Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts
, ,

Indonesia Darurat Perokok Anak. Dengan Cara Apa Prevalensi Perokok Anak Turun?


Kami mengobrol santai sambil menikmati pergantian sore. Lelaki muda ini asyik bercerita tentang kegiatan sehari-harinya juga tentang keluarganya. Obrolan acak yang menyenangkan. Ceritanya merambat ke alasan susah lepas dari rokok. Sejak lama saya penasaran mengapa sedemikian ketergantungannya ia pada rokok. Jawabannya kemudian membuat sedih. 

''Sejak kecil sudah kenal rokok aku, Bu.''

Anak muda ini tetangga dan pernah menjadi murid saya. Umurnya 18 tahun saat itu.

Teman sekolah seperti dirinya yang menjadi ahli hisap (baca : perokok) sangat banyak. Rata-rata mereka sudah kenal rokok sejak SMP. Tapi, ada juga yang kenal rokok sejak SD.
Masih ada yang menyakitkan. Beberapa dari pengakuan mereka, lingkungan tempat tinggallah yang mengajarkan. Ada yang diajak kawan tongkrongan, ada yang belajar dari ayahnya. Ya, ayahnya yang juga perokok. Malah ada pengakuan bahwa ayahnya mengatakan lebih baik si anak merokok daripada melakukan kejahatan ini dan itu (sambil menyebutkan beberapa kejahatan yang dimaksud).
Cerita-cerita dari kawan muda ini mengalir begitu saja. Nyaman dan tak kaku. Telinga sayalah yang seperti diremas rasanya. Saya membayangkan kondisi mereka saat masih kanak-kanak, polos, kemudian entah bagaimana mencoba merokok, hingga di masa depan menjadi perokok berat.

"Maunya juga nggak merokok, Bu.
Tapi, ibu kan nggak tahu gimana rasanya waktu kecil jadi kita.
"


INDONESIA DARURAT PEROKOK ANAK

Cerita di atas telah lewat beberapa tahun. Apakah kemudian anak-anak Indonesia pada hari ini tumbuh berkembang dengan tidak lagi bersinggungan dengan rokok?

Halaman media online Balikpapan tidak berbicara seperti itu. Pada tahun 2013, dua balita menjadi viral karena ditemukan telah menjadi perokok berat. Dalam sehari, mereka bisa merokok berbungkus-bungkus. Kondisi tidak lazim ini disebabkan karena orang tua para balita yang juga perokok, memberikan anaknya rokok. Dengan dalih si anak yang meminta, dan apabila tidak dituruti keduanya akan menangis kencang, diberikanlah rokok hingga keduanya ketergantungan. Keadaan yang memprihatinkan ini membuat Dinkes Balikpapan bertindak cepat. Sayangnya, meski berhasil menyembuhkan ketergantungan pada rokok, beban lingkungan masih bisa mempengaruhi balita ini.

Selain dua balita di Balikpapan ini, balita viral karena merokok masih banyak di Indonesia. untuk catatan, tahun 2013 jumlah perokok di Balikpapan mencapai 3,8% dari total keseluruhan jumlah penduduk. Cerita seorang balita di Sumatra juga pernah ramai dibincangkan karena aktivitas merokok si bocah yang mencapai 40 batang sehari. Ia sudah dijejali rokok pada usia 18 bulan. Setelah tuntas menjalani terapi psiko-sosial, barulah si anak dapat melepas kecanduannya.

Cerita lain datang dari Jawa Barat. Bocah ini lagi-lagi kecanduan rokok akibat faktor lingkungannya yang rata-rata adalah perokok. Cerita serupa datang juga dari Kabupaten Gunung Kidul, DIY. Anak ini mencicipi rokok dari puntung rokok yang mudah ditemukan di sekitarnya, hingga membentuknya menjadi pecandu rokok. Cerita para balita penggemar rokok masih ada hingga kini di negeri yang memang menjadi surganya para perokok. Beberapa foto mereka sempat viral, pernah dijadikan meme di dunia maya. Sungguh, bahan lelucon yang cenderung menyedihkan. 

Mengutip dari World Health Organization (WHO) melaporkan Indonesia telah menjadi negara ketiga dengan jumlah perokok terbanyak. Sementara itu, lebih dari 30% anak Indonesia dilaporkan merokok sebelum usia 10 tahun. Data lain menunjukkan, secara umum aktivas merokok pada remaja dan dewasa terjadi pada saat usia mereka belum menginjak 18 tahun.



Menurut data Kementerian Kesehatan 0,7% dari 79,5 juta anak di Indonesia adalah perokok aktif. Data dari The ASEAN Tobacco Control Atlas (SEATCA) pada 2018, Indonesia memiliki tingkat perokok remaja pria tertinggi di Asia Tenggara. Persentasenya berjumlah 35,5 persen untuk remaja pria, dan 3,4 persen untuk remaja perempuan perokok.
tertinggi pada 2018, menurun tetapi tetap ada di dua tahun setelahnya.
sumber : databoks.katadata.co.id

 Mengapa Adik Merokok ?

Jalan cerita mengapa ada anak-anak Indonesia yang merokok, dikisahkan dari tiga penutur cilik berikut, dalam sebuah webinar yang diadakan yayasan Lentera Anak dan @FCTIndonesia.

