,

Kisah Foto Instagram Bulir Jeruk

Instagram?

Kali ini saya mau cerita KISAH FOTO INSTAGRAMKU.

Tanpa saya sadari saya memiliki akunnya cukup lama. Tahun 2011. Sama seperti akun-akun yang berawal dari keceplosan klak-klik belaka. Tahun 2015, saya mulai log in lagi akun instagram saya @lidhamaul yang sebenarnya cukup kaget sendiri ‘oh, saya sudah punya instagram ya.’ 

Share:
Read More
, , , ,

Kreasi Bakmi Mewah : Tahu Isi dengan Saus Jagung dan Bakmi Mewah Hijau Brokoli

Kreasi Bakmi Mewah

Tahu nggak?
Semenjak saya mulai suka food photography, saya mulai rajin masak-memasak (sedikit). Ada rasa have fun di dapur. Meskipun artinya banyak masak = banyak makan. Yang mana banyak makan ini sudah merusak resolusi diet 2017 saya (yang akan dimulai akhir Februari mendatang). Tapi tak apalah, karena katanya diet selalu dimulai besok.

Apalagi kalau disuguhi mie.
Share:
Read More
, ,

KULIT SEHAT DAN LEMBUT DENGAN REDWIN SORBOLENE MOISTURISER

KULIT SEHAT DAN LEMBUT DENGAN REDWIN SORBOLENE MOISTURISER

Nothing but Goodness for Sensitive Skin
(REDWIN)

SEPUTAR CURHAT KULIT
******************************************
Butuh minum, minum, minum.
Begitu terus yang saya pikirkan ketika melihat kulit saya kering. Hampir bisa dibilang, sukar menemukan kondisi kulit saya (kecuali wajah) dalam keadaan normal dan senantiasa lembab. Ketika kelewatan keringnya, yang terlihat seperti bersisik-sisik, bila digaruk akan terlihat putih juga pecah-pecah. Saya selalu merasa senantiasa cukup minum air putih. Rupanya, teori saya berbeda dengan kenyataan kulit saya. Belum lagi memakan makanan yang dapat merusak nutrisi kulit dan faktor cuaca juga tak kalah ‘membantu’ kerusakan kulit ini. Biar saya terang-terangan saja menyebutnya kulit sensitif.
Share:
Read More

8 CARA ASYIK MENANAM DI LAHAN TERBATAS


“Aku tu males nanam, karena di rumah gak ada lahan.”
“Halamannya aja gak ada gimana mau nanam.”
“Pekarangan saya sempitttt banget, eh cuma ditaruh 2 kursi aja udah nggak keliatan lagi.”

Wah, banyak banget deh alasannya malas nanam karena lahan sempit atau nggak ada lahan. Padahal ya, saya kalau malas nanam bukan karena keterbatasan lahan. Kalau saya malas nanam, malas berkebun artinya ya saya males aja. Iya, saya emang pemalas. Hahaha. Udah.

Memang sih ada banyak alasan males nanam, ada yang capek nanam karena nggak tumbuh-tumbuh, ada yang tanamannya mendapat serangan bertubi-tubi dari hama. Ceile, bertubi-tubi. Hamanya striker semua. Ada yang capek nanam karena buahnya dicolong anak tetangga. Dan ada yang males karena ya itu tadi..lahannya sempit, terbatas, dan nggak punya lahan.

Setahu saya, jurus jitu menanam itu bukan harus punya lahan, tapi harus ada yang ditanam bisa dimulai dengan ada tanamannya atau ada benihnya. Sudah.

Sebenarnya modal utama berkebun adalah niat. Asalkan ada niat, lahan sempit/terbatas bisa diatasi. Tempat berkebun saya nggak luas-luas amat, hanya di samping rumah dengan lebar yang nggak sampai 5 meter.  Saya juga bukan tergolong seseorang yang rajin berkebun. Senang-senang dan have fun aja. Yes, berkebun itu buat saya memang untuk have fun, olah tanah sekalian olahraga. Alhamdulillah bila dapat berkah.

Lewat tulisan ini saya mau menjawab pertanyaan: Bagaimana sih cara menyiasati berkebun lahan terbatas?

NIAT

Yang pertama dan terutama yaitu niat. Memang, nggak selamanya yang kita tanam berhasil. Ada capeknya, ada kesalnya. Ada yang nggak cantik, ada yang nggak sesuai selera. Yang terpenting teruskan saja. Seperti cerita saya menanam cabe yang bagi orang lain bisa mudah sekali, tapi bagi saya justru kena capeknya.


Apa yang mau ditanam?

Iya, emang sebenarnya mau nanam apa? Apa sebegitu pentingnya lahan luas? Mau nanam pohon jati? Pohon cemara? Mau bersawah?

