Showing posts with label Anak. Show all posts
Showing posts with label Anak. Show all posts
, ,

Indonesia Darurat Perokok Anak. Dengan Cara Apa Prevalensi Perokok Anak Turun?


Kami mengobrol santai sambil menikmati pergantian sore. Lelaki muda ini asyik bercerita tentang kegiatan sehari-harinya juga tentang keluarganya. Obrolan acak yang menyenangkan. Ceritanya merambat ke alasan susah lepas dari rokok. Sejak lama saya penasaran mengapa sedemikian ketergantungannya ia pada rokok. Jawabannya kemudian membuat sedih. 

''Sejak kecil sudah kenal rokok aku, Bu.''

Anak muda ini tetangga dan pernah menjadi murid saya. Umurnya 18 tahun saat itu.

Teman sekolah seperti dirinya yang menjadi ahli hisap (baca : perokok) sangat banyak. Rata-rata mereka sudah kenal rokok sejak SMP. Tapi, ada juga yang kenal rokok sejak SD.
Masih ada yang menyakitkan. Beberapa dari pengakuan mereka, lingkungan tempat tinggallah yang mengajarkan. Ada yang diajak kawan tongkrongan, ada yang belajar dari ayahnya. Ya, ayahnya yang juga perokok. Malah ada pengakuan bahwa ayahnya mengatakan lebih baik si anak merokok daripada melakukan kejahatan ini dan itu (sambil menyebutkan beberapa kejahatan yang dimaksud).
Cerita-cerita dari kawan muda ini mengalir begitu saja. Nyaman dan tak kaku. Telinga sayalah yang seperti diremas rasanya. Saya membayangkan kondisi mereka saat masih kanak-kanak, polos, kemudian entah bagaimana mencoba merokok, hingga di masa depan menjadi perokok berat.

"Maunya juga nggak merokok, Bu.
Tapi, ibu kan nggak tahu gimana rasanya waktu kecil jadi kita.
"


INDONESIA DARURAT PEROKOK ANAK

Cerita di atas telah lewat beberapa tahun. Apakah kemudian anak-anak Indonesia pada hari ini tumbuh berkembang dengan tidak lagi bersinggungan dengan rokok?

Halaman media online Balikpapan tidak berbicara seperti itu. Pada tahun 2013, dua balita menjadi viral karena ditemukan telah menjadi perokok berat. Dalam sehari, mereka bisa merokok berbungkus-bungkus. Kondisi tidak lazim ini disebabkan karena orang tua para balita yang juga perokok, memberikan anaknya rokok. Dengan dalih si anak yang meminta, dan apabila tidak dituruti keduanya akan menangis kencang, diberikanlah rokok hingga keduanya ketergantungan. Keadaan yang memprihatinkan ini membuat Dinkes Balikpapan bertindak cepat. Sayangnya, meski berhasil menyembuhkan ketergantungan pada rokok, beban lingkungan masih bisa mempengaruhi balita ini.

Selain dua balita di Balikpapan ini, balita viral karena merokok masih banyak di Indonesia. untuk catatan, tahun 2013 jumlah perokok di Balikpapan mencapai 3,8% dari total keseluruhan jumlah penduduk. Cerita seorang balita di Sumatra juga pernah ramai dibincangkan karena aktivitas merokok si bocah yang mencapai 40 batang sehari. Ia sudah dijejali rokok pada usia 18 bulan. Setelah tuntas menjalani terapi psiko-sosial, barulah si anak dapat melepas kecanduannya.

Cerita lain datang dari Jawa Barat. Bocah ini lagi-lagi kecanduan rokok akibat faktor lingkungannya yang rata-rata adalah perokok. Cerita serupa datang juga dari Kabupaten Gunung Kidul, DIY. Anak ini mencicipi rokok dari puntung rokok yang mudah ditemukan di sekitarnya, hingga membentuknya menjadi pecandu rokok. Cerita para balita penggemar rokok masih ada hingga kini di negeri yang memang menjadi surganya para perokok. Beberapa foto mereka sempat viral, pernah dijadikan meme di dunia maya. Sungguh, bahan lelucon yang cenderung menyedihkan. 

