, , ,

RESOLUSI 2018: TAMAN DAN KEBUN SAYURAN DENGAN ANALISIS SWOT


Saya belajar dari tahun sebelumnya, kalau mau menaruh impian sebaiknya juga menempatkan rencana di sisi-sisinya. Impian itu adalah sesuatu yang akan menerbangkan kita, maka perencanaan adalah sayap-sayapnya. Resolusi saya pada tahun sebelumnya, adalah menjadi dosen, tanpa berpikir strategis. Pokoknya punya impian dulu, nanti-nantinya gimana bisa aja deh. Serius, ternyata ada yang menawarkan lowongan menjadi dosen dengan bidang studi yang saya kuasai. Persoalannya hanya satu: saya harus memberikan jawaban ‘YA’ saat itu juga. Baru kemudian saya mikir:  kalau kerjanya malam, nanti gimana Cmumut? Meski bidangnya sesuai tapi sudah  lama saya nggak belajar, nanti bagaimana…? Blas, tawaran pun ditarik kembali ketika mengetahui ketidaksiapan saya. Menyesal tapi tidak berguna, kecuali bisa mengambil pelajaran setelahnya.

Saya juga belajar dari seseorang,  ketika membuat impian atau wishlist mesti tahu dimana impian ini akan diletakkan. Seumpama gelas kaca, apakah baik bila ditaruh di ujung meja? Kalau saya menulis : ‘Targetku nanti jadi bagian dari NASA (kemudian ngakak lebar)’ artinya saya mesti tahu kapasitas saya seperti apa, layak atau nggak, memungkinkan atau malah jangan. Bukan berarti saya tidak boleh punya impian unik-unik. Hanya saja, kalau saya mau meraih sesuatu yang pasti terkabul, ya saya juga mesti serius.

Bahkan demi keseriusan ini, ada yang menganjurkan untuk membuat Analisis SWOT atas diri kita dan target yang kita punya. Buat saya sih seru, dan kenapa nggak.

Nah, mengingat sebentar lagi pergantian tahun akan tiba (oya, kerasa nggak sih waktu berlalu cepat -_- ) dan teman-teman banyak yang membuat resolusi, saya jadi berhasrat untuk membuat resolusi juga di tahun 2018. Eit, tapi ini bukan karena teman-teman bikin resolusi, terus saya mesti buat juga. Saya terpicu karena semua yang diinginkan teman-teman mengandung nilai positif. Semua ingin lebih baik di tahun mendatang, baik prestasinya juga pribadinya. Impian-impian yang dijadikan sebagai resolusi 2018 inilah yang membuat saya menabuh gendang di dada. Rasanya semangat sekali untuk lebih baik juga. Dalam hal apa? Ya dalam hal apa saja.

Karena ‘dalam hal apa aja’ versi saya itu terlalu banyak,  pastilah nggak bakalan muat apa yang saya mau xixixi.  Oke, saya mau lebih baik lagi dalam dunia kepenulisan tahun depan, saya mau punya buku solo,  mau jadi IRT yang sesuai harapan keluarga, mau kuliah juga, belajar grafis sampai mahir, menghasilkan video yang bagus, menambah teman,  mau berbuat baik tanpa memikirkan balasannya, ingin menghasilkan konten blog yang bagus, ingin bepergian sendirian, ingin membuat proyek-proyek belajar-bermain untuk Cmumut, merambah bisnis : punya produk sendiri, dan…. yah, begitulah. Ternyata saya manusia biasa yang maruk sekali.

Akhirnya saya memilih kembali, misal: kalau saya ingin menjadi pribadi yang baik, sepertinya tidak perlu saya masukkan sebagai resolusi 2018. Atau menambah teman, yang mana bisa dilakukan seiring berjalannya waktu. Kira-kira begitulah, tapi ini tentunya tidak bisa digeneralisir. Siapa pun berhak menentukan apa yang menjadi resolusi mereka.

Saya memiliha mana sekadar want to do atau need to do:

RESOLUSI:
 KEPUTUSAN UNTUK MELAKUKAN ATAU TIDAK MELAKUKAN SESUATU DI MASA DEPAN


Jadi, inilah resolusi 2018 saya :
MEMBUAT TAMAN
DAN
KEBUN SAYURAN

Sesederhana itu, tapi sebenarnya sukar juga.

