, ,

Tidak Banyak Pria Tahu, Ini Dia Kesalahan Deodoran Pria yang Harus Dihentikan


Dear Bapak-Bapak,
Kita paham hidup ini berat, lebih berat dari rindu. Pergi pagi pulang lebih dari petang demi keluarga. Kalau pun tidak keluar rumah, mungkin cari duitnya di depan laptop. Duduk seharian sampai lupa bangkit buat mandi. Aroma asem-asem pun ditoleransi sama istri. Kadang-kadang nyadar mau mandi, tapi deadline harga mati. Mandi pun ntar nanti - ntar nanti. Yang penting aroma badan nggak seperti sapi. Cukup tarik deodoran buat ngolesin kanan dan kiri.
---
Nah, ngobrolin deodoran khusus pria nih, berdasarkan survei yang saya buat sendiri di lingkungan pertetanggaan dan emak-emak tempat curhat, kasus lupa ngurus diri itu bukan cuma diderita emak-emak kok, para suami pun begitu. Meski nggak sampai lupa mandi juga sih, tapi durasi mengurus kegantengan diri ini bisa berkurang setelah menikah. Kadang main tarik deodoran atau antiperspirant agar cukup mewakili keantengan diri.
Sayangnya, beberapa informasi menyebutkan deodoran dan antiperspiran itu berbeda. Maksudnya ?

Perbedaan Antiperspiran dan Deodoran


ANTIPERSPIRAN bersifat mengurangi keringat. Menurut Fayne Frey, dokter kulit dan pendiri FryFace, sebagian besar antiperspiran mengandung garam aluminium, kadang-kadang dicampur dengan garam zirkonium, yang terikat dengan protein di saluran kelenjar keringat, menciptakan sumbatan saluran keringat alias menekan produksi keringat.
Sementra DEODORAN bersifat mengurangi bau. Deodoran, di sisi lain, adalah produk oles yang dapat menetralkan bau. Bahan-bahan yang dipakai seringkali merupakan bahan yang dapat membunuh sebagian bakteri yang berkontribusi pada pengembangan bau tubuh. Tapi, bisa juga sifat deodoran ini hanya menutupi bau. "Deodoran bersifat tidak mengurangi jumlah keringat yang dikeluarkan dan tidak akan membuat ketiak kering," Dokter kulit lain, yakni Tsippora Shainhouse, MD, FAAD, dokter kulit bersertifikat di Los Angeles dan instruktur klinis di University of Southern California, menegaskan hal yang sama.

Beberapa Kesalahan Pemakaian Deodoran  Pria :

Walaupun deodoran dan antiperspiran berbeda, tapi umumnya akan kita temukan deodoran yang sudah  mengandung antiperspiran. Seringkali para suami terburu-buru untuk beraktivitas kembali, sampai mengabaikan hal penting yang tidak boleh dilakukan.
So, berikut adalah beberapa kesalahan pemaikaian deodoran yang baiknya dihindarkan :

1. Menerapkan pada kulit basah


Deodoran pria yang sudah mengandung antiperspirant bekerja sangat baik bila diterapkan pada kulit kering. Jadi, jika kaum pria baru saja keluar dari kamar mandi atau sudah berkeringat, deodoran ini nggak akan efektif.

2. Menerapkannya tepat setelah bercukur


Hmmm.
Maksudnya berhati-hatilah ketika menggesek deodoran atau antiperspiran segera setelah bercukur, terutama ketika menggunakan produk dengan kandungan alkohol yang lebih tinggi, yang dapat menyebabkan iritasi. Karena lagi-lagi ini menurut pakar Alisha Plotner, MD, dokter kulit di The Ohio State University Wexner Medical Center.

3. Menerapkan di Waktu yang Tidak Tepat


Ada satu waktu yang tepat sebenarnya ketika kaum pria ingin menggunakan deodoran. Yakni mengoleskannya di malam hari, sebelum tidur.
Kok bisa?
Karena deodoran dan antiperspiran paling efektif pada kulit ketika saluran keringat kurang aktif dan ada kelembaban minimal, seperti di malam hari dan saat di mana akan tidur. "Karena deodoran harus selalu diterapkan pada kulit yang bersih dan kering, sebaiknya mandi di malam hari, tepuk-tepuk kulit Anda dengan handuk, dan kemudian oleskan deodoran," jelas Joel Schlessinger, MD, dokter kulit bersertifikat dan kontributor RealSelf. "Jika Anda kehilangan aroma segar deodoran, tidak apa-apa untuk menggunakannya lagi di pagi hari. Namun, ini lebih untuk tingkat kenyamanan Anda sendiri daripada yang lainnya.

4. Tidak menerapkannya setiap hari


Yang ini sebenarnya bergantung pada jenis san kondisi tubuh pria, dan jenis deodoran pria atau pun antiperspiran apa yang digunakan. Lagi-lagi dokter kulit Dove, Alicia Barba, MD. Aplikasi harian mungkin tidak selamanya penting. Ini harus disesuaikan. Jika ragu, bisa baca labelnya, atau cukup bersihkan dan aplikasikan kembali.