Mengutip dari World Health Organization (WHO) melaporkan Indonesia telah menjadi negara ketiga dengan jumlah perokok terbanyak. Sementara itu, lebih dari 30% anak Indonesia dilaporkan merokok sebelum usia 10 tahun. Data lain menunjukkan, secara umum aktivas merokok pada remaja dan dewasa terjadi pada saat usia mereka belum menginjak 18 tahun.



Menurut data Kementerian Kesehatan 0,7% dari 79,5 juta anak di Indonesia adalah perokok aktif. Data dari The ASEAN Tobacco Control Atlas (SEATCA) pada 2018, Indonesia memiliki tingkat perokok remaja pria tertinggi di Asia Tenggara. Persentasenya berjumlah 35,5 persen untuk remaja pria, dan 3,4 persen untuk remaja perempuan perokok.
tertinggi pada 2018, menurun tetapi tetap ada di dua tahun setelahnya.
sumber : databoks.katadata.co.id

 Mengapa Adik Merokok ?

Jalan cerita mengapa ada anak-anak Indonesia yang merokok, dikisahkan dari tiga penutur cilik berikut, dalam sebuah webinar yang diadakan yayasan Lentera Anak dan @FCTIndonesia.

Ulfa
Ulfa bukanlah perokok. Suatu hari, ia menerima paket seperangkat rokok elektrik atas nama adiknya yang berusia 5 SD. Saat ditanya, si adik berkilah bahwa itu adalah pesanan ayah temannya yang numpang alamat. Paket rokok elektrik dengan berbagai rasa ini datang lagi di lain waktu. Ulfa dan ibu merasakan kejanggalan, sehingga menginterogasi si adik hingga akhirnya si adik mengaku, bahwa dialah yang memesan dan menjadi perokok.

M:
Cerita kedua datang dari adik M, yang menjadi perokok aktif. Bagaimana M yang masih anak-anak bisa merokok? Rupanya dia kerap membantu jualan, lalu mendapat upah (20-30 ribu) yang dengan itu dia belikan rokok. Batang rokok sangat mudah diperjual-belikan di sekitarnya. Adik M ingin sekali berhenti, namun dia mengaku masih sulit.

Rin:
Lain cerita dengan Rin. Dia mengaku sudah berhenti merokok total. Namun, pengakuan selanjutnya, Rin berkata sekarang dia sudah bisa nyaman dengan rokok elektrik. Rupanya, Rin berasumsi bahwa rokok eletrik bukanlah aktivitas merokok sesungguhnya. Opini Rin ini sejalan dengan banyaknya opini yang mengira merokok elektrik hanyalah simulasi dari merokok. Nyatanya, rokok elektrik sama saja dengan rokok konvensional.

Anak-anak ini menjadi perokok setelah terpapar lingkungan sekitar, iklan rokok, warung, dan kumpul keluarga. Era digital permasalahan ini makin pelik lagi, karena paparan iklan dan ajakan merokok dapat hadir lewat konten, medsos, dan game online.

Ditinjau dari sisi kesehatan, anak-anak yang telah bersinggungan dengan aktivitas merokok dinyatakan dapat mengalami hambatan tumbuh kembang. Hambatan fisiologis ini dapat berupa kerusakan gigi, para-paru, menurunnya kesehatan otot, dan stunting. Sedangkan, faktor psikologis membuat anak akan lebih sukar mengendalikan emosi.



ROKOK ELEKTRIK, NAMA KEREN UNTUK RACUN YANG SAMA


Pendapat yang mengira rokok elektronik lebih aman, bahkan dianggap bukan rokok, nyatanya sangat keliru. Rokok elektrik sama berbahayanya dengan rokok konvensional. Menurut Oktavian Denta, dari Departemen Penelitian dan Pengembangan IYCTC, kandungan liquid dalam rokok elektrik berisi nikotin, formalin, dan zat yang membahayakan tubuh. Di pelbagai penelitian menyatakan, dampak yang dihasilkan dari rokok elektrik dapat lebih buruk. 