Ulfa
Ulfa bukanlah perokok. Suatu hari, ia menerima paket seperangkat rokok elektrik atas nama adiknya yang berusia 5 SD. Saat ditanya, si adik berkilah bahwa itu adalah pesanan ayah temannya yang numpang alamat. Paket rokok elektrik dengan berbagai rasa ini datang lagi di lain waktu. Ulfa dan ibu merasakan kejanggalan, sehingga menginterogasi si adik hingga akhirnya si adik mengaku, bahwa dialah yang memesan dan menjadi perokok.

M:
Cerita kedua datang dari adik M, yang menjadi perokok aktif. Bagaimana M yang masih anak-anak bisa merokok? Rupanya dia kerap membantu jualan, lalu mendapat upah (20-30 ribu) yang dengan itu dia belikan rokok. Batang rokok sangat mudah diperjual-belikan di sekitarnya. Adik M ingin sekali berhenti, namun dia mengaku masih sulit.

Rin:
Lain cerita dengan Rin. Dia mengaku sudah berhenti merokok total. Namun, pengakuan selanjutnya, Rin berkata sekarang dia sudah bisa nyaman dengan rokok elektrik. Rupanya, Rin berasumsi bahwa rokok eletrik bukanlah aktivitas merokok sesungguhnya. Opini Rin ini sejalan dengan banyaknya opini yang mengira merokok elektrik hanyalah simulasi dari merokok. Nyatanya, rokok elektrik sama saja dengan rokok konvensional.

Anak-anak ini menjadi perokok setelah terpapar lingkungan sekitar, iklan rokok, warung, dan kumpul keluarga. Era digital permasalahan ini makin pelik lagi, karena paparan iklan dan ajakan merokok dapat hadir lewat konten, medsos, dan game online.

Ditinjau dari sisi kesehatan, anak-anak yang telah bersinggungan dengan aktivitas merokok dinyatakan dapat mengalami hambatan tumbuh kembang. Hambatan fisiologis ini dapat berupa kerusakan gigi, para-paru, menurunnya kesehatan otot, dan stunting. Sedangkan, faktor psikologis membuat anak akan lebih sukar mengendalikan emosi.



ROKOK ELEKTRIK, NAMA KEREN UNTUK RACUN YANG SAMA


Pendapat yang mengira rokok elektronik lebih aman, bahkan dianggap bukan rokok, nyatanya sangat keliru. Rokok elektrik sama berbahayanya dengan rokok konvensional. Menurut Oktavian Denta, dari Departemen Penelitian dan Pengembangan IYCTC, kandungan liquid dalam rokok elektrik berisi nikotin, formalin, dan zat yang membahayakan tubuh. Di pelbagai penelitian menyatakan, dampak yang dihasilkan dari rokok elektrik dapat lebih buruk. 

Rokok elektrik ini banyak disuarakan influencer, di mana industri penggerak rokok lebih bebas beriklan di dunia maya. Rokok elektrik hanyalah baju baru dari rokok konvensional. Penggunaan rokok elektrik meningkat 10 kali lipat dari 0,3% di tahun 2011,  menjadi 3% di tahun 2021.

MENGHAMBAT LAJU PERTUMBUHAN PREVALENSI PEROKOK ANAK

Dalam rangka hari anak, dengan tema "Anak Terlindungi, Indonesia Maju", mungkinkah negeri ini menurunkan prevalensi perokok anak?

Negara ini dibanjiri pemandangan mudah para perokok. Di pinggir jalan, anak-anak muda nongkrong dengan selipan rokok di jemari. Para orangtua berkumpul, bekerja bakti, selalu disertai kehadiran rokok. Tidak lupa dalam acara kumpul warga, dan rapat, di situ hadir pula rokok. Lalu, contoh seperti apa yang akan ditiru anak-anak? 

Era digital, ternyata makin membuat paparan iklan dan tampilan rokok lebih pesat dan tanpa tutupan sama sekali. 
dibeli dengan bebas, dibuang bebas.


Dalam Webinar, Mungkinkah Pemerintah Berkomitmen Menurunkan Prevalensi Perokok Anak? yang diadakan oleh Yayasan Lentera Anak dan @FCTIndonesia, dinyatakan bahwa banyak aspek yang disinyalir dapat menumbuhkan jumlah perokok anak di Indonesia. Aspek ini sebagian berasal dari aturan yang kurang, iklan yang masif, rokok eletrik. Revisi untuk Peraturan Pemerintah (PP) no. 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan harus dilakukan. Karena PP tersebut belum tidak terbukti efektif menurunkan perokok anak.
Aturan dan edukasi konsumen terhadap terkait siapa yang berhak menggunakan rokok belum berjalan maksimal. Informasi dari Kementerian Perdagangan menyebutkan belum adanya aturan baku tentang siapa yang bisa (boleh) membeli  dan menjual rokok, berdasarkan batasan usia.

Berdasarkan realita, kesulitan menurunkan prevalensi perokok muda juga dikarenakan tidak adanya pengaruh dalam aturan pelaksanaan pencegahan rokok sebelumnya. Di mana:

  • Peringatan pada kemasan "rokok membunuhmu" tidak mempengaruhi penurunan penjualan rokok. Dalam arti peringatan ini dianggap tidaklah menakutkan. Masyarakat malah menganggapnya sebagai jokes semata.

