juga sesuai prosedur.
  • Nah, selamat memasak.

Bagi Chef Gatot : 
"Food is Art, Doing by Heart" Jangan sampai kulitmu yang jadi bahan seni.

KECELAKAAN PADA PERTOLONGAN PERTAMA? JANGAN SAMPAI YA
sediakan MEBO dan MEDERMA
“Sudah tahu luka di dalam hatiku, kenapa kau siram dengan air garam...” 

Jadi kesentil dengan lagu lawas. Lagu ini memang bukan tentang luka bakar, hehehe. Tapi, bisa menjadi cerminan jika penanganan luka bakar yang tidak tepat justru akan menambah rasa sakitnya bukan? MEBO dan MEDERMA menjadi solusi penanganan luka bakar ringan yang dapat kita sediakan di kotak P3K di rumah. Tidak berharap ada luka tentunya, tapi jika terjadi kita tahu menanganinya.

Terima kasih untuk Mebo-Mederma Combiphar atas pengalamannya yang berharga :)


Salam.
Lidha Maul
Share:

25 comments:

  1. Dua benda yang wajib dipunya sama ibu ini. Apalagi kalau anaknya super aktif dan hobi banget cobain hal-hal baru. Rawan luka karena jatuh atau kecipratan minyak goreng soalnya. Kaya anakku,haha

    ReplyDelete
  2. aduuh suka deh berkunjung ke blog ini, kuning jreeeng gitu!

    anyway MEBO ini wajib ada ya di semua rumah, dan P3K untuk luka bakar ringan itu kudu dishare ke semua orang terutama anak anak di rumah, jangan sampe salah penanganannya

    oya itu James Bond (dibaca : mas Herry) eksis banget ya di semua tempat

    ReplyDelete
  3. Aku udah lama meninggalkan odol buat luka bakar. Solusinya ya cari obat oles seperti mebo mederma ini

    ReplyDelete
  4. Mebo Mederma memang kudu stand by di kotak P3K
    Karena emak2 adaaaa aja potensi kena luka bakar.
    Semoga sehat2 selaluuuu ya
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  5. Udah lama ninggalin kebiasaan mengobati luka bakar pakai odol, mentega dan sebangsanya. Supaya cepat teratasi dan tak meninggalkan bekas luka bakar memang sebaiknya slalu sedia Mebo Mederma di kotak obat.

    ReplyDelete
  6. TErkena uap panas juga beresiko ya mba. Wah kayaknya memang harus sediakan Meebo di rumah ini mba. Amat sangat diandalkan :)

    ReplyDelete
  7. Waduh...aku harus siapin Mebo nih di rumah, soalnya anak-anakku yang mulai remaja suka banget masak dan kreasi ala-ala chef, pernah kecipratan minyak panas karena wajah yang masih basaha di kasih minyak goreng...yah meletus-letus deh minyaknya, karenanya aku waspada dan mulai edukasi soal dapur tapi tetep harus stock Mebo karena bahaya ngak hanya muncul dari dapur.

    ReplyDelete
  8. Saya ndak pernah pakai pengaman kalo masak Mbak Lidh hehe. Harusnya sedia Mebo Mederma ini, ya. Coba deh nanti tanya-tanya di apotek dan mini market.

    ReplyDelete
  9. Harus nyetok mebo dan mederma nih di rumah biar tenang... Kemarin ada tetangga kesiram air panas, malah diolesin kecap dan tepung dong, huhuhu...

    ReplyDelete
  10. Mba Lidha, aku br baca mebo ada kandungan minyak wijen ya. Drmh ada mebo bekas Ahsika kena knalpot dulu. Klo mederma belum ada nih mba. Perlu utk bekas lukanya si Ashika

    ReplyDelete
  11. anakku yang 5 tahun juga suka kepo kalo aku lagi masak mbak, dia penasaran mau bolak balik gorengan
    penting banget nih untuk stok mebo di rumah untuk jaga jaga kalo ada yang terkena luka bakar

    ReplyDelete
  12. Kadang Luka bks masak yg bikin worry tapi Setelah stock moderma jd gal bgut khawatir lagi y kandunganya Aman lagi buat slruh keluarga

    ReplyDelete
  13. Ngeri emang luka bakar ini. Yang namanya dapur, rentan banget urusan begini. Aku baru beberapa bulan lalu kesiran sepanci air panas. keknya gara-gara gak konsen pegang pancinya, wkwkwk mikir job. Belum kenal MEBO sih. Tapi untungnya gpp.

