,

Mengusung Keberagaman Peluang Bersama ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400)



HARI-HARI SEBAGAI PENULIS, BLOGER, PENGGIAT KONTEN, SERTA PEREMPUAN PEMBELAJAR DAN BERDAYA


Beberapa pekan ini, saya mulai menguatkan kualitas diri dengan memberi jeda pada blog. Mengosongkan waktu dari aktivitas besar, dengan tetap menjalankan rutinitas sehari-hari sembari memanajemen kembali realita ke depannya. Jeda yang saya pikir berguna untuk asupan pemikiran. Karena asupan pemikiran nyatanya sama bernilainya dengan asupan tubuh. Saya paham bahwa membubuhkan asa dalam setiap ritme langkah tidak bisa sekadar meniatkannya. Pijakannya juga mesti nyata dan berdasar. Dan saya punya harapan baik atas apa yang telah saya kerjakan beberapa tahun belakang hingga tahun-tahun ke depannya.

Maka, waktu-waktu yang saya maksud, saya gunakan untuk lebih banyak lagi belajar, mengikuti kelas-kelas baik daring dan luring, merutinkan membaca, yang sebelumnya sering terdistraksi, mempelajari, juga berlatih menelaah.

Saya membaca prosa dari pelbagai perpustakaan elektronik dan membuat rangkuman-rangkuman mini atasnya. Akhir-akhir ini saya kembali menggiatkan diri dengan menulis cerita, cerpen dan novel. Walau, sama-sama menulis, tetapi sisipan feel dan cara bertutur dengan menulis di blog terasa berbeda. Jeda menulis di blog tidak lantas membuat saya benar-benar berhenti menulis. Bukan itu maksud saya. Alasannya, muatan pikiran saya sering terasa penuh, sehingga butuh penyaluran lain. 

Alasan lain mengapa mulai banyak membaca dan menulis prosa, karena sebelumnya, saya membongkar file-file draft cerpen dan novel yang ternyata jumlahnya tidak tanggung-tanggung, lebih dari dua puluh draft, dan kebingungan untuk menyelesaikan beberapa ide cerita yang tampak mati. Sementara saya merasa kaku untuk menulis cerpen dan novel kembali. Kekakuan inilah yang akhirnya saya harus latih kembali. Setelahnya, saya cukup senang ketika beberapa cerpen berhasil diselesaikan dan sebuah flash fiction berhasil memenangkan lomba.

Sementara beberapa cerpen dan novel lain masih dalam tahap penggarapan. Lha wong, asal mula menulis kan lebih banyak prosa, baru kemudian lanjut di blog. Beberapa antologi juga sudah keluar dan pelatihan writerpreneur juga cukup banyak saya ikuti. 
Menjadi tidak nyaman kalau semua ini tidak berlanjut.
Bismillah. Semangat lagi.



Selagi kembali menulis prosa, saya sedang senang-senangnya belajar bikin video animasi online berbasis web. Kalian mungkin pernah mendengar animaker, doratoon, biteable, atau powtoon. Animation maker ini berguna untuk membuat slide, atau short movie. Rencananya demikian. Karena berbasis web dan bekerja dengan timeline, maka paling sip mengolahnya menggunakan laptop. Setahu saya, sepertinya belum banyak yang menuliskannya. Saya juga masih belajar kok. Kapan-kapan kita bahas yuk.

Masih belajar

belajar yang bikin candu.

Bicara olah konten, saya masih tetap update di instagram. Masih jatuh cinta dengan seni edit-mengedit video. Sebenarnya, masih ada dalam daftar draft saya, untuk lebih serius membuat konten video yang bertema kehidupan dan spiritual. Namanya juga manusia, selain faktor umur dan banyaknya perenungan, saya merasa perlu untuk menegur diri kembali. Tetapi, konteks perkontenan genre ini masih dipenuhi pertanyaan dan perencanaan. Kurang nyaman bila harus mendeskripsikannya.


