, , , , , , , , ,

Perjalanan Makin Aman Bersama GOJEK Setelah #UninstallKhawatir

Fitur keamanan GOJEK

Kira-kira beberapa bulan lalu, atau mungkin juga masih tahun lalu, ketika saya bergegas hendak tidur malam hari, notifikasi Whatsapp saya berbunyi. Saya pikir Pak Suami, ternyata bukan. Orangtua saya menelepon dari rumah(nya) dan bercerita kalau Acil (bahasa banjar: pengganti kata Tante) belum bisa pulang. Awalnya saya pikir, ada apa dengan saya ya ? Kok saya yang ditelepon?

Ternyata, orangtua saya minta tolong agar Acil bisa dipesankan GOJEK. Saya langsung mengiyakan. Maklum saja, lokasi rumah ortu memang tidak berdekatan dengan jalan besar alias dekat dengan transportasi umum.Bertahun-tahun tinggal di sana, kalau pergi sekolah, saya harus keluar kira-kira 1 km untuk mendapatkan angkot. Persoalan lain, atau bisa dibilang keunikan lain dari kota ini adalah jalan-jalannya yang berlekuk dan menukik, karena hampir merata di kota ini banyak perbukitan, naik-turun, belok-belok, mirip sebuah lagu anak-anak.

Jadi, jangankan 1 km, jarak 100 meter saja untuk emak-emak yang sudah mewujud nenek-nenek pastinya bisa gemetaran kok. Makanya, begitu ada sarana GOJEK, kami yang tinggal di daerah nyungsep ini sungguh sangat terbantu.

Namun, meski membutuhkan dan smartphone-nya bisa dipasang aplikasi GOJEK, ortu belum fasih menggunakannya. Biasalah, kebanyakan orang tua masih gagap bila bersinggungan dengan teknologi, termasuk ortu saya yang masih belajar pelan-pelan.

Malam itu, segera saya pesan GO-RIDE, menandai lokasi, chat sesaat dengan driver-nya, mengabari ortu agar menunggu driver, lalu bersiap mau tidur. Tak lama ortu mengontak saya lagi, menanyakan kapan ‘si ojol’nya datang. Saya yang sedang ribet bersama si kecil, membuka kembali smartphone dan melihat driver sedang mengarah ke lokasi, saya kabarkan lagi kepada ortu beserta perkiraan waktu driver akan tiba.

Bolak-balik antara menidurkan si kecil, sambil terus melihat HP dan chat dengan ortu. Tidak lama kemudian, ada notif, rupanya Acil sudah sampai di tujuan. Saya sampaikan ke ortu dan bilang kalau Acil sudah sampai. Sewaktu ortu juga mengabarkan Acil sudah di rumahnya, saya langsung berasa lega luar biasa.
Sempat berpikir, kenapa tadi tidak screen capture saja ke ortu, terus ingat hal paling parah, "Ya, tapi kan hapeku yang satu ituh, SS-nya mesti mencet tombol power+volume (-). Itu pun kalau langsung beruntung, kalau nggak ya tambah ribet amat hidup ya. LOL”.
Setelah itu saya lanjut mengistirahatkan diri, sambil memikirkan kejadian barusan. Jujur, walau bukan saya yang naik ojek online, tapi malam itu saya cukup cemas.

Saya tidak khawatir dengan driver GOJEK, karena saya tahu mereka driver yang terbina dan terdata. Yang saya cemaskan: yang minta dipesankan dan naik ojol ini adalah nenek-nenek. Masih syukur lokasi yang dituju dekat, tapi bagaimana kalau jauh? Bagaimana kalau di jalan tiba-tiba orang tua ini sakit perut? Bagaimana kalau ternyata macet di jalan yang telat parah sampai tujuan, terus beliau tidak mengabari ortu saya, yang akhirnya ortu saya cemas, yang imbasnya saya ikutan cemas. Atau bagaimana kalau saya yang mengalami harus pergi malam atau ke tempat yang jauh yang rentan ada risiko perjalanannya?

Ternyata saya bukan cemas atas yang sudah berlalu, justru cemas ‘bagaimana kalau - bagaimana kalau -nantinya’. Kalian suka mikir begitu juga sebagai manusia normal? :D


Kecemasan Ternyata Bisa Dihilangkan dengan Fitur Keamanan GOJEK

Saya termasuk orang yang terbantu dengan keberadaan GOJEK dan senangnya bisa membantu orang tua pula meski saya tidak bersama mereka. Lewat inovasi GOJEK yang terus berkembang, saya telah
#UninstallKhawatir agar tak perlu cemas jika harus membuat pesanan untuk orang tua lagi. Mengapa demikian? Karena dengan update GOJEK versi terbaru, saya bisa mendapatkan fitur keamanan GOJEK yang inovatif.

Apa saja fitur keamanan yang membuat saya telah #UninstallKhawatir ini?


TOMBOL DARURAT :
Fitur Aman Saat Mendesak


fitur keamanan gojek

Kita tentu tidak berharap akan terjadi sesuatu yang buruk di perjalanan bukan?

Faktanya, ada hal-hal yang terjadi di luar kuasa manusia, seperti kecelakaan, sakit mendadak, pencurian, kehilangan, atau pun bencana yang hadir tiba-tiba. Kita tentu selalu berharap baik-baik saja. Karena itulah, inovasi GOJEK menyediakan fitur Tombol Darurat.

Tombol darurat langsung terhubung dengan Unit Darurat GOJEK ini selalu siap sedia melayani selama 24 jam setiap harinya.

Tapi benar deh, mudah-mudahan fitur ini nggak terpakai buat kita, karena siapa pun pasti berharap baik-baik saja, bukan. Semoga saja kita aman selalu.

Untuk kabar baiknya, tombol darurat sudah bisa diakses pengguna GO-CAR. Semoga saja tombol ini nantinya bisa juga diakses pengguna GO-RIDE.


BAGIKAN PERJALANAN :
Berbagi Kabar Agar Nyaman


fitur keamanan gojek

Lewat fitur terbaru GOJEK saya juga bisa bagikan perjalanan atau ‘share trip’. Misalkan, seperti kejadian malam itu, saya yang memesan GOJEK, dan yang adalah Acil. Saya bisa tahu posisi Acil dan GOJEK sebagaimana tertera di lokasi saya dengan jelas, lalu saya bisa bagikan perjalanan ke WhatsApp ortu maupun SMS atau lewat aplikasi pesan lainnya.


Di mana pun lokasi saya sekarang, ortu bisa tahu live location Acil dan GOJEK, identitas driver dan kendaraan yang digunakan, lokasi titik pickup dan drop off. Dengan begitu, saya tidak perlu screencapture ke ortu.

Patut disyukuri, bagikan perjalanan ini tersedia bagi pengguna GO-RIDE dan GO-CAR.


ASURANSI GO-RIDE :
Payung Aman dari GOJEK



GOJEK memang ingin memberikan payung aman dan nyaman kepada tiap penggunanya dan dalam setiap perjalanan mereka. Karena itu GOJEK berinisiatif memberikan Asuransi GO-RIDE. Tentu saja, setiap memulai perjalanan pastikan berdoa dan berharaplah agar aman selalu. Untuk aktivasinya tidak perlu repot, karena Asurasi GO-RIDE ini otomatis aktif ketika pengguna membuat transaksi perjalanan dari awal penjemputan hingga pengguna tiba di tempat.


