, , , ,

Mengembangkan Potensi dengan Menulis, Melejitkan dengan ASUS VivoBook Ultra A412

Mengembangkan Potensi dengan ASUS VivoBook Ultra A412.

"Kemarin adalah luka, esok menjadi berharga.

Rasanya baru kemarin, yang tentu saja tidak benar-benar kemarin, saya menuliskan sebuah luka fisik dalam dua tulisan panjang. Kejadian  bertahun-tahun lalu yang membuat saya terluka namun juga menyentuh rasa kemanusiaan, saya konversikan masing-masing dalam bentuk cerita pendek dan esai di media cetak.  Saya sungguh tidak menyangka, sakit fisik yang telah saya relakan mendapatkan kompensasi di kemudian hari. Saya sangat bahagia ketika tulisan saya diapresiasi. Tentu saja saya tidak sedang memotivasi diri untuk terluka lagi. Saya pun menulis lebih banyak untuk mengembangkan potensi. Saya mengambil acak tema-tema tulisan untuk membuka pikiran.

menulis membuat saya mempelajari banyak hal
Bicara tentang menulis, bagi saya menulis adalah pelepasan dan kepuasan, menulis adakalanya adalah perisai dari amukan emosi. Menulis adalah cara berpikir bijak sebelum bicara lebih banyak. Menulis adalah bicara isi hati hati tanpa suara yang mungkin bisa melukai. Menulis adalah menyuarakan yang tersendat ketika tak mampu terucap. Menulis adalah cara bertahan dan berteman dengan kehidupan yang penuh warna.

Dalam perspektif bahasa, warna tidak melulu bermakna sebagai spektrum tertentu yang dihasilkan dari cahaya, seperti biru, merah, kuning, monokrom atau campurannya. Dalam KBBI warna juga ditujukan atas apa yang tidak bisa diindera semisal golongan, kasta, tingkatan, dan segala sesuatu yang sifatnya beragam. Dengan demikian lika-liku hidup pun warna. Kejadian demi kejadian yang kita alami dan rasakan adalah warna-warni hidup. Bahkan dalam hal sesederhana apa pun hidup kita dipenuhi warna.

Saat melakoni kegiatan Ibu Rumah Tangga yang sehari-hari di rumah, terpercik perasaan betapa sederhana dan datarnya hidup ini. Saya lupa bahwa sebenarnya hidup saya sudah berwarna ketika mengalami lompatan karir sebagai pekerja kantoran, yang beralih menjadi tutor, kemudian beralih lagi menjadi pengajar resmi di sebuah sekolah,  maka seyogianya saya bisa membuatnya lebih berwarna ketika berkarir di rumah. Banyak hal yang bisa dikerjakan, banyak cara untuk mengapresiasi diri, termasuk menulis.


Mengeblog dan  Mengapresiasi Diri


Saat tulisan saya tayang di media cetak, perlahan saya mendapati sebuah pemikiran, bisa jadi apresiasi orang lain atas tulisan saya adalah kompensasi atas sikap saya yang sedari awal mau mengapresiasi hidup saya sendiri. Maksudnya, bahagia yang saya rasakan tidak harus menunggu dari tepuk tangan dari orang lain bukan? Saya bisa memulainya sendiri. Perkembangan teknologi digital kemudian mengenalkan saya pada blog, wadah strategis untuk menuangkan tulisan, aspirasi, aktivitas dan hobi. Blog tidak hanya berisi kata-kata, tapi juga tampilan gambar, audio dan atau audio visual. Ini dibutuhkan karena kenyamanan pembaca menyerap informasi sungguh beragam. Saya pun mengikuti banyak kegiatan demi proses belajar ini. Ada kelas memotret, kelas menulis, kelas-kelas pembelajaran lain, dan hadir di acara-acara bloger.
saya dan pelatihan literasi
hasil karya pribadi : belajar memotret dan mengedit (bisa dilihat di blog ini)
apa saja bisa menjadi tulisan, termasuk perjalanan pribadi.

Menulis, Blog dan Mengembangkan Potensi Diri

Mengapa mengeblog dan menulis?
Karena ternyata saya bisa mengembangkan potensi diri yang tadinya saya kira tidak mampu. Mengembangkan potensi diri bagian dari cara kita menghargai hidup, selain ibadah dan bersyukur.
Menulis lewat blog membuat saya menantang diri untuk berani mengeluarkan pendapat, mau berbagi, dan menaikkan level diri. Warna-warni hidup yang tidak terpikir sebelumnya.

Semua gerak ini butuh dukungan tidak hanya dari orang sekitar, namun juga ditunjang dari gawai yang tepat, salah satunya laptop. Keasyikkan saya bertambah ketika bisa membawa laptop kemana-mana untuk ngeblog. Tentu saja syaratnya, laptop tidak memberatkan fisik, kedua performanya jempolan, dan ketiga tidak memalukan ketika tampil di area publik. Ehem. Tengok saja VivoBook Ultra A412, laptop dari ASUS Indonesia dengan desain stylish dan dapat menjadi andalan kreator konten.



MENGEMBANGKAN POTENSI DIRI BERSAMA ASUS VivoBook Ultra A412




Dulu, seingat saya teman-teman yang memulai ngeblog lebih lama (bloger senior) umumnya punya pengalaman membawa laptop kemana-mana, dan sepanjang pengamatan saya laptop bahela ini cukup berat lho. Inilah kenapa ketika mengetahui ada laptop ultra yang ringkas dan mumpuni membuat saya bersemangat. FYI, saya belum memiliki  ASUS VivoBook Ultra A412, ini adalah pengalaman saya yang sempat berkenalan dan merasakan ASUS VivoBook Ultra A412, dan tulisan ini menjadi cara pandang saya tentang  ASUS VivoBook Ultra A412.

LAPTOP ULTRA
yang Langsing dan Ringkas
------------------------------------

ASUS VivoBook Ultra A412  merupakan laptop ultra terkecil berwarna-warni di dunia. Ukurannya hanya 14 inci, sesuai julukannya “The World’s Smallest Colorful 14” Ultrabook”. Disebut-sebut sebagai laptop ultra karena ketebalannya di bawah 2 cm. ASUS VivoBook Ultra A412 sendiri memiliki ketebalan 1,9 cm sementara panjangnya 32,2 cm dan lebar 21,2 cm. Berat laptop ini tidak sampai 2 kg lho! Beratnya mencapai 1,5 kg termasuk baterai. Kebiasaan saya menenteng laptop yang berat, ketika memegang ASUS VivoBook Ultra A412  langsung terasa ringannya. 

BEZELESS DESIGN
---------------------------

Kelangsingan ASUS VivoBook Ultra A412 bukan hanya pada bodinya, tapi juga pada bezelnya. Bezeless UltraSlim Design. Bezel merupakan area yang membingkai layar, yang pada ASUS VivoBook Ultra A412 ukurannya 5.7mm, sehingga menghadirkan screen-to-body ratio hingga 87%. Pada bagian atas dilengkapi kamera. Semua ini merupakan bagian teknologi eksklusif, NanoEdge Display.
Dengan bodinya yang ringkas, mudah pula membawanya dengan tas bahu.

ERGOLIFT DESIGN
Untuk Kenyamanan Pengguna dan Sirkulasi Udara
-----------------------------------

Fitur asyik futuristik lainnya (favorit saya) adalah ErgoLift Desain. Bicara ergonomis bicara kenyamanan, selama ini yang paling membuat saya khawatir ketika menggunakan laptop adalah gampang panas karena sirkulasi udara terhambat. ErgoLift Design merupakan mekanisme yang membuat bodi inti laptop terangkat (terjungkit) efek dari dorongan bodi layar hingga membentuk sudut 20. Rongga dari sudut yang terbentuk ini  membuat sistem pendingin bekerja lebih baik, aliran udara lebih lancar, dan hardware pun bekerja lebih optimal. Akibat keyboard jungkit ini, posisi mengetik jadi lebih nyaman, bisa duduk dengan tegak karena cara pandang ke papan ketik pun lebih baik.  


COLORFUL ULTRABOOK
-----------------------------------

Selain desainnya stylish, ASUS VivoBook Ultra A412 memiliki empat pilihan corak warna-warni : Transparent Silver, Slate Grey, Peacock Blue, Coral Crush. Urusan warna bukan cuma selera, warna bisa menjadi identitas karakter diri.


PERFORMA ANDAL,
DAYA SIMPAN TERPERCAYA
---------------------------

Otak yang disematkan dalam ASUS VivoBook Ultra A412 adalah Prosesor Intel Core Generasi ke-8.