Di waktu-waktu lain, saya masih mengajar adik-adik SD, termasuk si bocah. Berbekal laptop, materi saya ambil dari situs ajar atau olah pribadi, tergantung kebutuhan dan kemampuan si anak. Kemudian dicetak dan dibagikan ke anak-anak. Cara klasik yang terbukti masih efektif. 


Cara lain, mengajak anak-anak berkenalan dengan laptop. Berbeda dengan ponsel, tidak semua anak memiliki laptop di rumahnya, sementara mereka hidup di zaman laptop sudah punya banyak pilihan rasa. Tengok saja laptop ASUS, mau pilih varian apa, yang bagaimana, sudah sangat tersedia. Ini bukan les anak-anak resmi begitu, jadi mau belajar apa tergantung kesepakatan kami. 
Momen berbagi begini memang tidak sering, tetapi berguna untuk pencerahan hidup saya.

ilustrasi : ketika kami belajar bersama


Sebagai perempuan dalam rumah tangga, saya juga turut membantu pekerjaan suami yang notabene wirausahawan. Bulan depan, agenda event sudah di depan mata, dan saya diberi porsi untuk ikut menyiapkan. Berdaya bersama pasangan, dan berdaya secara mandiri. Saya mulai lagi menekuni membuat prakarya, yang sempat tersendat cukup lama. Berdiskusi secara tetap dengan beberapa kawan tentang peluang-peluang agar mandiri finansial.

Saya juga mulai melibatkan diri untuk berdiskusi tentang dunia maya dan medsos yang nyatanya masih susah dimengerti masyarakat kita. Sebenarnya saya lebih suka diskusi aktif yang berpola dan punya tujuan, bukan yang ujug-ujug. Karena sering kali yang terjadi adalah tumpang tindih suara dalam diskusi. Jadi, walau mungkin hanya sedikit waktu, cara yang bisa dilakukan adalah diskusi dibarengi dengan laptop agar memudahkan penunjukkan visual dan penjelasan. Mungkin, kelak saya bisa membuka kelas-kelas diskusi ini.

ilustrasi : meeting bersama paksu



Lalu,bagaimana dengan blog ?


Seperti saya bilang, jeda yang saya buat ternyata membuka pikiran baru. Beberapa orang tertarik untuk membuat blog, yang dengan ini menjadi peluang baik untuk bisa berbagi ilmu. Kemudian, jeda ini rupanya menghasilkan banyak sumber ide untuk blog. 

Tetapi, kendalanya juga ada.

Pertama, tentang waktu. Saya merasa sudah membagi waktu dengan cukup berimbang. Sayangnya, ada hal yang tak dapat diprediksi. Entah kebutuhan bocah dan keluarga besar yang tidak bisa dilepas. Atau kehidupan sebagai emak-emak rempong yang benar menyita waktu.


Kedua, karena kategori blog ini sebagian tematik, saya mesti selektif menerima job. Tidak menekankan ini juga sih, toh monetisasi masih bisa dengan cara lain. Lagi pun, blog tidak harus satu. Tetapi, tidak dapat dipungkiri, bahwa pendapatan (dari klien) masih bisa menjadi motivasi untuk menggiatkan blog. Selain manfaat yang didapat oleh para pengunjung.

Ketiga, fasilitas penunjang. Berkontribusi untuk diri yang lebih baik, tidak bisa hanya dihasratkan tanpa ditunjang olah kemampuan. Faktanya, olah kemampuan tidak tepat guna bila tanpa sarana, dan media pendukung. Misal, kalau mau bikin kue, tidak cukup mampu saja kan, tapi alatnya juga mesti ada. Nah, saya juga begitu. 