DRIVER JEMPOLAN:
Pengendara Terpercaya


Kejadian malam itu sebenarnya bukan kali pertama ortu minta dipesankan GOJEK. Dulu, ortu sempat khawatir menggunakan GOJEK ini. Bersentuhan dengan teknologi masih awam bagi mereka. Saya masih ingat saat memamerkan identitas babang driver-nya yang berfoto resmi dilengkapi dengan tanda pengenal kendaraan untuk menceritakan betapa amannya GOJEK. Sampai ortu merasakan sendiri keramahan dan kenyamanan mengendara bersama driver.

Ini wajar, karena untuk peningkatan mutu driver, GOJEK melakukan proses rekruitmen yang ketat. Driver adalah mitra yang mewakili citra GOJEK di mata para pelanggannya. Setiap driver mendapatkan modul pelatihan yang berisi info tentang penggunaan aplikasi pengarah jalan, cara merawat kondisi kendaraan, patuh pada peraturan lalu lintas, dan cara memberikan pelayanan yang baik. Karena itu tidak heran kalau melihat driver yang ramah, mengendaranya baik, memastikan kebutuhan pengguna dan murah senyum.

Dengan mengacu pada profesionalitas, GOJEK juga telah berkolaborasi bersama Rifat Drive Labs (RDL GOJEK) yang diinisiasi Rifat Sungkar, pembalap Indonesia sekaligus Duta Keselamatan Berkendara. Program ini bertujuan agar para mitra driver memiliki pengetahuan tentang keselamatan berkendara, pembekalan defensive riding, pre trip inspection serta disediakan pula sesi praktik. Mitra driver juga diedukasi untuk bertanggung jawab, sabar, dan berempati dalam melayani para pelanggan. Dalam kurun waktu 4 tahun terakhir ini, lebih dari 300 ribu mitra driver GOJEK yang ada di 20 kota di Indonesia telah bergabung dalam program ini. Setiap bulannya lebih dari 10 ribu mitra driver mengikuti program yang masih terus berlanjut hingga kini.

GOJEK juga mengedukasi mitra driver lewat #TrikNgetrip, yakni program edukasi yang berisi pesan-pesan dan tips agar perjalanan bersama GOJEK tetap aman dan mitra driver pun tetap memberikan pelayanan terbaiknya.

Selain itu, pembekalan dari GOJEK kepada mitra driver juga terselenggara lewat serangkaian pelatihan-pelatihan peningkatan mutu melalui Bengkel Belajar Mitra. Dengan menggandeng profesional di bidangnya, program rutin ini terus diadakan di berbagai kota di Indonesia untuk memberi pembekalan kepada driver GOJEK dalam meningkatkan layanan dan mengasah pengetahuan di bidang lainnya.

Tidak hanya berhenti pada rangkaian latihan dan edukasi, GOJEK juga memberikan motivasi pada para mitra driver dengan memberikan penghargaan bernama Driver Jempolan. Penghargaan berupa pin yang disematkan di jaket ini adalah wujud apresiasi GOJEK kepada mitra driver yang telah memberikan pelayanan prima dan memiliki kontribusi lebih di masyarakat.


Makin Aman dan Nyaman Setelah #UninstallKhawatir


Peningkatan kualitas kemanan dari GOJEK membuat berpergian saya makin nyaman dan pastinya bisa #UninstallKhawatir. Berkat fitur keamanan GOJEK, saya juga tidak ragu mengenalkan dan mengajak orang lain khususnya orang tua dan keluarga untuk menggunakan GOJEK. Karena bepergian bersama GOJEK kian aman dan terlindungi.

Perlu diingat, semua fitur yang disebutkan di atas bisa diakses setelah update aplikasi GOJEK ke versi terbaru. Jadi, yuk update aplikasinya. Karena sudah bukan masanya cemas berlebihan, sudah waktunya pakai GOJEK saja.
Share:
Read More
,

[Review] Yorick : Sebuah Teladan tentang Pantang Menyerah



Penulis: Kirana Kejora
Penerbit: PT Nevsky Prospekt Indonesia
Editor: Key Almira
Desain Sampul: Sidiq Yusliana
Penata Letak: Devandra Alby
ISBN: 978-602-528-830-2
Jumlah Halaman: 336
Harga: buku fisik Rp 89.000, buku digital : Rp 37.000


"persembahan untuk seorang guru besar dengan 1000 pelajaran"

Nenek adalah nafasku.
( hlm. 100)

Tentang Pemenang:
“Pemenang sejati adalah mereka yang berani bertempur sendiri, merangkul ‘musuh’ yang bernama amarah, memeluk ‘lawan’ yang bernama dendam, lalu mengajaknya berdamai dengan cinta kasih dalam keesaan Sang Maha.”
(hlm. 321)

Tentang Cinta:
“Cukup musim saja yang dingin, bukan dirimu. Cukup musim saja yang panas, jangan hatiku. Cukup musim saja yang gugur, tidak cintaku. Bolehkah aku masih mencintainya Tuhan?
(hlm. 44)



Novel Yorick yang disebut-sebut berdasarkan kisah nyata dan telah difilmkan ini mengawali ceritanya di Saint Petersburg. Yorick, tokoh utama dalam kisah ini, kala itu bertemu dengan Nevia, perempuan yang pernah akrab di masa silamnya. Saat  Nevia berusaha menghindari Yorick, saat itu pula memori masa lalu Yorick berulang dan kita pun diajak jauh ke masa Yorick kecil.

Kisah Yorick kecil dimulai saat ia berusia 11 tahun. Yorick tinggal bersama neneknya di sebuah desa di kaki Gunung Sawal, desa Panjalu, Ciamis, Jawa Barat. Kehidupan Yorick kecil jauh dari hingar bingar kemewahan, pun tidak bisa dibilang sederhana saja. Yorick dan neneknya yang bernama Mak Encum hidup serba kekurangan. Yorick, sebagaimana  anak-anak lain yang mengidam-idamkan mainan tertentu, pernah meminta kepada Mak Encum sebuah mobil-mobilan. Mak Encum tidak langsung mengiyakan pun tidak menolak, melainkan meminta Yorick bersabar dan berdoa.

Perempuan tua buta huruf itu tidak hanya bersedia merawat Yorick dengan cinta, namun juga mendidiknya dengan kebijaksanaan. Berbagai ilmu agama dan petuah kehidupan diberikan kepada Yorick. Mak, demikian Yorick memanggilnya, tak hanya ingin Yorick tumbuh menjadi sosok yang pintar, namun juga berakhlak dan menjadi pribadi tangguh.
"Ulah keok, memeh dipacok" (jangan mundur sebelum berperang)
(hlm. 47)
Sedari kecil Yorick tidak pernah tahu siapa kedua orangtuanya, yang ia tahu Mak adalah segalanya baginya. Yorick kecil tidak memiliki teman berarti. Di sekolah ia mengalami perundungan. Adalah Trio Y yang sering mengejek Yorick karena keadaannya yang miskin dan dirinya yang juga berbeda dari anak-anak lain. Mak Encumlah yang terus menyemangatinya.

Satu-satunya kawan terbaik Yorick adalah seekor ayam yang pada akhirnya mereka harus berpisah dengan cara yang paling menyayat hati.