  • Pictorial Health Warning ( PHW )80-90% atau peringatan kesehatan bergambar mencapai 80-90% belum tercapai di Indonesia. Sementara di luar negeri, hal ini dapat terwujud.

  • Hasil riset menunjukkan, pembelian rokok lebih besar dibanding kebutuhan pokok rumah tangga.

  • Iklan rokok di medsos sangat masif, tapi tidak diatur, dan seharusnya ada larangan.

  • Rokok elektrik memiliki kenaikan 10x lipat, karena dapat mudah diperjual-belikan.

  • Tidak adanya larangan terhadap rokok eceran. Karena, dapat dengan mudah dibeli per batang, maka perokok kaum muda (pelajar) dapat dengan mudah memilikinya. Bisa diselipkan dalam saku dan lipatan celana.

  • Guru, tokoh panutan, seyogianya tidak merokok, apalagi menyuruh anak murid membeli rokok.

  • Orangtua yang mengajarkan anaknya merokok, semestinya mendapat teguran, atau sanksi.
Gaya hidup merokok sudah menjadi momok siklus kehidupan. Negeri yang menjadi surga bagi para perokok ini telah memperlihatkan semakin banyaknya industri rokok berdiri.  Indonesia tercatat menjadi negara keenam terbesar di dunia sebagai penghasil tembakau.

MENDUKUNG NEGARA LAYAK ANAK DAN TANPA PEROKOK ANAK

Meski usaha menekan prevalensi perokok anak dari pemerintah masih kurang. Bukan berarti tidak adanya upaya signifikan menuju ke arah ini. Beberapa kabupaten/kota telah diupayakan  menjadi kota layak anak. Bagaimana orangtua dan tokoh masyarakat berkolaborasi mencegah anak-anaknya menjadi perokok, serta mencegah udara kotor (asap rokok) di tengah keluarga dan lingkungan. Upaya nampak terlihat di beberapa tempat. 

Empat komponen dalam perlindungan terhadap anak dari bahaya rokok.
  • Keluarga
  • Peran Masyarakat Setempat
  • (lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah)
  • Aturan Setempat
  • Peraturan Pemerintah

DUKUNG REVISI PP 109/2012

Dukungan juga harus kita berikan pada pemerintah untuk menyelesaikan proses revisi PP 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan, pengaturan rokok elektronik, penjualan rokok eceran, pelarangan iklan, penguatan pengawasan, serta sanksi. Dengan demikian, apakah jumlah perokok anak dapat terlihat turun.

Target pemerintah menurunkan prevalensi perokok anak dari 9,4% menjadi 8,7% tinggal dua tahun lagi. Terhitung sejak 2020 - 2024. Target ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Sementara setelah revisi dilakukan, implementasi harus pula menghasilkan target. Karena itu, dukung segera revisi PP 109/2012

***

Sumber tulisan :
Webinar bersama Yayasan Lentera Anak
https://kaltim.antaranews.com/berita/16959/balita-di-balikpapan-jadi-perokok-berat
https://www.inibalikpapan.com/terus-meningkat-perokok-usia-anak-diperkirakan-akan-capai-16-pada-2030/
https://www.kompas.id/baca/nusantara/2022/03/24/alarm-peringatan-dari-kasus-balita-perokok-di-gunungkidul
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/06/17/perokok-anak-menurun-jadi-381-pada-2020
https://jakartaglobe.id/news/child-smokers-easy-target-for-tobacco-industry-ministry
https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/
Share:
Read More
, , , , , ,

Lakukan 4 Hal Ini Saat Berniat Mengecilkan Paha

lakukan saat ingin mengecilkan paha

Selain perut, salah satu anggota tubuh yang sering dikomplain oleh kaum hawa jika terlalu besar, adalah : paha. Menurut jurnal kesehatan, penyebab lemak yang menumpuk di paha sama seperti penyebab penumpukan lemak di anggota tubuh lain, umumnya terjadi karena tidak berolahraga atau kurang gerak sehingga kalori tidak terbakar, dan atau faktor keturunan.
Share:
Read More
, , ,

Mengantisipasi Kecemasan Virus Korona


Satu minggu sebelum pengumuman social distancing dan anjuran di rumah saja.

Saya masih menggendong Cmumut yang badannya bolak-balik demam sambil menunggu hasil lab selesai. Rupanya hasilnya cepat keluar dan dengan santun dokter menjelaskan bahwa si neng kecil ini positif demam berdarah sehingga harus rawat inap. Deg.
Share:
Read More
, ,

