, , , ,

Sentuhan Surgawi di Tanah Dieng


Terusik Kenangan Dieng 

Tidak sekali pun terpikir bagi saya pergi ke Dieng. Seberapa banyak saya mendengar kata ‘Dieng’, pesona Dieng, tayangan tentang Dieng, tidak pernah ada mimpi untuk berkunjung ke negeri atas awan ini. Bukan karena saya tidak terpesona, atau tidak berhasrat mencicipi sebuah keindahan. Hanya saja, bermimpi terlalu indah membuat saya khawatir terperosok. Apalah saya yang nun jauh dari Pulau Jawa ini dengan Dieng yang tinggi di sana. Mungkin ini kata yang tidak terlalu sempurna untuk menggambarkan, tapi kira-kira begitu yang saya rasakan saat itu. 

Satu hari sebelum melakukan perjalanan ke Dieng, saya berhenti memikirkan ingin ke suatu tempat A, B maupun C. Bisa berkunjung ke Wonosobo saja tanpa diduga, menjadi bentuk syukur yang berlipat. Adalah kawan suami yang saat itu menjemput di Purwokerto, yang kami pikir beliau ini tinggal di Purwokerto tersebut. Nyatanya, perjalanan kami berlanjut hingga ke Wonosobo, menuju sebuah rumah nan sejuk di balik Gunung Sumbing. 

Saya terpukau. 

Ketertakjuban memandang Sumbing dan menikmati suasana Wonosobo rupanya masih ditambah dengan ajakan ke Dieng. Dieng? Dataran tinggi itu? yang katanya negeri di atas awan? pikir saya. Malam sebelum keberangkatan, saya masih berharap cemas. Jangan-jangan setelah terbangun, semua ajakan itu dibatalkan.

Berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng

Syukurlah semua tidak berakhir di atas harapan semata. 

Saya akhirnya benar-bernar bertolak ke Dieng. Selama perjalanan saya disuguhkan narasi Dieng dari sebuah audio yang diputar kawan. Selama perjalanan saya mencerna penjelasan yang indah itu selaras dengan keterpesonaan saya terhadap pemandangan di depan mata yang begitu memukau. Saya merasa seperti anak kecil yang menerima hadiah, menganga dan terwow sepanjang jalan. 
pemandangan sepanjang perjalanan

Dari penuturan kawan, saya jadi tahu bahwa Dieng terletak di dua kabupaten, yakni Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Dieng berasal dari kata ‘di’ dan ‘hyang’ atau tempat Dewa. Sewaktu saya mendengar sebutan tempat para Dewa bersemayam, saya mengaitkan dengan keindahannya . Bebukitan yang berombak, lereng yang berundak, hijau yang tumpah di daratan, candi dan kawah adiwarna, hingga dersik yang menggelitik. Bahkan semua itu pun masih belum cukup meggambarkan Dieng. Satu tempat sejuta pesona. Datang saja ke Dieng, dan nyaris semua tempat wisata yang kau inginkan tersedia. Sebuah negeri kayangan. 

Saya bersyukur pada akhirnya bisa menikmati matahari terbit di Sikunir, mampir di Telaga Cebong, mengenal Kawah Sikidang, berjalan-jalan melihat candi-candi, menuju Telaga Pengilon dan menengok Gua Semar serta Gua Sumur. 
pagi hari di Sikunir

kawah Sikidang


Berada di ketinggian rata-rata sekitar 2000 m di atas permukaan laut, wajar bila Dieng disebut negeri di atas awan. Kabut eksotik mengawang di sekitarnya. Dingin memeluk siapa pun yang berada di sana. Saya yang memakai jaket besar kedodoran, berkemul sarung tangan pun masih kedinginan. Apa mau dikata, orang Kalimantan yang terbiasa dengan dekapan cuaca hangat ini, jadi merasa lugu di negeri yang dingin. 

Dieng merupakan dataran yang di bawahnya terdapat kaldera, masih tergolong kawasan aktif vulkanik di Jawa Tengah. Saya berasumsi inilah mengapa Dieng menjadi wilayah subur dengan aktivitas pertanian sebagai sumber penghasilan utama masyarakat di negeri atas awan ini. 