Mak Encum, nenek dan keluarga Yorick satu-satunya yang ia ketahui, sering jatuh sakit. Disinilah Yorick kecil mulai ditempa untuk mandiri. Neneknya dibawa pergi tanpa sepengetahuannya. Masa-masa memilukan mulai terasa. Yorick kemudian berpindah dari satu paman ke paman lain. Dari satu siksaan ke ujian hidup lain. Yorick kecil yang beranjak dewasa merasakan derita bertubi-tubi, kelaparan, menggelandang, dihina dan disiksa. Dalam masa panjang kesendirian itu tak jarang Yorick pun bertemu dengan orang-orang berhati mulia. Ada penjual soto yang menaruh iba, ada lelaki yang ia anggap bagai ayahnya sendiri, ada pula kawan-kawan yang setia.


Syukurlah, Yorick masih mau mengandalkan akal budinya. Ia terus semangat mengejar ilmu, bekerja apa saja tak patah semangat. Bersyukur dan berterima kasih pada mereka yang telah baik berbuat baik pada dirinya.

Yorick jatuh cinta pada dunia IT. Bisa dikatakan, bidang inilah yang akan menjadi kunci pembuka kesuksesan Yorick di kemudian hari. Berbekal ketekunan itu, Yorick dapat menghidupi dirinya dan membuka usaha bersama kawan-kawannya, Rotten, Tejo, Iyan, Aziz, Pak Kin dan Pak Hanafi

Namun sayang seribu sayang, Mak Encum, sang maha guru dengan 1000 pelajaran, telah berpulang ke hadirat Ilahi dengan menyisakan penyesalan mendalam bagi Yorick yang tidak bisa menemani Emak di hari-hari terakhirnya. Ia merasa gagal saat ingin membahagiakan Emak dan memenuhi pesan terakhir Mak Encum. Waktu pun terus bergulir menyisakan kekosongan dalam diri Yorick.

Kini, Yorick telah membangun kerajaannya, telah mengaplikasikan nasihat-nasihat Mak Encum pada lajur hidupnya. Bisnisnya berkembang ke berbagai negara setelah jatuh berkali-kali. Semua itu karena spirit dari sosok perempuan mulia yang senantiasa hidup dalam benak dan hatinya.

Namun, Mak Encum bukanlah satu-satunya perempuan yang hadir dalam kisah Yorick. Ada Tia, gadis Pontianak dan Nevia, perempuan yang dijumpai Yorick di Rusia. Sebagai mana layaknya pria dewasa, Yorick pun mengalami jatuh cinta. Cinta yang pada akhirnya membawa Yorick belajar untuk memahami arti cinta sejati sesungguhnya. 



---U L A S A N ---

Awalnya saya cukup ragu bisa menyelesaikan Novel yang telah difilmkan ini dengan segera. Nyatanya, novel berjumlah 336 halaman ini begitu indah dan ringan untuk dibaca. Untaian kata demi kata, kalimat menuju kalimat, disajikan oleh Kirana Kejora dengan amat nyaman. Saya merasa terbuai, terlena dengan diksi yang oleh penulis dengan ragam prestasi ini taburkan dalam Novel Yorick, novel dengan rasa autobiografi. Kisah Yorick pun sama mengagumkannya dengan rangkaian kata yang disematkan dalam setiap halamannya.
Sikap Yorick  yang tenang tapi waspada dalam setiap kesempatan, karakternya yang tertutup namun pikirannya membuka. Kecerdasannya mungkin bisa dianggap di atas rata-rata, yang saya rasa masih banyak manusia yang sama. Namun, tekadnya memang melebihi kebanyakan manusia.

Tentang tekad dan tak patah semangat yang digaungkan dalam novel tidak seketika membuat saya percaya begitu saja. Sampai pada bagian di mana Yorick mengalami kejatuhan berkali-kali, dan ia memikirkan cara bangkit berkali-kali pula. Seakan-akan alas kejatuhannya adalah sarana untuk melontar diri agar bangkit seketika. Maka benarlah kisah ini. Apresiasi terbesar saya untuk Yorick adalah saat ia berani mengambil risiko bisnis yang membuat orang lain bisa menutup mata. Bagi saya ini sungguh fantastis.

Keberanian Yorick dewasa bertolak belakang dengan Yorick kecil, yang lebih sering mengalah dengan kehidupan. Syukurlah, bagi Yorick pengalaman masa kecilnya adalah cambukan untuk maju. Kedewasaannya bertumbuh seiring kepergiaan Emak. Sehingga yang terpancar pada Yorick setelah terpisah dari nenek hanya ketegaran dan ketangguhan. Saya tidak melihat dirinya yang rapuh atau mengalami perundungan seperti masa kecilnya. Bahkan saat harus menginap di rumah sakit pun, Yorick masih bisa mencandai kawannya.

Masa terburuk Yorick adalah ketika kehilangan nenek yang sepenuhnya ia cintai. Pada bagian inilah, saya merasakan kehancuran seorang Yorick yang lalu menjadi luka menganga, meski tak menyurutkan langkahnya untuk bangkit.
Sayangnya, porsi Mak Encum dalam kisah ini terasa sedikit. Masa 11 tahun itu diceritakan tidak sampai setengah novel dengan memadatkan dialog berisi petuah. Selebihnya, Mak hadir dalam bayang-bayang yang mengaliri kekuatan hidup Yorick di masa depan. Keberhasilan Yorick pun menjadi pertanyaan, apakah ini murni tempaan Mak atau telah bercampur dengan rasa bersalahnya.

Bagian 'mengerikan’ dari kisah Yorick adalah saat ia  pulang dari masjid dan mendapati kehampaan, sampai harus berpindah dari satu paman ke paman lain. Saya merasa kecut, tak ragu menangis, sembari membayangkan Yorick kecil yang kebingungan. Sungguh keras kehidupanmu, Nak. Sayangnya, lewat paman-paman dan perjumpaan dengan sang ayah, saya tetap tidak berhasil mendeskripsikan susur galur Yorick dengan tepat atau alasan terbesar mengapa Yorick sedari bayi diasuh Mak Encum.

Ada banyak sekali analogi yang dibuat Kirana Kejora dalam buku ini, yang semuanya terasa manis. Meski begitu, saya cukup terganggu dengan beberapa penarikan kesimpulan, baik tentang Yorick dan hal-hal yang terjadi. Sebagai pembaca, saya berharap bisa menarik kesimpulan sendiri lewat dialog atau penggambaran yang utuh, bukan narasi-narasi kesimpulan oleh penulis.

Porsi teman-teman Yorick pada novel ini menurut saya tertata baik. Setidaknya saya bisa menangkap eratnya persahabatan yang mereka bangun yang akhirnya bergulir menjadi persaudaraan. Menyentuh.

Saya juga suka saat Kirana Kejora menceritakan Saint Petersburg yang membuat saya seakan berada di sana. Terasa teduh dan indah.


Bagaimana dengan kisah cinta Yorick?
Bila ada perempuan-perempuan di luar sana yang berkata: ‘cowok itu suka nggak peka’, bolehlah kiranya saya sematkan ini kepada Yorick. Sepertinya ketidakpekaan ini memang sering diderita oleh pria-pria pebisnis, IT-man, maupun pria-pria workaholic. 
Kisah cinta Yorick bukanlah hal yang mendominasi dalam novel ini, melainkan sebagai bumbu yang akan mengarahkan pada rasa cinta sesungguhnya. Saya rasa ini sungguh menarik. Mengingat beberapa kisah motivasi tokoh lainnya masih menyelipkan stereotip drama percintaan yang senada.