Dari sekian banyak aktivitas, masih banyak pula saya harus berhadapan dengan laptop. Sampai-sampai cari hiburan saja, masih di depan laptop kok.

sehari-hari di depan laptop, bahkan untuk bersantai
(sumber : ASUS)


MENGEMBANGKAN RAGAM PELUANG BERSAMA LAPTOP ASUS  VIVOBOOK PRO 14 OLED (M3400)


*dengan nada menggosip*
Eh. Makin ke sini, kok akutuh bingung ya kalau mau memikirkan laptop selain ASUS. Maksudnya, kok  jadi merasa dekatnya sama ASUS ya. Masa' tahu siapa ambassador ASUS, atau barusan launching produk apah gituh. Padahal dulunya, pakai laptop ya pakai doang. Padahal akutuh bukan influencernya ASUS apalagi ambassador ASUS gitu, hiks. Kok bisa ya terngiang-ngiangnya ASUS. Mungkin kalian bisa bantu? Kenapa ya bisa gitu? Apakah karena begitu syuliiit lupakan ASUS, apalagi kalau ASUS baiik…(auto dibaca pakai nada)


Iya, saya tidak tahu kenapa begitu.

Padahal, pertama kali ikut event (offline) ASUS blogger gathering Balikpapan pada tahun 2019, yang mana agak telat dibanding kota-kota lain di luar pulau. Dan setelah tahun itu tidak ada lagi. Bisa dibilang itu event ASUS blogger gathering pertama dan terakhir (sampai tahun ini) yang saya ikuti. Tapi, memang perlu digarisbawahi, banyak pencerahan pula yang saya dapatkan setelah acara itu, sehingga setelahnya lebih banyak mengena. Dan mungkin karena ASUS telah menjadi kepercayaan banyak pihak atas konsistensinya untuk terus berinovasi di bidang teknologi. ASUS telah memenangkan 61.520 penghargaan dari organisasi teknologi terpandang dan media IT dari seluruh dunia sejak tahun 2001 lalu. Sehingga, saya pun menaruh kepercayaan terhadap ASUS.

 Baca : ASUS Blogger Gathering Balikpapan 2019


Tepat banget, saat itu ASUS mengenalkan ASUS Vivobook. Dan kabar terbaru kali ini, ASUS mengenalkan produk anyarnya yang telah hadir di Indonesia, yakni ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400) di acara peluncuran, Kamis, 18 Agustus 2022, di Jakarta.

Bagi saya, hidup serba multimedia, di lintas multidimensi bisa bikin galau kalau performa laptop tidak powerful. Baru sebentar bikin slide show online, laptop hang. Mau bikin animasi, leletnya bukan main. Lagi gencar promo online, tiba-tiba layar redup. Mau kamu pintar sekali pun, kalau laptopnya tidak menunjung, cita-cita akan lambat terwujud. Tidak heran, kalau ASUS mengeluarkan ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400), laptop daily driver bertenaga untuk kehidupan yang makin bertransformasi ini. ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400) merupakan laptop mainstream yang cocok untuk para kreator, penghobi, pebisnis, gamer, guru, dan para multitasking. “Hadir dengan ditenagai AMD Ryzen™ 5000 H-Series Mobile Processors yang memiliki full powerful performance core untuk multitasking bahkan video editing. Selain powerful, prosesor ini memberikan daya baterai lebih awet sehingga produktivitas harian semakin maksimal. Dilengkapi dengan kartu grafis integrasi AMD Radeon yang memberikan performa gaming yang tanpa lag. Produktivitas harian dimanapun dan kapanpun jadi maksimal dengan performa prosesor dan kartu grafis dari AMD ini.


Kalau dilirik-lirik, apa sih yang menjadi kelebihan ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400) ini ?