5. Lupa Melembabkan


Walau pun penggunaan deodoran dan antiperspiran sudah tepat, atau sesuai label. Seringkali urusan perketiakan para pria ini selalu diserahkan pada deodoran dan antiperspiran. Ada hal yang perlu diingat, yakni sesekali gunakan pelembab untuk daerah ketiak. Dari para dokter kulit di luar negeri, menyarankan ketiak pun perlu olesan minyak untuk kulit seperti zaitun dan minyak kelapa (khusus kulit) agar lembab. Atau gunakan deodoran yang mengandung pelembab.

6. Menggunakan produk yang salah

Penting untuk mempertimbangkan jenis kulit Anda serta masalah atau kepekaan kulit saat memilih deodoran pria. Formula kandungan alkohol yang lebih tinggi, seperti semprotan dan gel, dapat menyebabkan iritasi pada jenis kulit sensitif atau seperti formula yang sangat beraroma.
"Anda harus merawat kulit di bawah lengan Anda seperti halnya Anda melakukan kulit di wajah Anda," kata Dr. Barba.
Pilihan produk Nivea Men bisa menjadi solusi masalah ketiak Anda. Karena Nivea Men tidak hanya akan memberi 48 jam perlindungan bau dan basah, tetapi juga diformulasikan dengan pelembab untuk kulit yang lebih lembut dan lebih halus.
Demikian informasi yang mungkin berguna untuk para bapak-bapak di tengah sibuknya rutinitas.

Bye.


Share:
Read More
, , , ,

MENGATASI BADAN PEGAL-PEGAL DENGAN KOYO HANSAPLAST AGAR PERJALANAN TETAP LANCAR


Lagi-lagi kami harus terbang ke Surabaya bulan ini. Kalau biasanya pergi ke Surabaya sekadar lewat untuk lanjut ke Malang, kali ini cukup spesial karena kami bisa stay beberapa hari di Surabaya. Sudah kami prediksi akan tiba di Surabaya pada siang menjelang sore. Sehingga sorenya masih bisa menikmati suasana kota sesaat.
Ndilalah, penerbangan kami dibatalkan dan harus mau ikut rute Balikpapan - Jogja. Ya sudahlah, tidak ada pilihan lain. Sampai di Jogja, ternyata kami tidak dapat terbang ke Surabaya dan diharapkan bersedia naik bus dari Jogja - Surabaya. Untuk yang belum tahu, perjalanan ini memakan waktu lebih kurang 5 jam. Plus-plusnya, mampir sana-sini buat makan dan sholat, sehingga jadilah kami tiba di Surabaya pukul 10 malam.
Capek ?
Pastinya. Ekspektasinya mau gini-gitu setelah tiba, realisasinya badan pegal-pegal sebelum niat macam-macam lagi.
Saya ingin sedikit membahas tentang pegal ini.
Sebenarnya badan pegal-pegal ini keluhan yang hampir setiap orang rasakan berupa nyeri atau tidak nyaman di bagian tubuh tertentu sebagai tanda kelelahan. Saya tidak tahu pasti pada bagian mana Anda biasa mengalami pegal-pegal. Secara umum, biasanya timbul di area punggung, lengan, lutut, atau bisa juga  bagian tubuh lainnya. Kalau Anda dalam kondisi seperti saya yang membutuhkan solusi segera, maka yang bisa Anda lakukan adalah menggunakan Koyo Hansaplast.
Pegal menurut kedokteran adalah kekakuan pada bagian tubuh atau sakit sendi.
Ada beberapa penyebab badan kita bisa merasa pegal-pegal :

Penyebab Badan Pegal

Telalu Banyak Aktivitas 

Seringkali, kita melakukan banyak aktivitas dalam waktu yang bersamaan. Ini menyebabkan sendi tidak bergerak sehingga muncul rasa pegal yang sering dikeluhkan karena otot bekerja terlalu keras.

Beban Berat Atau Terlalu Banyak

Menggendong anak sambil membawa barang, punggung pun harus ditimpa tas besar. Nah, beban berat begini dapat menyebabkan tubuh menjadi pegal-pegal. Otot yang awalnya lentur berubah menjadi kaku secara tiba-tiba. Pegal ketika mengangkat beban berat seperti ini bisa saya tangani dengan Koyo Hansaplast

Aktivitas yang Sama atau Berulang

Ketika saya duduk terlalu lama di bus, sebenarnya juga bisa membuat badan pegal  lho. Karena duduk yang lama, atau berdiri seharian bisa mengakibatkan otot menjadi tegang, sehingga tubuh jadi nggak nyaman. Ada baiknya, untuk tidak lupa melakukan peregangan setiap satu atau dua jam di sela-sela aktivitas tersebut selama 3-5 menit atau memakai Koyo Hansaplast agar badan menjadi lentur kembali. Nih, untuk kaum rebahan juga mesti hati-hati lho.

Olahraga Berlebihan 

Kita memang mesti rutin berolahraga agar tubuh tetap bugar. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, olahraga bisa menyebabkan pegal dan nyeri otot. Ini karena sendi, tulang, dan otot bekerja lebih keras secara terpaksa sehingga bagian-bagian tersebut menjadi tegang atau kaku. Pemakaian Koyo Hansaplast dapat mengurangi pegal dan nyeri otot akibat olahraga berlebihan.