Latar dan Alur
Berlatar di Rusia dan Indonesia, yakni Panjalu dan Bandung. Untuk tahunnya, saya mencatat Yorick berkuliah pada tahun 2000-an. Novel ini memiliki alur maju mundur. Awalnya, saya bingung mengapa mundur terlalu jauh. Sampai pada bagian akhir, barulah saya memahami kesimpulan besar yang ingin dipetik dari alur maju-mundur ini.


---C O V E R---

Desain cover yang meletakkan warna brown color palette, bagi saya terasa pas dengan isi novel yang memiliki sentuhan muram. Dengan pose Yorick dan Mak Encum, sudah cukup mewakili getir kisah drama mereka yang keseluruhannya menjadi khidmat dan syahdu.


---K E L E B I H AN---

1) Disediakan novel dalam bentuk buku digital dengan harga lebih murah (Rp 37.000)
2) Banyak kutipan yang bisa diseduh dari novel ini, yang semuanya berguna untuk kehidupan siapa pun yang membacanya, sedikit diantaranya adalah petuah berbahasa lokal setempat.

"Setiap Jumat, kenapa Emak selalu ajak ke makam? Biar kita selalu ingat, di dunia ini hanya sementara. Mulih kajati, mulang kaasal."
(hlm. 48)

3) Kekuatan pada novel ini adalah berdasarkan kisah asli.
4) Pembaca diajak untuk mengenal kawan-kawan baik Yorick pada akhir cerita dan mengenal bagaimana aslinya Yorick lewat sudut pandang masing-masing kawannya ini.


---K R I T I K---

Tentunya kritik di sini tidak menunjukkan saya jauh lebih baik.
Semoga saja kritik ini mampu mencapai ke arah lebih baik.

Aplikasi

Saya membeli novel Yorick dalam bentuk digital lewat aplikasi Yorick.id. Untuk membacanya saya harus membuka aplikasi terlebih dahulu yang sangat disayangkan harus pula terkoneksi dengan internet, karena kalau tidak aplikasi tidak akan berjalan. Sempat beberapa hari, aplikasi ini bermasalah. Halaman buku dan halaman buku digital ini berbeda. Misalkan pada daftar isi buku digital: ‘Bab Sang Pemburu’ jatuh pada halaman 6, pada buku fisik, bab ini ada pada halaman 1. Sehingga ketika saya mencari halaman tertentu berdasarkan daftar isi, sudah pasti tidak akan tepat.
Selain itu, saya juga tidak bisa melakukan pencarian kata.

Ejaan

Terdapat pula beberapa ejaan keliru di novel ini seperti :
aktifitas (hlm. 75, 245), seharusnya aktivitas
 mesjid (hlm. 152), seharusnya masjid
Duhur (hlm. 152) dan Maghrib (hlm. 153), seharusnya Zuhur dan Magrib.
Terdapat pula salah tik untuk penulisan tempat dan beberapa lagi yang tidak saya catat.
Meski demikian, salah tik ini memang tidak berakibat fatal mengubah makna alias sampai merusak tatanan cerita (seperti ketika Anda salah tik 'rambu' menjadi 'rabu', 'panda' menjadi 'pandai'). Setidaknya demikian yang saya temukan.

Dibuang Sayang 

Pertemuan Yorick dengan Ayah kandungnya menyisakan tanda tanya besar bagi saya. Seakan sekadar sapa lalu pergi lagi, tidak ada yang berarti. Padahal, Yorick pernah bertanya tentang orang tuanya kepada Mak Encum saat masih di Panjalu. Sampai-sampai saya berpikir, seandainya saja adegan pertemuan ini dibuang, sepertinya baik-baik saja.



Beberapa Pertanyaan :

1)
 “ Yorick petarung tangguh yang akan terus melibas badai penghalang jalannya. Tak segan ia merangkul badai, hingga ia bisa mengendalikan arah angin yang akan mengantar langkah ke mana jalan yang ia pilih.”
(hlm. 261)
Lalu, siapa kah Yorick ini? Sosok yang selalu bermusuhan dengan badai? Atau (kadang-kadang) berkawan dengan badai?

2)
“Yorick, bule kampung borangan.” (hlm. 33)
Pada bagian lain pula disebutkan Yorick berkulit putih. Pertanyaannya: mengapa seorang (anak) bule bisa menyasar di Panjalu? Walau pun saya yakin pada bagian ini mungkin tidak bisa diperjelas dan cukup menjadi pertanyaan pribadi saya saja.

3) Yorick menyarankan kepada Pak Bimo memperbaiki manajemen keuangan, karena pencatatan laba rugi tidak jelas (hlm. 259). Namun, ketika Yorick memiliki usaha, disebutkan keburukan Yorick yang tidak pernah mengecek laporan keuangan dan tidak tahu jumlah uangnya sendiri (hlm. 278).

Jadi, bagaimana bisa Yorick menyebutkan ketidakjelasan keuangan pada saat bekerja dengan Pak Bimo sementara saat memiliki usaha sendiri, ia bahkan tidak tahu jumlah uangnya?

4) Sebut saja keunikan dan biarkan cukup saya yang penasaran saat nama tokoh, sungai dan penerbit berawalan sama bak saudara kembar (Nevia, Sungai Neva, dan Nevsky)

5) Selain 'NEV' ada pula inisial 'Y' yang membuat saya sempat salah mengidentifikasi. Pertanyaannya: apakah nama anak-anak Panjalu memang wajar berinisial Y? Seperti Trio Y (Yayan, Yana, Yanu) dan Yayat, anak tetangga serta Yorick sendiri?


---S A R A N---


1. Mohon perbaikan aplikasi.  Lebih baik lagi tidak ketergantungan dengan internet alias mudah dibaca saat offline.
 2. Perbaikan ejaan.



---K E S I M P U L A N---

Di sekitar kita ada banyak anak-anak yang diasuh nenek. Seringkali pola asuh ini mendapat cibiran, kritan tajam dan disebut-sebut tidak akan berhasil. Mak Encum membuktikan sebaliknya, ia menanam benih keikhlasan dan kebijaksanaan yang bertahun-tahun kemudian dapat dilihat (meski bukan olehnya). Karena aspek terpenting dalam pola asuh ini adalah kualitas Sang Pengasuh. Dalam novel ini, banyak petuah-petuah bijak dari Mak Encum. Mak memang serba kekurangan dan buta aksara, tapi tak menyurutkan langkahnya untuk mengasuh Yorick meski sentilan dari keluarga harus ia terima. Satu-satunya penghalangnya adalah usia.

Kisah Yorick yang diambil dari kisah asli ini ditutup dengan kehadiran kawan-kawan baiknya. Terenyuh, terpacu adalah hal terbaik yang saya rasakan setelah membaca. Untuk Anda yang berjuang dengan bisnisnya, terpatah-patah, dan ingin bangkit lagi, saya sarankan berkenalanlah dengan Yorick. Untuk para ibu-ibu yang dahaga ilmu parenting, yang penat mengurusi anak, ambillah ‘me time’ (waktu luang) untuk menjenguk Mak Encum. Untuk orang-orang yang menghardik anak-anak, patut kiranya merenungkan kisah ini. Dan untuk mereka yang pernah mengalami perundungan, maka duduklah sejenak, biarkan Yorick mendampingi, singkirkan dendam dan teruslah maju. Berdoa, sabar, dan yakinlah kelak akan manis.