Kalau berbaik hati, bisa ditengok di blog ini ada kategori GARDENING. Tapi, pada 2017 tulisan berkebun dan penghijauan mulai berkurang. Bukan sekadar tulisannya  yang berkurang, namun aktivitas saya pun demikian. Lha, gimana mau nulis wong nggak ada aktivitasnya.

Dan saya merasa perlu menuliskan beberapa alasan mengapa hal ini perlu saya lakukan.
1.  Tahun 2017, kami punya banyak perbaikan pekarangan yang walhasil, kondisinya pun berubah dan tanaman jadi berantakan tak terurus. Rumput pun meninggi.
2. Durasi yang mepet ketika ingin berkebun, karena baru 15 menit Cmumut bisa ngamuk.
3. Selama setahun itu saya lebih banyak beraktivitas yang lain.
4. Saya malas.
5. Saya capek.
6. Capek lagi.
 
Bayam vertikal yang ternyata tidak tepat penempatannya karena perbaikan lahan

Apa yang mau direalisasikan  untuk BERKEBUN ini?
  1. Penambahan beberapa tanaman edible (yang bisa dimakan) dikarenakan banyak biji-bijian pangan yang saya khawatirkan akan rusak jika tidak disemai.
  2. Karena tanaman membutuhkan pupuk dan saya membiasakan pupuk mandiri, berarti persiapannya adalah wadah penampungan.
  3. Khusus hidroponik, saya punya cairannya. Sayang jika tidak dipakai
  4. Karena tanaman membutuhkan wadah tanam dan tidak mungkin bertumpuk semua di tanah (FYI, lahan saya terbatas) artinya saya mesti menyiapkan wadah tersendiri (pot dan benda bekas lain)
  5. Rumput saya lebih hijau dari tetangga LOL.  Ini kerja keras untuk merapikannya. Karena sebagian rumput bisa menjadi pengganggu bagi tanaman lain, saling berebut nutrisi.
  6. Mempercantik pekarangan.

ANALISIS SWOT
Biasanya analisis SWOT dipakai dalam bisnis, untuk memahami keberhasilan atau kegagalan yang mungkin akan diterima baik yang timbul dari faktor internal maupun eksternal.  Tapi, bisa saja dibuat untuk menganalisis diri kita.  Analisis SWOT yang saya buat disini berkaitan dengan resolusi 2018 saya, secara sederhana.

Analisis SWOT Sukses Berkebun (Sederhana)
Strengths (Kekuatan yang Saya Miliki)
Passion
Bagi saya passion itu kekuatan. Melakukan aktivitas yang kita sukai, tidak mengendurkan niat.

Kreatif
Dengan banyaknya ide di kepala yang sayang jika tidak dientaskan.

Berani kotor
Ada banyak orang yang tidak mau berkebun karena takut kotor.  Saya, tidak masalah dengan kotor.
Mau belajar
Dulu, saya tidak suka berkebun. Tapi, karena senang belajar pelan-pelan saya pun berubah.

                 
Weaknesses (Kelemahan yang Ada pada Diri)
Minim Dana
Beberapa tanaman yang saya inginkan, ada yang harganya mahal lho.

Malas 
Harus saya akui, adakalanya saya memang tidak berminat.

Sibuk   
Karena banyak aktivitas dan keinginan lain, aktivitas berkebun pun terbengkalai.

Capek 
Sukar melakukan sesuatu kalau kita sudah lelah, ya kan.


Opportunities (Peluang yang Timbul dari Luar)
Punya lahan    
Meskipun minim, tapi hobi berkebun bisa tersalurkan berkat memiliki lahan.

Media tanam dan bibit
Iya bibit saya cukup banyak, dan begitu pun media tanam yang cukup tersedia.

Benda bekas   
Barang-barang yang tidak terpakai lagi bisa dimanfaatkan sebagai wadah tanam bukan?

Alat berkebun dan alat tukang
Sudah disediakan berapa peralatan berkebun seperti sarung tangan, sundip, garpu, cangkul, parang, sepatu bot, gunting tanaman. Sedangkan alat tukang juga dibutuhkan untuk mempercantik pekarangan, seperti gergaji, kuas, bor, palu, paku dan lain sebagainya.


