, ,

Membuat Foto Kloning Alias Foto Kembaran Alias Duplikat Diri

Membuat Foto Kloning Atau Duplikat

Saya menunda membuat tulisan ini, karena ingin mempraktikan foto kloning secara komplit. Ternyata tidak segampang itu bagi saya. Tapi, saya telah (sedikit) menuliskan dengan cara apa dan bagaimana foto kloning dibuat, mulai dari tahapannya, mengedit, aplikasi yang dipakai, bahkan mau langsung membuat kloning foto di android pun bisa. Namun, saya tidak akan panjang-lebar menuturkannya karena memang tidak semua teknik/cara saya pakai. 

Nah, daripada bingung saya ngoceh apa, yuk kita mulai.

Membuat Foto Kloning atau Kembaran Diri 

Foto kloning sebenarnya adalah teknik menggabungkan foto satu dengan lain, dengan latar belakang yang sama namun objek berpindah. 

Untuk membuat foto kloning diri, sebenarnya tidak susah. Ini tipe trik foto kekinian yang mudah kok. 
Menyesuaikan pertanyaan dari beberapa teman: 

Q : Apakah bisa dilakukan sendiri? 

Jawabnya : Bisa ya dan tidak. 

Saya beberapa kali mencoba foto duplikasi diri ini tanpa teman, artinya saya saja yang melakukan semuanya dan BISA. Tapi, saya sarankan mending bersama kawan yang memotret, lebih enak aja.


MEMBUAT FOTO KLONING DENGAN APLIKASI EDIT FOTO 

Tahapan pembuatan : 

PERTAMA : PENGAMBILAN GAMBAR


1) Lokasi
Pilih lokasi yang berlatar belakang suasana romantis tenang. Jangan cari lokasi yang ramai, penuh orang, atau banyak benda-benda yang bergerak. Bukan tidak boleh, tapi bakal repot ngedit nantinya.

2) Penyangga
Tidak punya tripod? Tidak masalah, yang penting kamera bakal bisa diam, tidak bergerak, tetap tenang dan penuh khidmat selama mengambil gambar. Kamera apa saja bisa. Kalau yang ada hanya kamera smartphone teman, berarti ya mmhh... berharaplah temannya baik.

3) Lalu jepret.
Klik, ambil foto sesuai dengan area lokasi. Adegan 1, adegan 2, 3, ... Terserah mau berapa pun, tapi konsekuensinya harus telaten ngeditnya ya. Saran dari saya, coba ambil 2-3 foto saja untuk percobaan perdana.

Membuat Foto Kembaran
Foto 1, 2 dan 3 siap digabung.
Model : IG @kucingtheexplorer

Tips : lebih menarik kalau ‘tokoh’ di dalam foto seolah berdialog atau beraktivitas tertentu. Tapi, ini soal selera tentunya yang bisa dikreasikan sendiri.

4) Motret sendirian?
Bisa, gunakan timer.Kecuali pengambilan gambar sedari awal menggunakan fitur panorma.


KEDUA : PROSES EDITING

Q : Seberapa tinggi tingkat kerumitannya? 

Kalau menurut saya, tingkat kerumitan tergantung dari jumlah foto. Kalau adegannya sampai 100, yaiya lelah adek bang. Karena gini lho, tu foto-foto bakal tumpang tindih satu dengan lain, dan mesti dihapus sedikit-demi-sedikit sesuai letak objeknya. 

Tapi ya tidak ada masalah juga kalau suka tantangan, ya kan. 

Q : Pakai aplikasi apa untuk mengedit? 

Saya pakai Photoshop. Untuk smartpohone bisa pakai aplikasi yang sudah terkenal seperti PicsArt, atau aplikasi khusus untuk mengkloning seperti clone yourself, dmd clone, POLA camera yang nantinya teknik mengambil fotonya bakal beda lagi dari teori yang saya buat di atas. 

Aplikasi edit foto yang lain pun bisa selama ada fitur buat menumpuk dan menghapus bagian foto (menghapus seperti eraser gitu ya, bukan delete).

Khusus di sini akan saya perlihatkan tampilan mengedit dengan Photoshop dan PicsArt saja dulu.