Ada hal lucu ketika mengingat tanaman dan komoditas Dieng. Orang yang mengajak kami menyebutkan tanaman yang terhampar dan yang saya tunjuk, bahwa di sana ada kentang Dieng, pepaya Dieng, cabai Dieng, dan saya mengangguk-angguk karena merasa lucu. 
Mengapa begitu mudah menamakannya dengan kata Dieng? Sampai kemudian saya tahu, misal saja pepaya Dieng atau lebih dikenal dengan carica (baca : karika) memang adalah pepaya Dieng. Maksudnya, pepaya ini bukan jenis pepaya biasa, melainkan pepaya spesial. Carica hanya tumbuh di Dieng, di udaranya yang sejuk dan ketinggiannya yang terjaga. Jika membawa tanaman pepaya carica ke daerah lain, kemungkinan akan menjadi pepaya biasa. 

Sececah Keunikan Surgawi Terhampar di Dieng

Dari Kentang, Carica dan Cabai di Dieng 

Surga adalah kemewahan tiada tara. Telah termaktub dalam kitab suci. Kata surga juga menjadi pengibaratan bagi keelokan tempat-tempat di muka bumi. Datang saja ke Dieng, dan kau akan merasakanketertarikan akan pesona Dieng dan kalau kau punya perasaan mendalam, kau pasti akan kagum pada Sang Penciptanya. Sungguh luar biasa apa yang telah Dia ciptakan di Tanah Dieng. 

Setibanya di Dieng kami diajak untuk singgah di rumah orang tua dan saudara kawan. Keduanya adalah petani. Di belakang rumahnya saya bisa melihat tanaman kentang, wortel berpadu dengan kolam berisi ikan-ikan yang ramai. Seingat saya mereka pun baru saja panen kentang. Kami makan dari hasil pertanian Dieng dibarengi suguhan cabai Dieng. Lagi-lagi kawan saya berkata bahwa cabai Dieng itu istimewa, cabai gendut yang super pedas, dan lagi-lagi saya mengangguk, sambil menahan pedas.
lahan pertanian yang sempat terpotret

Saya suka tanah Dieng ini. Di waktu siang, saya menyempatkan menyentuh tanahnya. Mungkin agak norak bagi Anda yang membaca ini. Tidak mengapa. Saya ingat tanahnya hitam, tidak keras, cukup lembab, melambangkan tanah yang subur. Sebuah sumber menyebutkan bahwa tanah Dieng berkemampuan untuk menyediakan lengas yang tinggi, yang dibutuhkan tanaman. Kesuburannya berasal dari unsur haranya, dan serapan pupuk organik yang baik. Unsur lain melengkapi alasan mengapa kentang menjadi komoditi utama dalam pertanian, berkat keempukan kentang Dieng yang sudah ternama.
petani kentang di Dieng
sumber : https://lifestyle.okezone.com

Carica dan Cabai dari Dieng Plateau 
Selain kentang, saya masih takjub dengan dua tanaman ini. Sebagai penggemar tanaman dan kebun rumahan, baru kali itu saya menemui pepaya dan cabai yang unik. 

Menurut sejarah masyarakat di sana, asal mula carica disebut-sebut dibawa oleh Pemerintah Hindia Belanda pada masa dulu dan dikembangkan di Dieng. Hingga akhirnya carica menjadi pepaya khas Dieng dan juga menjadi oleh-oleh khas Dieng. Sebut saja manisan carica, dan orang-orang pasti mengira Anda dari Dieng. Carica punya sebutan lain yakni pepaya gunung, karena memang hanya cocok ditanam di daerah dataran tinggi, sekitar 1500 m di atas permukaan laut. 
pepaya carica
Sumber : Wikipedia