Tentang grafisnya, beberapa versi ASUS VivoBook Ultra A412 bertenaga chip grafis NVIDIA GeForce MX250 dengan VRAM 2G, pas untuk menikmati tayangan-tayangan berperforma grafis. ASUS VivoBook Ultra A412 dapat tampil kencang dengan RAM DDR4 hingga 8 GB serta storage yang besar SSD up to 512 GB.

Untuk Audio, ASUS VivoBook Ultra A412 di dalamnya sudah tersemat teknologi Sonic Master. Teknologi audio ini memungkinkan suara lebih kaya, lebih jelas, jernih, dan bass lebih dalam, serta menyaring suara –suara bising.

Sementara baterainya 37Wh Li-On baterai, yang stabil bila dibawa bepergian, dengan teknologi yang mampu melindungi dari pengisian berlebihan.


WINDOWS 10
--------------------

Legal and Free! Di dalam ASUS VivoBook Ultra A412 sudah terinstal Windows 10, tanpa tambahan biaya. Menggunakan produk legal sudah pasti lebih aman dan menguntungkan. Sangat cocok untuk pekerjaan sehari-hari. 

FINGERPRINT SENSOR
yang Terintegrasi WINDOWS HELLO
-----------------------------------

Kalau membuka smartphone dengan fingerprint sudah biasa pastinya, laptop yang satu ini tidak mau kalah karena dilengkapi pula one-touch fingerprint sebagai fitur pengaman dan unlock. Selain itu pula fitur ini telah terintegrasi dengan Windows Hello yang memungkinkan pengguna login tanpa mengetikkan kata kunci.

BACKLIT KEYBOARD
---------------------------

Siapa yang pernah mengetik di malam hari saat lampu padam? Saya melakukannya, biasanya paling enak mengetik ketika orang rumah sudah tidur, sedihnya saya tidak mungkin menyalakan lampu. Semua itu sebenarnya bisa teratasi, dengan adanya keyboard ASUS VivoBook Ultra A412 yang telah dilengkapi LED Backlit. Dengan demikian mau bekerja di suasana minim cahaya pun tetap nyaman.

KONEKTOR YANG MUMPUNI
---------------------------

Port ASUS VivoBook Ultra A412 sangat sesuai untuk kebutuhan kekinian. Port yang disediakan ada USB Type-A, USB Type-C, HDMI dan audio port. Untuk kemudahan transfer data disediakan pula slot MicroSD card reader.

Spesifikasi ASUS VivoBook Ultra A412


Mengapa bagi saya menulis bisa melahirkan kreativitas dan melejitkan potensi? 

Tengok saja cerita KKN di Desa Penari yang sangat ramai dibahas, kisah yang diklaim terinspirasi dari kejadian nyata ini diserbu rentetan karya kreatif, konten-kontennya berhamburan di jagat maya.  Banyak orang kemudian berminat menyumbangkan karyanya. Setidaknya, mari kita tarik sisi positifnya lebih dahulu. 

Siapa pun diri Anda, kreativitas dan potensi apa yang ingin dikembangkan, ASUS VivoBook Ultra A412 bisa menjadi teman yang tepat yang bisa dibawa kemana-mana, nyaman untuk produktivitas, dengan performanya yang powerful. Tentu saja potensi kita berbeda. Saya mengawalinya dari menulis, di mana saja, menulis apa saja. Hidup kita dipenuhi warna kok, pastinya ada cerita yang bisa kita mulai dari sana. Biasanya ketika ide itu muncul, saya membuka laptop dan menuliskannya. Namun, ketika tidak ada ide pun saya bisa mencarinya lewat laptop.

mencari ide, menyusuri kreativitas
Satu hal terbaik yang saya rasakan ketika menulis, yakni adanya keterkaitan saya dan manusia lain. Sebuah tulisan bisa menjadi nyawa bagi manusia lain. Tidak perlu terburu-buru mencari manusia lain untuk membaca tulisan kita. Setiap tulisan punya pembacanya masing-masing. Setiap orang punya gaya dan cita rasanya masing-masing. Ketika proses belajar diteruskan, setiap pribadi akan memahami potensi lebih yang dimilikinya.

Sajian spesifikasi ASUS VivoBook Ultra A412 di atas berguna untuk memahami kebutuhan dan pengembangan diri seperti apa yang kita mau. Karena bagi saya potensi yang kita miliki adalah anugerah terindah dari Ilahi, kadang-kadang potensi ini tersembunyi, adakalanya kita tidak pahami, lalu kita gali, sampai kita dapati, kita tidak bisa sendiri, bisa jadi kita butuh partner untuk mengembangkan potensi diri, meskipun 'dia' hanya benda mati, hanyalah 'tools' yang berperforma tinggi.

Setidaknya ini pengalaman pribadi, dari saya yang bersentuhan dengan laptop setiap hari. Hari ini, saya cukup (walaupun masih cukup) percaya diri mengaku sebagai bloger, dibanding tahun-tahun sebelumnya. Saya ingin tetap menulis dan berkembang. Nah, siapa pun Anda, apa pun yang Anda kerjakan, menulislah. Teruslah berproses dan tempatkan diri Anda bersama gawai yang tepat.

***
--------------------------------------------------------
Catatan:
- Penulisan kata 'bloger' disesuaikan berdasarkan KBBI
- Tulisan lain tentang ASUS VivoBook Ultra A412 : "Keramaian ASUS BLOGGER GATHERING BALIKPAPAN"

sumber informasi pendukung
- spesifikasi VivoBookUltra A412 : ASUS Indonesia
- tentang warna : psychologycolor.com
--------------------------------------------------------

Terima kasih.

Salam,
Lidha Maul
.






Share:
Read More
, , , , , ,

Warna-Warni ASUS Blogger Gathering Balikpapan

ASUS Blogger Gathering Balikpapan
foto : Bambang Herlandi
ASUS Blogger Gathering Balikpapan
Titip salam ke pulau seberang,
berlayarnya menggunakan sampan,
Siapa kira penantian itu terbayar sekarang,
Saat ASUS Blogger Gathering hadir di Kota Balikpapan.”

Setelah sekian purnama saya bertanya-tanya apa mungkin ada event ASUS untuk bloger di Balikpapan, akhirnya terjawab sudah. Sabtu lalu, 7 September 2019 bertempat di Quartz Room Aston Hotel, sebuah acara bertajuk ASUS Blogger Gathering hadir di Balikpapan untuk pertama kalinya. Acara ini merupakan bagian dari roadshow ASUS Gathering di beberapa kota di Indonesia.
Share:
Read More
, , , , , , , ,

Mudahnya Berkeliling Pulau Jawa dengan Kereta Api

tiket kereta api online

Saya termasuk beruntung ketika pertama kalinya naik kereta api sudah dengan fasilitas yang nyaman, saat dimana orang-orang tidak lagi berdesakan dan pelayanan pun sudah ditingkatkan. Sebagai warga Borneo, kereta api adalah transportasi langka. Maka wajarlah, jika saya pengen banget naik kereta api saat di Pulau Jawa. Seperti biasa, setiap tahun kami mudik ke Tanah Jawa. 

Kami punya prinsip kalau sudah di Jawa, sayang kalau sampai tidak bisa kemana-mana. 

Apalagi saya sendiri memiliki keluarga di beberapa kota di Pulau Jawa, dan pastinya suami yang notabene asli Jawa punya keluarga dan kawan-kawan lebih banyak lagi yang menyebar di Pulau Jawa. Jadi, selagi bisa silaturahmi mengapa tidak kami diusahakan. 

Nah, itu alasan yang pertama. 

Alasan kedua, kami juga ingin berwisata di kota-kota lain. 

Biasanya kami memulai perjalanan dari Kota Malang, mengingat rumah mertua, tempat kami mudik memang di Malang. Tapi, tidak selamanya demikian. Beberapa kali, ide-ide berkeliling ke daerah lain muncul tidak selalu saat kami di Malang. Misalnya saja, ketika suatu saat kami bertolak dari Kalimantan menuju Solo. Dari Solo kami lalu mengitari daerah lain dan barulah berakhir di Malang, rumah orang tua. Hal yang perlu kami lakukan untuk bisa berkeliling di Tanah Jawa adalah dengan mencari tiket kereta api menuju daerah yang diinginkan.