PHOTOSHOP

Membuat Foto Kloning dengan Photoshop
Lingkaran merah : kiri = eraser, kanan = opacity dan masking
1. Masukkan semua foto dalam satu area kerja, menjadi layer demi layer (lihat kanan)
2. Klik 'opacity' agar foto tembus pandang dan objek yang tertumpuk bisa dilihat.
3. Hapus dengan 'eraser' (lingkaran merah kiri) objek yang masih samar-samar.
4. Untuk shahihnya, biasanya tidak langsung dihapus, melainkan menggunakan 'masking' (lingkaran kanan bawah)
5. Saran : Anda sudah pernah menggunakan Photoshop sebelumnya agar lebih kenal dengan tools.
6. Hasil :
Membuat Foto Kloning dengan Photoshop


PICSART


Pastinya install dulu aplikasi ini ya.
Membuat Foto Kloning dengan PicsArt
1. Buka PicsArt
2. Pilih tanda (+) untuk memulai edit foto
3. Setelah satu foto dimuat, tambah (tindih) lagi dengan foto yang lain.

Membuat Foto Kloning dengan PicsArt
Aplikasi PicsArt
Model : @rosannasimanjuntak
4. Tarik foto untuk menyesuaikan ukuran.
5. Pilih 'eraser' untuk memulai menghapus lokasi objek sebelumnya.
6. Setelah ini selesai, tambah lagi dengan foto lain jika sebelumnya membuat foto kembaran lebih dari dua.
7. Berhati-hatilah menghapus, lalu simpan.



MEMBUAT FOTO KLONING DI SMARTPHONE DENGAN FITUR PANORAMA 


Untuk yang maless install aplikasi apa pun di hapenya, tenang sodara-sodari, triknya adalah dengan menggunakan fitur Panorama yang sudah nempel di kamera smartphone masing-masing. Panorama yang biasanya untuk mengambil gambar lebar, bisa dimanfaatkan untuk foto kloning. 

Tapi, ada syaratnya: Harus bawa teman. Minimal ada dua orang yang mempraktikkan: satu orang memegang kamera dan satu lagi menjadi model. 

Masalahnya saya nggak punya teman tuk membuat foto kloning dengan fitur panorama ini, karena (sepanjang saya mencoba) nggak bisa banget bikin sendirian. Kalau kalian pernah menggunakan fitur Panorama di smartphone mungkin sudah bisa membayangkan maksud saya. Kuncinya ada pada sang juru potret yang mesti ngerti menggerakkan kamera alias ngepas-pasan area pengambilan gambar. 

Sementara itu, objek yang ingin menduplikasi dirinya mesti hati-hati, kalau salah objek bisa melar. Trial-error aja dulu.

Meski nggak ada model yang bisa saya isengin buat dipotret, tapi saya akan kasih teori memainkan fitur Panorama ini khusus mengkloningkan orang.

Fitur Panorama

(*berdasarkan penggunaan smartphone pribadi ya)


Membuat Foto Kloning dengan Fitur Panorama
Sumber foto asli: unsplash.com

edited by me 
1. Pilih latar yang nyaman, lebih baik tidak ada orang lain kecuali model.
2. Rencakan dan pastikan lebih dulu posisi model: gaya 1, gaya 2, posisi 1, posisi 2, dan seterusnya.
3. Aktifkan fitur Panorama (saran : foto vertikal saja) klik foto model posisi 1, lalu tahan (kamera jangan bergerak dulu)
4. Selama kamera tidak bergerak, model berpindah. Kamera dan model tidak disarankan bergerak bersamaan. Model bisa melewati belakang kamera, bawah atau belakang juru potret agar tidak mengganggu latar.
5. Model sudah siap di posisi 2, lalu juru potret menggerakkan kamera, dan klik. Selesai.
6. Saran : sebelumnya harus mencoba fitur ini dan juru potret mesti baik-baik ngepasin latar.

Sekali lagi, saya belum praktik mengkloningkan orang dengan fitur panorama ini (kalau benda pernah) jadi maafkan atas kekurangannya ya.

Rasanya cukup sekian tulisan  ini. Mudah-mudahan bisa membantu teman-teman yang ingin berkreativitas dengan trik foto. Terima kasih.


Salam,
Lidha Maul
Share:
Read More
,

15 Ide Foto yang Bisa Diambil Saat Jalan-Jalan

15 Ide Foto Saat Traveling

Sekembalinya dari perjalanan, saya kerap membuka lagi foto-foto yang telah saya buat, memutar jejak yang rasanya masih ada lewat file-file yang telah disimpan. Rasa bahagia itu bisa hilang, jika ternyata hasil fotonya kabur atau tidak bagus dan saya tidak menyadarinya sedari awal. Ingin menjepret ulang, tentu tidak bisa. Kesedihan lain, file tersebut terhapus. Seperti yang baru-baru ini saya alami, ketika telah merampungkan tulisan bertema kuliner di suatu daerah, ternyata beberapa foto tersebut terhapus dan mengakibatkan saya harus putar otak untuk mengembalikannya.
Saya yakin beberapa di antara kita pernah mengalami kesedihan seperti ini.