Lain carica, lain pula cabai Dieng. Kawan saya ini menjelaskan bahwa cabai Dieng yang tingkat kepedasannya menjadi ciri khas ini bernama cabai gendol atau nama lainnya habanero. Sewaktu mendengar habanero, baru saya merasa pernah mendengarnya. Kalau tidak salah di kalangan pecinta tanaman cabai. Tingkat kepedasan cabai habareno mencapai 100.000-350.000 skala scoville (skala yang menjadi tolok ukur tingkat kepedasan cabai). Semakin tinggi skalanya, semakin pedas rasanya.
cabai gendol
sumber : Wikipedia

Sempat saya bertanya, mengapa cabai yang begitu pedas yang dibudidayakan? Jawabannya sungguh sederhana dan mengena. Wajar saja, karea Dieng Plateau merupakan daerah yang dingin, jadi cocok dengan yang super pedas. Oh, iya benar juga, saya pikir. Entah mengapa saat itu, saya jadi telat mikir. 

Meneropong Dieng, Warisan Budaya yang Komplit

Sayangnya, sebuah kesedihan sempat merayap di benak. Obrolan menarik yang diceritakan kemudian tentang pertanian di Dieng adalah pada tahun yang berkelanjutan, telah terjadi degradasi lahan, di mana lahan yang seharusnya menjadi lahan konservasi berubah menjadi lahan pertanian. Tentu ini miris, mengingat dalam waktu yang lama, kondisi ini bisa saja akan merusak Dieng Plateau. Obrolan kami memang tidak banyak membeberkan data. Sampai saya menemukan artikel-artikel yang membahas lahan Dieng yang semakin kritis akibat cara tanam yang tidak ramah lingkungan.

Dulu, saya berpikir kerusakan warisan budaya mungkin lebih banyak disebabkan vandalisme. Nyatanya, warisan budaya masih terbagi menjadi Warisan Budaya Benda dan Warisan Budaya Takbenda. Termasuk Warisan Budaya Takbenda adalah adat (kebiasaan) masyarakat serta pengetahuan mengenai alam baik mikrokosmos, makrokosmos, adaptasi, dan pengolahan alam. Bagaimana mempertahankan alam agar tidak menjadi rusak dan mengalami bencana adalah juga bagian dari mempertahankan warisan budaya. 

Mengapa demikian ?
Karena negeri kayangan ini sungguh unik. Di atasnya terhampar banyak situs cagar budaya yang merupakan dari Warisan Budaya berwujud fisik. Ada komplek percandian, artefak, bahkan penemuan candi bukan hal aneh di Dieng hingga sekarang. Selain itu, masih ada adat istiadat, kesenian, lansekap, cerita-cerita rakyat dan penemuan benda-benda kuno yang juga termasuk warisan budaya. Melindungi alamnya, melindungi pula warisan di atasnya.

Menjaga Tanah Dieng, Menjaga Warisan Budaya, Menjaga Negeri


Keunggulan Dieng itu terletak pada keindahan alam, tradisi dan peninggalan sejarahnya. Semua itu butuh upaya untuk dilestarikan. Sementara kerusakan alam yang dilakukan manusia perlahan-lahan dapat merusak Warisan Budaya yang bernapas di Dieng. Bahkan wacana Dieng Plateau sebagai situs warisan dunia pernah dikemukakan. Siapa yang tidak bangga jika demikian? Namun, perlindungan Warisan Budaya tidak mungkin meninggalkan perlindungan terhadap warisan lainnya. Adaptasi dan kebiasaan masyarakat yang tidak berkenan terhadap penjagaan alam, seyogyanya patut dibenahi. Dengan demikian, tradisi elok masyarakatnya dalam melestarikan lingkungan menjadi kombinasi dengan keunggulan lain di Dieng yang patut dipertahankan. 

Dieng, sececah pesona surga ada di tempat ini. Ada sentuhan surgawi di tanah Dieng. dari datarannya rata hingga yang berlekuk. Surga mana yang tidak ingin kita jaga? Satu bentuk penjagaan surga adalah tidak mengabaikan larangan. Upaya perlindungan Warisan Budaya sangat membutuhkan masyarakat yang terbina. Ini bisa dimulai dari petani-petani muda, dengan mengarahkan pada pola pikir yang berorientasi cinta alam, maka kiat bertaninya pun akan mengedepankan perlindungan terhadap alam. Hutan di Dieng yang menipis bisa ditanami kembali. Dieng bisa menjadi penghasil komoditi selain kentang. Ini justru akan menambah kekayaan alam di Dieng.