Threats (Ancaman dari Luar yang Mungkin Timbul)
Hewan pengganggu
Terlalu banyak nyamuk dan sudah dua kali saya tersengat lebah.

Cmumut protes
Wah ini dia. Berat ini :D
Tanah yang keras
Kemudian saya tidak sanggup mencangkulnya.

Durasi singkat
Sebagai IRT, tentu bukan hanya persoalan pekarangan yang membutuhkan sentuhan.

Cuaca
Cuaca di Balikpapan yang bisa berubah tiba-tiba






Setelah membuat analisis SWOT, apa yang harus dilakukan? 

Analisis satu persatu terutama Weaknesses   dan Threats untuk mencari solusinya. Dengan mencari why dan how-nya. Misal, dalam Weaknesses saya tulis “minim dana” : maka yang menjadi pertanyaan adalah, seberapa besar dana yang saya butuhkan untuk tanaman ini? Seberapa pentingkah tanaman ini? Bisakah ditunda? Jika saya berhasil menjawabnya, berarti tidak ada masalah.

Lalu, dalam Threats : “Ada hewan pengganggu” seperti nyamuk dan lebah. Maka pertanyaannya adalah: Darimana datangnya hewan ini? Apakah bisa dilakukan pembasmian (penyemprotan)? Apakah butuh bantuan pihak ketiga untuk menanganinya?


Karena, ketika saya berhasil menangani Weaknesses  dan Threats  ini, target yang dikejar bisa lebih mudah dijalankan.  Seperti ketika suatu sore, saya sedang mencukur rumput,  lalu tiba-tiba ada hewan kecil (yang tidak sempat dilihat) serasa menggigit. Karena merasa baik-baik saja, saya abaikan dan beraktivitas seperti biasa. Tanpa disangka, malam hari saya demam mendadak hingga beberapa hari kemudian. Kalau sudah begitu, semua aktivitas pun terhenti. Belajar dari pengalaman sebelumnya, agar kalau sakit jangan lama-lama, saya bisa mengonsumsi Theragran-M

BERKEBUN DAN KETAHANAN FISIK

Tidak dapat dipungkiri, berkebun dan mempercantik pekarangan ini berkaitan dengan aktivitas fisik. Betapa mengkhawatirkannya jika kondisi tubuh sedang melemah, maka yang terjadi adalah tubuh mudah berangsur sakit. Meski sakit adalah fitrah-nya manusia, tentu kita tidak ingin berlama-lama dan ingin pulih kembali. Untuk mempercepat kembalinya daya tahan tubuh setelah sakit, bisa dilakukan dengan mengonsumsi Theragran-M.



Theragran-M merupakan multivitamin lengkap plus mineral yang diproduksi oleh PT. Taisho Pharmaceutical Indonesia yang berguna untuk menjaga daya tahan tubuh dan memulihkan kondisi tubuh setelah sakit. Theragran-M adalah vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan dan telah memiliki label HALAL dari MUI.


Theragran-M bukanlah obat, melainkan suplemen yang mengandung vitamin untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah sakit  dan telah disepakati BADAN POM agar aman dikonsumsi.

Dalam setiap stripnya berisi 4 tablet salut gula yang dapat diminum setiap hari per tablet dengan rasa sedikit manisnya.


Selain mengantisipasi dengan Theragran-M, untuk merealisasikan resolusi 2018 saya mesti menerapkan beberapa disiplin diri;

1.  Menyisihkan waktu minimal 30menit per hari dan jika si kecil protes, artinya ya prioritas berkebun ditunda
2. Menyisihkan sampah organik untuk dijadikan pupuk alami.
3. Merapikan rumput per minggu.
4.  Menabung untuk membeli cat dan perkakas.
5. Sehat


Kini, resolusi 2018 sudah dibuat, direncanakan, dan semoga bisa dipertanggungjawabkan. Semoga saya menjadi giat dan dengan begini konten PENGHIJAUAN  bisa terus bertambah.

Lidha Maul

------------
Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.




Share:
Read More
, , ,

Cara Menikmati Ayat Ayat Cinta 2


Saya sama sekali belum membaca buku Ayat Ayat Cinta 2. Saya bahkan baru tahu ada bukunya, ketika Kang Abik (Habiburrahman El Shirazy) mengadakan talkshow dan book signing di Balikpapan.