Ada pula jenis kekesalan lain saat melihat foto-foto perjalanan, yakni kesal karena tidak ada foto yang diharapkan alias lupa motret.
Lalu terjadi dialog dan monolog seperti ini : 
Share:
Read More
, , ,

Taman Buah Mekarsari, Impian Ketika Musim Buah Terlewati



Apakah di tempat kalian sedang musim buah?
Di tempat saya, durian, elai, rambutan, langsat (duku), manggis, kapul, mangga, cempedak, saat ini sedang bertebaran di pinggir jalan. 
Kalau saya sedang melintasi jalanan dengan kendaraan, pasti ada pohon dengan buah merah ranum bergerombol, yang bikin saya langsung menengok.
Pohon itu tidak lain adalah rambutan.
Share:
Read More
, , , ,

PEREMPUAN YANG BANGGA MEMBAGI KISAHNYA DARI RUMAH

Bangga Menjadi Blogger
photo by Arnel Hasanovic from unsplash.com. 
Edited by me.

Saya teringat secarik kertas yang telah saya selipkan berulang kali dalam map berisi kertas-kertas dan catatan pekerjaan. Sehelai kertas yang saya cetak mendadak di sebuah warnet, setelah beberapa jam sibuk mencari dan mengolah materi ajar. Belasan tahun lalu, tempat saya mengajar belum dibarengi jaringan internet yang memadai. Kertas yang saya selipkan di map kerja bukanlah bagian dari bahan mengajar, melainkan informasi tentang lomba menulis untuk guru. Meski demikian, nilainya setara dengan informasi kenaikan gaji. 

Setidaknya pada saat itu.
Share:
Read More
, , , , , , ,

DI BAWAH NAUNGAN SAKURA LOKAL BERWARNA KUNING

Tabebuya - Sakura Tropis


Menjelang magrib di Kota Batu (JaTim), suami menggegas motor mencari masjid terdekat. Kami nyaris terlambat saat itu. Setibanya ‘entah di mana’ kami pun menjumpai masjid dengan bunga-bunga kuning menyala di pinggir. Saya sempat bertanya bunga apa ini, kok indah banget? Lalu, seorang Bapak lewat dan berujar : Tabebuya

Saat itu, saya kira salah dengar, dan berharap suami bisa mengulangnya. Maklum, yang saya tahu kata “Tabe” berarti permisi, berdasarkan tema-teman saya yang berasal dari suku Bugis. Jadi, seakan si Bapak yang lewat itu berkata : “Permisi-Buya”, sementara saya sedang berada di Tanah Jawa.
Share:
Read More
, , ,

Terpikat Eksotisme Prajurit Pesisir Wonderful Indonesia di Timur Borneo


Mangrove Center Graha Indah Balikpapan

Gunung-gunung itu adalah ‘penjaga’ di muka bumi. Air-air bening mengalir darinya.  Bahkan bila ia muntah, tanahnya menjadi subur. Manusia merasakan kesejukan dan mendapatkan kehidupan di gunung. Negeri ini memiliki banyak gunung. Tapi, apakah yang menjadi ‘penjaga’ di daerah pesisir? Sedangkan negeri ini pun memiliki sebutan negeri yang kaya akan perairannya.

Share:
Read More
, , , ,

SEMANGAT KEMANDIRIAN YANG TERUS MENAJUK DARI KAMPUNG YANG BERSANDING WADUK


Elan yang tak ingin memudur.
Tak terhitung telah berapa kali saya memasuki kawasan yang asri ini, dua diantaranya dalam kesempatan khusus dan keseluruhannya terjadi pada tahun silam. Tahun ini, saya menginjakkan kaki kembali di sebuah tempat yang bernama Kampung Berseri Astra (KBA) Karang Joang bersama rekan-rekan blogger pada beberapa pekan lalu. Berada di jalan beraspal yang mulus dan rata sejauh belasan kilometer, kami pun berbelok menyusuri lekak-lekuk kampung binaan perusahaan Astra yang berdekatan dengan Waduk Manggar ini. Tidak perlu khawatir bila ingin menuju ke tempat ini, karena nama Kampung Berseri Astra terpampang jelas di gerbang masuk. Di beberapa titik pun, dapat dilihat ‘papan nama’ KBA. Saya pikir pada tahun lalu cukup saja bertandang ke tempat ini, kemungkinan tahun ini pun rasanya akan sama saja. Nyatanya, yang saya rasakan melebihi sebuah reuni.