Bahkan sebenarnya saya juga yang suka cari-cari alasan kalau ditanya ‘emang mau nanam apa?’ akan menjawab: “nggak, cuma mau nanam aja” atau “biar ada yang ijo-ijo aja di rumah” atau “mau belajar nanam aja sih.” Yang mana artinya, sebenarnya nggak butuh lahan luas kan? Lahan minimalis pun bisa.

So, daripada nyesal nggak pernah mencoba bertanam ria, ini ada beberapa cara bertanam di lahan terbatas. Semoga juga bisa memotivasi teman-teman yang ingin menanam: 

1. MENGGUNAKAN WADAH LAIN

Banyak sekali pot-pot beraneka rupa, warna dan bentuk. Tidak hanya mempercantik, pot sebenarnya juga membantu sekali untuk menyiasati keterbatasan lahan. Selain pot-pot yang sudah lazim kita lihat, kita juga bisa berkreasi dengan barang-barang bekas, misalnya: botol bekas, drum, ban bekas, dan berbagai penampung media tanam lainnya. Cocok untuk mereka yang senang memanfaatkan barang bekas.

Sepatu bekas, kenapa nggak?
Source pic: somedaycrafts.blogspot.com
Bayam dan kangkung
2. MENERAPKAN KONSEP VERTICAL GARDEN
Selain dapat mempercantik lingkungan, menanam secara vertikal menurut saya benar-benar solusi manis untuk mengurangi keterbatasan lahan. Alih-alih memaksakan diri menanam secara mendatar, mengapa tidak terpikir dengan cara vertikal. Memang, ada beberapa kelemahannya, misal tidak semua tanaman bisa ditanam vertikal, misalnya pepohonan yang berat yang tidak memungkinkan untuk ditanam secara bertingkat. Namun, sama halnya dengan teknik menanam konvensional, selalu ada celah kegagalan yang bukan berarti tidak layak dicoba. Makin kedepan, makin banyak penanaman secara vertikal.
Bayam vertikal


3. HIDROPONIK

Mungkin, keterbatasan lahan disini juga berarti keterbatasan tanah sebagai media tanam. Hal ini bisa diatasi dengan menerapkan konsep hidroponik. Mengganti media tanam tanah dengan media tanam hidroponik: cocopeat, bebatuan, rockwool, hidroton, serbuk kayu, dan lainnya. Sistemnya pun bermacam-macam, ada aeroponik, drip system, sistem sumbu yang bisa diatur penempatannya ingin dimana saja.
Hidroponik

4. BONSAI
Huhuhu, saya sih belum gemar-gemar amat sama bonsai. Masih nggak ngerti gimana cara nerapinnya. Tapi yess, yess. Ini cocok banget buat menyiasati lahan sempit alias rumah masih kontrakan, mau nanam di lahan pemilik nggak enak ama yang punya. Eh, udah nanam bertahun-tahun diusir ama yang punya, padahal buah jambu lagi montok-montoknya, mau dibawa sa-pohon-pohonnya nggak memungkinkan. Bawa diri minggat aja keberatan, apalagi bawa pohon. Ya udah di-bonsai-in aja. Dibuat miniaturnya. Ada beberapa jenis tanaman (terutama pohon) yang bisa dibonsai: pohon asam, beringin, cemara, jeruk, kelapa, sawo, kupa landak, murbei, dan lainnya yang tidak menutup kemungkinan bisa dibonsai. Kalau sudah jadi miniatur, nggak cuma gampang diangkut, dipangku juga bisa. Kapan lagi coba bisa mangku pohon.

Pohon mini

5. MICRO GREEN
Konsep micro green mungkin belum terlalu jamak didengar. Tapi, sudah pasti tahu kecambah dong ya? Intinya micro green ini teknik menanam yang nggak perlu nunggu tanamannya tumbuh dewasa. Lebih sering yang ditanam adalah tanaman pangan. Mulai dari tumbuh sebagai kecambah hingga beberapa senti yang kemudian dapat dicrop (dipotong) untuk dimakan. Konon, micro green nutrisinya lebih tinggi dibanding ketika tanaman ini mencapai tahap dewasa atau sayuran pada umumnya. Karena nutrisinya yang tinggi ini maka lebih cocok untuk disantap langsung, dijadikan salad atau smoothie. 

Source pic: gardeners.com

Perawatannya juga mudah dan tidak memerlukan bahan kimiawi untuk mengatasi serangan hama. Caranya: cukup tabur benih di media tanam yang sudah disediakan di container, jaga kelembapan, kira-kira 1-2 minggu sudah bisa dipanen, tidak ada standar khusus mau berapa sentimeter. 

6. INDOOR GARDEN

“Halaman saya sempit.” “Saya nggak punya halaman mau nanam”


Ya udah halaman buku aja. Eh, maaf. Maksudnya ya udah nanam di dalam rumah aja. Caranya bisa dengan menerapkan vertical garden atau micro garden. Bisa juga dengan menempatkan di dekat jendela, yang terpenting tanaman tetap mendapat sinar matahari berkecukupan.