Kutipan favorit: 
"Hal paling sulit adalah memulai, tapi tidak akan rumit bila mau belajar berjuang sendiri."


Trivia :
Cryptocurrency adalah mata uang digital yang dibuat menggunakan konsep kriptografi.
Cryptocurrency ini merupakan dua kata gabungan dari cryptography yang berarti kode rahasia dan currency yang berarti mata uang.


***



Salam,
Lidha Maul


Share:
Read More
, ,

Membuat Foto Kloning Alias Foto Kembaran Alias Duplikat Diri

Membuat Foto Kloning Atau Duplikat

Saya menunda membuat tulisan ini, karena ingin mempraktikan foto kloning secara komplit. Ternyata tidak segampang itu bagi saya. Tapi, saya telah (sedikit) menuliskan dengan cara apa dan bagaimana foto kloning dibuat, mulai dari tahapannya, mengedit, aplikasi yang dipakai, bahkan mau langsung membuat kloning foto di android pun bisa. Namun, saya tidak akan panjang-lebar menuturkannya karena memang tidak semua teknik/cara saya pakai. 

Nah, daripada bingung saya ngoceh apa, yuk kita mulai.

Membuat Foto Kloning atau Kembaran Diri 

Foto kloning sebenarnya adalah teknik menggabungkan foto satu dengan lain, dengan latar belakang yang sama namun objek berpindah. 

Untuk membuat foto kloning diri, sebenarnya tidak susah. Ini tipe trik foto kekinian yang mudah kok. 
Menyesuaikan pertanyaan dari beberapa teman: 

Q : Apakah bisa dilakukan sendiri? 

Jawabnya : Bisa ya dan tidak. 

Saya beberapa kali mencoba foto duplikasi diri ini tanpa teman, artinya saya saja yang melakukan semuanya dan BISA. Tapi, saya sarankan mending bersama kawan yang memotret, lebih enak aja.


MEMBUAT FOTO KLONING DENGAN APLIKASI EDIT FOTO 

Tahapan pembuatan : 

PERTAMA : PENGAMBILAN GAMBAR


1) Lokasi
Pilih lokasi yang berlatar belakang suasana romantis tenang. Jangan cari lokasi yang ramai, penuh orang, atau banyak benda-benda yang bergerak. Bukan tidak boleh, tapi bakal repot ngedit nantinya.

2) Penyangga
Tidak punya tripod? Tidak masalah, yang penting kamera bakal bisa diam, tidak bergerak, tetap tenang dan penuh khidmat selama mengambil gambar. Kamera apa saja bisa. Kalau yang ada hanya kamera smartphone teman, berarti ya mmhh... berharaplah temannya baik.

3) Lalu jepret.
Klik, ambil foto sesuai dengan area lokasi. Adegan 1, adegan 2, 3, ... Terserah mau berapa pun, tapi konsekuensinya harus telaten ngeditnya ya. Saran dari saya, coba ambil 2-3 foto saja untuk percobaan perdana.

Membuat Foto Kembaran
Foto 1, 2 dan 3 siap digabung.
Model : IG @kucingtheexplorer

Tips : lebih menarik kalau ‘tokoh’ di dalam foto seolah berdialog atau beraktivitas tertentu. Tapi, ini soal selera tentunya yang bisa dikreasikan sendiri.

4) Motret sendirian?
Bisa, gunakan timer.Kecuali pengambilan gambar sedari awal menggunakan fitur panorma.


KEDUA : PROSES EDITING

Q : Seberapa tinggi tingkat kerumitannya? 

Kalau menurut saya, tingkat kerumitan tergantung dari jumlah foto. Kalau adegannya sampai 100, yaiya lelah adek bang. Karena gini lho, tu foto-foto bakal tumpang tindih satu dengan lain, dan mesti dihapus sedikit-demi-sedikit sesuai letak objeknya. 

Tapi ya tidak ada masalah juga kalau suka tantangan, ya kan. 

Q : Pakai aplikasi apa untuk mengedit? 

Saya pakai Photoshop. Untuk smartpohone bisa pakai aplikasi yang sudah terkenal seperti PicsArt, atau aplikasi khusus untuk mengkloning seperti clone yourself, dmd clone, POLA camera yang nantinya teknik mengambil fotonya bakal beda lagi dari teori yang saya buat di atas. 

Aplikasi edit foto yang lain pun bisa selama ada fitur buat menumpuk dan menghapus bagian foto (menghapus seperti eraser gitu ya, bukan delete).

Khusus di sini akan saya perlihatkan tampilan mengedit dengan Photoshop dan PicsArt saja dulu.

PHOTOSHOP

Membuat Foto Kloning dengan Photoshop
Lingkaran merah : kiri = eraser, kanan = opacity dan masking
1. Masukkan semua foto dalam satu area kerja, menjadi layer demi layer (lihat kanan)
2. Klik 'opacity' agar foto tembus pandang dan objek yang tertumpuk bisa dilihat.
3. Hapus dengan 'eraser' (lingkaran merah kiri) objek yang masih samar-samar.
4. Untuk shahihnya, biasanya tidak langsung dihapus, melainkan menggunakan 'masking' (lingkaran kanan bawah)
5. Saran : Anda sudah pernah menggunakan Photoshop sebelumnya agar lebih kenal dengan tools.
6. Hasil :
Membuat Foto Kloning dengan Photoshop


PICSART


Pastinya install dulu aplikasi ini ya.
Membuat Foto Kloning dengan PicsArt
1. Buka PicsArt
2. Pilih tanda (+) untuk memulai edit foto
3. Setelah satu foto dimuat, tambah (tindih) lagi dengan foto yang lain.

Membuat Foto Kloning dengan PicsArt
Aplikasi PicsArt
Model : @rosannasimanjuntak
4. Tarik foto untuk menyesuaikan ukuran.
5. Pilih 'eraser' untuk memulai menghapus lokasi objek sebelumnya.
6. Setelah ini selesai, tambah lagi dengan foto lain jika sebelumnya membuat foto kembaran lebih dari dua.
7. Berhati-hatilah menghapus, lalu simpan.



MEMBUAT FOTO KLONING DI SMARTPHONE DENGAN FITUR PANORAMA 


Untuk yang maless install aplikasi apa pun di hapenya, tenang sodara-sodari, triknya adalah dengan menggunakan fitur Panorama yang sudah nempel di kamera smartphone masing-masing. Panorama yang biasanya untuk mengambil gambar lebar, bisa dimanfaatkan untuk foto kloning. 

Tapi, ada syaratnya: Harus bawa teman. Minimal ada dua orang yang mempraktikkan: satu orang memegang kamera dan satu lagi menjadi model. 

Masalahnya saya nggak punya teman tuk membuat foto kloning dengan fitur panorama ini, karena (sepanjang saya mencoba) nggak bisa banget bikin sendirian. Kalau kalian pernah menggunakan fitur Panorama di smartphone mungkin sudah bisa membayangkan maksud saya. Kuncinya ada pada sang juru potret yang mesti ngerti menggerakkan kamera alias ngepas-pasan area pengambilan gambar. 

Sementara itu, objek yang ingin menduplikasi dirinya mesti hati-hati, kalau salah objek bisa melar. Trial-error aja dulu.

Meski nggak ada model yang bisa saya isengin buat dipotret, tapi saya akan kasih teori memainkan fitur Panorama ini khusus mengkloningkan orang.