Pagi itu rinai hujan menyambut kedatangan kami.

Sekali lagi, saya mengira akan menemukan tatapan orang-orang dari balik rumah. Kenyataannya, area KBA Karang Joang sudah berisi kemeriahan yang dimulai sejak awal pembuka hari. Orang-orang membaur, mengenyampingkan hujan. Pada tikungan, kami pun berbelok menuju sebuah sekolah dasar. Rupanya sedang ada gerakan masyarakat sehat bersama Astra, mulai dari senam, peyuluhan serta pemeriksaan kesehatan.
Beberapa ibu lansia menebar senyum ke arah saya. Segera saya menyalami mereka satu per satu.
“Ibu-ibu sudah senam?” tanya saya.
“Oh sudah dong, pagi-pagi,” jawab mereka tertawa, memamerkan semangat yang masih mengumpul.
“Mbaknya sudah senam belum?” dengan logat khas Jawa, mereka balik bertanya.
Saya menggeleng, mengiyakan seandainya ada pikiran yang menyelinap ‘wah, mbak ini kalah jauh dari kami.’ Lalu sejenak tertawa-tawa lagi bersama mereka.


DI sisi lain, saya melihat kudapan khas Indonesia berjejer rapi beralas jalinan daun pisang di atas meja panjang. Santapan seperti klepon, getuk, tiwul, olahan dari pisang dan singkong, kacang serta ubi rebus. Beberapa jenis penganan nusantara justru terlihat asing, sampai-sampai beberapa kawan bermain tebak-tebakan nama penganan tersebut. Ibu-ibu di KBA Karang Joang inilah yang menyiapkan semuanya. Mungkin, kelak bisa diadakan festival kuliner nusantara di tempat ini. Untuk mengenal kudapan nusantara sekaligus belajar mencintainya.
dok. pribadi
Hal sederhana yang bisa menjadi prospek usaha (dok. pribadi)
Sementara itu, di sela-sela hujan yang tipis, anak-anak sekolah dasar juga mendapat perhatian dari Astra sebagai bagian dari rangkaian acara sehat bersama. Dan di tengah-tengah lapangan, sebagian anak-anak bergembira dan berlarian, sengaja membiarkan rintik-rintik hujan menjadi bagian dari motif pakaian.
Hari boleh basah, tapi semangat tak boleh padam. 
Keceriaan anak-anak di Jl. Giri Rejo 1 Karang Joang KM.15 saat acara sehat bersama Astra


BERDIKARI ADALAH PANGGILAN HATI

Kampung dengan enam Rukun Tetangga sekaligus ini masih sama nyamannya dengan terakhir kali saya datang, bersih, rapi, berseri sesuai namanya. Hanya, kian menggiurkan ketika memasuki musim panen buah-buahan. Dari kejauhan terlihat rimbunnya mangga di pepohonan, jambu, rambutan, kelengkeng, belimbing yang terlalu sedap meski hanya dipandang. Semua itu tidak tumbuh begitu saja. Nyaris semua rumah memiliki area hijau. 
menanam sayuran, kesadaran pangan mandiri (dok. pribadi)

Saya masih ingat cerita, bahwa sebelum kampung ini bertambah rapi, para transmigran datang dari Pulau Jawa lalu hidup membaur bersama penduduk suku lainnya. Balikpapan memang multietnis. Selama itu pula, kehadiran para perantau memberikan kontribusi penting bagi kawasan yang berada di Jl. Giri Rejo 1, KM.15-Karang Joang, Balikpapan ini. Kebanyakan dari mereka petani. Kemudian datanglah tahun silih berganti hingga generasi awal itu melahirkan keturunan-keturunan yang menempati setiap sisi perkampungan. 

Zaman telah berubah. Namun, nyatanya dibalik semarak era digital, tempat ini terus menyimpan rasa orisinal. Tanpa tergerus arus tren kekikinian atau virus negatif modernisasi, semangat gotong royong dan kekeluargaan masih menjadi ciri khas yang dapat dinikmati di kampung ini. Dengan spirit yang mengandung kearifan lokal itulah Astra memilih kawasan ini menjadi bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mengembangkan wilayah yang kemudian disebut KBA secara berkelanjutan dengan mengintegrasikannya lewat 4 pilar : pendidikan, kewirausahaan, lingkungan dan kesehatan. Maka, hari itu saya berkesempatan menyaksikan lagi buah dari kolaborasi Astra dan masyarakat di area KBA.