Sampai sekarang, melukiskan keindahan negeri kayangan Dieng lewat kata-kata ternyata masih tidak mudah bagi saya. Saya masih berharap bisa merasakan sejuknya Dieng kembali, menyusuri danaunya, mencicipi carica, menanti matahari terbit, duduk terpukau di atas awan sembari menatap barisan pegunungan, dan tak lupa bersyukur pada-Nya. Semoga.

***

Bahan Bacaan :
sececah = secolek, https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/sececah
https://nasih.files.wordpress.com/2011/05/2010-kesuburan-lahan-petani-kentang-di-dieng.pdf
https://id.wikipedia.org/wiki/Warisan_Budaya_Takbenda_Indonesia
https://lifestyle.okezone.com/read/2015/09/04/298/1208126/kentang-dieng-terkenal-karena-empuknya








Share:
Read More
, , , , , ,

Lakukan 4 Hal Ini Saat Berniat Mengecilkan Paha

lakukan saat ingin mengecilkan paha

Selain perut, salah satu anggota tubuh yang sering dikomplain oleh kaum hawa jika terlalu besar, adalah : paha. Menurut jurnal kesehatan, penyebab lemak yang menumpuk di paha sama seperti penyebab penumpukan lemak di anggota tubuh lain, umumnya terjadi karena tidak berolahraga atau kurang gerak sehingga kalori tidak terbakar, dan atau faktor keturunan.
Share:
Read More
, , ,

Ingin Pergi ke TMII di Era New Normal? Patuhi Dulu Syarat dan Ketentuannya


Pada masa adaptasi kebiasaan baru atau era new normal, tempat wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pun resmi dibuka kembali, setelah dalam waktu yang cukup lama ditutup. Tentu saja dengan pertimbangan, penyesuaian kondisi dan mengikuti protokol yang ditetapkan. Syarat dan ketentuan pengunjung pun telah ditetapkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan saat berkunjung di era new normal. Apalagi mengingat pandemi Covid-19 yang masih terus berlanjut.

Agar kamu bisa memasuki kawasan TMII lagi, yuk patuhi syarat dan ketentuan yang disebutkan berikut ini. 

Yuk, Patuhi Syarat dan Ketentuan Masuk TMII Berikut :

1. Suhu Tubuh Tidak Lebih dari 37,3 derajat Celcius

Setiap pengunjung yang datang, baik sendiri, bersama teman, atau rombongan wajib diukur suhu tubuhnya. Apabila suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celcius, itu artinya kamu tidak diperbolehkan masuk ke dalam TMII. Kamu harus menunggu selama beberapa saat sampai suhu tubuh turun.

Nah, kalau sudah turun baru akan diperbolehkan masuk. Jika tidak, maka kamu akan tetap ditahan di pintu masuk TMII. Atau akan diperiksa kesehatannya di pos kesehatan atau segera dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

2. Selalu Menggunakan Masker

Baik orang tua, anak muda, anak-anak, semuanya wajib memakai masker selama berkunjung ke TMII. Tujuannya tidak lain untuk mencegah penularan virus Covid-19 yang bisa terjadi lewat udara, jadi semua pengunjung tetap aman dan sehat pasca berkunjung.

Tanpa masker, maka pengunjung tidak diperbolehkan memasuki area TMII. Silakan cari toko atau supermarket terdekat yang menjual masker agar kamu boleh masuk. Atau kamu bisa meminta persediaan masker oleh pengelola TMII, itu juga kalau masih ada.

3. Tetap Menjaga Jarak di dalam TMII

Menjaga jarak di tempat wisata memang sulit, tapi mau tidak mau harus dilakukan demi keselamatan dan kesehatan kamu sendiri. Sewaktu mengantri masuk, berjalan-jalan menikmati pemandangan, atau berfoto, usahakan agar kamu membuat jarak setidaknya 500 cm dari orang di sekitar.