Rokok elektrik ini banyak disuarakan influencer, di mana industri penggerak rokok lebih bebas beriklan di dunia maya. Rokok elektrik hanyalah baju baru dari rokok konvensional. Penggunaan rokok elektrik meningkat 10 kali lipat dari 0,3% di tahun 2011,  menjadi 3% di tahun 2021.

MENGHAMBAT LAJU PERTUMBUHAN PREVALENSI PEROKOK ANAK

Dalam rangka hari anak, dengan tema "Anak Terlindungi, Indonesia Maju", mungkinkah negeri ini menurunkan prevalensi perokok anak?

Negara ini dibanjiri pemandangan mudah para perokok. Di pinggir jalan, anak-anak muda nongkrong dengan selipan rokok di jemari. Para orangtua berkumpul, bekerja bakti, selalu disertai kehadiran rokok. Tidak lupa dalam acara kumpul warga, dan rapat, di situ hadir pula rokok. Lalu, contoh seperti apa yang akan ditiru anak-anak? 

Era digital, ternyata makin membuat paparan iklan dan tampilan rokok lebih pesat dan tanpa tutupan sama sekali. 
dibeli dengan bebas, dibuang bebas.


Dalam Webinar, Mungkinkah Pemerintah Berkomitmen Menurunkan Prevalensi Perokok Anak? yang diadakan oleh Yayasan Lentera Anak dan @FCTIndonesia, dinyatakan bahwa banyak aspek yang disinyalir dapat menumbuhkan jumlah perokok anak di Indonesia. Aspek ini sebagian berasal dari aturan yang kurang, iklan yang masif, rokok eletrik. Revisi untuk Peraturan Pemerintah (PP) no. 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan harus dilakukan. Karena PP tersebut belum tidak terbukti efektif menurunkan perokok anak.
Aturan dan edukasi konsumen terhadap terkait siapa yang berhak menggunakan rokok belum berjalan maksimal. Informasi dari Kementerian Perdagangan menyebutkan belum adanya aturan baku tentang siapa yang bisa (boleh) membeli  dan menjual rokok, berdasarkan batasan usia.

Berdasarkan realita, kesulitan menurunkan prevalensi perokok muda juga dikarenakan tidak adanya pengaruh dalam aturan pelaksanaan pencegahan rokok sebelumnya. Di mana:

  • Peringatan pada kemasan "rokok membunuhmu" tidak mempengaruhi penurunan penjualan rokok. Dalam arti peringatan ini dianggap tidaklah menakutkan. Masyarakat malah menganggapnya sebagai jokes semata.

  • Pictorial Health Warning ( PHW )80-90% atau peringatan kesehatan bergambar mencapai 80-90% belum tercapai di Indonesia. Sementara di luar negeri, hal ini dapat terwujud.

  • Hasil riset menunjukkan, pembelian rokok lebih besar dibanding kebutuhan pokok rumah tangga.

  • Iklan rokok di medsos sangat masif, tapi tidak diatur, dan seharusnya ada larangan.

  • Rokok elektrik memiliki kenaikan 10x lipat, karena dapat mudah diperjual-belikan.

  • Tidak adanya larangan terhadap rokok eceran. Karena, dapat dengan mudah dibeli per batang, maka perokok kaum muda (pelajar) dapat dengan mudah memilikinya. Bisa diselipkan dalam saku dan lipatan celana.

  • Guru, tokoh panutan, seyogianya tidak merokok, apalagi menyuruh anak murid membeli rokok.

  • Orangtua yang mengajarkan anaknya merokok, semestinya mendapat teguran, atau sanksi.
Gaya hidup merokok sudah menjadi momok siklus kehidupan. Negeri yang menjadi surga bagi para perokok ini telah memperlihatkan semakin banyaknya industri rokok berdiri.  Indonesia tercatat menjadi negara keenam terbesar di dunia sebagai penghasil tembakau.