Tentu saja tidak semua tempat di Pulau Jawa berhasil saya singgahi, meski demikian saya senang beberapa daerah tersebut adalah kota-kota besar di Kepulauan Jawa.

DKI Jakarta

Sebenarnya kemacetan bukan hal yang menarik di Jakarta, tapi sebagai turis, saya justru penasaran melihat orang-orang bisa bertahan dengan hal ini. Belum lagi gedung-gedung tinggi menjulang yang saling menatap dan bersaing satu dengan lain. 
ke jakarta naik kereta api

Sementara berwisata di Kota Tua Jakarta justru menawarkan hal yang berbeda. Ada ketenangan dan kenangan. Gedung-gedung peninggalan Hindia Belanda yang masih berdiri kokoh, budaya dan kulinernya masih dapat saya lihat di sini. 
Kota Lama
Wisata Kota Tua

Jakarta
kerak telur

Saya juga mampir ke Taman Mini Indonesia dan jalan-jalan menuju Monas.

Jawa Barat

Sementara di sisi lain Kota Jakarta, ada Bekasi, kota di provinsi Jawa Barat yang berdekatan dengan Jakarta yang juga saya singgahi.

melewati sebuah SD di Bekasi

Saya juga sempat menjejak di kota dan kabupaten di Jawa Barat lain yang sebagian besar saya ingat, seperti Bogor, Tasikmalaya, Garut, dan sebagian lagi saya lupa nama daerahnya. Biasanya nama tempat yang terlupakan ini karena kami cuma mampir makan, sholat dan tidak pakai menginap, atau sekadar mampir di stasiunnya.
Berpose di depan KRB sebelum berkeliling di dalamnya

Yogyakarta 

Entah berapa kali saya ke Jogja (sebutan khas Yogyakarta), walaupun belum juga terpuaskan. Bagi saya, Jogja itu unik, diisi dengan orang-orang kreatif dengan budayanya yang kental. Pernahkah ketika kamu menginjakkan kaki di suatu tempat untuk pertama kali dan tempat itu langsung membuatmu terkenang-kenang? Nah, seperti itu Jogja. Baru pertama sudah terasa akrab. Malam-malamnya terasa hidup sekali.
Suatu Malam di Malioboro
Candi Prambanan

Jawa Tengah

Ketika menuliskan tempat-tempat di Jawa Tengah dan sekitarnya yang pernah saya kunjungi, saya baru sadar kalau ternyata cukup banyak juga. Beberapa kali kami mengambil rute kereta api Malang-Solo lalu mengitari daerah lain.

Saya juga pernah ke Purwokerto dengan kereta api, mampir di Wonosobo dan melanjutkan ke Dieng. Menikmati pegunungan dan alamnya yang luar biasa.
kuliner di Purwokerto

Pemandian Kalianget-Purwokerto

Kawah Sikidang-Dieng

Tak lupa ketika singgah di Jogja lagi-lagi dengan kereta api dari Malang, kami pun memutuskan pergi Candi Borobudur yang ada di Magelang.
numpang ngukur tinggi doang ini mah


Jawa Timur

Seperti saya bilang di awal, tidak selamanya juga saya bertolak dari Malang menuju kota lain. Pernah saya bertolak dari Jogja, muter-muterin kota lain dulu baru balik ke Malang. Kalau kalian belum pernah ke Malang, saya kasih bocoran kalau di Malang banyak sekali tempat wisata. Tinggal cari tiket kereta saja untuk mudahnya. Nama Malang dipakai untuk penyebutan kota, kabupaten dan adalagi sebutan Malang Raya. Semuanya menyimpan potensi wisata yang indah. 
Ada banyak coban (air terjun) salah satunya : Coban Rondo
Coban Putri

Sedangkan Surabaya yang merupakan Ibukota Jawa Timur, biasanya saya ke sana untuk mampir ke rumah saudara, lalu keliling kotanya, oya pernah juga Kebun Binatang Surabaya yang menjadi kebun binatang pertama terbesar yang saya jelajahi.
Meski termasuk kota besar dengan banyak gedung raksasa, Surabaya ini kian tahun kian cantik berseri lho. Saya termasuk orang yang dari tahun ke tahun ke Surabaya dan melihat ada-ada saja perkembangannya. Taman-tamannya kini juga lebih banyak. Sayangnya tahun ini saya tidak sempat keliling Surabaya. Katanya, naik Suroboyo Bus bisa bayar pakai botol plastik. Kan bagus banget itu. Saya jadi gemes banget karena tidak bisa membuktikannya. Beneran butuh diulang liburannya. 

Beberapa daerah di Pulau Jawa juga sempat saya singgahi tapi tidak sempat berfoto, ada pula daerah yang saya lupa namanya (butuh liburan ulang)


Keliling Pulau Jawa dengan Kereta Api 

Untuk bisa pesan tiket kereta api setidaknya ada dua hal yang dapat dilakukan :
1) pergi ke stasiun dan atau 
2) memesan tiket kereta api online.

Cara pertama memang cukup memakan waktu, ini tentunya berdasarkan pengalaman saya ya. Karena saya harus mengantri dan oya, pernah pelayanannya tutup di hari tertentu.

Sedangkan cara kedua lebih praktis, saya bisa beli tiket kereta api secara online di Pegipegi.com

PegiPegi merupakan online travel agent yang selain menyediakan tiket pesawat, hotel, juga tersedia tiket kereta api beserta beragam promonya. Karena telah bekerjasama dengan PT.KAI, saya merasa tidak perlu khawatir soal kesesuaian harga dan jadwalnya. Selain kepraktisan dan promo yang ditawarkan, saya bisa mendapatkan poin ketika melakukan reservasi.


Cara Beli Tiket Kereta Api di Pegipegi

Oke, karena Paksu punya niat pergi ke Jakarta dari Kota Malang, maka cara memesan tiket kereta api online di Pegipegi.com seperti ini:

1. Agar lebih mudah, unduh aplikasinya.

2. Registrasi bisa via email

3. Masuk ke ‘cari kereta api’ isi (stasiun) kota keberangkatan dan (stasiun) kota tujuan. Isi pula tanggal keberangkatan dan pulang (jika PP) serta jumlah penumpang. Sebenarnya tidak perlu khawatir kalau tidak tahu stasiun apa (seperti saya maksudnya) karena Pegipegi akan memberikan opsi rute dari stasiun mana kita akan berangkat dan berakhir.
OPSI RUTE

Untuk anak di bawah 3 tahun tidak dikenakan kursi, tapi tetap diisi datanya. Klik ‘cari tiket’

4. Pilih kereta yang tertera, perhatikan jadwal keberangkatan.

5. Isi ‘Data Kontak’, ‘Data Penumpang’

6. Penumpang bisa memilih letak kursi.

7. Lanjutkan dengan pembayaran. Pegipegi memberikan kemudahan pembayaran melalui ATM transfer, kartu kredit, internet banking, dan jaringan modern market yang telah dipilih.

Nantinya setelah sukses reservasi, langkah selanjutnya adalah memanfaatkan fasilitas Mesin Cetak Tiket yang ada di stasiun untuk mendapatkan boarding pass. Dan setelah itu, ya sudah, beres. Sudah bisa deh keliling ke daerah-daerah di Pulau Jawa. Kelebihan naik kereta api itu, saya bisa melihat pemandangan alam dan kehidupan sosial masyarakat meski sepintas.

Kalau kalian memang tinggal di Pulau Jawa, rasanya sayang sekali kalau belum pernah keliling di Malang. Dan kalau kalian tinggal di luar Pulau Jawa seperti saya, lalu pergi ke Tanah Jawa suatu kali, moga-moga tidak kelewatan kesempatan ya untuk bisa naik kereta api. Biar tidak hanya didendangkan dalam lagu anak-anak saja.

Semoga setelah tulisan ini saya bisa berangkat lagi :)

Salam,
Lidha Maul
Share:
Read More
, , , ,

Tiga Inspirasi Hadiah Honor Kala Akhir Ramadhan


foto : porapak apichodilok
Ada sebuah ungkapan “berilah hadiah untuk mempererat hati.”

Di bulan Ramadhan ini banyak orang berlomba-lomba berbuat baik, perlombaan yang sebenarnya bertujuan untuk mengalahkan ego dan memicu bertumbuhnya kebaikan bagi diri sendiri. Ada berjuta cara berbuat baik yang semuanya bisa meningkatkan amalan diri. Ada orang yang membukakan puasa bagi orang lain, ada yang sedang melatih kesabarannya, ada yang menolong dengan tenaganya, ada pula yang menolong dengan hartanya, ada yang ingin berbagi ilmu lebih banyak, ada pula yang bersuka cita memberi hadiah. Semua itu terjadi dalam segala sektor lini kehidupan, dalam inti keluarga, dalam bermasyarakat dan lingkungan kedekatan lainnya.