Apa yang berbeda dari tahun sebelumnya?

Setidaknya saya tahu bagaimana rasa daun singkong goreng bercolek saus kacang, dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini pula, saya jadi tahu rasa belimbing madu yang menjadi andalan masyarakatnya, dan berjumpa varietas jambu air yang besar dan manis.

Segelintir warga menggelar hasil panen buah-buahan dan sayurannya di serambi rumah. Warga menyebutkan kebun belimbing madu  yang berada cukup jauh dari lokasi jual-beli, sambil meminta calon pembeli untuk mencicipi lebih dulu. Belimbing madu merupakan andalan di KBA Karang Joang dari sektor pertanian, selain buah dan sayuran lainnya. Belimbing madu merupakan salah satu varietas belimbing terbaik, dengan rasa manis, empuk, tak berserat, lebih besar, mengandung banyak air dan lebih cepat panen. Lewat program CSR, Astra juga membentuk kelompok tani yang dinamakan Kelompok Tani Mekar Berseri dan telah menyalurkan bantuan, baik berupa pemberian bibit, pupuk serta pembinaan dan pendampingan.

Seorang Ibu bernama Marsiah dengan getol menjual buahnya. Dengan teknik pemasaran persuasif sederhana dan senyum ramah, Ibu Marsiah berhasil memikat calon pembelinya.

 “Yang tadinya hasil panen biasa aja, sekarang jadi lebih banyak berkat bantuan Astra. Orang-orang luar juga jadi tahu ada belimbing madu di sini. Kadang nggak perlu dijual keluar, orang-orang datang kemari,” ungkap Ibu Marsiah menjelaskan rasa penasaran saya. Maklum saja, KBA Karang Joang berjarak cukup jauh dari perkotaan,  pun sedari awal saya tidak melihat adanya pasar terdekat, sehingga bertanya-tanya bagaimana pemasaran belimbing madu ini sebenarnya. 
dok. pribadi
Olahan salak, dari salak yang dipetik sendiri (dok. pribadi)

Selagi mengitari KBA Karang Joang, tidaklah sukar menemukan tanaman pangan di pekarangan rumah masing-masing, selain karena warganya pandai bercocok tanam, mereka pun menciptakan kesadaran pangan mandiri sejak dini. Mewujudkan wilayah yang sehat, bersih, cerdas, dan produktif adalah bagian dari program Astra yang dijalankan bersama masyarakat di area KBA.

Hadirnya program KBA di KM. 15 Karang Joang ini sebenarnya bukan tanpa penolakan. Namun, seiring waktu program KBA  terus berjalan dengan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat dan pembinaan. Astra pun mengakui masih banyak kekurangan untuk mengembangkan KBA Karang Joang, misalnya saja dalam mengoptimalkan Rumah Pintar Astra yang merupakan bagian dari program Astra Cerdas. 

Sampai saat ini Rumah Pintar Astra di KBA Karang Joang terus berusaha produktif, namun masih kurang dalam hal kepengurusan. Sehingga, beberapa kali ditemukan Rumah Pintar Astra nampak sepi dan tertutup. Padahal, selain sebagai rumah baca dan edukasi, pada bangunan yang sama juga digunakan sebagai Balai Pertemuan. Oleh karena itu, SDM yang mumpuni sangat dibutuhkan dalam hal ini.

“Kami masih mencari SDM yang tepat untuk benar-benar mampu mengelola Rumah Pintar Astra. Di sini kegiatannya sudah berjalan, dan akan bertambah. Kami memang menyasar anak muda. Selama ini ada volunteer dan juga ada anak KKN yang turut membantu,” ungkap salah satu tim koordinator CSR Astra.

Lebih lanjut disebutkan misi dari CSR Astra adalah menghantarkan kemandirian bagi wilayah yang termasuk dalam program KBA. “Selama kami masih belum melihat kemandirian yang kami harapkan dari wilayah tersebut, selama itu pula kami masih terus mendampingi wilayah itu,” ucap salah satu tim koordinator CSR Astra kembali.

Saat ini, wirausaha di KBA Karang Joang terus mencuat. Dua usaha yang digadang-gadang menjadi penjenamaan (branding) bagi KBA Karang Joang adalah belimbing madu dan majun.