Jadi, jelas saya tidak bisa membandingkan buku dan film Ayat Ayat Cinta 2 ini.
Share:
Read More
, ,

Satu Dasawarsa BBlogger Bareng Menu Spesial RM. Torani


Sungguh saya nggak nyangka, kayaknya baru aja kenalan sama komunitas ini, kayaknya baru aja saya ngeblog. Tapi ternyata, Komunitas Balikpapan Blogger (BBloger!) sudah sepuluh tahun. Oya, ya benar, mereka pendirinya toh sekarang sudah jadi bapak-bapak, emak-emak semua. Hihihi.

Ternyata panjang juga perjalanan komunitas ini yang adakalanya saya amati lewat gambar-gambar dan tulisan yang bertebaran di blog, yang dulu face bubuhannya masih muda dan langsing-langsing. Baiklah, skip dulu masa lalunya. Demi spirit masa depan, akhirnya HUT Balikpapan Blogger yang ke-sepuluh (9 Desember 2007 – 2017) diramaikan di RM. Torani, Rumah Makan yang notabene selalu jadi best partner buat Komunitas BBlogger. Karena sudah banyak banget event-event hasil kerjasama BBlogger dan RM. Torani
Share:
Read More
, ,

MENARUH ASA CINTA AKSARA DI KEJAUHAN KOTA


Muno, adalah satu kata yang mungkin saja kurang pas dalam menggambarkan wajah beberapa orang yang tidak mengetahui jawaban dengan tepat saat ditanya keberadaan Perpustakaan Kota Balikpapan.

Tapi, kebingungan orang-orang ini memakan waktu cukup lama, termenung-menung dengan bola mata berputar meski bukan karena guna-guna. Sehingga pertanyaan pun kembali diajukan. “Pernah main-main ke Perpustakaan Kota Balikpapan?” dan berakhir dengan gelengan. Rupanya masih banyak warga Balikpapan yang belum mengetahui Perpustakaan Kota mereka sendiri, alih-alih berkunjung ke lokasi. Dalam imajinasi terbatas, perpustakaan adalah ide membosankan mengunjungi tumpukan buku. Tentu saja, perasaan hambar ini terjadi pada diri mereka yang belum mencintai dunia aksara. Kedua, rasa ketidaknyamanan terbentuk karena konsep perpustakaan di benak mereka adalah konsep perpustakaan di masa lampau. Sedangkan sudah bukan rahasia lagi, perpustakaan di era kini dapat menjadi tempat bermain-main, selain sebagai sarana diskusi dan edukasi secara online.
Share:
Read More
, , , , ,

UPAYA CANTIK DENGAN CATOKAN RAMBUT DARI MASA KE MASA


“Ih, aku pengen lho ngutak-ngatik rambutku.”

Saya terpancing mendengar obrolan kawan saat itu. Tentu saja, obrolan para perempuan tidak bisa dilepaskan dari dandan dan kecantikan. Mungkin, curhat rambut saat itu adalah yang sedang terpikirkan. Obrolan ini sebenarnya terjadi di masa silam. Teman yang satu ini bermaksud mengubah model rambutnya yang biasa terlihat sehari-hari, menjadi berbeda.

“Tapi, aku nggak mau ke salon, nggak mau di potong, bukan mau ditata juga.”

Jawaban ini selain jawaban yang cukup kere, kenyataannya perempuan memang seperti itu, senang menjadikan rumah sebagai tempat merawat diri.
Share:
Read More
, , , ,

TENANG, ADA HARBOLNAS DAN SHOPBACK YANG MENGABULKAN IMPIAN


Dear Mut,

Tak terasa kau tumbuh aktif dan ceria. Kau baru saja memasuki usia 3 tahun. Kau senang sekali mengeksplorasi dan bereksperimen. Mut, dalam batasan tertentu lucu sekali melihat ekspresi Mumut ketika tertangkap basah sedang mengobrak-abrik barang di rumah. Ya, sepertinya Mut menyadari bila saja dari awal memberitahukan ingin melakukan ini dan itu, pasti tidak diizinkan. Karena itu Mut senang melakukannya diam-diam. Lucu, tapi sayangnya tidak setiap barang di sudut rumah kita boleh dibongkar dan diobrak-abrik keadaannya. Karena ketika melewati batasan tertentu, ketidakbolehan itu berarti untuk mengamankan Mumut.
Share:
Read More
,

MENGUBAH FOTO BIASA TERLIHAT LAYAKNYA MINIATUR DENGAN TILT SHIFT EFFECT




Pernah melihat foto-foto miniatur? Pasti dong ya, pertanyaan apa ini. Misal foto-foto mini figure(mainan), kereta-keretaan, mobil-mobilan, maket dan lainnya yang dikategorikan sebagai foto miniatur.