Semua kebaikan itu dapat menjadi teladan bagi sebelas bulan selanjutnya. Di akhir Ramadhan, alias menjelang lebaran, kegiatan berbagi ini jauh terasa kencang. Apalagi ada iming-iming THR turun di tangan, kita bahkan sudah menyiapkan pos-pos pengeluaran untuk orang tercinta di dalam kepala. Pos-pos pengeluaran yang bukan hanya berupa sedekah dan zakat, tapi juga hadiah untuk orang-orang yang diinginkan.

Bicara tentang hadiah di bulan Ramadhan, kita tentunya ingin memberikan hadiah yang spesial, yang berharga, yang berguna bagi penerima. Misalnya saja saya. 

Saya ingin memberikan hadiah smartphone teruntuk orang tua. Sebagai orang yang hidup di zaman now, smartphone bukan lagi barang asing. Penempatan kebutuhan smartphone setara dengan kebutuhan induk lainnya. 

Beberapa pertimbangan ini bisa menjadi wacana bagi Anda yang ingin memberikan hadiah smartphone di bulan Ramadhan untuk orang yang kita cintai :
     1) Smartphone merupakan alat komunikasi. Ada orang-orang yang terjalin silaturahminya berkat adanya smartphone. Pengalaman saya pribadi pada beberapa sanak famili dan kawan-kawan yang selama 11 bulan tak tahu kabar, tahu-tahu Ramadhan jadi ingin bertegur sapa.

     2) Potret keluarga dan suasana Ramadhan hingga lebaran yang bisa diabadikan lewat smartphone.

     3) Ngabuburit nggak gabut.

     4) Membaca AlQur'an di smartphone

     5) Mudik yang terpantau. Berkat sarana GPS, pemudik mandiri bisa berkelana dengan mudah.

     6) Serta aktivitas-aktivitas lain kala Ramadhan berdasarkan pengalaman pribadi pengguna.

Selain alasan mengapa memberikan smartphone dapat dijadikan hadiah saat Ramadhan, tentunya pertimbangan umum lainnya adalah persoalan harga dan kualitas smartphone. Saat ini, setidaknya ada smartphone yang bisa saya rekomendasikan dari ponsel pintar HONOR sebagai hadiah Ramadhan.

Mengapa smartphone HONOR layak sebagai hadiah Ramadhan?

Karena HONOR smartphone murah yang mengusung trendi dan menyesuaikan kebutuhan zaman sekarang.


HONOR 8A



Smartphone HONOR 8A ini dinilai memiliki desain ‘wah’ yang trendi. Dilansir dari DetikINET, salah satu kelebihan HONOR 8A adalah kameranya yang meskipun cuma punya satu lensa di belakang 13 MP, tetap bisa menghasilkan efek bokeh lewat bukaan hingga f/1.8. Dengan berat 150g yang disebut-sebut terasa sangat ringan, HONOR 8A diklasifikasikan cocok untuk anak muda. Pada tampilan depan, HONOR 8A terlihat ayu karena memakai poni atau yang lebih dikenal dengan notch. Layar LCDnya berukuran 6,09 inci dengan resolusi 1560 x 720 pixel dikemas dengan antarmuka buatan sendiri, EMUI. Memori internalnya sebanyak 32GB dan dengan baterainya yang berkapasitas 3.020 mAh cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk baterainya sendiri diklaim dapat bertahan sebulan dalam keadaan stand-by.

Bagi orang-orang yang bersinggungan dengan layar smartphone dalam waktu yang cukup lama, setidaknya HONOR 8A bisa mengurangi rasa khawatir akan berkurangnya kesehatan mata. HONOR 8A telah lulus tes kenyamanan mata bersertifikat TUV Rheinland, dimana layarnya dapat mengurangi emisi cahaya biru, sehingga dapat mengantisipasi berkurangnya kesehatan mata akibat terpapar cahaya dalam jangka panjang.

Dari segi kekuatan suara, speaker HONOR 8A lebih besar dan juga lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

 Spesifikasi HONOR 8A

Dimensi = 156.3 x 73.5 x 8 mm

Berat = 150 g
Layar = 6,09 inci
Kamera = Belakang : 13MP f/1.8 dan Sekunder : 8MP f/2.0
Memori = RAM: 3GB & ROM: 32GB
Eksternal Memori = up to 512GB
Prosesor/CPU = MediaTek Helio P35 octa-core 2,3 GHz 
OS = Android 9 Pie; EMUI 9
Chipset = Media Tek 6765 octa-core
Konektivitas = wifi, SIM, bluetooth, USB 2.0
Baterai = 3.020 mAh
Warna = biru dan hitam
Harga = Rp 1.699.000 (flash sale)


Kesimpulan :
Honor 8A dapat menjadi hadiah untuk mereka yang beraktivitas sehari-hari dengan smartphone dan mereka yang membutuhkan speaker yang mantap untuk mendengarkan kajian atau murottal Al Qur'an.

HONOR 10 LITE


Mengusung konsep dinamis dengan desain yang tampak memukau, HONOR 10 Lite menyediakan varian warna Sky Blue dan Varian Black. Dikutip dari KOMPAS menyebutkan bahwa varian Sky Blue, paduan gradien warna silver dan biru terang adalah yang paling kentara warna refleksinya. Masih sama dengan HONOR 8A, ponsel pintar HONOR 10 Lite memiliki wajah berponi alias dewdrop screen,  yang sebenarnya menjadi kamera depan beresolusi 24 MP. Meski serupa dengan 'saudaranya', poni atau takik HONOR 10 Lite dibuat lebih kecil agar layar terasa luas.
Swafoto sempurna dengan kamera depannya fantastis bisa dilakukan saat ngabuburit atau pun saat lebaran bersama orang terdekat. Kemampuan kamera depan disebut-sebut bisa menghilangkan kantung mata bahkan yang terparah sekali pun, serta membuat wajah lebih ramping, lebih mulus, gigi putih dan wajah cerah. Yah, kecanggihan ini bisa dimanfaatkan kaum hawa sebagai inspirasi wajah berseri ketika lebaran nanti. 

Sedangkan dua kamera belakang AI-nya 13MP + 2MP yang didukung fitur Super Night Fotografi yang cukup membantu memotret suasana malam secara lebih baik. HONOR 10 LIte sudah mendukung 4G LTE. Ditunjang prosesor EMUI 9.0 dan Android 9 Pie, HONOR 10 Lite disebut mampu meningkatkan performa ponsel sebanyak 20%, dibantu dengan chipset Kirin 710 yang lebih baik dari Kirin. Tampilan grafis dari GPU Turbo 2.0 bisa diuji kala memainkan game berat. Baterainya disematkan dengan kapasitas 3.400 mAh, cukup untuk pemakaian standar selama seharian.
Spesifikasi HONOR 10 Lite

Dimensi = 154.8 x 73.6 x 7.95 mm

Berat = 162 g
Layar = 6, 21 inci
Kamera = Belakang : 13MP+2 MP dan Depan : 24 MP 
Memori = RAM: 4GB & ROM: 64GB
Eksternal Memori = Micro SD up to 512GB

Prosesor/CPU = Octa-core (4x2.2 GHz Cortex-A73 & 4x1.7 GHz Cortex-A53)
OS = Android 9.0 Pie + EMUI 9
Chipset = Kirin 710

Konektivitas = wifi, SIM, bluetooth, USB

Baterai = 3.400 mAh
Warna = biru langit dan hitam malam
Harga = Rp 2,8 juta

Kesimpulan :
HONOR 10Lite adalah ponsel cerdas yang merepresentasikan kesenangan masa kini. Dengan kemampuan fotografinya yang lebih baik, para pengguna dapat menyajikan foto-foto menawan untu para penghobi fotografi yang ngabuburit dan senang mengoleksi foto jalan-jalan dan kebersamaan. Termasuk pada malam Ramadhan dan lebaran. Dengan konektivitas yang tinggi, HONOR 10 Lite nyaman dibawa kemana-mana untuk sharing.