Source pic : http://www.digsdigs.stfi.re/

7. MINIATUR GARDEN
“Sebenarnya nggak cuma pengen nanam, tapi pengen juga bikin taman. Tapi… nggak punya pekarangan nih.”
Halo,  siapa ya yang begitu keluar rumah langsung jalanan, kanan-kiri gang melulu. Mau bikin taman dimana coba? Taman kanak-kanak?
Nah, sebenarnya kita bisa bikin taman dalam keadaan tidak ada lahan sekalipun. Cukup menggunakan container bekas. Kita bisa bikin Taman Mini –Kebun Mini - alias Fairy Garden.

Sebenarnya dari tahun kemarin saya ada niat bikin ini, tapi belum terlaksana saja hingga sekarang. Ya, memang besar kemungkinan kita tidak dapat menikmati taman yang kita buat kecuali kita mengecil lebih dulu. Tapi, tetap ada kepuasan batin kok ketika kita bisa menyelesaikan Taman Mini ini. Hitung-hitung latihan bikin yang mini-mini sebelum benar-benar kesampaian bikin taman yang sesungguhnya.


Source pic: empressofdirt.com

8. MENGHIJAUKAN BANGUNAN
Suami saya pernah bertanya: “dek, tanaman merambat yang vertikal apa aja ya?”
Saya    : “Emang untuk apa?”
Suami : “Kayaknya bagus buat nutupin dinding rumah.”
(Saya langsung ngebayangin kastil-kastil yang tertutup tanaman bunga cantik yang merambat)
Saya    : “Kenapa dinding mesti ditutupi tanaman?”
Suami : “Kan bagus dek, biar nggak perlu beli cat.”

Haish. Dia mah emang pengiritan banget.

Walaupun ada istilah green building dan green design, saya tidak memakai istilah itu karena khawatir jadi rancu. Keduanya bukan hanya persoalan terlihat hijau belaka. Jadi, saya sebut saja menghijaukan bangunan, sebuah kondisi dimana bangunan memang terlihat hijau berkat penanaman pada bangunan itu. Sebut saja penanaman di atapnya, pada sisi vertikalnya, balkon, jendela yang memungkinkan kita tetap menanam tanpa perlu menanti lahan besar layaknya penanaman konvensional.

Setiap tahunnya, lahan kian terbatas, konsep menghijaukan bangunan memberi arti khusus menanam bisa dimana saja. Konsep ini justru menjadi konsep masa depan tanpa meninggalkan kebutuhan penanaman konvensional. Konsep ini juga merangsang individu-individu makin dekat dengan lingkungannya, makin mengenal tumbuhan dan belajar mencintai alam.


Source pic; behouses.blogspot.com
Sejauh ini, saya pribadi masih tertarik menanam sesuatu yang bisa dimakan, baik sayuran atau buah-buahan. Prinsip pak suami yang memang doyan ngirit sebenarnya perlu diterapin ke emak-emak yang saban hari megang duit belanja. Syukur kita bisa memetik sendiri kebutuhan pangan kita, apalagi di masa yang apa-apa serba mahal. Dan syukur banget kalau tanaman kita bisa menghasilkan cadangan kas. Sayur-mayur, buahnya bisa  kita jual lagi. Duitnya bisa dipakai untuk pengeluaran lain atau buat beli hp android murah yang paling gresss. Asyik kan.


Yang terpenting menanam sebenarnya bisa dimana saja, asalkan ada kemauan. Ini serius.


Semoga berguna dan memotivasi untuk berkebun ya :) kalau ada yang mau nambahin lagi ayuk..ayuk taruh di kolom komentar ^_^



Terimakasih,


Lidha Maul
Share:
Read More
, , ,

Dinner With XL Balikpapan dan Menangkan Hadiahnya

Jadi, tanggal 4 Januari lalu Blogger Balikpapan dan beberapa komunitas lain diundang oleh mbak Sherlia Arlianty  selaku area sales manager SME Balikpapan PT XL Axiata, Tbk di Fave Hotel Balikpapan.

Saat dikabarkan ada undangan, saya tidak mengira akan ada kesan eksklusifnya. Kami bertolak sehabis magrib dan mendapati ruangan dengan meja sebaris dan teratur. Syukur banget C'Mumut bisa main-main dulu di rumah ibu, nggak kebayang kalau dia ikut. Suasana nan syahdu dipandu backsound romantis dan cahaya temaram di ruang meeting menimbulkan keakraban yang terjaga hingga akhir acara.
Share:
Read More
,

15 Gaya Kece Seorang Rachanlie


Do you love fashion?

Seberapa sering mencocok-cocokkan busana sebelum dikenakan ketika akan bepergian?
atau mungkin ada yang seperti saya asal comot dari lemari?
Share:
Read More