ASUS OLED Untuk Visual Terbaik


Panel dengan dimensi 14inch (sesuai namanya). Karena menggunakan OLED, maka visualnya memang lebih tajam, lebih cerah di masing-masing tone color visual. Laptop dengan layar NanoEdge berkualitas beresolusi 2,8K dengan 90Hz refresh rate dengan color gamut 100% DCI-P3, yang berarti cakupan warnanya lebih luas dari sRGB sebagaimana laptop mainstream lain. Keunggulan visual warnanya bukan hanya tajam dan cerah, tetapi terbaik dalam menghadirkan akurasi warna. Menariknya, pixel count pada display laptop ASUS OLED ini mencapai 5 juta pixels. Karena semakin banyak pixel, semakin detail pula visualnya. Dari sisi warna, ASUS telah mengantongi PANTONE® Validated untuk akurasi warna tingkat profesional.
ASUS OLED untuk tingkat ketajaman dan akurasi warna


Kita pernah menonton adegan saat malam. Kita tahu ada pergerakan dari dialog atau suara, tapi di layar yang gelap, adegannya nyaris tidak tampak. Pernah mengalami? Nah, satu jenis warna itusebenarnya punya banyak tingkatan, begitu juga warna hitam atau gelap. Berkat displayHDR™ 600 True Black pada ASUS OLED, memungkinkan kita melihat detail yang sebelumnya tidak terlihat di layar.

Alasan lain mengapa memilih ASUS OLED ? Untuk mengurangi 70% sinar biru yang biasa dipancarkan lewat perangkat digital, yang menurut penelitian memiliki bahaya untuk kenyamanan mata. Untuk ini, ASUS telah mengantongi sertifikat TÜV Rheinland untuk emisi cahaya biru rendah dan sertifikat SGS Performance Tested, sebagai produk yang peduli kesehatan mata.

 




Performa Powerful Untuk Sehari-hari


Laptop Vivobook rasa ROG! 
Sepertinya boleh kalau dibilang demikian. Karena laptop mobilitas tinggi ini ditenagai prosesor AMD Ryzen™ 5000 H-Series Mobile dengan grafis AMD RadeonTM . Prosesor ini biasa digunakan untuk gaming dan membuat konten. Kalau sudah disebut untuk game dan konten, berarti untuk editing video, pembelajaran saya bikin animasi, dan 3D rendering jauh lebih mudah ya kan. 

Performa prosesor dengan kelas H-series ini disebut dapat menyamai performa dari PC desktop. Dengan “Zen 3” dengan fabrikasi 7nm ini, performanya dapat melesat lebih tinggi lagi, dengan daya tahan yang lebih efisiensi. Jadi, pemakaian lebih tinggi, baterai tetap tahan lama. ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400) hadir dengan RAM DDR4 hingga 16GB dan SSD hingga 512 GB.

Untuk varian tertinggi dari ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400) ditenagai prosesor AMD Ryzen™ 7 5800H Mobile Processor yang telah menggunakan konfigurasi 8-core dan 16-thread serta mampu berjalan di frekuensi hingga 4,4GHz.

powerful
(sumber : ASUS)

Performa Tinggi, Tetap Adem


Pernah deg-deg-an kalau laptop panas? Buru-buru mengistirahatkan saja laptopnya?
Dengan performa yang tinggi, ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400) dibekali dual-fan berbahan Liquid Crystal Epoxy Polymer (SCP) dengan 86 bilah pada masing-masing kipas. Selain itu, agar tidak panas pendingin ASUS IceCool Plus sebagai thermal technology-nya, yang yang mampu menghasilkan udara 16% lebih baik. Teknologi ini membuat laptop tetap bertahan “adem” dan tidak bikin cemas, seperti melihat si adek yang mendadak panas. Teknologi ini dibutuhkan agar komputasi tetap lancar dan kinerja optimal tetap dapat dipertahankan.
dual-fan

Desain Futuristik, Ringan dan Ringkas

Desain milenial, dengan garis-garis miring, yang membuat saya mengidentikkan dengan ‘street’ yang khas anak muda dan ada kesan futuristik pada huruf ASUS yang timbul. Punya ukuran 35,79 x 25,5 cm (LxW) membuat ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400) malah terlihat ringkas. ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400) memiliki ketebalan 1.89cm, dengan bobot 1.3kg. Dengan desain ringan begini, mamak-mamak macam saya yang biasanya membawa barang bawaan pribadi, dan barang si anak, masih bisa menggendong ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400).