MENITI KEMANDIRIAN, MENJAGA LINGKUNGAN

Majun adalah kain lap dari bahan sisa industri garmen, alias limbah yang sama sekali tidak terpakai, berupa potongan-potongan kain yang kemudian diolah untuk dimanfaatkan menjadi lap pembersih.  Kain majun yang berkualitas adalah yang memiliki daya serap yang baik, tidak berserabut, tidak berbulu. Mampu menyerap kotoran, dari yang ringan hingga yang berat, seperti oli. Karena itu para penggunanya kebanyakan adalah para mekanik dari perusahaan-perusahaan otomotif dan manufaktur.

Para penggiat kain majun dari KBA Karang Joang adalah perempuan-perempuan yang tergabung dalam Srikandi Berseri. Menurut Ibu Iin, Ketua Srikandi Berseri, pada awalnya CSR Astra telah memberikan bantuan berupa mesin dan bahan baku kain yang didatangkan dari Pulau Jawa sebanyak 2 ton, dan diberikan secara bertahap. Setelah mengalami perputaran produksi beberapa kali, usaha majun sempat terhenti.

“Waktu itu kami sempat vakum lama, karena jenis kain perca dari katun khusus yang kami butuhkan harus bersaing dengan pihak lain, paling nggak kami mesti ambil 10kg,” papar Ibu Iin, di sela-sela kesibukan dengan kain majun.
Ibu Iin, Ketua Srikandi Berseri
Saat CSR Astra menyerahkan bantuan awal, bersama-sama dengan pemerintah setempat, para perempuan dari Srikandi Berseri langsung mendapat pelatihan cara menjahit yang baik untuk menghasilkan kain lap majun berkualitas yang diharapkan.

“Waktu serah terima, langsung dicek. Waktu itu juga sama Bu Arita (red. Istri Walikota Balikpapan) memotivasi ibu-ibunya jangan khawatir nggak bisa, nanti dilatih. Pas latihan ada yang sampai mundur-mundur kursinya. Wah, seru banget,” tawa Ibu Iin, mengisahkan pengalaman usaha kain majun.

Proses jahit-menjahit sendiri dilakukan di rumah-rumah warga. Kain lap majun yang dihasilkan oleh Srikandi Berseri ada 2 jenis : putih dan berwarna. Harga jual kain lap majun putih lebih mahal dari kain lap majun berwarna. Para pembelinya bisa dari anggota sendiri, pihak yang menyelenggarakan hajatan atau ada yang ingin menjualnya kembali. Astra sendiri memiliki kebutuhan besar akan kain lap majun dari Srikandi Berseri di KBA Karang Joang. Sayangnya, kebutuhan besar tersebut masih belum selaras dengan kemampuan produksi.  Lagi, Srikandi Berseri masih memerlukan penambahan tenaga kerja. Disebutkan, pengguna kain lap majun terbanyak adalah PT. Komatsu Remanufacturing Asia, perusahaan re-manufaktur yang masih merupakan jaringan bisnis Astra. 
Ibu Endang - anggota Srikandi Berseri Astra, mengangkat dua jenis kain lap majun
“Sekarang kalau sebulan sudah bisa menghasilkan 3 ton. Kemaren, Alhamdulillah dapat suntikan dana dari Astra. Mungkin, karena kami bisa bangkit, bisa menunjukkan keaktifan dan kreatif juga. Kami juga tidak mau melupakan yang membina kami dari awal. Harapan kami ke depan, perekonomian di sini terangkat, Astra tetap mendampingi, tetap mau bersilaturahim,” ungkap Ibu Iin, menyudahi perbincangan.

Wirausaha majun memang mengayun.

Namun, tidak semua wirausaha dapat dengan mudah masuk ke KBA Karang Joang. Wilayah dengan enam RT ini berdekatan dengan waduk penyuplai air minum Kota Balikpapan.
“Di sini kalau mau dibikin wirausaha, ya nggak semua wirausaha bisa karena bisa berdampak dengan daerah bahan baku air minum, yang 90%-nya diminum sama warga Balikpapan. Pemerintah sudah meminta warga di sini menjaga lingkungan. Jadi, kami belajar berekonomi mandiri tanpa harus mencemari,” tutur Muh. Tadi, Ketua RT.26.
Muh. Tadi, Ketua RT. 26 di area KBA Karang Joang

“Alhamdulillah Astra membantu bagaimana cara yang tepat agar berwirausaha tanpa merusak lingkungan. Belimbing madu dan majun tidak merusak lingkungan.” Muh. Tadi pun menyebutkan daerah penyuplai air minum tersebut adalah Waduk Manggar KM. 14 dan 15 yang berjarak lebih kurang 2 KM dari Balai Pertemuan, dan di sana terdapat jembatan yang diberi nama Jembatan Panjang DAS Manggar.
 