Sebab, kamu tidak tahu kuman atau virus apa yang menempel pada tubuh seseorang. Bukannya mau berpikiran buruk, tapi sekedar jaga-jaga saja agar kamu lebih aware terhadap situasi saat pandemi seperti ini.

4. Berlaku Sistem Pembayaran Non Tunai

Dari segi pembayaran pun ikut mengalami perubahan. Jika dulunya masih memberlakukan sistem pembayaran tunai, sekarang semuanya serba non tunai. Bahkan ketersediaan tiket on the spot (OTS) pun sangat terbatas, lebih baik dibeli di website resmi dari TMII sendiri.

Meski begitu, harga tiket masuk di era new normal tetap terjangkau yaitu Rp 20.000 per orang untuk semua jenis usia. Jadi kamu tidak perlu mempersoalkan hal ini.

5. Penyemprotan Kendaraan dengan Cairan Disinfektan

Bagi yang bepergian dengan kendaraan pribadi ataupun bus pariwisata, jangan sakit hati atau marah kalau kendaraan milikmu disemprot dengan cairan disinfektan. Bukan tanpa alasan, ini untuk menjamin kebersihan kendaraan yang sudah dibawa bepergian dari rumah menuju TMII. Alhasil, kuman atau virus yang sempat menempel di kendaraan mati total.

Penyemprotan kendaraan dilakukan di pintu masuk 1 dan 3. Kamu bisa membawa kendaraan ke salah satu dari dua pintu ini untuk disemprot cairan disinfektan, sehingga kendaraan bersih sewaktu dibawa pulang nanti.

Kalau ingin pergi bersama rombongan, pilih sewa bus pariwisata yang sudah menerapkan protokol kesehatan seperti TRAC. Melalui kerja sama dengan industri pariwisata, TRAC menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang selama pandemi. Dengan harapan kasus Covid-19 tidak semakin menyebar luas.

Demikianlah syarat dan ketentuan masuk TMII di era new normal di atas dibuat untuk menjamin keselamatan pengunjung dari virus Covid-19. Sebisa mungkin dipatuhi agar tidak membahayakan keselamatan dan kesehatan diri sendiri maupun pengunjung lain, dan pastikan kunjunganmu memang layak, sudah sesuai dengan kebutuhan. Nah, semoga membantu.
Share:
Read More
, , , , , , ,

5 Tips untuk Diingat Saat Membeli Kasur


Hai, apa kabar Juli bagi teman-teman?
Sepertinya bagi saya Mei, Juni dan Juli terasa sama saja. Aktivitas saya flat, tapi alhamdulillah masih tinggi. Ada hal-hal baru yang ter-upgrade, demi kualitas mandiri, belajar ini, belajar itu, mencoba sesuatu ini dan itu. Aktivitasnya terasa gitu-gitu aja sejak beberapa bulan, tapi di  garis yang tinggi.

Hal menyenangkan lain, saya juga punya waktu santai a.k.a rebahan yang masya Allah enak juga, karena biasanya santai-santai tapi banyak pikiran. Bisa baca buku sambil rebahan, nonton sambil rebahan. Meski bukan 'kaum'.
Share:
Read More
, ,

Ingin Mendapatkan Kualitas Foto Unik? Ini 5 Pilihan Kamera dengan Sensor Kamera Terbaik



Hai, teman-teman yang suka fotografi.
Entah penggiatnya, entah suka karena seni foto atau karena yang lain. Nah, kalau biasanya di blog ini bahasa tentang foto-foto alias gambar dan teknik pengambilannya, sekarang saya mau bahas tentang kameranya, karena memang kalau mau ngambil foto nggak lepas dari kameranya dong pasti kan. Pertanyaannya, kamera apa yang bagus buat ngambil gambar? Pertanyaan ini sering banget ditujukan, padahal 'bagus' itu maknanya luas dan relatif.

Karena ada yang berpikir foto bagus harus dihasilkan dari kamera yang DSLR super-duper-powerful, ini keliru. Nyatanya dengan kamera pocket teman-teman juga bisa menghasilkan foto yang keren.