ringan dan ringkas
(sumber : ASUS)


Daya Tahan Lama

Berkapasitas baterai Lithium-ion 3-cell berkapasitas 50WHrs, ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400) sanggup bertahan hingga 8 jam dalam keadaan pemakaian multimedia, program office, banyak buka web. Dengan daya tahan yang sesuai jam kerja, tepat untuk produktivitas harian.

fashion designer
sumber : ASUS

Keyboard ErgoSense dan Touchpad

Keyboard ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400) dirancang ergonomis dengan keyboard ASUS ErgoSense yang nyaman dan stabil saat pengetikan. Memiliki key-travel 1,35 mm serta backlit keyboard yang cocok di situasi pengetikan remang-remang. Pada tombol enter, lagi-lagi terdapat garis-garis yang mengesankan futuristik-konstruktif, dan memudahkan mata mencari. Ukuran Touchpad lebih luas, ditujukan agar bernavigasi lebih nyaman meski tanpa mouse.
sumber : ASUS


ASUS WiFi Master

Garis pada desain permukaannya menunjukkan WiFi Master. ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400) dilengkapi dengan WiFi 6, yang lebih baik dan 3x lebih cepat dibanding WiFi 5. Dengan teknologi ASUS WiFi Master ekslusif yang dapat memilih sumber WiFi terbaik (ASUS WiFi SmartConnect). Jadi, kalau berada di ruang publik, dan ada beberapa pilihan WiFi, maka ASUS WiFi SmartConnect dapat memunculkan pilihan WiFi dengan sinyal yang paling oke dan paling kencang.



Fitur Lain dan Konektivitas

ASUS AI Noise-Canceling Technology

Teknologi ini disebut mampu mengisolasi suara yang tidak diinginkan. Kita sering mengalami saat meeting online, konferensi dan pembelajaran jarak jauh, sering ada ‘bisik-bisik’ lingkungan yang tidak diinginkan. 

Karena itu, ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400) dibekali audio premium yang bersertifikat harman/kardon guna memanjakan telinga dan memberikan pengalaman mendengar luar biasa.

WebCam

HD webcam terintegrasi disematkan pada baris atas layar. ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400) memiliki pelindung privasi terintegrasi di atas webcam untuk privasi instan, demi mencegah pengintaian.

sumber : ASUS

One Touch Login

Dengan adanya sensor sidik jari pada tombol power keyboard ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400), pengguna dimudahkan mengakses tanpa harus mengetikkan sandi.

Bluetooth dan Port

Disediakan port I/O lengkap. Terdapat satu port USB 3.2 Gen 2 Type-A dan dua port USB 2.0 Type-A, port HDMI, combo audio jack dan MicroSD Card reader, serta Bluetooth untuk kemudahan transfer.
foto : Katerina


Harga Terjangkau di Kelasnya

Dengan performa tinggi dan spek setara laptop gamer, ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400) dibandrol dengan harga masuk akal dalam tiga varian :

AMD Ryzen 5 / 8GB RAM / 512GB SSD (Rp11.299.000)

AMD Ryzen 5 / 16GB RAM / 512GB SSD (Rp11.799.000)

AMD Ryzen 7 / 16GB RAM / 512GB SSD (Rp12.799.000)


ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400)
foto : Katerina

Spesifikasi




DUKUNGAN UNTUK PERFORMA HARIAN




Sesekali, saya pernah dikomplain, karena dianggap banyak mau-nya. Sebenarnya tidak ya. Saya tahu ada banyak ibu pekerja, yang setelah tiba di rumah, mereka aktif lagi di dapur, memasak dan bikin kue untuk dijual. Di sisa waktu, mereka juga masih jualan online. Setahu saya, ada youtuber yang juga pegawai kantoran dan PNS. 