Tidak Banyak Pria Tahu, Ini Dia Kesalahan Deodoran Pria yang Harus Dihentikan


Dear Bapak-Bapak,
Kita paham hidup ini berat, lebih berat dari rindu. Pergi pagi pulang lebih dari petang demi keluarga. Kalau pun tidak keluar rumah, mungkin cari duitnya di depan laptop. Duduk seharian sampai lupa bangkit buat mandi. Aroma asem-asem pun ditoleransi sama istri. Kadang-kadang nyadar mau mandi, tapi deadline harga mati. Mandi pun ntar nanti - ntar nanti. Yang penting aroma badan nggak seperti sapi. Cukup tarik deodoran buat ngolesin kanan dan kiri.
---
Nah, ngobrolin deodoran khusus pria nih, berdasarkan survei yang saya buat sendiri di lingkungan pertetanggaan dan emak-emak tempat curhat, kasus lupa ngurus diri itu bukan cuma diderita emak-emak kok, para suami pun begitu. Meski nggak sampai lupa mandi juga sih, tapi durasi mengurus kegantengan diri ini bisa berkurang setelah menikah. Kadang main tarik deodoran atau antiperspirant agar cukup mewakili keantengan diri.
Sayangnya, beberapa informasi menyebutkan deodoran dan antiperspiran itu berbeda. Maksudnya ?

Perbedaan Antiperspiran dan Deodoran


ANTIPERSPIRAN bersifat mengurangi keringat. Menurut Fayne Frey, dokter kulit dan pendiri FryFace, sebagian besar antiperspiran mengandung garam aluminium, kadang-kadang dicampur dengan garam zirkonium, yang terikat dengan protein di saluran kelenjar keringat, menciptakan sumbatan saluran keringat alias menekan produksi keringat.
Sementra DEODORAN bersifat mengurangi bau. Deodoran, di sisi lain, adalah produk oles yang dapat menetralkan bau. Bahan-bahan yang dipakai seringkali merupakan bahan yang dapat membunuh sebagian bakteri yang berkontribusi pada pengembangan bau tubuh. Tapi, bisa juga sifat deodoran ini hanya menutupi bau. "Deodoran bersifat tidak mengurangi jumlah keringat yang dikeluarkan dan tidak akan membuat ketiak kering," Dokter kulit lain, yakni Tsippora Shainhouse, MD, FAAD, dokter kulit bersertifikat di Los Angeles dan instruktur klinis di University of Southern California, menegaskan hal yang sama.

Beberapa Kesalahan Pemakaian Deodoran  Pria :

Walaupun deodoran dan antiperspiran berbeda, tapi umumnya akan kita temukan deodoran yang sudah  mengandung antiperspiran. Seringkali para suami terburu-buru untuk beraktivitas kembali, sampai mengabaikan hal penting yang tidak boleh dilakukan.
So, berikut adalah beberapa kesalahan pemaikaian deodoran yang baiknya dihindarkan :

1. Menerapkan pada kulit basah


Deodoran pria yang sudah mengandung antiperspirant bekerja sangat baik bila diterapkan pada kulit kering. Jadi, jika kaum pria baru saja keluar dari kamar mandi atau sudah berkeringat, deodoran ini nggak akan efektif.

2. Menerapkannya tepat setelah bercukur


Hmmm.
Maksudnya berhati-hatilah ketika menggesek deodoran atau antiperspiran segera setelah bercukur, terutama ketika menggunakan produk dengan kandungan alkohol yang lebih tinggi, yang dapat menyebabkan iritasi. Karena lagi-lagi ini menurut pakar Alisha Plotner, MD, dokter kulit di The Ohio State University Wexner Medical Center.

3. Menerapkan di Waktu yang Tidak Tepat


Ada satu waktu yang tepat sebenarnya ketika kaum pria ingin menggunakan deodoran. Yakni mengoleskannya di malam hari, sebelum tidur.
Kok bisa?
Karena deodoran dan antiperspiran paling efektif pada kulit ketika saluran keringat kurang aktif dan ada kelembaban minimal, seperti di malam hari dan saat di mana akan tidur. "Karena deodoran harus selalu diterapkan pada kulit yang bersih dan kering, sebaiknya mandi di malam hari, tepuk-tepuk kulit Anda dengan handuk, dan kemudian oleskan deodoran," jelas Joel Schlessinger, MD, dokter kulit bersertifikat dan kontributor RealSelf. "Jika Anda kehilangan aroma segar deodoran, tidak apa-apa untuk menggunakannya lagi di pagi hari. Namun, ini lebih untuk tingkat kenyamanan Anda sendiri daripada yang lainnya.

4. Tidak menerapkannya setiap hari


Yang ini sebenarnya bergantung pada jenis san kondisi tubuh pria, dan jenis deodoran pria atau pun antiperspiran apa yang digunakan. Lagi-lagi dokter kulit Dove, Alicia Barba, MD. Aplikasi harian mungkin tidak selamanya penting. Ini harus disesuaikan. Jika ragu, bisa baca labelnya, atau cukup bersihkan dan aplikasikan kembali.

5. Lupa Melembabkan


Walau pun penggunaan deodoran dan antiperspiran sudah tepat, atau sesuai label. Seringkali urusan perketiakan para pria ini selalu diserahkan pada deodoran dan antiperspiran. Ada hal yang perlu diingat, yakni sesekali gunakan pelembab untuk daerah ketiak. Dari para dokter kulit di luar negeri, menyarankan ketiak pun perlu olesan minyak untuk kulit seperti zaitun dan minyak kelapa (khusus kulit) agar lembab. Atau gunakan deodoran yang mengandung pelembab.