HONOR 8X


Masih mengusung mode-eye comfort bersertifikat dari TUV Rheiland. Ditambah dua mode lain, Sunlight Display dan Night Mode. Dikutip dari Tirto.id mode eye-comfort ini berguna  mengurangi radiasi cahaya biru untuk mencegah mata lelah, sedangkan Sunlight Display memungkinkan layar terlihat lebih jelas kendati terpapar di bawah sinar matahari. Sementara Night Mode, akan membuat mata nyaman saat melakukan aktivitas baca pada malam hari. Pada bagian belakang, tersemat dual-camera AI 20 MP aperture f/1.8 + 2 MP sebagai depth sensor. Dengan sistem AI, kamera ini diklaim mampu mengidentifikasi 22 kategori dan 500 skenario dari objek foto. HONOR 8X juga mampu merekam gerakan instan, super slow motion. Cocok untuk mereka yang senang membuat video dengan sensasi deep-feeling.

Urusan bodi, HONOR 8X memang berkesan mewah yang bisa dilihat dari penggunaan lapisan nano kaca sehingga tampilan berkilau bak cermin tampak lebih memukau. 
Dengan mengusung tema "beyond limits" HONOR 8X dapat dijangkau oleh kelas menengah ke atas. Untuk kebutuhan swafoto layak diandalkan, karena HONOR 8X menyediakan kamera depan tunggal 16 MP dan mencegah backlight saat latar berpapasan dengan matahari. 

Otak yang digunakan dalam ponsel cerdas ini adalah Kirin 710, yang memungkinkan performa GPU meningkat 130% dan CPU meningkat 70%. Pengolahan grafis dengan GPU Turbo memungkinkan untuk bermain game serta mengurangi konsumsi pemakaian baterai berlebih. RAM yang disediakan sebanyak 4GB yang dibarengi internal storage 128 GB. Jika ingin menambah, HONOR 8X menyediakan slot Micro SD hingga 400 GB. 
HONOR 8X juga memungkinkan mengidentifikasi wajah atau face unlock untuk membuka ponsel.
HONOR 8X menggunakan baterai 3.750 mAh, lebih besar dibanding dua generasi di atas. Untuk sistem operasi yang digunakan yakni EMUI 8.2 dan Android 8.1 (Oreo)

Spesifikasi HONOR 8X


Dimensi = 160.4 x 76.7 x 7.8 mm
Berat = 175 g
Layar = 6,5 inci ; 2340 x 1080 px
Kamera = Belakang : 20MP+2 MP dan Depan : 16 MP 
Memori = RAM: 4GB & ROM: 128GB
Eksternal Memori = Micro SD up to 400GB
Prosesor/CPU = octa-core 4x2.2 GHz Cortex-A73 & 4x1.7 GHz Cortex-A53
OS = Android 8.1 Oreo + EMUI 8
Chipset = Kirin 710 
Konektivitas = wifi, SIM, bluetooth, USB
Baterai = 3.750 mAh non-removable LiPo
Warna = biru, merah, hitam
Harga = Rp 3,99juta

Kesimpulan :
HONOR 8X cocok menjadi hadiah istimewa berkelas yang bisa diberikan kepada orang-orang yang dicintai di akhir Ramadhan dan menyambut lebaran. Untuk mereka yang mengharap kedekatan dan kebersamaan dapat terjalin selamanya.


KESIMPULAN AKHIR : 
Hubungan manusia dengan manusia lain dapat terjalin dengan saling memberi hadiah, persiapkan hadiah terbaik untuk orang-orang yang diinginkan.  HONOR smartphone murah dan trendi yang menyesuaikan kebutuhan manusia masa sekarang, sehingga dapat dijadikan hadiah terutama menjelang akhir Ramadhan ini. Tiga smartphone HONOR di atas dapat menjadi inspirasi hadiah.

Saat ini, HONOR mempunyai forum resmi bernama HONOR Club. Bergabunglah dengan HONOR Club untuk mendapatkan segudang informasi seputar HONOR. Forum ini juga banyak membagikan hadiah-hadiah.
Semoga inpirasi hadiah Ramadhan ini berguna untuk kawan-kawan semua.

Terima kasih.

Share:
Read More
, , , , , , , , ,

Perjalanan Makin Aman Bersama GOJEK Setelah #UninstallKhawatir

Fitur keamanan GOJEK

Kira-kira beberapa bulan lalu, atau mungkin juga masih tahun lalu, ketika saya bergegas hendak tidur malam hari, notifikasi Whatsapp saya berbunyi. Saya pikir Pak Suami, ternyata bukan. Orangtua saya menelepon dari rumah(nya) dan bercerita kalau Acil (bahasa banjar: pengganti kata Tante) belum bisa pulang. Awalnya saya pikir, ada apa dengan saya ya ? Kok saya yang ditelepon?

Ternyata, orangtua saya minta tolong agar Acil bisa dipesankan GOJEK. Saya langsung mengiyakan. Maklum saja, lokasi rumah ortu memang tidak berdekatan dengan jalan besar alias dekat dengan transportasi umum.Bertahun-tahun tinggal di sana, kalau pergi sekolah, saya harus keluar kira-kira 1 km untuk mendapatkan angkot. Persoalan lain, atau bisa dibilang keunikan lain dari kota ini adalah jalan-jalannya yang berlekuk dan menukik, karena hampir merata di kota ini banyak perbukitan, naik-turun, belok-belok, mirip sebuah lagu anak-anak.

Jadi, jangankan 1 km, jarak 100 meter saja untuk emak-emak yang sudah mewujud nenek-nenek pastinya bisa gemetaran kok. Makanya, begitu ada sarana GOJEK, kami yang tinggal di daerah nyungsep ini sungguh sangat terbantu.

Namun, meski membutuhkan dan smartphone-nya bisa dipasang aplikasi GOJEK, ortu belum fasih menggunakannya. Biasalah, kebanyakan orang tua masih gagap bila bersinggungan dengan teknologi, termasuk ortu saya yang masih belajar pelan-pelan.

Malam itu, segera saya pesan GO-RIDE, menandai lokasi, chat sesaat dengan driver-nya, mengabari ortu agar menunggu driver, lalu bersiap mau tidur. Tak lama ortu mengontak saya lagi, menanyakan kapan ‘si ojol’nya datang. Saya yang sedang ribet bersama si kecil, membuka kembali smartphone dan melihat driver sedang mengarah ke lokasi, saya kabarkan lagi kepada ortu beserta perkiraan waktu driver akan tiba.

Bolak-balik antara menidurkan si kecil, sambil terus melihat HP dan chat dengan ortu. Tidak lama kemudian, ada notif, rupanya Acil sudah sampai di tujuan. Saya sampaikan ke ortu dan bilang kalau Acil sudah sampai. Sewaktu ortu juga mengabarkan Acil sudah di rumahnya, saya langsung berasa lega luar biasa.
Sempat berpikir, kenapa tadi tidak screen capture saja ke ortu, terus ingat hal paling parah, "Ya, tapi kan hapeku yang satu ituh, SS-nya mesti mencet tombol power+volume (-). Itu pun kalau langsung beruntung, kalau nggak ya tambah ribet amat hidup ya. LOL”.
Setelah itu saya lanjut mengistirahatkan diri, sambil memikirkan kejadian barusan. Jujur, walau bukan saya yang naik ojek online, tapi malam itu saya cukup cemas.

Saya tidak khawatir dengan driver GOJEK, karena saya tahu mereka driver yang terbina dan terdata. Yang saya cemaskan: yang minta dipesankan dan naik ojol ini adalah nenek-nenek. Masih syukur lokasi yang dituju dekat, tapi bagaimana kalau jauh? Bagaimana kalau di jalan tiba-tiba orang tua ini sakit perut? Bagaimana kalau ternyata macet di jalan yang telat parah sampai tujuan, terus beliau tidak mengabari ortu saya, yang akhirnya ortu saya cemas, yang imbasnya saya ikutan cemas. Atau bagaimana kalau saya yang mengalami harus pergi malam atau ke tempat yang jauh yang rentan ada risiko perjalanannya?

Ternyata saya bukan cemas atas yang sudah berlalu, justru cemas ‘bagaimana kalau - bagaimana kalau -nantinya’. Kalian suka mikir begitu juga sebagai manusia normal? :D


Kecemasan Ternyata Bisa Dihilangkan dengan Fitur Keamanan GOJEK

Saya termasuk orang yang terbantu dengan keberadaan GOJEK dan senangnya bisa membantu orang tua pula meski saya tidak bersama mereka. Lewat inovasi GOJEK yang terus berkembang, saya telah
#UninstallKhawatir agar tak perlu cemas jika harus membuat pesanan untuk orang tua lagi. Mengapa demikian? Karena dengan update GOJEK versi terbaru, saya bisa mendapatkan fitur keamanan GOJEK yang inovatif.