Benturan Atau Kecelakaan Ringan

Kecelakaan ringan semisal cedera karena benturan adalah kondisi di mana otot atau sendi bertumbukan dengan benda tertentu. Cedera bisa terjadi kapan saja, ketika berolahraga atau lagi asyik-asyiknya jalan sama si dia lalu terjatuh. Ketika mengalami cedera, biasanya tubuh yang terbentur akan merasakan keluhan sakit. Cedera ketika berolahraga akan semakin parah jika kita tidak melakukan peregangan atau pemanasan sebelumnya.

Kurang Tidur

Nah, karena tubuh kita membutuhkan istirahat atau tidur setidaknya 6-8 jam setiap harinya agar jaringan, sel, dan otak dapat berjalan normal dan tubuh terasa sehat. Sebaliknya bila kita kurang tidur, badan juga bisa pegal-pegal lho. Tanpa istirahat yang cukup, tubuh tidak memiliki waktu untuk beristirahat serta tidak dapat me-recharge energi yang telah berkurang. Oleh karena itu, tubuh menjadi tidak nyaman dan terasa sakit. Kondisi ini bisa ditangani dengan menggunakan Koyo Hansaplast, agar tubuh saya normal dan nyaman kembali

Stres

Baik stres atau pun unhappiness membuat tubuh kita  tidak memberikan respon yang tepat ketika menghadapi inflamasi. Oleh karena itu, kalau lagi beraktivitas, dan bepergian seperti saya cobalah untuk bahagia dan tidak stress agar tubuh tidak gagal menangkis infeksi sehingga otot badan dapat baik-baik saja.

Itu tadi beberapa penyebab badan pegal-pegal. Di balik semua penyebab pegal-pegal ini, tenang saja, selalu ada jalan keluarnya kok, baik secara alami atau pun medis.

1. Cukupi Waktu Tidur
Hal pertama yang harus dilakukan ketika  badan pegal adalah cek kecukupan waktu tidur. Dengan mencukupi kebutuhan tidur, badan yang terasa ringsek tadi dapat berangsur pulih. Dengan waktu tidur yang seimbang, kondisi tubuh menjadi normal kembali dan lebih sehat.

2. Minuman Alami

Minuman alami baik herbal, jus, atau tradisional seperti wedang jahe dapat membantu mengatasi pegal-pegal. Minuman jus pun dapat mengatasi linunya badan. Karena bisa saja tubuh sedang membutuhkan kandungan vitamin dan mineral yang ada di dalam jus sehingga kondisi tubuh akan cepat kembali bugar. 

3. Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri

Jika tubuh kita memang benar-benar berat luar biasa, konsumsi obat dapat dilakukan.  Tapi, mesti diingat juga ya, sudah dikondisikan dengan anjuran dokter. Biasanya, badan pegal-pegal yang membutuhkan obat pereda nyeri seperti ini sudah beranjak menuju sakit.

4. Menggunakan Koyo 
Koyo adalah cara praktis untuk mengurangi pegal-pegal yang dirasakan. Koyo mudah untuk digunakan untuk segala kondisi.
Koyo yang biasa saya pakai ketika kelelahan dan badan pegal-pegal adalah Koyo Hansaplast.
Koyo Hansaplast merupakan salah koyo modern yang memiliki rasa hangat yang dua kali tahan lama dan lebih cepat. Koyo Hansaplast memiliki teknologi kemasan yang terbaru yaitu Head Lock yang dapat membantu koyo terjaga kualitasnya.

Aroma koyo ini mampu merelaksasikan tubuh. Saya paling suka koyo yang memiliki warna sesuai dengan kulit. Yang terpenting, Koyo ini tidak meninggalkan bekas setelah pemakaian. Nggak lucu kan, kalau ada bekas koyo di area tubuh yang terlihat sementara kita harus bertemu dengan orang-orang. Dengan menggunakan Koyo Hansaplast, keluhan yang dirasakan dapat berkurang.

Nah, itu tadi kiat mengatasi pegal yang bisa dilakukan. Setelah pegal-pegal selama perjalanan dapat teratasi, saya pun siap melanjutkan aktivitas kembali. Bagaimana pun tubuh kita adalah aset, biarpun semisal pegalnya hanya secuil di bahu, konsentrasi kita untuk beraktivitas dapat terganggu. Alhamdulillah kalau kita bisa mengatasi dengan segera ya kan. Semoga tetap sehat semua.
Wuzzzz. Berangkat lagi dari Surabaya ke Malang



Salam

Share:
Read More
, , , , , , ,

Memupuk Asa Blogger Balikpapan di Hari Blogger Nasional 2019


Isi kepala saya sudah menari-nari sejak awal Oktober 2019 lalu. Banyak yang ingin ditumpahkan dan dituangkan dalam bentuk tulisan. Saya ingin menulis banyak hal, tentang peristiwa yang terjadi, tentang sudut pandang dan beberapa ulasan ingin saya buat. Menulis sesantai-santainya sebagai pelepas beban membuat saya ternyata bisa mengunyah kerasnya hidup secara lebih aman dan nyaman kembali.