Terlihat segala mau, segala apa-apa dikerjakan. Sementara, saya menyebutnya sebagai : percepatan ekonomi. Di tengah kesulitan ekonomi, tidak ada yang keliru dari meluaskan peluang dan kemampuan.

Sebagai bloger, banyak yang mengira ngeblog itu tentang menulis semata. Faktanya, banyak tuntutan lain dari sekadar menulis blog, bisa memotret, bisa membuat desain, bikin video, memperluas jejaring, dan masih banyak lagi. Kalau salah satu aspek-aspek ini berkembang dan dibutuhkan banyak pihak, maka ini menjadi respons yang positif. Kita juga bisa melihat dampak perkembangan diri. Jadi, mengaktifkan dua peluang atau lebih, sangat wajar. Yang dibutuhkan adalah dukungan untuk mengoptimalkan peluang. 

Bila sehari-hari mengolah kemampuan dengan banyak berkutat dengan laptop, maka pilih pula laptop yang kuat untuk sehari-hari. ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400) memiliki performa powerful yang setara laptop gaming, yang sangat cocok untuk produktivitas harian yang cukup panjang. Selain  bodi ringan dan ringkas,  laptop ini juga menjadi best value OLED laptop di tahun 2022. 

Kalau saya percaya, ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400) adalah pilihan laptop yang tepat untuk memberi dukungan terhadap banyaknya peluang. Semoga ke depannya, makin banyak peluang yang kita miliki, baik untuk kontribusi diri dan orang lain. Tetap semangat.

***

1) Sumber artikel dan foto : ASUS Indonesia dan travelerien.com
2) Artikel ini diikutsertakan dalam "ASUS Vivobook Pro 14 OLED M3400 Blog Writing Competition" bersama www.travelerien.com










Share:
Read More
, , ,

Dengar Alam Bernyanyi, Upaya Agar Hutan Lestari

saya generasi muda cinta hutan

HUTAN KOTAKU, DAN PESONANYA

Balikpapan.
Kata orang terbuat dari lautan dan dua hutan.
Di tanah rimba, berdiam beruang madu. Di pucuk mangrove, bekantan berayun malu-malu.

Balikpapan, sebuah kota multietnis di Kalimantan Timur yang akan menjadi gerbang IKN. Selagi menyebut kata Kalimantan, biasanya akan muncul kata sandingannya, hutan. Sebagai urang Kalimantan, saya senang kata hutan selalu berdampingan dengan kata Kalimantan. Sejak bahari kala, kami selalu disuguhi betapa menakjubkannya hutan Kalimantan. Tentang hewan-hewan yang menjadi penghuninya, eksotisme enggang dan ragam primatanya, tentang pohon-pohonnya yang tangguh, vegetasinya yang berlapis, daya tampungnya atas lebih dari ribuan spesies keanekaragaman hayati, hingga kisah legenda dan suku pedalamannya yang tak lepas dari makna rimba. Hutan Kalimantan yang ajaib. Semua provinsi di pulau Kalimantan pasti memiliki hutan. Semua hutan di tiap provinsi ini terkenal. Baik hutan di kawasan utaranya, tengah, hingga ke selatan, dari barat juga timur.
Share:
Read More
, ,

Indonesia Darurat Perokok Anak. Dengan Cara Apa Prevalensi Perokok Anak Turun?


Kami mengobrol santai sambil menikmati pergantian sore. Lelaki muda ini asyik bercerita tentang kegiatan sehari-harinya juga tentang keluarganya. Obrolan acak yang menyenangkan. Ceritanya merambat ke alasan susah lepas dari rokok. Sejak lama saya penasaran mengapa sedemikian ketergantungannya ia pada rokok. Jawabannya kemudian membuat sedih. 

''Sejak kecil sudah kenal rokok aku, Bu.''