Tapi, tulisan ini bukan tentang belajar memotret benda-benda miniatur. Melainkan, mengubah foto-foto biasa menjadi terlihat seperti miniatur. Caranya dengan menggunakan tilt shift effect.
Share:
Read More
, ,

AplikASIh : Aplikasi Kasih ASI Untuk IWIC 11

Aplikasi Kasih ASI Untuk IWIC 11

Lagi, berita bayi baru saja dibuang.
Dalam setahun ini saya sudah membaca 2 artikel tentang bayi yang dibuang. Dua artikel, dua bayi sudah cukup banyak menurut saya. Entah berapa banyak berita yang orang-orang lain baca, atau berapa banyak yang terjadi di luar sana. Astaghfirullah.

Bayi-bayi ini kemudian hidup, sehat wal’afiat namun kehilangan asupan paling vital bagi mereka yaitu ASI. Dilansir dari surya.co.id, data terakhir dari Kementerian PPPA mencatat bayi terlantar di Indonesia mencapai 1,4 juta atau 5,83 persen dari total balita yang ada. Termasuk pula di dalamnya bayi yang masih dalam usia menyusui.
Share:
Read More
, , , , ,

Menjunjung Langit Biru

Gen Langit Biru

Malam di tahun 2011 itu, kami berkunjung ke rumah kawan lama suami di suatu kota besar di negeri ini. Setelah lelah, kami pamit dan saya sedang mengira-ngira pukul berapakah saat itu sambil menengadah melihat langit yang tak berbintang. Tentu saja sulit menerka waktu lewat langit malam dibanding saat siang, kecuali lewat cara kami menguap berulang-ulang dan mengucek mata. Lalu, suami berkata, “dek, di kota ini kita susah melihat langit biru.
Sepintas dan selesai.
Tadinya saya tidak percaya. Saya percaya kota besar ini punya banyak mendung. Itu saja. Paginya, saya pun memastikan warna langit. Siang, sore dan benar, susah sekali menanti warna biru. Saya juga menantikan kapan hujan turun di hari itu dan hari-hari selanjutnya. Ternyata perjalanan kami baik-baik saja, tak ada hujan.
Tiba-tiba saya merasa bodoh.
Mendung?

Sekembalinya ke kota Balikpapan, saya menjumpai seorang bule (ekspatriat) yang sedang bersepeda dan berkata bahwa dia sungguh senang dengan kota ini, karena langitnya masih biru. Sungguh, bagi saya alasannya terdengar unik dan tidak biasa.
Mungkin karena rutinitas selalu di depan mata, setiap kali keluar rumah, selama pandangan masih jernih dan dapat bernapas, saya merasa baik-baik saja. Saya pikir langit baik-baik saja selama ia membentang dan tidak berisik. 
Benar begitu?
Sebenarnya, langit dapat nampak biru, selama cahaya matahari yang banyak yang masing-masingnya memiliki warna dan panjang gelombang sinar berbeda itu berinteraksi dengan atmoster. Ditambah dengan sebaran, pantulan, serapan juga pandangan manusia yang sensitif sehingga biru-lah yang terlihat. Saya memang masih bisa mendapati birunya langit di kota saya. Namun, kenyataannya ada beberapa tempat di dunia ini dimana birunya langit tak mudah nampak.