Apa saja fitur keamanan yang membuat saya telah #UninstallKhawatir ini?


TOMBOL DARURAT :
Fitur Aman Saat Mendesak


fitur keamanan gojek

Kita tentu tidak berharap akan terjadi sesuatu yang buruk di perjalanan bukan?

Faktanya, ada hal-hal yang terjadi di luar kuasa manusia, seperti kecelakaan, sakit mendadak, pencurian, kehilangan, atau pun bencana yang hadir tiba-tiba. Kita tentu selalu berharap baik-baik saja. Karena itulah, inovasi GOJEK menyediakan fitur Tombol Darurat.

Tombol darurat langsung terhubung dengan Unit Darurat GOJEK ini selalu siap sedia melayani selama 24 jam setiap harinya.

Tapi benar deh, mudah-mudahan fitur ini nggak terpakai buat kita, karena siapa pun pasti berharap baik-baik saja, bukan. Semoga saja kita aman selalu.

Untuk kabar baiknya, tombol darurat sudah bisa diakses pengguna GO-CAR. Semoga saja tombol ini nantinya bisa juga diakses pengguna GO-RIDE.


BAGIKAN PERJALANAN :
Berbagi Kabar Agar Nyaman


fitur keamanan gojek

Lewat fitur terbaru GOJEK saya juga bisa bagikan perjalanan atau ‘share trip’. Misalkan, seperti kejadian malam itu, saya yang memesan GOJEK, dan yang adalah Acil. Saya bisa tahu posisi Acil dan GOJEK sebagaimana tertera di lokasi saya dengan jelas, lalu saya bisa bagikan perjalanan ke WhatsApp ortu maupun SMS atau lewat aplikasi pesan lainnya.


Di mana pun lokasi saya sekarang, ortu bisa tahu live location Acil dan GOJEK, identitas driver dan kendaraan yang digunakan, lokasi titik pickup dan drop off. Dengan begitu, saya tidak perlu screencapture ke ortu.

Patut disyukuri, bagikan perjalanan ini tersedia bagi pengguna GO-RIDE dan GO-CAR.


ASURANSI GO-RIDE :
Payung Aman dari GOJEK



GOJEK memang ingin memberikan payung aman dan nyaman kepada tiap penggunanya dan dalam setiap perjalanan mereka. Karena itu GOJEK berinisiatif memberikan Asuransi GO-RIDE. Tentu saja, setiap memulai perjalanan pastikan berdoa dan berharaplah agar aman selalu. Untuk aktivasinya tidak perlu repot, karena Asurasi GO-RIDE ini otomatis aktif ketika pengguna membuat transaksi perjalanan dari awal penjemputan hingga pengguna tiba di tempat.


DRIVER JEMPOLAN:
Pengendara Terpercaya


Kejadian malam itu sebenarnya bukan kali pertama ortu minta dipesankan GOJEK. Dulu, ortu sempat khawatir menggunakan GOJEK ini. Bersentuhan dengan teknologi masih awam bagi mereka. Saya masih ingat saat memamerkan identitas babang driver-nya yang berfoto resmi dilengkapi dengan tanda pengenal kendaraan untuk menceritakan betapa amannya GOJEK. Sampai ortu merasakan sendiri keramahan dan kenyamanan mengendara bersama driver.

Ini wajar, karena untuk peningkatan mutu driver, GOJEK melakukan proses rekruitmen yang ketat. Driver adalah mitra yang mewakili citra GOJEK di mata para pelanggannya. Setiap driver mendapatkan modul pelatihan yang berisi info tentang penggunaan aplikasi pengarah jalan, cara merawat kondisi kendaraan, patuh pada peraturan lalu lintas, dan cara memberikan pelayanan yang baik. Karena itu tidak heran kalau melihat driver yang ramah, mengendaranya baik, memastikan kebutuhan pengguna dan murah senyum.

Dengan mengacu pada profesionalitas, GOJEK juga telah berkolaborasi bersama Rifat Drive Labs (RDL GOJEK) yang diinisiasi Rifat Sungkar, pembalap Indonesia sekaligus Duta Keselamatan Berkendara. Program ini bertujuan agar para mitra driver memiliki pengetahuan tentang keselamatan berkendara, pembekalan defensive riding, pre trip inspection serta disediakan pula sesi praktik. Mitra driver juga diedukasi untuk bertanggung jawab, sabar, dan berempati dalam melayani para pelanggan. Dalam kurun waktu 4 tahun terakhir ini, lebih dari 300 ribu mitra driver GOJEK yang ada di 20 kota di Indonesia telah bergabung dalam program ini. Setiap bulannya lebih dari 10 ribu mitra driver mengikuti program yang masih terus berlanjut hingga kini.

GOJEK juga mengedukasi mitra driver lewat #TrikNgetrip, yakni program edukasi yang berisi pesan-pesan dan tips agar perjalanan bersama GOJEK tetap aman dan mitra driver pun tetap memberikan pelayanan terbaiknya.

Selain itu, pembekalan dari GOJEK kepada mitra driver juga terselenggara lewat serangkaian pelatihan-pelatihan peningkatan mutu melalui Bengkel Belajar Mitra. Dengan menggandeng profesional di bidangnya, program rutin ini terus diadakan di berbagai kota di Indonesia untuk memberi pembekalan kepada driver GOJEK dalam meningkatkan layanan dan mengasah pengetahuan di bidang lainnya.

Tidak hanya berhenti pada rangkaian latihan dan edukasi, GOJEK juga memberikan motivasi pada para mitra driver dengan memberikan penghargaan bernama Driver Jempolan. Penghargaan berupa pin yang disematkan di jaket ini adalah wujud apresiasi GOJEK kepada mitra driver yang telah memberikan pelayanan prima dan memiliki kontribusi lebih di masyarakat.


Makin Aman dan Nyaman Setelah #UninstallKhawatir


Peningkatan kualitas kemanan dari GOJEK membuat berpergian saya makin nyaman dan pastinya bisa #UninstallKhawatir. Berkat fitur keamanan GOJEK, saya juga tidak ragu mengenalkan dan mengajak orang lain khususnya orang tua dan keluarga untuk menggunakan GOJEK. Karena bepergian bersama GOJEK kian aman dan terlindungi.

Perlu diingat, semua fitur yang disebutkan di atas bisa diakses setelah update aplikasi GOJEK ke versi terbaru. Jadi, yuk update aplikasinya. Karena sudah bukan masanya cemas berlebihan, sudah waktunya pakai GOJEK saja.
Share:
Read More
,

[Review] Yorick : Sebuah Teladan tentang Pantang Menyerah



Penulis: Kirana Kejora
Penerbit: PT Nevsky Prospekt Indonesia
Editor: Key Almira
Desain Sampul: Sidiq Yusliana
Penata Letak: Devandra Alby
ISBN: 978-602-528-830-2
Jumlah Halaman: 336
Harga: buku fisik Rp 89.000, buku digital : Rp 37.000


"persembahan untuk seorang guru besar dengan 1000 pelajaran"

Nenek adalah nafasku.
( hlm. 100)

Tentang Pemenang:
“Pemenang sejati adalah mereka yang berani bertempur sendiri, merangkul ‘musuh’ yang bernama amarah, memeluk ‘lawan’ yang bernama dendam, lalu mengajaknya berdamai dengan cinta kasih dalam keesaan Sang Maha.”
(hlm. 321)

Tentang Cinta:
“Cukup musim saja yang dingin, bukan dirimu. Cukup musim saja yang panas, jangan hatiku. Cukup musim saja yang gugur, tidak cintaku. Bolehkah aku masih mencintainya Tuhan?
(hlm. 44)



Novel Yorick yang disebut-sebut berdasarkan kisah nyata dan telah difilmkan ini mengawali ceritanya di Saint Petersburg. Yorick, tokoh utama dalam kisah ini, kala itu bertemu dengan Nevia, perempuan yang pernah akrab di masa silamnya. Saat  Nevia berusaha menghindari Yorick, saat itu pula memori masa lalu Yorick berulang dan kita pun diajak jauh ke masa Yorick kecil.