Bila dirunut lagi sejak blog bulirjeruk.com ini saya bangun, maka tahun ini adalah pencapaian yang berbeda. Sepertinya cukup banyak kegiatan saya ikuti tahun ini, baik event blog maupun event yang menunjang keahlian pribadi. Ini satu hal yang harus saya syukuri. Mengikuti kegiatan sebenarnya baik juga untuk perkembangan mental. 

Ujung dari banyaknya event yang saya ikuti adalah jumlah blogpost saya lebih banyak memuat tentang event. Karena itulah disela-sela tulisan ‘tugas’, inginnya saya sempat membuat tulisan pribadi yang tidak terikat dengan tenggat waktu. Seperti Oktober ini yang bertepatan dengan Hari Blogger Nasional 2019, saya ingin membuat daftar bloger-bloger favorit versi saya (yang ada kamu-kamu-kamu di dalamnya gitu :D) 

Tapi, ternyata gagal eksekusi. Sibuk pula menulis yang lain. 

Tahunya, komunitas bloger kota saya mengabarkan akan mengadakan gathering tepat di Hari Blogger Nasional, yakni 27 Oktober 2019. Senanglah rasa hati, mengingat tahun lalu kami tidak berkumpul bersama di Hari Blogger Nasional. Kejutan lainnya, kami bukan hanya berkumpul, tapi diberikan akses untuk menjejaki salah satu rooftop Balikpapan, yakni rooftop terrace di Platinum Hotel & Convention Hall, dan diajak untuk mengelilingi hotel serta masih ada kejutan dengan hadirnya tamu istimewa lainnya. Terbayang, spesial sekali Hari Blogger Nasional 2019 ini. 
be happy

MENGENAL BLOG 

Bagi saya yang mengenal blog sejak 2009, merasakan adanya perkembangan makna bloger. Kini, makna bloger bisa mengacu pada jenis pekerjaan baru di era digital. Banyak yang memulainya dari hobi kemudian berubah menjadi profesi. Kalau ada yang mengaku sebagai bloger, artinya dia tidak hanya sekadar punya blog, tapi pembuat konten (rutin) di blognya, telah mendapatkan manfaat, atau minimal pernah menjalin kerja sama berkat blog yang dia bangun. Tambahan lain, seorang bloger juga tidak gagap-gagap amat bila ditanya tentang istilah blogging. Sementara saya, ilmu blogging pun masih di level cetek. 

Saya ngeblog pun masih dengan harapan yang sama : ingin mengasah kemampuan diri, khususnya menulis. Kadang-kadang kita butuh menantang diri sendiri, untuk tahu seberapa besar kemampuan yang kita miliki. 

B!BLOGGER COMMUNITY, KOMUNITASNYA BLOGGER BALIKPAPAN 

Boleh saja bila ada yang bilang: Komunitas Blogger Balikpapan ini kurang gaungnya. Beberapa kali ahensi yang ingin mengadakan event yang mengajak bloger di Balikpapan turut serta, umumnya selalu bercerita sempat khawatir kalau blogernya tidak ada. Baru-baru saja ketika ada event yang membutuhkan banyak bloger pun, susah sekali mengumpulkannya. Sisi baiknya, ini bisa menjadi sesuatu yang menarik bagi komunitas untuk menggarapnya dengan sering mengadakan pertemuan, membuka kelas bloger, sharing online-offline, dan lainnya. 

Nah, ini beneran sisi baiknya, kami pun jadi senang bisa berkumpul di Platinum Hotel rooftop Balikpapan. Sebelumnya kami berkumpul di kamar Platinum Suite, tipe kamar paling ‘wow’ di Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan. Tidak semua hotel punya tipe suite ya kan. Kami datang ke hotel pada siang pukul 14.00 WITA dan lewat. Tidak ada hal seremonial berlaku, semuanya digagas santai. Lalu, oleh Mbak Resyika selaku Assistant Director of Sales Platinum Balikpapan, kami diajak memasuki kamar Platinum Suite no. 1128. Lega banget kamarnya, dan di dalamnya ada ruang-ruang tersendiri.
Resyika, Assistant Director of Sales Platinum Balikpapan
Teman-teman perempuan pun berkumpul dengan sesamanya. Bisa kumpul dengan sesama perempuan itu senang banget rasanya (sambil foto-foto, ngegosip. Eaa. Udah kayak ngelepas dahaga aja). Selanjutnya, setelah sholat ashar, para bloger dibuat menjadi dua tim : tim perempuan dan tim laki-laki, untuk berkeliling di Hotel Platinum Balikpapan. 

Tim perempuan ini terdiri dari : Saya, Kak Rosanna Simanjuntak, Yuli Jannaini, Olivia, Hairi Yanti, Rani Si Kucing (eh), Annisa Tang, Aisyah Dian, Fitri Gita, Tias, dan mbak Yosica beserta putrinya.

BACA : TUR HOTEL DARI KAMAR PRESIDEN MENUJU ROOFTOP BALIKPAPAN

Kami masih di lantai lobby ketika tur hotel hampir berakhir. Masih ada satu area lagi yang akan kami datangi, yakni rooftop Platinum Balikpapan.

Saat itulah, Bu Arita Rizal Effendi tampak dari arah pintu utama.