6. Menggunakan produk yang salah

Penting untuk mempertimbangkan jenis kulit Anda serta masalah atau kepekaan kulit saat memilih deodoran pria. Formula kandungan alkohol yang lebih tinggi, seperti semprotan dan gel, dapat menyebabkan iritasi pada jenis kulit sensitif atau seperti formula yang sangat beraroma.
"Anda harus merawat kulit di bawah lengan Anda seperti halnya Anda melakukan kulit di wajah Anda," kata Dr. Barba.
Pilihan produk Nivea Men bisa menjadi solusi masalah ketiak Anda. Karena Nivea Men tidak hanya akan memberi 48 jam perlindungan bau dan basah, tetapi juga diformulasikan dengan pelembab untuk kulit yang lebih lembut dan lebih halus.
Demikian informasi yang mungkin berguna untuk para bapak-bapak di tengah sibuknya rutinitas.

Bye.


Share:
Read More
, , , , , , , , ,

Nyaman Beraktivitas Berkat Adanya Mebo dan Mederma, Sahabat Penanganan Luka Bakar Ringan

Mebo - Mederma, Sahabat Penanganan Luka Bakar Ringan dan Bekas Luka

Saya penasaran, apakah emak-emak yang sedang mampir kemari sering memasak di rumahnya? Lalu, apakah emak-emak yang sering memasak ini, melengkapi diri dengan atribut pengamanan saat memasak? Karena saat kita memasak, kita berhadapan dengan benda panas ya kan? 

Sayangnya, alat yang umum saja seperti celemek jarang banget sempat saya pakai. Beberapa waktu lalu, saya melihat foto-foto orang memasak dengan helm, payung, seandainya ada baju zirah mungkin sudah dipakai juga tuh. Lucu sih bagi saya, tapi sebenarnya kebutuhan bagi dia. Ya, dia butuh untuk melindungi diri dari percikan minyak panas. Benar kan moms, pastinya kita juga punya tindakan pencegahan agar aman dari benda panas saat beraktivitas di dapur.

Namun, bagaimana pun level kehatian-hatian ini sudah ditingkatkan, ada-ada saja kejadian yang membuat kita mengalami luka bakar ringan.

Lalu, kalau Anda terkena zat panas, seperti minyak atau air panas, apa yang biasanya Anda lakukan?
Boleh tidak ya mengolesi dengan pasta gigi, kopi, tepung, gula, mentega seperti yang sering didengungkan di luar sana?

Inilah yang dibahas oleh dr. MN. Khaeruddin, Sp. B dari RSPB Balikpapan dan dr. Kusuma dari Combiphar dalam talkshow : “Regret Comes Later” : Bebas Beraktivitas di Rumah dengan Meminimalkan Risiko Luka Bakar Ringan bersama Mebo – Mederma Women’s Community pada 6 Oktober 2019 lalu di Aston Hotel, Balikpapan.

Biasanya setelah mengalami luka bakar, kita juga akan berhadapan dengan bekas lukanya. Untuk kulit tubuh saya yang sensitif, yang cukup sering terciprat minyak goreng panas, kena air panas, panci panas, pun dulunya waktu kecil pernah knalpot, gara-gara nunggu orang tua sambil mojok di motor orang. Pas banget deh ikutan acara ini, karena kulit sudah kayak kepulauan. 

Kondisi begini sering membuat kita tidak nyaman. Sudahlah tidak tahu cara penanganan luka bakar yang tidak tepat, masih ditambah ketidaktahuan cara menangani pasca luka bakar.

Jadi, bagaimana solusinya ?

LUKA BAKAR

Anda pernah mengalami luka bakar? 

Luka bakar sebenarnya terbagi menjadi 3 tingkatan atau derajat, sebagaimana dr. MN. Khaeruddin menjelaskan : 

Derajat luka bakar tingkat 1 (superficial burn). Luka bakar ini memengaruhi epidermis atau lapisan kulit luar saja. Luka bakar ini bisa kita sebut sebagai luka bakar ringan. 

Derajat luka bakar tingkat 2 (superficial partial-thickness burn). Luka yang terjadi pada epidermis dan sebagian lapisan dermis kulit (lapisan kulit yang lebih dalam). Luka bakar ini lebih dalam dari tingkat 1, secara kasatmata dapat terlihat melepuh dan terkelupasnya kulit. MN. Khaeruddin sendiri, mengklasifikasikan derajat luka bakar tingkat 2 ini ke dua bagian lagi, bagian 2A dan 2B.

Derajat luka bakar tingkat 3 (full thickness burn). Ini adalah luka bakar yang terparah dari luka bakar tingkat pertama dan kedua. Secara kasatmata terlihat tampak hangus dan mati rasa.
dr. MN. Khaeruddin, Sp. B
Tahukah Anda, sebanyak 69,5% kasus luka bakar di Indonesia paling banyak terjadi di rumah tangga, 22,5 % -nya diakibatkan air panas dan minyak panas.

Selain banyaknya aktivitas di dapur yang bisa menyebabkan luka bakar, masih ada lagi beberapa penyebab luka bakar.