Karena beragam aktivitas manusia bersinggungan dengan pencemaran udara. Lapisan awan menjadi kotor dan merusak kehidupan. Karena itu Pemerintah telah menetapkan PROGRAM LANGIT BIRU lewat Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 15 Tahun 1996. Satu hal yang baru saya tahu. Ternyata Program Langit Biru merupakan satu upaya pengendalian terhadap pencemaran udara.
Menjunjung Langit Biru


Upaya yang sama diciptakan pula oleh Pertamina sebagai BUMN penyumbang deviden terbesar di Indonesia. Satu diantaranya menyiapkan proyek kilang langit biru di Cilacap yang dikenal dengan PLBC (Proyek Langit Biru Cilacap). Proyek Kilang Langit Biru ini bertujuan untuk menghasilkan bahan bakar yang ramah lingkungan.  Tentu saja, proyek kilang langit biru juga menyasar pada renovasi kilang Pertamina di wilayah-wilayah lain.
Menjunjung Langit Biru
Pertamina dan Proyek Langit Biru.

Banyaknya aktivitas manusia yang berporos pada mesin, seringkali menghasilkan timbal.
Salah satunya adalah penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang tidak ramah lingkungan. Karena itu Pertamina berupaya, mengganti Premium (RON 82) menjadi Pertamax (RON 92) yang bebas timbal. Walau pada awalnya timbul ketidakyakinan, namun respon positif pun mengalir setelahnya.
Menjunjung Langit Biru
 Lewat Program Langit Biru pula, Pertamina mengeluarkan produk-produk lainnya yang ramah lingkungan  seperti Envogas dan Vi-Gas.
Menjunjung Langit Biru
Envogas - Balikpapan
Sumber : kaltim.prokal.co
  
CSR Pertamina juga turut andil menciptakan lingkungan hidup dan pelestarian alam dengan beberapa programnya yakni: Green planet, Coastal Clean Up, Green and Clean, Green festival, Green Act, dan Rehabilitasi Hutan Mangrove.


Mendung adalah fitrahnya gejala alam, selama uap air yang terkandung di dalamnya tidak mengandung zat-zat yang membahayakan manusia. Daur kehidupan yang sangat alami yang dibutuhkan manusia. Karena setelah mendung hilang, langit biru pun memancar.
Tapi, akibat dari aktivitas manusia yang turut serta mencemari udara (bahkan tanpa disadari manusia itu sendiri) mendung terlalu sering bergelayut, langit biru sukar nampak.
Karena itulah dibutuhkan payung.
Payung adalah sebuah analogi, wujud dari upaya pencegahan, pengendalian, penjagaan lingkungan. Agar kita semua ikut andil menjaga bumi kita tetap hijau, langit tetap biru. Tugas menjaga lingkungan bukan hanya milik Pemerintah dan Pertamina. Tapi juga segenap lapisan masyarakat, termasuk generasi muda. Saling mendukung untuk  program langit biru erat kaitannya dengan menjalin masa depan yang cerah. Karena begitulah filosofi langit biru. Ketika kita melangkahkan kaki keluar rumah dan memandang langit yang biru, kita tahu bahwa aktivitas kita hari ini bisa lancar, tanpa sadar senyum pun mengembang dan wajar berseri.  Jangan sampai menunggu langit gelap, baru bergegas mencari payung.

Traveling telah menjadi tren di semua kalangan. Traveling juga berperan dalam anti stres dan depresi yang banyak menjangkiti manusia masa kini. Salah satu lokasi yang menyenangkan adalah menjelajahi alam. Pernah membayangkan alam seperti apa yang ingin dikunjungi? Yang hijau, yang berseri, segar dengan langit biru? Semua sepakat, tempat seperti itu menyenangkan. Ditambah dengan tren fotografi, lokasi alam dengan latar langit biru sungguh menawan. Pergi ke gunung, ke pantai, belum apa-apa, kita sudah bisa merasakan udara yang bersih. Bayangkan kalau imajinasi seperti ini rusak. Karena ternyata udaranya telah tercemar. Alih-alih memanfaatkan traveling sebagai anti stres, yang terjadi justru sebaliknya. Perasaan optimis dan tercerahkan berangsur pudar. Efeknya setelah pulang, bisa beragam.