MENDUKUNG NEGARA LAYAK ANAK DAN TANPA PEROKOK ANAK

Meski usaha menekan prevalensi perokok anak dari pemerintah masih kurang. Bukan berarti tidak adanya upaya signifikan menuju ke arah ini. Beberapa kabupaten/kota telah diupayakan  menjadi kota layak anak. Bagaimana orangtua dan tokoh masyarakat berkolaborasi mencegah anak-anaknya menjadi perokok, serta mencegah udara kotor (asap rokok) di tengah keluarga dan lingkungan. Upaya nampak terlihat di beberapa tempat. 

Empat komponen dalam perlindungan terhadap anak dari bahaya rokok.
  • Keluarga
  • Peran Masyarakat Setempat
  • (lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah)
  • Aturan Setempat
  • Peraturan Pemerintah

DUKUNG REVISI PP 109/2012

Dukungan juga harus kita berikan pada pemerintah untuk menyelesaikan proses revisi PP 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan, pengaturan rokok elektronik, penjualan rokok eceran, pelarangan iklan, penguatan pengawasan, serta sanksi. Dengan demikian, apakah jumlah perokok anak dapat terlihat turun.

Target pemerintah menurunkan prevalensi perokok anak dari 9,4% menjadi 8,7% tinggal dua tahun lagi. Terhitung sejak 2020 - 2024. Target ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Sementara setelah revisi dilakukan, implementasi harus pula menghasilkan target. Karena itu, dukung segera revisi PP 109/2012

***

Sumber tulisan :
Webinar bersama Yayasan Lentera Anak
https://kaltim.antaranews.com/berita/16959/balita-di-balikpapan-jadi-perokok-berat
https://www.inibalikpapan.com/terus-meningkat-perokok-usia-anak-diperkirakan-akan-capai-16-pada-2030/
https://www.kompas.id/baca/nusantara/2022/03/24/alarm-peringatan-dari-kasus-balita-perokok-di-gunungkidul
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/06/17/perokok-anak-menurun-jadi-381-pada-2020
https://jakartaglobe.id/news/child-smokers-easy-target-for-tobacco-industry-ministry
https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/
Share:
Read More
, , , , , , ,

Yuk, Dampingi Si Kecil Menyambut Ramadan dengan Busy Bag Ramadan El Hana Learning Kit



Ramadan tiba...
Ramadan tiba...

Petik sebuah lagu terkenal. Masya Allah sekian lama perputaran masa, sesuatu  yang bernama waktu itu benar-benar tidak terasa. Rasanya baru saja pagi, tahu-tahu sudah menginjak petang. Rasanya baru saja Ramadan, dan Alhamdulillah akan berjumpa lagi dengannya.

Marhaban Yaa Ramadhan.

Aroma-aroma’ aktivitas Ramadan pun mulai tercium dimana-mana. Sudah banyak yang mulai menyusun rencana. Teman-teman pun demikian bukan? Bukan hanya kita--orang dewasa, anak-anak yang saya jumpai, sudah merencanakan aktivitas Ramadan mereka lho. Ada yang menyusun rencana akan tarawih dimana, ada yang merencanakan jumlah puasa melebihi jumlah puasa Ramadan sebelumnya, ada juga yang punya target hapalan Al Qur’an, dan ada yang sudah menyusun rencana kegiatan agar tidak suntuk selama Ramadan. Masya Allah, saya pun ingat, semasa kecil saya juga senang menyambut Ramadan.

Lalu, bagaimana dengan aktivitas si kecil yang baru mengenal Ramadan ya? Seperti C’Mumut yang saat ini berusia lebih dari tiga tahun? Yup, usia 3+ adalah masa mengenal Bulan Suci Ramadan. Karena umur setahun dia masih planga-plongo. Umur 2+ C’Mumut sudah tahu bahwa puasa berarti tidak makan-tidak minum, namun hanya sebatas itu.

Sekarang, usianya 3y+8m adalah masa-masa cerewetnya, sudah bisa diajak berdiskusi, sudah senang dibacakan kisah-kisah, sudah bisa diajak ke masjid berlama-lama, mau belajar mengaji, tahu bahwa bila keluar rumah mesti berhijab, latihan sholat tanpa diminta, bahkan melatih boneka-bonekanya untuk sholat berjamaah.