 Penyebab Luka Bakar :
  • Terkena langsung oleh api
  • Tersiram air panas
  • Terkena uap panas
  • Ledakan tabung gas
  • Tersengat matahari (akibat terlalu lama dan terlalu panas)
  • Luka bakar akibat terapi setelah operasi atau perawatan laser
  • Zat kimia
  • Setrika
  • Listrik
  • Knalpot panas, dll
Faktanya cukup banyak juga penyebab luka bakar yang dapat kita alami sehari-hari. Banyak tips dan trik untuk menghindari. Karena beda penyebab, beda pula pencegahannya. Misal, penanganan listrik di rumah dapat kita sesuaikan agar tidak mudah diganggu anggota keluarga. Pilih stop kontak yang harus digulir lebih dulu untuk tersambung dengan listrik atau sediakan penutup stop kontak. Tidak membiarkan kabel malang melintang, dan menggunakan saklar untuk menyalakan lampu juga termasuk keamanan dalam menggunakan listrik.

Menurut dr. MN. Khaeruddin, kasus kena setrum ini biasanya memiliki luka yang kecil tapi dalam. Sementara yang masih sering diabaikan adalah kasus sunburn. Faktanya, memang ada kasus luka bakar ringan yang disebabkan terbakar matahari.


PENANGANAN LUKA BAKAR RINGAN
Duh, tapi kalau terlanjur kena air panas gimana?
Barusan goreng telur, eh minyaknya ciprat ke tangan?
Si suami masak air panas nggak ngomong ke siapa pun, pas si istri mau pindahin panci eh lupa mengalasi tangan.
Si kecil lagi senang-senangnya meniru aktivitas emaknya. Pas emaknya setrika baju, spontan dia narik setrika yang sedihnya langsung kena kulitnya.

Wah, banyak sekali kalau mau mengumpulkan drama luka bakar di rumah. Siapa sih yang tidak pernah mengalami sama sekali luka bakar ringan? Sama sekali lho?

Karena kemungkinan besar luka bakar ringan dapat kita derita, maka harus ada penanganan yang tepat untuk luka bakar ringan ini agar kita tidak tumbuh penyesalan nantinya.

Kenapa sih menyesal harus datang kemudian? Apakah karena kalau di depan namanya pendaftaran. Eh. 

Maksud saya, apa sih yang mungkin kita sesali ketika terkena luka bakar selain karena kurang hati-hati?

JAWABNYA : Ada satu jenis penyesalan lain yang lebih besar sifatnya yakni : menyesal karena tidak mengetahui cara penanganan luka bakar ringan secara tepat. Benar nggak?
Karena ada kasus di mana luka bakar yang terkategori ringan ketika ditangani tidak tepat, luka tersebut malah melebar, tidak sembuh justru kian parah. Pernah dengar kasus seperti ini? Sedih ya.


Jadi, bagaimana cara penanganan luka bakar ringan yang sebenarnya, dan tentunya menurut para ahli. Saya akan membaginya dalam Do’s and Don’t

Penanganan Luka Bakar Ringan

                           DO’S
DON’T
Bila terkena pemicu luka bakar (minyak panas, air panas), segera :
  • Siram dengan air suhu normal
  • Oleskan dengan MEBO
  • Balut (jika terjadi luka) dengan kain bersih yang tidak lengket.
Bila terkena pemicu luka bakar (minyak panas, air panas), dan:
  • Jangan mengoleskan dengan pasta gigi
  • Jangan mengoleskan dengan mentega, tepung, gula dan bahan yang tidak dianjurkan, karena : panas akan tertahan di dalam dan menyulitkan pemeriksaan serta dapat menambah kecelakaan.
  • Jangan melumuri dengan air dingin.
  • Jangan menggosok atau mengelap luka dengan sembarang kain karena akan membuat kulit menjadi terkelupas.
  • Jangan menutup luka dengan kapas atau pun tisu.


Adakah bu-ibu atau pembaca di sini yang mengolesi luka bakar dengan pasta gigi, kopi, mentega, tepung, sedikit gula, telur (eh ini luka atau mau bikin dadar gulung ya?). Ternyata lebih sederhana melakukan pertolongan sesuai prosedur dibanding menaburi luka dengan macam-macam bahan dan bumbu ya kan? Intinya, menurut para ahli, segala macam bahan di atas yang dianggap mampu mencegah luka bakar bertambah parah dan bisa mengobati hanyalah hoaks. Karena bahan-bahan tersebut tidak diformulasikan untuk menangani luka bakar.
Pertolongan pertama ini sifatnya krusial, jika tidak tepat maka akan menimbulkan efek yang lebih dalam. Saya percaya teman-teman yang membaca ini bisa ikut membayangkan atau mungkin pernah merasakan akibat ketika luka bakar tidak sembuh malah bertambah parah. Biasanya, luka bakar ringan jika tidak segera diberikan pertolongan, akan muncul gelembung-gelembung berwarna merah kecokelatan berisi air, dan bila pecah terasa perih. Nantinya, bukan cuma lapisan kulit paling atas yang bermasalah, tapi lapisan di bawahnya pun ikut terluka. 

Tindakan pertama jika saya terkena zat panas, biasanya saya akan langsung pergi mengucur area yang terluka dengan AIR keran (suhu normal). Biasanya paling sering aktivitas terkena luka bakar ini terjadi di dapur, dengan demikian mencari air lebih mudah sebenarnya dibanding mengolesinya dengan bahan-bahan mitos. 