Fitur Panorama

(*berdasarkan penggunaan smartphone pribadi ya)


Membuat Foto Kloning dengan Fitur Panorama
Sumber foto asli: unsplash.com

edited by me 
1. Pilih latar yang nyaman, lebih baik tidak ada orang lain kecuali model.
2. Rencakan dan pastikan lebih dulu posisi model: gaya 1, gaya 2, posisi 1, posisi 2, dan seterusnya.
3. Aktifkan fitur Panorama (saran : foto vertikal saja) klik foto model posisi 1, lalu tahan (kamera jangan bergerak dulu)
4. Selama kamera tidak bergerak, model berpindah. Kamera dan model tidak disarankan bergerak bersamaan. Model bisa melewati belakang kamera, bawah atau belakang juru potret agar tidak mengganggu latar.
5. Model sudah siap di posisi 2, lalu juru potret menggerakkan kamera, dan klik. Selesai.
6. Saran : sebelumnya harus mencoba fitur ini dan juru potret mesti baik-baik ngepasin latar.

Sekali lagi, saya belum praktik mengkloningkan orang dengan fitur panorama ini (kalau benda pernah) jadi maafkan atas kekurangannya ya.

Rasanya cukup sekian tulisan  ini. Mudah-mudahan bisa membantu teman-teman yang ingin berkreativitas dengan trik foto. Terima kasih.


Salam,
Lidha Maul
Share:
Read More
,

15 Ide Foto yang Bisa Diambil Saat Jalan-Jalan

15 Ide Foto Saat Traveling

Sekembalinya dari perjalanan, saya kerap membuka lagi foto-foto yang telah saya buat, memutar jejak yang rasanya masih ada lewat file-file yang telah disimpan. Rasa bahagia itu bisa hilang, jika ternyata hasil fotonya kabur atau tidak bagus dan saya tidak menyadarinya sedari awal. Ingin menjepret ulang, tentu tidak bisa. Kesedihan lain, file tersebut terhapus. Seperti yang baru-baru ini saya alami, ketika telah merampungkan tulisan bertema kuliner di suatu daerah, ternyata beberapa foto tersebut terhapus dan mengakibatkan saya harus putar otak untuk mengembalikannya.
Saya yakin beberapa di antara kita pernah mengalami kesedihan seperti ini.

Ada pula jenis kekesalan lain saat melihat foto-foto perjalanan, yakni kesal karena tidak ada foto yang diharapkan alias lupa motret.
Lalu terjadi dialog dan monolog seperti ini : 
Share:
Read More
, , ,

Taman Buah Mekarsari, Impian Ketika Musim Buah Terlewati



Apakah di tempat kalian sedang musim buah?
Di tempat saya, durian, elai, rambutan, langsat (duku), manggis, kapul, mangga, cempedak, saat ini sedang bertebaran di pinggir jalan. 
Kalau saya sedang melintasi jalanan dengan kendaraan, pasti ada pohon dengan buah merah ranum bergerombol, yang bikin saya langsung menengok.
Pohon itu tidak lain adalah rambutan.
Share:
Read More
, , , ,

PEREMPUAN YANG BANGGA MEMBAGI KISAHNYA DARI RUMAH

Bangga Menjadi Blogger
photo by Arnel Hasanovic from unsplash.com. 
Edited by me.

Saya teringat secarik kertas yang telah saya selipkan berulang kali dalam map berisi kertas-kertas dan catatan pekerjaan. Sehelai kertas yang saya cetak mendadak di sebuah warnet, setelah beberapa jam sibuk mencari dan mengolah materi ajar. Belasan tahun lalu, tempat saya mengajar belum dibarengi jaringan internet yang memadai. Kertas yang saya selipkan di map kerja bukanlah bagian dari bahan mengajar, melainkan informasi tentang lomba menulis untuk guru. Meski demikian, nilainya setara dengan informasi kenaikan gaji. 

Setidaknya pada saat itu.
Share:
Read More
, , , , , , ,

DI BAWAH NAUNGAN SAKURA LOKAL BERWARNA KUNING

Tabebuya - Sakura Tropis


Menjelang magrib di Kota Batu (JaTim), suami menggegas motor mencari masjid terdekat. Kami nyaris terlambat saat itu. Setibanya ‘entah di mana’ kami pun menjumpai masjid dengan bunga-bunga kuning menyala di pinggir. Saya sempat bertanya bunga apa ini, kok indah banget? Lalu, seorang Bapak lewat dan berujar : Tabebuya

Saat itu, saya kira salah dengar, dan berharap suami bisa mengulangnya. Maklum, yang saya tahu kata “Tabe” berarti permisi, berdasarkan tema-teman saya yang berasal dari suku Bugis. Jadi, seakan si Bapak yang lewat itu berkata : “Permisi-Buya”, sementara saya sedang berada di Tanah Jawa.
Share:
Read More
, , ,

Terpikat Eksotisme Prajurit Pesisir Wonderful Indonesia di Timur Borneo


Mangrove Center Graha Indah Balikpapan

Gunung-gunung itu adalah ‘penjaga’ di muka bumi. Air-air bening mengalir darinya.  Bahkan bila ia muntah, tanahnya menjadi subur. Manusia merasakan kesejukan dan mendapatkan kehidupan di gunung. Negeri ini memiliki banyak gunung. Tapi, apakah yang menjadi ‘penjaga’ di daerah pesisir? Sedangkan negeri ini pun memiliki sebutan negeri yang kaya akan perairannya.

Share:
Read More
, , , ,

SEMANGAT KEMANDIRIAN YANG TERUS MENAJUK DARI KAMPUNG YANG BERSANDING WADUK


Elan yang tak ingin memudur.
Tak terhitung telah berapa kali saya memasuki kawasan yang asri ini, dua diantaranya dalam kesempatan khusus dan keseluruhannya terjadi pada tahun silam. Tahun ini, saya menginjakkan kaki kembali di sebuah tempat yang bernama Kampung Berseri Astra (KBA) Karang Joang bersama rekan-rekan blogger pada beberapa pekan lalu. Berada di jalan beraspal yang mulus dan rata sejauh belasan kilometer, kami pun berbelok menyusuri lekak-lekuk kampung binaan perusahaan Astra yang berdekatan dengan Waduk Manggar ini. Tidak perlu khawatir bila ingin menuju ke tempat ini, karena nama Kampung Berseri Astra terpampang jelas di gerbang masuk. Di beberapa titik pun, dapat dilihat ‘papan nama’ KBA. Saya pikir pada tahun lalu cukup saja bertandang ke tempat ini, kemungkinan tahun ini pun rasanya akan sama saja. Nyatanya, yang saya rasakan melebihi sebuah reuni.

Pagi itu rinai hujan menyambut kedatangan kami.

Sekali lagi, saya mengira akan menemukan tatapan orang-orang dari balik rumah. Kenyataannya, area KBA Karang Joang sudah berisi kemeriahan yang dimulai sejak awal pembuka hari. Orang-orang membaur, mengenyampingkan hujan. Pada tikungan, kami pun berbelok menuju sebuah sekolah dasar. Rupanya sedang ada gerakan masyarakat sehat bersama Astra, mulai dari senam, peyuluhan serta pemeriksaan kesehatan.
Beberapa ibu lansia menebar senyum ke arah saya. Segera saya menyalami mereka satu per satu.
“Ibu-ibu sudah senam?” tanya saya.
“Oh sudah dong, pagi-pagi,” jawab mereka tertawa, memamerkan semangat yang masih mengumpul.
“Mbaknya sudah senam belum?” dengan logat khas Jawa, mereka balik bertanya.
Saya menggeleng, mengiyakan seandainya ada pikiran yang menyelinap ‘wah, mbak ini kalah jauh dari kami.’ Lalu sejenak tertawa-tawa lagi bersama mereka.