Bu Arita Rizal Effendi adalah satu dari tamu istimewa kami. Beliau adalah istri Wali Kota Balikpapan sekaligus Ketua Dekranasda Balikpapan. Dua tamu lagi yakni Kepala DILO Balikpapan, Bpk Istia Budi dan Ketua Diskominfo Balikpapan, Sutadi Sunyoto.

Bersama-sama kami menggunakan lift ke lt. 10 plus menggunakan tangga menuju lt. 11 di area Platinum rooftop  Balikpapan.

Kak Rosanna Simanjuntak pun bersiap memandu acara. 
rooftop terrace


Blogger Balikpapan dan Persiapan IKN

Sejak Presiden Jokowi menetapkan Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara, tepatnya di dua kabupaten yakni Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Mau tidak mau, Balikpapan yang memiliki gelar kota Beriman atau Madinatul Iman dan rutin meraih Adipura ini adalah tetangga calon IKN sekaligus pintu gerbang IKN harus bersiap diri.

Ini yang disampaikan dalam sharing session di rooftop Platinum Balikpapan pada 27 Oktober 2019 lalu. Sebagai kota yang memahami bahwa ketergantungan SDA bukanlah hal yang tepat, maka kota ini senantiasa menciptakan SDM yang unggul. Bu Arita Rizal Effendi memberikan beberapa contoh negara yang tidak terkenal dengan SDAnya namun unggul di SDMnya.
Lagi, Bu Arita menuturkan Balikpapan mendapatkan penghargaan Kota Terbaik kategori Ekonomi Kreatif dalam ajang SINDO Government Awards 2017, dengan salah satu subsektor andalannya yakni sektor aplikasi dan games.

Artinya, kota ini sebenarnya berisi SDM-SDM yang dapat diunggulkan. Pada tahun 2015, kota ini pun memberikan kejutan dengan dinobatkan sebagai Kota Paling Dicintai di Dunia oleh WWF.

Ketua B!Blogger Community, Pak Bambang Herlandi juga menyadari dan mengkaitkan hal ini dengan bloger. Perkembangan blog membuktikan bahwa blog masih terus dan dapat menjadi media sounding. Komunitas B!Blogger atau Balikpapan Blogger kiranya diharapkan dapat tampil terdepan untuk mengenalkan, memajukan kota tercinta khususnya, calon IKN dan KalTim ke depannya.
foto bersama Bu Arita Rizal Effendi (tengah)
Acara bersama para tamu istimewa ini kemudian ditutup dengan ramah ramah, diskusi, tanya jawab dan diakhiri sholat magrib berjamaa'ah.

Setelah itu, sembari makan malam, kami pun mendengarkan pengumuman doorprize

Malam kian menggelap, gemerlap kota ini muncul dari balik gedung-gedung dan tempat perisitirahatan. Anak-anak manusia berhamburan di kota multietnis ini. Beragam suku muncul di kota ini dari beragam pulau. Sebuah perkataan masuk ke pikiran saya, "jangan sampai hanya menjadi penonton di negeri sendiri." Begitu kiranya sebuah harapan untuk para bloger Balikpapan.
Hari Blogger Nasional 2019

***

Salam,
Lidha Maul
Share:
Read More
, , , ,

Tur Hotel Platinum yang Berujung Kebersamaan di Rooftop Balikpapan


Lelaki dengan separuh kekosongan rambut di kepala bagian depan dan menyisakan kepangan panjang menjuntai di belakang, tersenyum di depan sebuah tulisan besar CANTON sembari mengajak kami, bloger perempuan Balikpapan untuk mendekat. Sekali ia kibaskan kepangan rambutnya ke belakang dan para bloger pun menyusun diri di sisinya. Formasi ini tidak menunjukkan kami akan beradu kungfu dengan siapa pun, meski lelaki paruh baya yang saya maksud serupa Wong Fei Hung.

Para emak yang menyusun diri hanya berniat mengambil foto bersama seorang chef bermodel rambut dengan sebutan taucang atau bianzi di masa keemasan dinasti Tiongkok, dan tulisan CANTON yang saya maksud sebenarnya adalah Canton Restaurant di Hotel Platinum & Convention Hall Balikpapan.

Klik. Lalu, chef ini menarik rambut panjangnya ke depan. “Nah, begini,” katanya setelah yakin rambut panjangnya akan dipotret. Sebagian dari kami tertawa dan kemudian suara ‘klik’ samar terdengar lagi. Adegan ini terjadi tepat pada 27 Oktober 2019. Dua belas tahun sudah M. Nuh, Menteri Pendidikan (saat itu) menetapkan tanggal 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional. Sebenarnya saya lebih suka menggunakan kata ‘blogger’ yang terasa lebih internasional dan mudah di pencarian google. Tapi, karena saya cukup malas memiringkan kata-kata asing :D jadi saya membiasakan diri menggunakan kata ‘bloger’, serapan kata ‘blogger’ dan telah resmi mengisi KBBI. 