Saya pun punya aktivitas seru untuk mengenalkan keistimewaaan Bulan Suci Ramadan ini kepada si kecil, namanya BUSY BAG RAMADAN dari EL HANA LEARNING KIT.

Sudah pernah dengar El Hana Learning Kit ? Itu lho pusat penyedia mainan edukasi anak dan keluarga serta sumber inspirasi orangtua dan pendidik yang terjangkau-terbaik di indonesia.

Nah, menyambut Ramadan ini, El Hana Leaning Kit mengeluarkan Busy Bag Ramadan untuk mendampingi anak mencintai Ramadan dengan cara yang menyenangkan. Apa saja ya yang terdapat dalam Busy Bag Ramadan ini ?


Yuk, Tengok Isi Busy Bag Ramadan
Busy Bag Ramadhan - Permainan Edukasi Anak
Busy Bag Ramadan, EL Hana Learning Kit

Busy Bag Ramadhan - Permainan Edukasi Anak
Isi Busy Bag Ramadan

Busy Bag Ramadhan - Permainan Edukasi Anak
Poster yang aktivitas Ramadan


Hilal Ramadan

Wah, sudah nampak hilal belum ya? ‘Hilal’ adalah kata yang paling sering muncul menjelang Ramadan, anak-anak akan bertanya “apa sih hilal itu?” Di Busy Bag Ramadan ini, ada cara mengenalkan hilal dan fase-fase bulan dengan cara yang sederhana, sesuai usia anak.
Bisa diputar

Paper Bunting Flag : Welcome Ramadan
Bunting alias bendera yang bisa dipajang di rumah untuk sebagai hiasan menyambut Ramadan. Cmumut senang banget memasang kertas-kertas berwarna-warni ini lho. Walaupun dia menyebutnya, jemuran bendera :D Saya sendiri menggantung di depan pintu kami.
Busy Bag Ramadhan - Permainan Edukasi Anak


Kartu : Batal Atau Tidak Ya ?
“Kalau menyikat gigi di siang hari, batal atau tidak ya?”
“Kalau lutut luka dan berdarah, batal atau tidak ya ?”
“Kalau makan murbei di siang hari, batal atau tidak ya?”


Pertanyaan-pertanyaan ini pastinya sering terlontar dari si kecil saat mencermati puasa yang mereka jalankan. Untuk anak yang berusia 3+ orangtua bisa mengenalkan apa-apa saja yang bisa membatalkan puasa lewat kartu-kartu bergambar dalam Busy Bag Ramadan ini.
Busy Bag Ramadhan - Permainan Edukasi Anak



Kartu : Amalan Ramadan (Temukan yang Sama)
Selain kartu Batal atau Tidak, terdapat juga kartu untuk mengenal amalan-amalan Ramadan . Misal : tarawih, mendengarkan ceramah, sedekah, sahur, zakat dan lainnya. Masing-masing kartu ini berpasangan, sehingga bisa ditutup untuk dicari pasangannya. Baik sekali untuk melatih daya ingat anak. Dan Cmumut cepat sekali mencari gambar yang sama.
Busy Bag Ramadhan - Permainan Bulan Ramadan


Puzzle + Poster Ramadan Chart

Di dalam Busy Bag Ramadan dari El Hana Learning Kit ini, terdapat Poster Ramadan Chart dengan gambar kolom-kolom kosong berjumlah 30 hari, dan sticker puzzle yang terpisah. Poster ini bisa ditempel di dinding lebih dahulu, lalu setiap harinya, kita bisa menempel puzzle sebagai tanda bahwa anak berpuasa. Bagaimana kalau si kecil masih berlatih puasa ? Tentunya sesuai dengan usia anak, mungkin bisa berlatih setengah hari dulu. Pastinya, puzzle ini sebagai motivasi anak agar senang berpuasa. Nah, kalau anak benar-benar gagal menyelesaikan misininya, maka Poster Ramadan Chart-nya akan terlihat ompong, seperti gambar di bawah ini :
Busy Bag Ramadhan - Permainan Edukasi Anak


Poster Aktivitas Ramadan
Sudah hapalan surat apa saja? tadarusnya sampai mana? Puasanya ada bolongnya tidak? Dan seterusnya bisa ditandai di poster berwarna biru (seperti gambar di atas).