Kisah Yorick kecil dimulai saat ia berusia 11 tahun. Yorick tinggal bersama neneknya di sebuah desa di kaki Gunung Sawal, desa Panjalu, Ciamis, Jawa Barat. Kehidupan Yorick kecil jauh dari hingar bingar kemewahan, pun tidak bisa dibilang sederhana saja. Yorick dan neneknya yang bernama Mak Encum hidup serba kekurangan. Yorick, sebagaimana  anak-anak lain yang mengidam-idamkan mainan tertentu, pernah meminta kepada Mak Encum sebuah mobil-mobilan. Mak Encum tidak langsung mengiyakan pun tidak menolak, melainkan meminta Yorick bersabar dan berdoa.

Perempuan tua buta huruf itu tidak hanya bersedia merawat Yorick dengan cinta, namun juga mendidiknya dengan kebijaksanaan. Berbagai ilmu agama dan petuah kehidupan diberikan kepada Yorick. Mak, demikian Yorick memanggilnya, tak hanya ingin Yorick tumbuh menjadi sosok yang pintar, namun juga berakhlak dan menjadi pribadi tangguh.
"Ulah keok, memeh dipacok" (jangan mundur sebelum berperang)
(hlm. 47)
Sedari kecil Yorick tidak pernah tahu siapa kedua orangtuanya, yang ia tahu Mak adalah segalanya baginya. Yorick kecil tidak memiliki teman berarti. Di sekolah ia mengalami perundungan. Adalah Trio Y yang sering mengejek Yorick karena keadaannya yang miskin dan dirinya yang juga berbeda dari anak-anak lain. Mak Encumlah yang terus menyemangatinya.

Satu-satunya kawan terbaik Yorick adalah seekor ayam yang pada akhirnya mereka harus berpisah dengan cara yang paling menyayat hati.

Mak Encum, nenek dan keluarga Yorick satu-satunya yang ia ketahui, sering jatuh sakit. Disinilah Yorick kecil mulai ditempa untuk mandiri. Neneknya dibawa pergi tanpa sepengetahuannya. Masa-masa memilukan mulai terasa. Yorick kemudian berpindah dari satu paman ke paman lain. Dari satu siksaan ke ujian hidup lain. Yorick kecil yang beranjak dewasa merasakan derita bertubi-tubi, kelaparan, menggelandang, dihina dan disiksa. Dalam masa panjang kesendirian itu tak jarang Yorick pun bertemu dengan orang-orang berhati mulia. Ada penjual soto yang menaruh iba, ada lelaki yang ia anggap bagai ayahnya sendiri, ada pula kawan-kawan yang setia.


Syukurlah, Yorick masih mau mengandalkan akal budinya. Ia terus semangat mengejar ilmu, bekerja apa saja tak patah semangat. Bersyukur dan berterima kasih pada mereka yang telah baik berbuat baik pada dirinya.

Yorick jatuh cinta pada dunia IT. Bisa dikatakan, bidang inilah yang akan menjadi kunci pembuka kesuksesan Yorick di kemudian hari. Berbekal ketekunan itu, Yorick dapat menghidupi dirinya dan membuka usaha bersama kawan-kawannya, Rotten, Tejo, Iyan, Aziz, Pak Kin dan Pak Hanafi

Namun sayang seribu sayang, Mak Encum, sang maha guru dengan 1000 pelajaran, telah berpulang ke hadirat Ilahi dengan menyisakan penyesalan mendalam bagi Yorick yang tidak bisa menemani Emak di hari-hari terakhirnya. Ia merasa gagal saat ingin membahagiakan Emak dan memenuhi pesan terakhir Mak Encum. Waktu pun terus bergulir menyisakan kekosongan dalam diri Yorick.

Kini, Yorick telah membangun kerajaannya, telah mengaplikasikan nasihat-nasihat Mak Encum pada lajur hidupnya. Bisnisnya berkembang ke berbagai negara setelah jatuh berkali-kali. Semua itu karena spirit dari sosok perempuan mulia yang senantiasa hidup dalam benak dan hatinya.

Namun, Mak Encum bukanlah satu-satunya perempuan yang hadir dalam kisah Yorick. Ada Tia, gadis Pontianak dan Nevia, perempuan yang dijumpai Yorick di Rusia. Sebagai mana layaknya pria dewasa, Yorick pun mengalami jatuh cinta. Cinta yang pada akhirnya membawa Yorick belajar untuk memahami arti cinta sejati sesungguhnya. 



---U L A S A N ---

Awalnya saya cukup ragu bisa menyelesaikan Novel yang telah difilmkan ini dengan segera. Nyatanya, novel berjumlah 336 halaman ini begitu indah dan ringan untuk dibaca. Untaian kata demi kata, kalimat menuju kalimat, disajikan oleh Kirana Kejora dengan amat nyaman. Saya merasa terbuai, terlena dengan diksi yang oleh penulis dengan ragam prestasi ini taburkan dalam Novel Yorick, novel dengan rasa autobiografi. Kisah Yorick pun sama mengagumkannya dengan rangkaian kata yang disematkan dalam setiap halamannya.
Sikap Yorick  yang tenang tapi waspada dalam setiap kesempatan, karakternya yang tertutup namun pikirannya membuka. Kecerdasannya mungkin bisa dianggap di atas rata-rata, yang saya rasa masih banyak manusia yang sama. Namun, tekadnya memang melebihi kebanyakan manusia.

Tentang tekad dan tak patah semangat yang digaungkan dalam novel tidak seketika membuat saya percaya begitu saja. Sampai pada bagian di mana Yorick mengalami kejatuhan berkali-kali, dan ia memikirkan cara bangkit berkali-kali pula. Seakan-akan alas kejatuhannya adalah sarana untuk melontar diri agar bangkit seketika. Maka benarlah kisah ini. Apresiasi terbesar saya untuk Yorick adalah saat ia berani mengambil risiko bisnis yang membuat orang lain bisa menutup mata. Bagi saya ini sungguh fantastis.

Keberanian Yorick dewasa bertolak belakang dengan Yorick kecil, yang lebih sering mengalah dengan kehidupan. Syukurlah, bagi Yorick pengalaman masa kecilnya adalah cambukan untuk maju. Kedewasaannya bertumbuh seiring kepergiaan Emak. Sehingga yang terpancar pada Yorick setelah terpisah dari nenek hanya ketegaran dan ketangguhan. Saya tidak melihat dirinya yang rapuh atau mengalami perundungan seperti masa kecilnya. Bahkan saat harus menginap di rumah sakit pun, Yorick masih bisa mencandai kawannya.

Masa terburuk Yorick adalah ketika kehilangan nenek yang sepenuhnya ia cintai. Pada bagian inilah, saya merasakan kehancuran seorang Yorick yang lalu menjadi luka menganga, meski tak menyurutkan langkahnya untuk bangkit.
Sayangnya, porsi Mak Encum dalam kisah ini terasa sedikit. Masa 11 tahun itu diceritakan tidak sampai setengah novel dengan memadatkan dialog berisi petuah. Selebihnya, Mak hadir dalam bayang-bayang yang mengaliri kekuatan hidup Yorick di masa depan. Keberhasilan Yorick pun menjadi pertanyaan, apakah ini murni tempaan Mak atau telah bercampur dengan rasa bersalahnya.

Bagian 'mengerikan’ dari kisah Yorick adalah saat ia  pulang dari masjid dan mendapati kehampaan, sampai harus berpindah dari satu paman ke paman lain. Saya merasa kecut, tak ragu menangis, sembari membayangkan Yorick kecil yang kebingungan. Sungguh keras kehidupanmu, Nak. Sayangnya, lewat paman-paman dan perjumpaan dengan sang ayah, saya tetap tidak berhasil mendeskripsikan susur galur Yorick dengan tepat atau alasan terbesar mengapa Yorick sedari bayi diasuh Mak Encum.

Ada banyak sekali analogi yang dibuat Kirana Kejora dalam buku ini, yang semuanya terasa manis. Meski begitu, saya cukup terganggu dengan beberapa penarikan kesimpulan, baik tentang Yorick dan hal-hal yang terjadi. Sebagai pembaca, saya berharap bisa menarik kesimpulan sendiri lewat dialog atau penggambaran yang utuh, bukan narasi-narasi kesimpulan oleh penulis.

Porsi teman-teman Yorick pada novel ini menurut saya tertata baik. Setidaknya saya bisa menangkap eratnya persahabatan yang mereka bangun yang akhirnya bergulir menjadi persaudaraan. Menyentuh.

Saya juga suka saat Kirana Kejora menceritakan Saint Petersburg yang membuat saya seakan berada di sana. Terasa teduh dan indah.