Tahun 2019 ini cukup unik bagi perkembangan blogger Balikpapan yang tergabung dalam B!Blogger Community. Komunitas yang sesaat lagi menuju satu dasawarsa ini sempat vakum dalam kurun waktu lama dan tersendat-sendat menyatukan anggotanya kembali. Tapi, pada tahun ini, cukup banyak momen yang mengaktifkan dan menyatukan kami. Salah satu momen spesial itu jatuh pada hari Minggu bulan Oktober ini. Kami, bloger Balikpapan berkumpul di Hotel Platinum untuk bersilaturahmi dan diajak mengelilingi hotel berbintang empat yang cukup anyar hadir di Kota Beriman. Tidak hanya itu, kami juga kedatangan tamu spesial dari Kepala Diskominfo Kota Balikpapan: Pak Sutadi, Kepala DILO Balikpapan : Pak Istia Budi dan satu tamu istimewa lagi Bu Arita Rizal Effendi yang tidak lain adalah istri Wali Kota Balikpapan sekaligus Ketua Dekranasda Balikpapan. 

Eit, tapi saya mau menuliskan terpisah tentang B!Blogger ini, sharing session, gosip-gosip tipisnya dan jumpa-jumpa manis bareng mereka. Karena di blogpost ini, saya mau tur hotel Platinum Balikpapan lebih dahulu, hotel yang pernah menjadi tempat menginap Presiden Jokowi.

BACA : HARAPAN BLOGGER BALIKPAPAN

Nah, Presiden saja mampir di sini, kamu kapan mampir ke rumah orang tuanya ? 
(duh, nggak nyambung)

Menurut kalian kira-kira kamar yang menjadi pilihan Pak Jokowi seperti apa ya?

Selayang Pandang dan Lobby yang Luas Memandang

Sebenarnya sudah beberapa kali saya mampir ke Hotel Platinum Balikpapan ini. Banyak event yang diadakan di Platinum, membuat saya berkali-kali ke hotel ini. Cmumut sampai hapal bahwa ini "hotelnya". Tapi, saya belum pernah menginap sekalipun di hotel ini. Belum kesampaian.
...

Platinum Hotel & Convention Hall ini terletak di Jl. Soekarno Hatta No. 28 KM. 5 Balikpapan Utara, arah menuju Kota Samarinda, bila ditelusuri dari pusat Kota Balikpapan. Hotel berbintang 4 ini memiliki 200 kamar serta suite, menyediakan fasilitas kolam renang, spa, sauna, jacuzzi, pusat kebugaran dan favorit Cmumut tidak lain dan tidak bukan yakni adanya kids corner. Berbagai pilihan kamar untuk menginap, ruang untuk meeting dan event, serta adanya restoran gastronomi maupun rooftop ada di Hotel Platinum Balikpapan.

Ketika memasuki hotel dari pintu utama, di sisi kiri saya sudah bisa melihat kesibukan staf di balik meja resepsionis. Sementara di sisi kanan, terdapat kids corner yang selalu menjadi tujuan si kecil. Tepat di samping kids corner ada tangga belok arah model L menuju ke atas.
Platinum Hotel& Convention Hall
area lobby - Platinum Hotel& Convention Hall
Platinum Hotel& Convention Hall  Balikpapan
kids corner - berhadapan dengan lobby - Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan
Saya meneruskan langkah menuju lounge, pilihan bersantai sementara sambil menunggu acara dimulai. Dari pintu utama saja, saya dapat melihat banyak hal yang ditawarkan Platinum. Ada Canton Restaurant, Barium Bar & Lounge, Gourmet Pastry, Arcade Shop, serta lift.

Berkat manajemen, strategi, dan pelayanannya, pada tahun 2016 lalu, Hotel Platinum Balikpapan meraih penghargaan 'The Best Award dari Survey Record'. Meski pada tahun itu, usia Platinum Balikpapan  ibarat bayi mungil.
santai di banyak pilihan sofa
Tidak lama kemudian, Mbak Resyika selaku Assistant Director of Sales Platinum Balikpapan, datang memandu kami untuk bersama-sama menuju lantai 11.

Man-teman, lantai 11 ini bukan lantai sembarangan, di lantai inilah disediakan dua kamar Platinum Suite, tipe paling mewah yang salah satunya akan kami pakai untuk bersantai. Tidak semua hotel memiliki tipe kamar suite lho.

Nah, seperti apakah tipe ini?


Dua Platinum Suite
Seperti saya bilang, kami dipandu untuk menuju lantai 11 di mana tipe Platinum Suite tersedia, dan hanya ada dua kamar yakni no. 1128 dan 1129.

Jadi, di sinilah kami, di Platinum Suite 1128. Tipe Platinum Suite atau penthouse-nya Platinum ini disebut juga tipe president suite yang sebenarnya pernah disediakan untuk Presiden Jokowi ketika berkunjung ke Balikpapan. Tapi, oh tetapi, ternyata Pak Jokowi malah memilih kamar yang lain.

Kalau Anda bertanya-tanya seperti saya, teruskan dulu membacanya ya.

Platinum Suite 1128

Begitu saya melewati pintu 1128, terpampang nyata luas ruangan ini. Di sisi kanan saya terdapat pantry dan ruang makan tanpa sekat yang terhubung dengan ruang santai dengan home theater. Meja makan panjang dengan enam kursi beserta peralatan saji tertata rapi. Saya sempat bertanya-tanya dalam hati, apa nanti boleh duduk di kursi makan ini ya? Ternyata boleh, sambil bercengkerama dengan teman-teman juga boleh hehehe.