Seperti saya, yang memikirkan langit biru setelah melakukan perjalanan. Kini, pemikiran ini ada di tangan generasi muda. Generasi yang berani mengoptimalkan sumber daya selain alam yakni diri mereka sendiri (SDM). Kekhasan generasi millenials : mampu berpikir kritis, aktif dan kreatif. Sudah pasti kualitas hidup diharapkan lebih baik, kesehatan fisik dan psikis menjadi satu faktor utama demi mencapai impian. Mereka adalah generasi millenials, generasi langit biru, Generasi yang memanfaatkan perkembangan teknologi dan kemajuan zaman dengan tetap bertindak untuk ramah lingkungan. Generasi yang diharapkan tidak lupa bagaimana dirinya dan keindahan alam ini berasal, apapun cita-citanya dan dimana dia berada. Karena jika tetap menginginkan bumi dipijak, disitulah langit (biru) dijunjung.
Menjunjung Langit Biru

***
Tulisan ini diikutkan dalam lomba ‘Gen Langit Biru’ dengan jumlah karakter 5.990 (with spaces)
#Pertamina
#PertaminaBlogdanVlogCompetition2017
#KobarkanKebaikan
#GenLangitBiru
#Kerja3ersama

Sumber informasi:
www.pertamina.com
kaltim.prokal.co 
Kep No.15 thn 1996 ttg Program Langit Biru
Share:
Read More
, , , , , , ,

Hari Blogger Nasional : Momen Ngeblog Bareng Blogger Balikpapan Dimulai Kembali


#Throwback
#SemacamProlog
Delapan tahun lalu, saya mengikuti pelatihan blog lewat suatu event besar bertajuk Roadshow “Pesta Blogger 2009”dengan satu sesinya: Blogshop, Blogging Workshop yang bekerjasama dengan Balikpapan Blogger Community (B! Blogger). Saat itu saya hadir sebagai guru, mewakili sekolah tempat saya mengajar. Saya sangat antusias menjadi GURU GO-BLOG. Istilah yang sebenarnya bermakna luhur, tapi pada akhirnya bikin terpingkal-pingkal, karena mengandung homofon.
Share:
Read More
,

Membangun Penasaran Di Harbolnas HIJUP

Ternyata benar, penasaran merupakan salah satu strategi marketing yang terbaik. Karena dengan penasaran akan membuat orang-orang ingin mengenal suatu produk hingga membuat keputusan untuk membelinya. Bahkan ketika pertama kali mendengar Harbolnas saja, banyak orang yang mencari tahu apa itu Harbolnas. Ternyata Harbolnas adalah HARi Belanja OnLine Nasional yang awalnya secara serampangan saya berusaha memanjangkannya menjadi Hari Bolong Nasional, lebih mirip dengan singkatan Harpitnas (Hari Kejepit Nasional) semacam singkatan guyonan. Tentu saja, Harbolnas versi tebakan saya tidak bermakna.
Share:
Read More
, , , , , , , , , ,

BELAJAR MEMBUAT SINOPSIS YANG FILMIS? ADA DI WORKSHOP WRITERPRENEUR


Ketika berteman dengan blogger buku, saya baru tahu bahwa tulisan di belakang sebuah buku bukanlah sinopsis, melainkan blurb. Tulisan yang bersifat menjual, yang berguna untuk memancing naluri pembaca. Saya selalu mengira itu sinopsis. Lalu saya yakin sekali, betapa agak memalukannya diri ini.
(Betapa agak = agak dengan level tertinggi *halah*)
Saya yang suka ngaku-ngaku cinta buku ini, minim sekali pemahaman tentang buku. Padahal mimpinya pengen punya novel solo. Sementara ini baru rilis 8 buku antologi, kalau pun ada buku solo itu pun baru buku nikah.
Eit, tapi itu pun mesti duet dulu ya.
Lupa -_-
Share:
Read More
,

HARUS KEMANA BILA LIBURAN DI MALANG? INTIP DULU YANG ASYIKNYA DISINI

sumber: asliindonesia.net - Keliling Kota Malang dengan MACYTO

Oke, menurut saya ini unik.
Kebayang nggak sih, teman-teman  punya kampung halaman, sedari kecil tinggal disana, berkelana, sampai kemudian akhirnya merantau. Tiap tahun bisa 2-3 kali pulang kampung. Itupun selalu menyempatkan berkeliling-keliling termasuk ke setiap lokasi wisatanya. Tapi… selalu saja ada yang  terlewatkan, selalu saja baru tahu ada lokasi wisata disana, rasanya yang itu nggak pernah dikunjungi, eh daerah itu di Malang ya? cantik banget…eh, kuliner yang itu baru ada.

Rasanya nggak pernah puas-puas dijajaki.
Share:
Read More