Ya, jangan anggap sebelah mata soal kecanggihan kamera pocket. Mungkin kamu mengira kalau hasil gambar jernih cuma hanya didapatkan oleh kamera DSLR. Tapi, kamu harus ingat kalau kamera hanya ‘senjata’ saja. Yang paling terbaik dalam mengambil gambar, yaitu orang yang ada di balik kamera.

BACA : Mengubah Foto Biasa Jadi Miniatur

Bermain soal kamera beserta menghasilkan foto berkualitas tinggi yaitu paduan antara selera dan imajinasi dari orang yang mengoperasikan kamera. Kamera adalah perangkat penunjang yang berguna untuk alat bantu artistik dari seorang fotografer.

Sekarang, temani saya mengintip ini :

5 Kamera dengan Sensor Terbaik

SONY DSC-RX1R Cybershot

Sumber: www.bhphotovideo.com


DSC-RX1R Cybershot memiliki bentuk yang mungil. Tapi untuk performa, kamera ini mampu mengalahkan kamera DSLR kategori kelas menengah. Seri ini memiliki banyak kejutan. Sebagai kamera pocket, ia mempunyai sensor gambar frame full 36 mm. Ditambah adanya lensa ZEISS, kamu akan mendapatkan foto yang super jernih.

Gambarnya semakin jernih karena tidak ada low filter pass, yang pada umum ada di kamera digital ini untuk menghapus efek semu, tapi akan mengurangi detail foto. Kamu juga dapat memotret dengan fitur RAW dengan kamera untuk gaya semi retro.

Sony Mark IV RX100 

Sumber: www.dpreview.com
Seri kamera pocket dari Sony yang paling laris, yaitu Sony RX100. Untuk pengembangan dan penyegaran sangat besar dari perusahaan ini, maka timbullah kamera Sony Mark IV. Kamera pocket Sony Mark RX100 mempunyai resolusi gambar 20MP yang diproses dari chip CMOS RS Exmor BSI Sensor dengan 1,5 inci.

Sebagai proses gambar yaitu prosesor X BIONZ Image. Sebagai senjata paling ampuh bagian depannya, lensa Vario-Sonnar ZEISS f/1.8-1.8. Kamera yang mempunyai kualitas rekam 4K video ini dapat kamu beli di Store Kamera dengan harga Rp 12.000.000.

Canon 135 Ixus

sumber : dpreview.com
Salah satu kamera pocket produksi dari Canon yang sukses di pasar teknologi yaitu seri Canon Ixus. Canon 135 Ixus sudah menggunakan teknologi baru yang lebih canggih dari seri sebelumnya.

Pocket camera 16,5 MP (dengan gambar Digic 5) ini mempunyai kemampuan zoom hingga lebih dari 8x optical. Bagi kamu yang masih merasa kurang, keunggulan zoomnya dapat ditambah 16x lebih baik lewat teknologi Zoom Plus digital. Pada layar monitor terdapat layar sebesar 2,7 inci serta baterainya sangat awet. Konektivitasnya juga sudah menggunakan Bluetooth dan WiFi.

Panasonic TZ100 Lumix 

sumber : dpreview.com
Seri kamera pocket dari Panasonic yang wajib kamu miliki adalah Panasonic Lumix. Seri Panasonic Lumix memang sudah terkenal. Melalui DMC-TZ100 Lumix, Panasonic kini sudah memiliki kelebihan yaitu lensa Leica zoom 250mm (36mm ekuivalen), resolusinya bisa mencapai 21MP, kemampuan zoom optical 10x, dan monitor layarnya sudah touchscreen.

Kamera ini juga mempunyai kemampuan video rekam 4K UHD, dan mampu memproses foto berkualitas 4K dengan teknologi khusus.


Nikon A Coolpix

sumber : dpreview.com

Nikon Coolpix merupakan salah satu line kamera pocket yang cukup laris. Keunggulan dari kamera ini yaitu Coolpix A. Sebagai kamera terbaik, Coolpix A mempunyai teknologi yang setara hampir mirip seperti DSLR. Contohnya, kamera ini mempunyai sensor foto lebih besar 16 MP APS-C/DX yang kualitasnya hampir mirip dengan DSLR Nikon D7000 atau D5100.