Jembatan yang sering dijadikan tempat wisata dan berfoto. (dok. pribadi)

Sangat membantu para pengunjung yang ingin mengenal KBA lebih dekat. (dok. pribadi)


Jembatan Panjang DAS Manggar yang membelah dua RT, masih termasuk dalam area Kampung Berseri Astra. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimana terdapat banyak enceng gondok dan sampah lain, saya melihat genangan air itu tampak lebih bersih. Jembatan Panjang DAS Manggar sering dimanfaatkan untuk memancing dan berwisata oleh warga sekitar khususnya, dan warga Kota Balikpapan umumnya. 


MENJADI KAMPUNG KEBANGGAAN KOTA BALIKPAPAN

 “Data pertumbuhan UMKM di Balikpapan (per kelurahan dan kecamatan) cukup fantastis, sekitar 20.421 atau kurang. Dan 10 % diantaranya telah mengurus perizinan.” Doortje Marpaung, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Balikpapan.*

Geliat UKM di Kota Balikpapan menjadi gerak bagi pemerintah untuk mengajak serta perusahaan  bersinergi meningkatkan perekonomian mandiri di Kota Balikpapan. Astra membaca hal ini, lewat program CSR-nya, yang membina dan memberdayakan masyarakat untuk menciptakan wilayah yang sehat, bersih, cerdas, dan produktif. Pada dasarnya, wilayah ini telah memiliki potensi SDM yang baik, ditunjang dengan lokasi yang strategis. Bersisian dengan kawasan penyuplai air minum bukanlah penghalang untuk menciptakan jenis wirausaha, melainkan tantangan untuk menciptakan peluang yang akan menjadikan KBA Karang Joang sebagai kampung percontohan mandiri yang asri bagi kampung lainnya.

Walau sekarang kemandirian tersebut masih terus melangkah. Besar harapan, kelak KBA Karang Joang menjadi kebanggaan Balikpapan.

Pihak CSR Astra untuk KBA Karang Joang mengatakan, “kalau kemandirian di KBA Karang Joang ini terwujud, maka selanjutnya akan bisa ditambah Kampung Berseri Astra lagi di wilayah Balikpapan yang lain.”
***
_________________________
* kutipan merupakan hasil reportase penulis
**tulisan ini diikutkan dalam Anugerah Pewarta Astra


Salam.



Share:
Read More
, , , ,

Menghidupkan Tempat Kenangan Bersama Huawei Nova 3i

Huawei Nova 3i


Saya berguling-guling di tanah, bukan karena suatu perlombaan, bukan karena saya anak kecil yang baru berjumpa pasir. Sebuah bola baru saja bergulir cepat menghantam dada. Menubruk tanpa saya sadari, atau siapa pun bisa menangkisnya. Anak-anak yang sedari tadi bermain bersama saya, melepas atribut mereka dan seketika berkerumun. Mereka memamerkan wajah-wajah pucat dan kemarahan. Lapisan-lapisan wajah itu juga tampak sama-sama berisi ketakutan seperti ketakutan yang sedang saya hadapi. Sebagian lagi meneriakkan nama saya. Sebagian berusaha mencari pertolongan. Tapi, saya tidak bisa menjawab mereka, sesuatu tercekat di leher. Tidak ada yang bisa keluar, tidak udara, tidak pula kata-kata. Cuma rasa sakit. Saya tahu saya belum mati, tapi saya tidak tahu berapa lama saya akan kesulitan bernapas.
*
Share:
Read More
,

PERNAHKAH MEMBUKA BUAH INI DENGAN MENJEPITNYA DI PINTU?


Buah Kecapi

Pada masanya.
Seorang Ibu duduk membuka dagangannya, mengamparkan sebuah baki enamel berwarna putih bercorak bunga. Di atas bakinya terhampar buah keras berwarna kuning. Anak-anak SD mengitarinya sambil mengeluarkan tebakan : 


“ Buah, buah apa yang namanya sama kayak alat musik?” 

Sebagian anak-anak menjawab, sebagian lagi, melempar candaan.

Di sisi baki itu, tersedia wadah lain berisi garam bercampur potongan cabai.Meski setiap hari berjualan buah itu, tapi setiap tahunnya, buah itu selalu berkenan muncul.
Saya tidak tahu, apakah memori saya dan kalian akan sama.
Tapi, ini memang kenangan saya sewaktu kecil.