Anak muda ini tetangga dan pernah menjadi murid saya. Umurnya 18 tahun saat itu.

Teman sekolah seperti dirinya yang menjadi ahli hisap (baca : perokok) sangat banyak. Rata-rata mereka sudah kenal rokok sejak SMP. Tapi, ada juga yang kenal rokok sejak SD.
Masih ada yang menyakitkan. Beberapa dari pengakuan mereka, lingkungan tempat tinggallah yang mengajarkan. Ada yang diajak kawan tongkrongan, ada yang belajar dari ayahnya. Ya, ayahnya yang juga perokok. Malah ada pengakuan bahwa ayahnya mengatakan lebih baik si anak merokok daripada melakukan kejahatan ini dan itu (sambil menyebutkan beberapa kejahatan yang dimaksud).
Cerita-cerita dari kawan muda ini mengalir begitu saja. Nyaman dan tak kaku. Telinga sayalah yang seperti diremas rasanya. Saya membayangkan kondisi mereka saat masih kanak-kanak, polos, kemudian entah bagaimana mencoba merokok, hingga di masa depan menjadi perokok berat.

"Maunya juga nggak merokok, Bu.
Tapi, ibu kan nggak tahu gimana rasanya waktu kecil jadi kita.
"


INDONESIA DARURAT PEROKOK ANAK

Cerita di atas telah lewat beberapa tahun. Apakah kemudian anak-anak Indonesia pada hari ini tumbuh berkembang dengan tidak lagi bersinggungan dengan rokok?

Halaman media online Balikpapan tidak berbicara seperti itu. Pada tahun 2013, dua balita menjadi viral karena ditemukan telah menjadi perokok berat. Dalam sehari, mereka bisa merokok berbungkus-bungkus. Kondisi tidak lazim ini disebabkan karena orang tua para balita yang juga perokok, memberikan anaknya rokok. Dengan dalih si anak yang meminta, dan apabila tidak dituruti keduanya akan menangis kencang, diberikanlah rokok hingga keduanya ketergantungan. Keadaan yang memprihatinkan ini membuat Dinkes Balikpapan bertindak cepat. Sayangnya, meski berhasil menyembuhkan ketergantungan pada rokok, beban lingkungan masih bisa mempengaruhi balita ini.

Selain dua balita di Balikpapan ini, balita viral karena merokok masih banyak di Indonesia. untuk catatan, tahun 2013 jumlah perokok di Balikpapan mencapai 3,8% dari total keseluruhan jumlah penduduk. Cerita seorang balita di Sumatra juga pernah ramai dibincangkan karena aktivitas merokok si bocah yang mencapai 40 batang sehari. Ia sudah dijejali rokok pada usia 18 bulan. Setelah tuntas menjalani terapi psiko-sosial, barulah si anak dapat melepas kecanduannya.

Cerita lain datang dari Jawa Barat. Bocah ini lagi-lagi kecanduan rokok akibat faktor lingkungannya yang rata-rata adalah perokok. Cerita serupa datang juga dari Kabupaten Gunung Kidul, DIY. Anak ini mencicipi rokok dari puntung rokok yang mudah ditemukan di sekitarnya, hingga membentuknya menjadi pecandu rokok. Cerita para balita penggemar rokok masih ada hingga kini di negeri yang memang menjadi surganya para perokok. Beberapa foto mereka sempat viral, pernah dijadikan meme di dunia maya. Sungguh, bahan lelucon yang cenderung menyedihkan. 

Mengutip dari World Health Organization (WHO) melaporkan Indonesia telah menjadi negara ketiga dengan jumlah perokok terbanyak. Sementara itu, lebih dari 30% anak Indonesia dilaporkan merokok sebelum usia 10 tahun. Data lain menunjukkan, secara umum aktivas merokok pada remaja dan dewasa terjadi pada saat usia mereka belum menginjak 18 tahun.