Kamera ini juga sudah dibekali zoom fix 28mm dengan f/2.8 aperture. Kamera Nikon Coolpix memiliki desain retro serta mempunyai kemampuan rekam full HD 1080. Kamu dapat membelinya di store kamera terdekat dengan harga Rp 8.700.000.

Kreatif dengan Konten Foto!

Sebelum hiruk pikuk di tahun 2020, kita mendambakan kamera untuk dibawa traveling. Kini ketika traveling berganti dengan #diRumahSaja bukan berarti kamera tersimpan begitu saja. Teman-teman justru bisa memanfaatkan kamera pocket untuk membuat konten-konten kreatif meski di rumah saja. Ini bukan trik untuk menghilangkan jenuh semata lho, tapi konten-konten kita juga bisa bermanfaat untuk mendapatkan pengasilan.

Kamera pocket ini cocok banget buat kamu yang suka mengambil foto tapi tidak mau ribet. Foto yang dihasilkan juga tidak kalah keren dari kamera DSLR. Kamera ini juga dapat menghasilkan foto yang jauh lebih unggul dari kamera HP. Bukan apa-apa kalau terus-terusan bikin konten dari kamera HP, khawatir HPnya yang lelah, nah dengan kamera pocket ini bisa jadi solusinya.

Bagaimana? Mudah-mudahan tulisan ini berguna ya dan kita masih bisa produktif di situasi saat ini.
Semangat man teman.
***
Share:
Read More
, , ,

Mengantisipasi Kecemasan Virus Korona


Satu minggu sebelum pengumuman social distancing dan anjuran di rumah saja.

Saya masih menggendong Cmumut yang badannya bolak-balik demam sambil menunggu hasil lab selesai. Rupanya hasilnya cepat keluar dan dengan santun dokter menjelaskan bahwa si neng kecil ini positif demam berdarah sehingga harus rawat inap. Deg.
Share:
Read More
, , , , , ,

Gara-Gara Until Tomorrow Lihat Foto Traveling yang Mengganggu Ini

Gara-Gara Until Tomorrow

Beberapa hari lalu saya post foto Until Tomorrow. FYI, Until Tomorrow adalah tantangan ngepost foto di IG dengan syarat yang ditaruh adalah foto si owner versi jadoel dan ada ‘something funny’ atau semacam itu.

Karena saya hampir nggak pernah ikutan challenge ngepost foto diri apa pun, jadi baiklah tantangan dari teman saya terima. Asal masih sesuai prinsip dan nggak melampaui batas.
Share:
Read More
, , , ,

3 SENSASI MANDI PARFUM BERSAMA VITALIS BODY WASH AGAR TETAP NYAMAN DI RUMAH


BERAKTIVITAS #DIRUMAHAJA

Hai semuanya. 
Sejak dihadapkan dengan status #dirumahaja apa kabar kalian? Kalau saya masih baik-baik saja (nggak ada yang nanya ya). Saya harap kita semua pun demikian. Sudah punya jadwal kegiatan apa saja nih selama di rumah? Yuk, kita ngobrol di sini. Terutama untuk para ibu-ibu nih yang katanya kian banyak aja tuntutannya. Masa’ sih? Tapi, mau bagaimana pun itu mari sama-sama kita usahakan tetap nyaman di rumah. Saling dukung dan saling menguatkan.
Share:
Read More
, , , , ,

Deflasi yang Mempengaruhi Kehidupan Sehari-hari


Bagaimana Deflasi Dapat Mempengaruhi Kehidupan Sehari-Hari Anda
Tahun 2020 ini menjadi tahun yang unik. Kita dihebohkan dengan pandemi. Orang-orang bicara tentang inflasi. Mungkin di antara kalian sudah banyak yang tahu. Tapi, tahukah kalian kebalikan inflasi, yakni deflasi? Apakah perekonomian bisa memburuk dengan adanya deflasi?
Share:
Read More