Craft : Kartu Idul Fitri 3D
Terakhir nih, ternyata Busy Bag Ramadan kita tidak lengkap tanpa Kartu Lebaran. Dan kartu Idul Fitri ini berbentuk pop-up yang bisa digunting lalu dilipat sesuai tandanya, dan di belakangnya disediakan nama ‘dari’ dan ‘ditujukan’ ke siapa. Asyik ya. Selain aktivitas menggunting dan melipat ini memang menyenangkan, anak-anak juga bisa diajarkan memberi dan bersilaturahmi. Tapi, maaf ya, saya dan si kecil belum membentuk kartunya, hehehe. Miliki dulu yuk Busy Bag Ramadan ini, biar semua bisa mencicipi keseruannya.
Busy Bag Ramadhan - Permainan Edukasi Anak


Buku Petunjuk Busy Bag
Eit, tenang saja, kalau masih bingung dengan pernak-pernaik isi Busy Bag Ramadan, di dalamnya juga sudah disediakan Buku Petunjuk permainan kok, termasuk informasi-informasi seputar Ramadan, yang bisa dibaca orangtua dan diterjemahkan ke dalam bahasa anak-anak sesuai usia mereka.


BUY 1 DONATE 1
Lalu, bagaimana cara mendapatkan Busy Bag Ramadan dari El Hana Learning Kit ini? Bisa mengunjungi http://elhanalearningkit.com/busy-bag-ramadan dan setiap pembelian, kita bisa turut menyumbangkan 1 Busy Bag Ramadan kepada anak-anak lain.

Saya bantu bagikan pengumumannya ya J
 ————————
BUY 1 DONATE 1
BELI 1 BUSY BAG RAMADHAN, DONASI 1 BUSY BAG RAMADHAN!

Busy Bag Ramadhan - Permainan Bulan Ramadhan

Assalamu’alaykum Ayah Bunda...
Ketemu lagi dengan program donasi el-Hana Learning Kit.

Kali ini kami mau berbagi ceria Ramadhan bersama teman-teman lain yang membutuhkan.

Setiap pembelian Busy Bag Ramadhan melalui website el-Hana akan langsung disalurkan produk yang sama kepada anak-anak muslim lainnya di beberapa wilayah.

Mudah kan...
InsyaAllah Ayah dan Bunda mendapatkan 2 manfaat.
Satu bermain dan belajar bersama ananda menggunakan produk Busy Bag Ramadhan.
Dua bersedekah dan berbagi kebahagiaan dengan anak yang lain!

Untuk pekan ini, kami akan menyalurkan donasi ke 2 tempat.
* Murid Paud khusus anak-anak pemulung
* Peserta kajian Ramadhan for Kids

Pekan depan kami bekerja sama dengan ICIKIWIR BERBAGI dengan anak-anak dipelosok Kp. Cilebu.

Yuk bantu kami dengan melakukan pembelian, klik aja:

http://elhanalearningkit.com/busy-bag-ramadan

atau

BANTU SHARE PENGUMUMAN INI

Semoga Allah membalas kebaikan hati Ayah dan Bunda dengan kebaikan yang seluas lautan.

Jazakumullahu khoiron

————————
Insyaa Allah, kita sudah punya persiapan aktivitas Ramadan dengan si kecil ya, bersama El Hana, kreator mainan anak-anak bermanfaat, sekaligus produsen mainan edukasi anak dan keluarga serta sumber inspirasi orangtua dan pendidik yang terjangkau-terbaik di indonesia.

Jangan lupa kunjungi juga website El Hana Learning Kit di : http://elhanalearningkit.com/ untuk menemukan produk-produknya dan belajar bersama.

Selamat menyambut bulan suci Ramadan. Semoga kita mampu menjalankan ibadah-ibadah dengan tetap bersemangat sehingga menjadi pribadi-pribadi bertakwa. Aamiin.
----
FP            : El Hana Learning Kit
IG           : @learning-kit


Salam,
Lidha Maul

Share:
Read More