Coba bayangkan ini, ketika kita terciprat minyak panas, lalu mencari pasta gigi di kamar mandi, atau tepung di lemari atau batu es di kulkas, yang bisa jadi lokasinya tidak dekat dengan posisi kita, sebenarnya beberapa detik yang terbuang ini bisa membuat luka bakar yang kita derita bereaksi lebih parah, dan masih ditambah penanganan awal yang tidak tepat. Berbeda jika kita langsung mencari AIR, yang biasanya terletak lebih dekat dan ada di sekitar kita saat kejadian. 

Nah, setelah mengucurkan AIR di area terluka, oleskan pula dengan MEBO, sebagai langkah awal penanganan luka bakar ringan.


MEBO - Combiphar

Menurut dr. MN. Khaeruddin, ketika seseorang berhadapan dengan penanganan luka bakar, orang ini sangat berharap bisa memberikan ‘Pertolongan Pertama pada Kecelakaan’ sayangnya ketika penanganan awalnya tidak tepat yang terjadi justru ‘Kecelakaan pada Pertolongan Pertama’. Inilah mengapa tema yang diangkat pada jumpa Mebo-Mederma Women’s Community 6 Oktober 2019 lalu berbunyi “Regret Comes Later”, karena jika penanganan awal luka bakar dilakukan secara tepat maka kita tidak perlu mengurusi luka itu setiap hari. Empat atau lima hari, luka bisa pulih. Kuncinya ada pada penanganan awal.

Setelah penanganan awal dengan mengucurkan AIR ke area luka, langkah selanjutnya adalah mengolesi dengan MEBO.

Apa itu MEBO?

MEBO adalah produk dari COMBIPHAR sebagai solusi luka bakar bagi keluarga Indonesia. Selain luka bakar, MEBO juga mengandung bahan-bahan yang cocok untuk menangani luka jatuh dan luka lecet. Saat ini MEBO berbentuk salep dalam kemasan tube 20g dan menjadi rekomendasi terbaik dari para dokter di Indonesia.

Kandungan MEBO

MEBO memiliki kandungan alami dan tidak mengandung antibiotik kimia. MEBO memiliki 3 kandungan herbal yakni :
Phellodendri chinensis 

Coptidis rhizome 

Scutellariae radix 

kombinasi ketiganya berfungsi sebagai anti-inflamasi, anti-infeksi dan membantu regenerasi sel

Serta mengandung pula dua zat penting :

Minyak Wijen (Sesame Oil)

dan Beeswax 


yang berfungsi untuk :
  • Menyerap sisa panas pada area luka bakar, sehingga bisa mengurangi tingkat keparahan luka bakar.
  • Memberikan kelembaban pada area luka sehingga mempercepat pemyembuhan luka.
  • Melunakkan jaringan nekrotik
  • Mempercepat perbaikan dan regenerasi jaringan
  • Mencegah dan mengurangi pembentukan scar atau jaringan parut.
Sebagai informasi penting lainnya, kadang kalau kita terkena luka bakar, tindakan pertama yang kita harapkan dari luka ini adalah langsung kering. Sementara menurut kedua dokter pada acara tersebut, luka membutuhkan kelembaban yang stabil, tidak selalu basah, tapi juga tidak totalitas kering. Minyak wijen dapat melindungi area luka sehingga mencegah penguapan air dari area luka dan membuat area luka menjadi lebih lembab (moist). Area yang moist ini akan membantu proses regenerasi sel lebih cepat sehingga penyembuhan berjalan baik. 
ilustrasi

Penanganan awal yang tepat ini akan membuat proses penyembuhan luka berjalan baik sehingga akan meminimalkan kemungkinan terjadinya bekas luka. Dengan demikian, sebagai tindakan awal sebelum terjadinya luka bakar, siapkan selalu MEBO di rumah. 
Informasi dan cara mendapatkannya bisa mampir ke http://mebo.combiphar.com


MEDERMA - Combiphar


Salah satu dampak dari luka bakar adalah adanya SKAR atau bekas luka parut (scar). Skar adalah hasil akhir dari penyembuhan luka. Bekas luka akan timbul jika luka tersebut terjadi pada lapisan kulit yang lebih dalam. 

Skar memiliki tahapan dan jenis-jenis yang berbeda. Ada skar fungsional, skar hipertofi, skar atrofi, dan tahapan parah adalah keloid. 

Manusia pasti akan mengalami luka dalam hidupnya. Sebagian besar jenis luka itu adalah luka ringan, misalnya luka iris, luka gores, luka abrasi atau luka bakar yang dapat dikatakan tidak berbahaya. Sayangnya, bekas luka yang timbul bisa saja merusak kualitas hidup kita. 

MEDERMA Untuk Bekas Luka

MEDERMA adalah kelanjutan dari penanganan awal luka bakar untuk mempercepat pudarnya bekas luka atau skar. MEDERMA memulihkan dalam, dan memudarkan bekas luka dari luar.

Kandungan MEDERMA

MEDERMA mengandung 3 bahan aktif : 

 Cepalin 
Cepalin merupakan formula eksklusif khusus dari MEDERMA yang mengandung allium cepae, kaempferol dan quercetin sebagai anti peradangan, memperbaiki tampilan dan struktur skar. 