Buah ini bernama KECAPI.

Saya percaya masih banyak yang tahu buah ini, meski beberapa anak kecil (yang saya tanyai) sempat kebingungan dan bertanya-tanya, buah apa ini namanya? Emang bisa dimakan?
Waktu kecil saya penggemar kecapi. (Ya ya ya, sampai sekarang juga) Setiap kali ada yang menjual kecapi, saya pasti membelinya. Pasti.Jujur, mungkin karena buah ini tergolong buah murah(an). 

Apalah menyebutnya : tidak ada gizinya? Tidak nutrisinya? tidak ada dagingnya?
Mungkin karena itu, buah kecapi sekarang jarang terlihat, jarang ada yang menjualnya. Jangan harap 5 tahun sekali bisa melihat buah ini,1 tahun sekali saja belum tentu.

Buah Kecapi
Satu pohon milik teman yang berdekatan dengan rumah saya saat masih kecil, sudah ditebang. Sedangkan buah kecapi yang baru-baru ini saya temukan, saya beli ketika berjalan-jalan ke sebuah perkampungan, tepat di sebuah warung. Di belakang warung tersebut, masih nampak pohon kecapi. Pohonnya besar, dengan penampakan bulatan-bulatan kuning menyebar. Ramai sekali kecapinya. Si pemilik warung berpikir, daripada berjatuhan, lebih baik dia coba menjual. Dan tepat itulah, saya lewat di depan warungnya. Pohon kecapi memang besar, dan si pemilik warung memang punya lahan yang luas.


saya beli di suatu warung yang di belakangnya terdapat pohon kecapi
Harganya kecapi itu hanya Rp 5.000 per bungkus (1 bungkus lebih dari 1kg). Saya katakan, saya mau yang masih nampak batangnya. Dan pemilik warung mengiyakan saja... karena selain buah kecapi jarang ada yang menjual, sebenarnya buah kecapi juga jarang ada yang suka. Karena itu, ketika saya minta kecapi yang masih banyak daun dan batangnya (karena yang sudah dibungkus tidak ada batangnya) si pemilik warung rela mengambil kecapi-kecapi yang masih berserakan. Bahkan ia lebihkan. Saya memborong sampai 10K. 

Sebenarnya kecapi-kecapi ini hanya akan saya makan sendirian. Suami manalah dia suka, Cmumut apalagi. 

Satu kenangan tentang buah kecapi ini adalah teknik membukanya. Dulu, kala masih SD, kami membuka kecapi dengan cara menjepitnya di pintu. Lalu kreek!! biji manis putih buah kecapi yang mengandung asem itu terlihat. Tapi itu cara praktisnya.

Cara kalemnya, ya dengan dikupas.
Buah Kecapi
menurut saya, ukuran buah kecapi yang saya beli ini tidak begitu besar
Buah Kecapi
cara praktis membuka buah kecapi : jepit di pintu
Buah Kecapi
kroakk! pecah sudah, tinggal dimakan saja. Eh diemut-emut.

Cara makan buah kecapi ini sederhana sekali, karena dagingnya sedikit, dan sebagian rasa manisnya justru menempel pada biji, maka makannya cukup diemut-emut saja. Kalau suka bisa dicocol garam plus cabai. 

Mungkin.. yah hanya mungkin, karena itu tidak banyak yang suka buah kecapi. 

Buah kecapi juga punya getah, jangan harap setelah dibuka bisa terlihat putih seterusnya. Jika sudah dibuka, perlahan buah kecapi akan berubah menjadi kecokelatan.
 
Buah Kecapi
penampakan di dalam buah kecapi

Buah Kecapi

Buah Kecapi
biasanya 1 buah kecapi mengandung 4-5 biji kecapi
Dari beberapa artikel disebutkan, bahwa buah kecapi berkasiat untuk mengatasi kram perut, melancarkan pencernaan, mengandung anti oksidan, anti kanker, dan bisa untuk mengurangi kolesterol. Entah penelitian ilmiahnya bagaimana, saya tidak memahaminya. 

Karena terbiasa hanya memakan saja, saya juga tidak tahu apakah orang-orang punya cerita lain tentang buah kecapi ini? Mungkinkan bisa dijadikan sebagai campuran masakan? Atau dibuat minuman? Atau dibuat kreativitas lain? Entahlah, saya kurang tahu.


Mungkin kalian yang membaca punya cerita yang berbeda dari saya. Boleh banget berbagi di sini :)



Salam,
Lidha Maul
Share:
Read More