DI sisi lain, saya melihat kudapan khas Indonesia berjejer rapi beralas jalinan daun pisang di atas meja panjang. Santapan seperti klepon, getuk, tiwul, olahan dari pisang dan singkong, kacang serta ubi rebus. Beberapa jenis penganan nusantara justru terlihat asing, sampai-sampai beberapa kawan bermain tebak-tebakan nama penganan tersebut. Ibu-ibu di KBA Karang Joang inilah yang menyiapkan semuanya. Mungkin, kelak bisa diadakan festival kuliner nusantara di tempat ini. Untuk mengenal kudapan nusantara sekaligus belajar mencintainya.
dok. pribadi
Hal sederhana yang bisa menjadi prospek usaha (dok. pribadi)
Sementara itu, di sela-sela hujan yang tipis, anak-anak sekolah dasar juga mendapat perhatian dari Astra sebagai bagian dari rangkaian acara sehat bersama. Dan di tengah-tengah lapangan, sebagian anak-anak bergembira dan berlarian, sengaja membiarkan rintik-rintik hujan menjadi bagian dari motif pakaian.
Hari boleh basah, tapi semangat tak boleh padam. 
Keceriaan anak-anak di Jl. Giri Rejo 1 Karang Joang KM.15 saat acara sehat bersama Astra


BERDIKARI ADALAH PANGGILAN HATI

Kampung dengan enam Rukun Tetangga sekaligus ini masih sama nyamannya dengan terakhir kali saya datang, bersih, rapi, berseri sesuai namanya. Hanya, kian menggiurkan ketika memasuki musim panen buah-buahan. Dari kejauhan terlihat rimbunnya mangga di pepohonan, jambu, rambutan, kelengkeng, belimbing yang terlalu sedap meski hanya dipandang. Semua itu tidak tumbuh begitu saja. Nyaris semua rumah memiliki area hijau. 
menanam sayuran, kesadaran pangan mandiri (dok. pribadi)

Saya masih ingat cerita, bahwa sebelum kampung ini bertambah rapi, para transmigran datang dari Pulau Jawa lalu hidup membaur bersama penduduk suku lainnya. Balikpapan memang multietnis. Selama itu pula, kehadiran para perantau memberikan kontribusi penting bagi kawasan yang berada di Jl. Giri Rejo 1, KM.15-Karang Joang, Balikpapan ini. Kebanyakan dari mereka petani. Kemudian datanglah tahun silih berganti hingga generasi awal itu melahirkan keturunan-keturunan yang menempati setiap sisi perkampungan. 

Zaman telah berubah. Namun, nyatanya dibalik semarak era digital, tempat ini terus menyimpan rasa orisinal. Tanpa tergerus arus tren kekikinian atau virus negatif modernisasi, semangat gotong royong dan kekeluargaan masih menjadi ciri khas yang dapat dinikmati di kampung ini. Dengan spirit yang mengandung kearifan lokal itulah Astra memilih kawasan ini menjadi bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mengembangkan wilayah yang kemudian disebut KBA secara berkelanjutan dengan mengintegrasikannya lewat 4 pilar : pendidikan, kewirausahaan, lingkungan dan kesehatan. Maka, hari itu saya berkesempatan menyaksikan lagi buah dari kolaborasi Astra dan masyarakat di area KBA.


Apa yang berbeda dari tahun sebelumnya?

Setidaknya saya tahu bagaimana rasa daun singkong goreng bercolek saus kacang, dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini pula, saya jadi tahu rasa belimbing madu yang menjadi andalan masyarakatnya, dan berjumpa varietas jambu air yang besar dan manis.

Segelintir warga menggelar hasil panen buah-buahan dan sayurannya di serambi rumah. Warga menyebutkan kebun belimbing madu  yang berada cukup jauh dari lokasi jual-beli, sambil meminta calon pembeli untuk mencicipi lebih dulu. Belimbing madu merupakan andalan di KBA Karang Joang dari sektor pertanian, selain buah dan sayuran lainnya. Belimbing madu merupakan salah satu varietas belimbing terbaik, dengan rasa manis, empuk, tak berserat, lebih besar, mengandung banyak air dan lebih cepat panen. Lewat program CSR, Astra juga membentuk kelompok tani yang dinamakan Kelompok Tani Mekar Berseri dan telah menyalurkan bantuan, baik berupa pemberian bibit, pupuk serta pembinaan dan pendampingan.

Seorang Ibu bernama Marsiah dengan getol menjual buahnya. Dengan teknik pemasaran persuasif sederhana dan senyum ramah, Ibu Marsiah berhasil memikat calon pembelinya.

 “Yang tadinya hasil panen biasa aja, sekarang jadi lebih banyak berkat bantuan Astra. Orang-orang luar juga jadi tahu ada belimbing madu di sini. Kadang nggak perlu dijual keluar, orang-orang datang kemari,” ungkap Ibu Marsiah menjelaskan rasa penasaran saya. Maklum saja, KBA Karang Joang berjarak cukup jauh dari perkotaan,  pun sedari awal saya tidak melihat adanya pasar terdekat, sehingga bertanya-tanya bagaimana pemasaran belimbing madu ini sebenarnya. 
dok. pribadi
Olahan salak, dari salak yang dipetik sendiri (dok. pribadi)

Selagi mengitari KBA Karang Joang, tidaklah sukar menemukan tanaman pangan di pekarangan rumah masing-masing, selain karena warganya pandai bercocok tanam, mereka pun menciptakan kesadaran pangan mandiri sejak dini. Mewujudkan wilayah yang sehat, bersih, cerdas, dan produktif adalah bagian dari program Astra yang dijalankan bersama masyarakat di area KBA.

Hadirnya program KBA di KM. 15 Karang Joang ini sebenarnya bukan tanpa penolakan. Namun, seiring waktu program KBA  terus berjalan dengan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat dan pembinaan. Astra pun mengakui masih banyak kekurangan untuk mengembangkan KBA Karang Joang, misalnya saja dalam mengoptimalkan Rumah Pintar Astra yang merupakan bagian dari program Astra Cerdas. 

Sampai saat ini Rumah Pintar Astra di KBA Karang Joang terus berusaha produktif, namun masih kurang dalam hal kepengurusan. Sehingga, beberapa kali ditemukan Rumah Pintar Astra nampak sepi dan tertutup. Padahal, selain sebagai rumah baca dan edukasi, pada bangunan yang sama juga digunakan sebagai Balai Pertemuan. Oleh karena itu, SDM yang mumpuni sangat dibutuhkan dalam hal ini.

“Kami masih mencari SDM yang tepat untuk benar-benar mampu mengelola Rumah Pintar Astra. Di sini kegiatannya sudah berjalan, dan akan bertambah. Kami memang menyasar anak muda. Selama ini ada volunteer dan juga ada anak KKN yang turut membantu,” ungkap salah satu tim koordinator CSR Astra.

Lebih lanjut disebutkan misi dari CSR Astra adalah menghantarkan kemandirian bagi wilayah yang termasuk dalam program KBA. “Selama kami masih belum melihat kemandirian yang kami harapkan dari wilayah tersebut, selama itu pula kami masih terus mendampingi wilayah itu,” ucap salah satu tim koordinator CSR Astra kembali.