Bagaimana dengan kisah cinta Yorick?
Bila ada perempuan-perempuan di luar sana yang berkata: ‘cowok itu suka nggak peka’, bolehlah kiranya saya sematkan ini kepada Yorick. Sepertinya ketidakpekaan ini memang sering diderita oleh pria-pria pebisnis, IT-man, maupun pria-pria workaholic. 
Kisah cinta Yorick bukanlah hal yang mendominasi dalam novel ini, melainkan sebagai bumbu yang akan mengarahkan pada rasa cinta sesungguhnya. Saya rasa ini sungguh menarik. Mengingat beberapa kisah motivasi tokoh lainnya masih menyelipkan stereotip drama percintaan yang senada.

Latar dan Alur
Berlatar di Rusia dan Indonesia, yakni Panjalu dan Bandung. Untuk tahunnya, saya mencatat Yorick berkuliah pada tahun 2000-an. Novel ini memiliki alur maju mundur. Awalnya, saya bingung mengapa mundur terlalu jauh. Sampai pada bagian akhir, barulah saya memahami kesimpulan besar yang ingin dipetik dari alur maju-mundur ini.


---C O V E R---

Desain cover yang meletakkan warna brown color palette, bagi saya terasa pas dengan isi novel yang memiliki sentuhan muram. Dengan pose Yorick dan Mak Encum, sudah cukup mewakili getir kisah drama mereka yang keseluruhannya menjadi khidmat dan syahdu.


---K E L E B I H AN---

1) Disediakan novel dalam bentuk buku digital dengan harga lebih murah (Rp 37.000)
2) Banyak kutipan yang bisa diseduh dari novel ini, yang semuanya berguna untuk kehidupan siapa pun yang membacanya, sedikit diantaranya adalah petuah berbahasa lokal setempat.

"Setiap Jumat, kenapa Emak selalu ajak ke makam? Biar kita selalu ingat, di dunia ini hanya sementara. Mulih kajati, mulang kaasal."
(hlm. 48)

3) Kekuatan pada novel ini adalah berdasarkan kisah asli.
4) Pembaca diajak untuk mengenal kawan-kawan baik Yorick pada akhir cerita dan mengenal bagaimana aslinya Yorick lewat sudut pandang masing-masing kawannya ini.


---K R I T I K---

Tentunya kritik di sini tidak menunjukkan saya jauh lebih baik.
Semoga saja kritik ini mampu mencapai ke arah lebih baik.

Aplikasi

Saya membeli novel Yorick dalam bentuk digital lewat aplikasi Yorick.id. Untuk membacanya saya harus membuka aplikasi terlebih dahulu yang sangat disayangkan harus pula terkoneksi dengan internet, karena kalau tidak aplikasi tidak akan berjalan. Sempat beberapa hari, aplikasi ini bermasalah. Halaman buku dan halaman buku digital ini berbeda. Misalkan pada daftar isi buku digital: ‘Bab Sang Pemburu’ jatuh pada halaman 6, pada buku fisik, bab ini ada pada halaman 1. Sehingga ketika saya mencari halaman tertentu berdasarkan daftar isi, sudah pasti tidak akan tepat.
Selain itu, saya juga tidak bisa melakukan pencarian kata.

Ejaan

Terdapat pula beberapa ejaan keliru di novel ini seperti :
aktifitas (hlm. 75, 245), seharusnya aktivitas
 mesjid (hlm. 152), seharusnya masjid
Duhur (hlm. 152) dan Maghrib (hlm. 153), seharusnya Zuhur dan Magrib.
Terdapat pula salah tik untuk penulisan tempat dan beberapa lagi yang tidak saya catat.
Meski demikian, salah tik ini memang tidak berakibat fatal mengubah makna alias sampai merusak tatanan cerita (seperti ketika Anda salah tik 'rambu' menjadi 'rabu', 'panda' menjadi 'pandai'). Setidaknya demikian yang saya temukan.

Dibuang Sayang 

Pertemuan Yorick dengan Ayah kandungnya menyisakan tanda tanya besar bagi saya. Seakan sekadar sapa lalu pergi lagi, tidak ada yang berarti. Padahal, Yorick pernah bertanya tentang orang tuanya kepada Mak Encum saat masih di Panjalu. Sampai-sampai saya berpikir, seandainya saja adegan pertemuan ini dibuang, sepertinya baik-baik saja.



Beberapa Pertanyaan :

1)
 “ Yorick petarung tangguh yang akan terus melibas badai penghalang jalannya. Tak segan ia merangkul badai, hingga ia bisa mengendalikan arah angin yang akan mengantar langkah ke mana jalan yang ia pilih.”
(hlm. 261)
Lalu, siapa kah Yorick ini? Sosok yang selalu bermusuhan dengan badai? Atau (kadang-kadang) berkawan dengan badai?

2)
“Yorick, bule kampung borangan.” (hlm. 33)
Pada bagian lain pula disebutkan Yorick berkulit putih. Pertanyaannya: mengapa seorang (anak) bule bisa menyasar di Panjalu? Walau pun saya yakin pada bagian ini mungkin tidak bisa diperjelas dan cukup menjadi pertanyaan pribadi saya saja.

3) Yorick menyarankan kepada Pak Bimo memperbaiki manajemen keuangan, karena pencatatan laba rugi tidak jelas (hlm. 259). Namun, ketika Yorick memiliki usaha, disebutkan keburukan Yorick yang tidak pernah mengecek laporan keuangan dan tidak tahu jumlah uangnya sendiri (hlm. 278).

Jadi, bagaimana bisa Yorick menyebutkan ketidakjelasan keuangan pada saat bekerja dengan Pak Bimo sementara saat memiliki usaha sendiri, ia bahkan tidak tahu jumlah uangnya?

4) Sebut saja keunikan dan biarkan cukup saya yang penasaran saat nama tokoh, sungai dan penerbit berawalan sama bak saudara kembar (Nevia, Sungai Neva, dan Nevsky)

5) Selain 'NEV' ada pula inisial 'Y' yang membuat saya sempat salah mengidentifikasi. Pertanyaannya: apakah nama anak-anak Panjalu memang wajar berinisial Y? Seperti Trio Y (Yayan, Yana, Yanu) dan Yayat, anak tetangga serta Yorick sendiri?


---S A R A N---


1. Mohon perbaikan aplikasi.  Lebih baik lagi tidak ketergantungan dengan internet alias mudah dibaca saat offline.
 2. Perbaikan ejaan.



---K E S I M P U L A N---

Di sekitar kita ada banyak anak-anak yang diasuh nenek. Seringkali pola asuh ini mendapat cibiran, kritan tajam dan disebut-sebut tidak akan berhasil. Mak Encum membuktikan sebaliknya, ia menanam benih keikhlasan dan kebijaksanaan yang bertahun-tahun kemudian dapat dilihat (meski bukan olehnya). Karena aspek terpenting dalam pola asuh ini adalah kualitas Sang Pengasuh. Dalam novel ini, banyak petuah-petuah bijak dari Mak Encum. Mak memang serba kekurangan dan buta aksara, tapi tak menyurutkan langkahnya untuk mengasuh Yorick meski sentilan dari keluarga harus ia terima. Satu-satunya penghalangnya adalah usia.

Kisah Yorick yang diambil dari kisah asli ini ditutup dengan kehadiran kawan-kawan baiknya. Terenyuh, terpacu adalah hal terbaik yang saya rasakan setelah membaca. Untuk Anda yang berjuang dengan bisnisnya, terpatah-patah, dan ingin bangkit lagi, saya sarankan berkenalanlah dengan Yorick. Untuk para ibu-ibu yang dahaga ilmu parenting, yang penat mengurusi anak, ambillah ‘me time’ (waktu luang) untuk menjenguk Mak Encum. Untuk orang-orang yang menghardik anak-anak, patut kiranya merenungkan kisah ini. Dan untuk mereka yang pernah mengalami perundungan, maka duduklah sejenak, biarkan Yorick mendampingi, singkirkan dendam dan teruslah maju. Berdoa, sabar, dan yakinlah kelak akan manis.

Kutipan favorit: 
"Hal paling sulit adalah memulai, tapi tidak akan rumit bila mau belajar berjuang sendiri."


Trivia :
Cryptocurrency adalah mata uang digital yang dibuat menggunakan konsep kriptografi.
Cryptocurrency ini merupakan dua kata gabungan dari cryptography yang berarti kode rahasia dan currency yang berarti mata uang.


***



Salam,
Lidha Maul


Share:
Read More