Masih ada dua pintu lagi di dalam kamar 1128, satu pintu terbuka untuk kami bisa masuk dan terlihatlah ruang tidur yang luas yang sudah ditata sedemikian rupa untuk kami pakai. Tidak, tentu saja kami tidak tidur di dalamnya. Saking luasnya (bagi saya) ruangan ini bisa diatur untuk sholat berjamaah para bloger. Ada kamar mandi dilengkapi bath tub, tempat tidur dengan nuansa keemasan, dan sofa. Berkat ukiran khas Kalimantan di sisi kepala kasur, kamu akan paham sedang berada di mana.

Oya, masih ada satu pintu lagi sebenarnya yang menghubungkan area luar dan ROOFTOP BALIKPAPAN. Saya menyempatkan keluar sejenak untuk memotret Balikpapan dari atas. Dari sini saya bisa melihat pemandangan sisi lain Balikpapan.
balkon 1128
Menjelang ashar, kami bersiap untuk sholat bersama. Selanjutnya tim dibagi menjadi dua, tim perempuan dan laki-laki. Mbak Vinka Aprilita Pasimanyeku selaku Public Relation Hotel Platinum Balikpapan mengajak tim bloger perempuan untuk memulai tur hotel.
Vinka Aprilita Pasemanyeku (paling kanan)
Coba jawab ini, bagaimana cara memotret cermin dari arah depan tanpa membuat dirimu terpantulkan? Hmm
Kami, tim perempuan mengawali tur dengan memasuki kamar Platinum Suite yang kedua. yakni kamar 1129.

Pikir saya, semirip apakah 1128 dan 1129 ini ya?
Setelah saya masuk, oww ternyata beda meski atmosfernya serupa.


Platinum Suite 1129
Begitu pintu 1129 terbuka, kami berdecak kagum, atau kami memang doyan bilang waw di segala macam kondisi ya. Suite 1129 ini pun ternyata luas juga, ada ruang makan, pantry, ruang tamu, sudut baca, dua kamar tidur, ruang menonton dengan home theater.
Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan

Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan
Kami pun diberikan izin untuk memasuki kamar tidurnya. Kali ini, saya menemukan sentuhan violet di atas kasurnya. Cermin yang disematkan di kedua sisi tempat tidurnya, membuat ruang terasa lapang, meski kami kesulitan memotret dari arah depan, karena selalu saja menemukan pantulan diri sendiri. Bersebelahan dengan ruang tidur juga tersedia cermin berjejer dan bath room dengan amenities yang sesuai kebutuhan.

Executive Suite 


Sebelum mampir ke tipe Executive Suite, Mbak Vinka mengajak kami ke tipe kamar lain lebih dulu. Saya menuliskan tipe kamar berdasarkan dari yang 'ter-wow' hingga 'ter-waw' agar lebih nyaman dibaca.

Ini adalah tipe kedua setelah tipe Platinum Suite. Untuk per-malamnya Anda harus merogoh kocek di atas 1 juta. Kamar ini pun cukup luas bagi saya, ada mini bar, sofa, meja kerja yang terpisah dari ruang tidur nan eksklusif.

Junior Suite


Saya sudah menyebut Pak Jokowi menginap di Hotel Platinum ini bukan?

Awalnya ketika diceritakan bahwa Pak Jokowi menolak kamar Platinum Suite, saya mengira beliau minta pindah di Executive Suite, karena tipe kamar ini pun lapang, terdapat area dapur dan ruang untuk berkumpul. Eit, ternyata tipe Executive Suite pun bukan kamar yang menjadi tempat menginap Pak Jokowi.

Vinka Aprilita yang memandu kami menuturkan, bahwa waktu itu Pak Jokowi memilih kamar Junior Suite yang lebih kecil saja. Alasannya sederhana, karena beliau cukup nyaman dengan kamar ini. Bagaimana pun juga, karena sudah menjadi prosedur bahwa kamar presiden harus terhubung dengan staff, maka pihak hotel pun menyulap kamar Junior Suite sesuai permintaan.

Deluxe


Tipe kamar ini memiliki dua jenis: queen dan twin, yang satu dengan tempat tidur besar dan tipe satunya dengandua tempat tidur. Luasnya sekitar 30 m2 dan masih sama dengan tambahan nuansa ungu pada sofa dan selimut. Jumlah kamar Deluxe ini merupakan yang terbanyak dari tipe kamar yang lain. Semuanya berjumlah 145 kamar yang terbagi menjadi 50 untuk Deluxe queen dan 95 untuk Deluxe twin.

Bisnis 

Kalau beranjak dari tipe Platinum Suite menuju tipe Bisnis, keduanya pasti akan terasa perbedaan kelapangannya. Di kamar suite saya merasa bisa salto, sementara tipe Bisnis membuat saya ingin melepas lelah. Walau tipe ini adalah tipe terakhir di Hotel Platinum, namun jumlahnya tidak sebanyak tipe Deluxe. Total kamar Bisnis yang tersedia ada 35, terdiri dari 16 untuk bisnis single dan 19 kamar bisnis twin.