 Allantoin 
Berfungsi untuk mendinginkan kulit, melembabkan, mengelupas sel kulit mati dan mengurangi efek gatal. 

 Aloe Vera 
Lidah buaya yang sudah dikenal sebagai zat moisturizing serta berfungsi untuk mencerahkan. 

Mengapa MEDERMA ?

MEDERMA merupakan gel aktif yang mampu bekerja hingga lapisan terdalam kulit, mengandung onion extract yang memberikan hasil lebih baik dibanding placebo. MEDERMA juga telah terbukti efektif dan aman untuk kulit orang Asia. Selain bekas luka bakar, skar, juga bisa digunakan untuk menghilangkan bekas jerawat dan dapat menghilangkan stretch marks. Sehingga MEDERMA ini menjadi rekomendasi no #1 oleh para dokter se-Indonesia. 

Cara Pemakaian MEDERMA ?



Nah, saya pun penasaran dengan cara pakainya. Ternyata cara pakai MEDERMA terbagi menjadi dua, yakni untuk luka lama dan luka baru.

MEDERMA mulai dipakai secepatnya saat luka sudah tertutup.
LUKA BARU :
  • Gunakan MEDERMA 3 s.d 4 kali sehari sekurangnya selama 8 minggu.
LUKA LAMA :
  • Gunakan MEDERMA 3 s.d 4 sehari sekurangnya selama 3-6 bulan.
  • Gunakan hanya ke luka yang sudah benar-benar tertutup 
  • Dimulai dari tengah ke arah sisi luar, gel dipijat lembut pada skar 
  • Dilanjutkan dengan gerakan memutar kecil sampai MEDERMA diabsorbsi seluruhnya
ilustrasi

MEDERMA merupakan gel proaktif secara signifikan dapat membantu proses penyembuhan luka dalam 8 minggu, tergantung dari kedalaman luka dan kondisi fisik penderita luka bakar tentunya. MEDERMA saat ini tersedia dalam kemasan 20g dan telah dipasarkan oleh Combiphar sejak 2002. Informasi dan cara mendapatkannya dapat dilihat di http://mederma.combiphar.com
dr. Kusuma membagikan pengalamannya tentang MEBO dan MEDERMA


CHEF GATOT : JANGAN SAMPAI KULITMU JADI BAHAN MASAKAN

Hampir tiap pagi, si kecil (5 tahun) bangun tidur langsung nempelin saya di dapur. Kalau saya lagi menggoreng, lalu mendadak ingin ke kamar mandi, bisa-bisa dia bakal membalik gorengan saya. Duh, dag dig dug. Sering banget dia ingin ikut masak, entah bantu mengambil sayur di kulkas, ikut memotong dengan pisau khususnya dan yang paling sering mau ikut berdiri di depan kompor. Senang melihat antusiasnya, tapi ya pastinya saya dag dig dug juga, nggak boleh lengah, mesti mendiskusikan mana yang boleh dan tidak, dan memberikan dia pencegahan.
ouch! harus hati-hati memasaknya

Nah, karena itu, kami juga mendapat pengalaman memasak bareng Chef Gatot Tricahyo dari Aston Hotel agar para moms yang beraktivitas di dapur dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan di dapur. 
  • Apa saja pesan Chef Gatot untuk para moms dan aktivis dapur semuanya?
  • Gunakan wadah memasak yang sesuai, jangan sampai panci kecil saat bahan masakannya banyak.
  • Peralatan dapur dan dapurnya harus aman bagi diri sendiri
  • Lantai jangan sampai licin, agar tidak terpeleset saat mengangkat benda panas.
  • Sediakan APAR, alat pemadam kebakaran sederhana.
  • Penghirup uap, atau desain dapur agar asap masakan tidak mengumpul di dalam.
  • Microwave, hanyalah alat bantu masak, jangan memasukkan bahan metal, logam atau pemicu ledakan microwave.
  • Saat menggoreng, jangan memasukkan bahan dengan cara dilempar.
  • Desain dapur dekat dengan air.
  • Pastikan pemasangan gas juga sesuai prosedur.
  • Nah, selamat memasak.

Bagi Chef Gatot : 
"Food is Art, Doing by Heart" Jangan sampai kulitmu yang jadi bahan seni.

KECELAKAAN PADA PERTOLONGAN PERTAMA? JANGAN SAMPAI YA
sediakan MEBO dan MEDERMA
“Sudah tahu luka di dalam hatiku, kenapa kau siram dengan air garam...” 

Jadi kesentil dengan lagu lawas. Lagu ini memang bukan tentang luka bakar, hehehe. Tapi, bisa menjadi cerminan jika penanganan luka bakar yang tidak tepat justru akan menambah rasa sakitnya bukan? MEBO dan MEDERMA menjadi solusi penanganan luka bakar ringan yang dapat kita sediakan di kotak P3K di rumah. Tidak berharap ada luka tentunya, tapi jika terjadi kita tahu menanganinya.

Terima kasih untuk Mebo-Mederma Combiphar atas pengalamannya yang berharga :)


Salam.
Lidha Maul
Share:
Read More