Saat ini, wirausaha di KBA Karang Joang terus mencuat. Dua usaha yang digadang-gadang menjadi penjenamaan (branding) bagi KBA Karang Joang adalah belimbing madu dan majun.

MENITI KEMANDIRIAN, MENJAGA LINGKUNGAN

Majun adalah kain lap dari bahan sisa industri garmen, alias limbah yang sama sekali tidak terpakai, berupa potongan-potongan kain yang kemudian diolah untuk dimanfaatkan menjadi lap pembersih.  Kain majun yang berkualitas adalah yang memiliki daya serap yang baik, tidak berserabut, tidak berbulu. Mampu menyerap kotoran, dari yang ringan hingga yang berat, seperti oli. Karena itu para penggunanya kebanyakan adalah para mekanik dari perusahaan-perusahaan otomotif dan manufaktur.

Para penggiat kain majun dari KBA Karang Joang adalah perempuan-perempuan yang tergabung dalam Srikandi Berseri. Menurut Ibu Iin, Ketua Srikandi Berseri, pada awalnya CSR Astra telah memberikan bantuan berupa mesin dan bahan baku kain yang didatangkan dari Pulau Jawa sebanyak 2 ton, dan diberikan secara bertahap. Setelah mengalami perputaran produksi beberapa kali, usaha majun sempat terhenti.

“Waktu itu kami sempat vakum lama, karena jenis kain perca dari katun khusus yang kami butuhkan harus bersaing dengan pihak lain, paling nggak kami mesti ambil 10kg,” papar Ibu Iin, di sela-sela kesibukan dengan kain majun.
Ibu Iin, Ketua Srikandi Berseri
Saat CSR Astra menyerahkan bantuan awal, bersama-sama dengan pemerintah setempat, para perempuan dari Srikandi Berseri langsung mendapat pelatihan cara menjahit yang baik untuk menghasilkan kain lap majun berkualitas yang diharapkan.

“Waktu serah terima, langsung dicek. Waktu itu juga sama Bu Arita (red. Istri Walikota Balikpapan) memotivasi ibu-ibunya jangan khawatir nggak bisa, nanti dilatih. Pas latihan ada yang sampai mundur-mundur kursinya. Wah, seru banget,” tawa Ibu Iin, mengisahkan pengalaman usaha kain majun.

Proses jahit-menjahit sendiri dilakukan di rumah-rumah warga. Kain lap majun yang dihasilkan oleh Srikandi Berseri ada 2 jenis : putih dan berwarna. Harga jual kain lap majun putih lebih mahal dari kain lap majun berwarna. Para pembelinya bisa dari anggota sendiri, pihak yang menyelenggarakan hajatan atau ada yang ingin menjualnya kembali. Astra sendiri memiliki kebutuhan besar akan kain lap majun dari Srikandi Berseri di KBA Karang Joang. Sayangnya, kebutuhan besar tersebut masih belum selaras dengan kemampuan produksi.  Lagi, Srikandi Berseri masih memerlukan penambahan tenaga kerja. Disebutkan, pengguna kain lap majun terbanyak adalah PT. Komatsu Remanufacturing Asia, perusahaan re-manufaktur yang masih merupakan jaringan bisnis Astra. 
Ibu Endang - anggota Srikandi Berseri Astra, mengangkat dua jenis kain lap majun
“Sekarang kalau sebulan sudah bisa menghasilkan 3 ton. Kemaren, Alhamdulillah dapat suntikan dana dari Astra. Mungkin, karena kami bisa bangkit, bisa menunjukkan keaktifan dan kreatif juga. Kami juga tidak mau melupakan yang membina kami dari awal. Harapan kami ke depan, perekonomian di sini terangkat, Astra tetap mendampingi, tetap mau bersilaturahim,” ungkap Ibu Iin, menyudahi perbincangan.

Wirausaha majun memang mengayun.

Namun, tidak semua wirausaha dapat dengan mudah masuk ke KBA Karang Joang. Wilayah dengan enam RT ini berdekatan dengan waduk penyuplai air minum Kota Balikpapan.
“Di sini kalau mau dibikin wirausaha, ya nggak semua wirausaha bisa karena bisa berdampak dengan daerah bahan baku air minum, yang 90%-nya diminum sama warga Balikpapan. Pemerintah sudah meminta warga di sini menjaga lingkungan. Jadi, kami belajar berekonomi mandiri tanpa harus mencemari,” tutur Muh. Tadi, Ketua RT.26.
Muh. Tadi, Ketua RT. 26 di area KBA Karang Joang

“Alhamdulillah Astra membantu bagaimana cara yang tepat agar berwirausaha tanpa merusak lingkungan. Belimbing madu dan majun tidak merusak lingkungan.” Muh. Tadi pun menyebutkan daerah penyuplai air minum tersebut adalah Waduk Manggar KM. 14 dan 15 yang berjarak lebih kurang 2 KM dari Balai Pertemuan, dan di sana terdapat jembatan yang diberi nama Jembatan Panjang DAS Manggar.
 
Jembatan yang sering dijadikan tempat wisata dan berfoto. (dok. pribadi)

Sangat membantu para pengunjung yang ingin mengenal KBA lebih dekat. (dok. pribadi)


Jembatan Panjang DAS Manggar yang membelah dua RT, masih termasuk dalam area Kampung Berseri Astra. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimana terdapat banyak enceng gondok dan sampah lain, saya melihat genangan air itu tampak lebih bersih. Jembatan Panjang DAS Manggar sering dimanfaatkan untuk memancing dan berwisata oleh warga sekitar khususnya, dan warga Kota Balikpapan umumnya. 


MENJADI KAMPUNG KEBANGGAAN KOTA BALIKPAPAN

 “Data pertumbuhan UMKM di Balikpapan (per kelurahan dan kecamatan) cukup fantastis, sekitar 20.421 atau kurang. Dan 10 % diantaranya telah mengurus perizinan.” Doortje Marpaung, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Balikpapan.*

Geliat UKM di Kota Balikpapan menjadi gerak bagi pemerintah untuk mengajak serta perusahaan  bersinergi meningkatkan perekonomian mandiri di Kota Balikpapan. Astra membaca hal ini, lewat program CSR-nya, yang membina dan memberdayakan masyarakat untuk menciptakan wilayah yang sehat, bersih, cerdas, dan produktif. Pada dasarnya, wilayah ini telah memiliki potensi SDM yang baik, ditunjang dengan lokasi yang strategis. Bersisian dengan kawasan penyuplai air minum bukanlah penghalang untuk menciptakan jenis wirausaha, melainkan tantangan untuk menciptakan peluang yang akan menjadikan KBA Karang Joang sebagai kampung percontohan mandiri yang asri bagi kampung lainnya.

Walau sekarang kemandirian tersebut masih terus melangkah. Besar harapan, kelak KBA Karang Joang menjadi kebanggaan Balikpapan.

Pihak CSR Astra untuk KBA Karang Joang mengatakan, “kalau kemandirian di KBA Karang Joang ini terwujud, maka selanjutnya akan bisa ditambah Kampung Berseri Astra lagi di wilayah Balikpapan yang lain.”
***
_________________________
* kutipan merupakan hasil reportase penulis
**tulisan ini diikutkan dalam Anugerah Pewarta Astra


Salam.



Share:
Read More