GALERI KAMAR
...

Meeting Room

Setelah mengitari tipe kamar-kamar yang ada di Hotel Platinum, Vinka yang ramah mengajak kami menuju GOLDEN Grand Ballroom. Nah, di lantai inilah saya kerap mengikuti berbagai macam event, di berbagai ruang pula. Jadi, serasa sudah akrab. Total meeting room yang tersedia ada delapan, disesuaikan dengan kebutuhan.
Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan

Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan


Kafe dan Restoran

...

Bila memasuki lobby, kita sudah dapat melihat resto dan kafe ini:
- Barium Cafe, 
- Canton Restaurant dan 
- Gourmet28 Pastry & Delicatessen, yang lebih menyerupai gerai.

Ketiganya ini berada di lantai satu.Sementara restoran lain yakni, Palladium Restaurant berada satu lantai di atasnya, di mana tangga menuju lantai ini dapat mudah ditemukan di samping kids corner. Saya melihat kesibukan saat melewati Palladium ini. Oya, rupanya ada ruang Palladium VIP Room di seberang Palladium Restaurant ini.

Kalimaya Spa & Wellness
Serta Fasilitas Lain
 

...


Sebelum benar-benar tuntas tur hotel kami, Vinka Aprilita mengajak kami lagi menyusuri lorong menuju Kalimaya Spa & Wellness. Amboooy, aroma wangi menyapa ke hidung kami. Bebauan ini saja bikin saya rileks sejenak.  Di ruang khusus spa dapat saya temukan dua bilik mungil sauna yang berbeda pemanasannya, ada uap dan tungku.

Di ruang itu pula saya melihat dua kolam air kebiruan. Ramai menyebutnya jacuzzi. Sewaktu saya menyentuh airnya, ternyata kolam pertama terasa dingin, sedang kolam kedua terasa hangat. Mendadak, saya ingin berendam di dalamnya.

Di ruang gym, teman-teman sudah ramai mengambil gambar, sementara saya baru saja masuk dan segera beranjak lagi untuk mengikuti arah Vinka.

Vinka Aprilita masih mengajak kami lagi menuju ruang-ruang pemijatan. Tur hotel ke lokasi seperti inilah yang selalu menyenangkan imajinasi.


Kebersamaan di Rooftop Balikpapan

...


Setelah dari Kalimaya Spa & Wellness, rooftop ini adalah akhir dari penjelajahan kami. Setelah mengitari lantai lobby, kami naik lagi menggunakan hingga ke lantai 10 dan terus menapaki tangga. Karena ROOFTOP BALIKPAPAN  atau dikenal juga rooftop terrace ini sebenarnya berada di lantai 11 dan seperti saya sebut sebelumnya, terhubung dengan Platinum Suite. Meski kami kedatangan tamu istimewa sore itu, suasana tetap terasa santai. Tim perempuan dan laki-laki kembali berkumpul di rooftop ini. Semuanya mengambil posisi masing-masing. Mau posisi duduk, posisi model dan fotografer semuanya ada. Kalau ingin mengambil gambar diri, tidak perlu repot mencari latar yang kece, semuanya keren.

Lantai dan perabotan kayu membangkitkan kesan natural di rooftop ini.
Di area live music yang agak tinggi dari lantai dasar, ada bingkai yang sebenarnya berfungsi untuk penerangan namun pas banget untuk berpose. Teman-teman banyak yang berpose di sana. Hasilnya sungguh keren-keren.

Sore itu langit juga sangat cantik. Awannya pun layaknya kapas beterbangan. Angin sore pada Minggu itu tidak terasa berat, tidak kencang, pun tidak kering dan dingin. Saya merasa nyaman. Teman-teman fotografer rupanya berharap bisa mengejar sunset. Namun matahari senja nampak malu-malu bersembunyi saja di balik awan. Mungkin membiarkan agar kami bisa bercengkerama semata.

Saya menyempatkan keliling di rooftop ini. Ada yang menyita perhatian saya. Nampak ada tanaman hidroponik di sisi lain rooftop ini. Ada sawi pagoda atau tatsoi, kangkung, serta daun mint.
Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan
sawi pagoda 
Acara berlanjut dengan sharing session antara teman-teman bloger, Ketua Blogger Balikpapan,Pak Sutadi (Kepala Diskominfo Kota Balikpapan), Pak Istia Budi (Kepala DILO Balikpapan) tamu istimewa kami Bu Arita Rizal Effendi (Ketua Dekranasda Balikpapan).

Setelah sharing session berakhir, kami pun berpamitan dengan Bu Arita Rizal Effendi, karena beliau adalah tamu yang lebih dulu meninggalkan rooftop terrace, lalu kami pun segera menunaikan sholat magrib. Sebagai penutup dan acara santai, setelahnya kami makan malam dan mendengarkan pengumuman doorprize.

Di blogpost ini saya mau mengucapkan terima kasih atas kebersamaan Platinum Balikpapan Blogger terutama yang sudah meluangkan waktu untuk mengajak kami berkeliling.


Salam,
Lidha Maul

============
info lanjut :
Infobpn@Platinumhotelindonesia.Com
IG : @platinumbalikpapan
IG : @rooftop.terrace


Share:
Read More