    ReplyDelete
  14. Kudu sedia Mebo di rumah nih. Aku lumayan sering kena luka bakar atau panas tapi ringan. Tetep ya ada bekas juga meski akhirnya ilang tapi lama banget. Kalau kena kaya gitu memang kudu tahu penanganan pertama seperti nyiram pakai air mengalir dan juga kasih salep

    ReplyDelete
  15. Aku baru tahu kalau tingkatan luka bakar ada 3 mbak.
    Ku pernah kena knalpot, percikan minyak goreng yg bisa melepuh gitu, jadi penangannya dg cara manual dan belum kenal sama Mebo
    Sepertinya Mebo dan Mederma harus ada di kotak P3K di rumah deh ini mbak
    TFS ya mbak

    ReplyDelete
  16. Air panas dan minyak panas ini emang langganan bikin luka bakar ya. Kalau sedang menggoreng atau merebus air, saya selalu menyuruh anak-anak untuk menjauhi area dapur, takut mereka kecipratan. Tapi kan nggak bisa begini terus ya, karena mereka juga penasaran dan ingin belajar masak.

    Mebo dan mederma ini kayaknya bakal ikut mengisi kotak p3k di rumah. Buat jaga-jaga, karena kasus lka bakar terbesar itu kejadiannya di rumah

    ReplyDelete
  17. Kayaknya aku atau setiap istri atau ibu di rumah kudu wajib sedia Mebo di rumah deh ya, karena di rumah kan sering juga ada kecelakaan2 kecil. KArena aku juga sering bgt masak di dapur.

    ReplyDelete
  18. Aku termasuk yg sering kena luka bakar mba. Biasanya tangan kecipratan minyak. Hiks. Kalau muka sih aman ya. Saya menggoreng pakai helm kan. *ops.. Ngaku disini. Haha

    ReplyDelete
  19. Bahannya, minyak wijen ternyata bisa ya menyembuhkan luka bakar.
    Mebo dan Mederma duo krim salep yg kudu ada di rumah ha, satu buat kalau gak sengaja kena luka bakar, satu lagi buat mempercepat penyembuhannya. Wajib dimiliki oleh setiap rumah tangga nih ya mak :D

    ReplyDelete
  20. Nah itu dia, dulu ada ajaran kalau kena minyak panas kudu dioles odol. Duuuh ternyata malah memperparah luka bakar ya. Aku pernah lho melakukan hal ini huhuuhuuu...pantesan makin perih kulitnya. Mulai sekarang harus sediakan Mebo di kotak obat keluarga untuk jaga-jaga sewaktu-waktu terkena panas di dapur.

    ReplyDelete
  21. Sebagai buibu yg aktif di dapur, memang kt perlu menyiapkan obat luka bakar ntuk pencegahan agar gk lbh parah lagi, klu dlunya cuma kasih odol sekarang gk lagi

    ReplyDelete
  22. Kandungan minyak wijen dalam Mebo ya mba atasi luka bakar untuk pertolongan pertama, aku juga pengen stock lagi nih di rumah

    ReplyDelete
  23. Jadi nih Mbak Lidha. Kalau kepletikan minyak, segera siram dengan suhu normal baru kasih Mebo, begitukah? Aku selama ini kalau habis kecipratan tak biarin 😅 kadang juga cuma aku balurin sama garam/cuka. Wah kudu nyari Mebo nih..

    ReplyDelete
  24. Buset dah mbak, lu jelasinnya lengkap banget. Kaya sales mbak, hahahaha


    Btw, salam kenal yah...

    ReplyDelete
  25. Wajib banget nih punya Mebo Mederma, kalau saya seringnya kena setrika mba, duh pada hitam deh tangan kalau udah nyetrika, kalau di lantai malah lebih parah, abis dah paha dan betis ke setrika :D

    ReplyDelete

Terimakasih telah membaca, silakan berkomentar yang baik. Mohon tidak menaruh link hidup, situs yang mengandung SARA, judi online, web scam dan phising, karena akan dihapus.