Menurut data Kementerian Kesehatan 0,7% dari 79,5 juta anak di Indonesia adalah perokok aktif. Data dari The ASEAN Tobacco Control Atlas (SEATCA) pada 2018, Indonesia memiliki tingkat perokok remaja pria tertinggi di Asia Tenggara. Persentasenya berjumlah 35,5 persen untuk remaja pria, dan 3,4 persen untuk remaja perempuan perokok.
tertinggi pada 2018, menurun tetapi tetap ada di dua tahun setelahnya.
sumber : databoks.katadata.co.id

 Mengapa Adik Merokok ?

Jalan cerita mengapa ada anak-anak Indonesia yang merokok, dikisahkan dari tiga penutur cilik berikut, dalam sebuah webinar yang diadakan yayasan Lentera Anak dan @FCTIndonesia.

Ulfa
Ulfa bukanlah perokok. Suatu hari, ia menerima paket seperangkat rokok elektrik atas nama adiknya yang berusia 5 SD. Saat ditanya, si adik berkilah bahwa itu adalah pesanan ayah temannya yang numpang alamat. Paket rokok elektrik dengan berbagai rasa ini datang lagi di lain waktu. Ulfa dan ibu merasakan kejanggalan, sehingga menginterogasi si adik hingga akhirnya si adik mengaku, bahwa dialah yang memesan dan menjadi perokok.

M:
Cerita kedua datang dari adik M, yang menjadi perokok aktif. Bagaimana M yang masih anak-anak bisa merokok? Rupanya dia kerap membantu jualan, lalu mendapat upah (20-30 ribu) yang dengan itu dia belikan rokok. Batang rokok sangat mudah diperjual-belikan di sekitarnya. Adik M ingin sekali berhenti, namun dia mengaku masih sulit.

Rin:
Lain cerita dengan Rin. Dia mengaku sudah berhenti merokok total. Namun, pengakuan selanjutnya, Rin berkata sekarang dia sudah bisa nyaman dengan rokok elektrik. Rupanya, Rin berasumsi bahwa rokok eletrik bukanlah aktivitas merokok sesungguhnya. Opini Rin ini sejalan dengan banyaknya opini yang mengira merokok elektrik hanyalah simulasi dari merokok. Nyatanya, rokok elektrik sama saja dengan rokok konvensional.

Anak-anak ini menjadi perokok setelah terpapar lingkungan sekitar, iklan rokok, warung, dan kumpul keluarga. Era digital permasalahan ini makin pelik lagi, karena paparan iklan dan ajakan merokok dapat hadir lewat konten, medsos, dan game online.

Ditinjau dari sisi kesehatan, anak-anak yang telah bersinggungan dengan aktivitas merokok dinyatakan dapat mengalami hambatan tumbuh kembang. Hambatan fisiologis ini dapat berupa kerusakan gigi, para-paru, menurunnya kesehatan otot, dan stunting. Sedangkan, faktor psikologis membuat anak akan lebih sukar mengendalikan emosi.



ROKOK ELEKTRIK, NAMA KEREN UNTUK RACUN YANG SAMA


Pendapat yang mengira rokok elektronik lebih aman, bahkan dianggap bukan rokok, nyatanya sangat keliru. Rokok elektrik sama berbahayanya dengan rokok konvensional. Menurut Oktavian Denta, dari Departemen Penelitian dan Pengembangan IYCTC, kandungan liquid dalam rokok elektrik berisi nikotin, formalin, dan zat yang membahayakan tubuh. Di pelbagai penelitian menyatakan, dampak yang dihasilkan dari rokok elektrik dapat lebih buruk. 

Rokok elektrik ini banyak disuarakan influencer, di mana industri penggerak rokok lebih bebas beriklan di dunia maya. Rokok elektrik hanyalah baju baru dari rokok konvensional. Penggunaan rokok elektrik meningkat 10 kali lipat dari 0,3% di tahun 2011,  menjadi 3% di tahun 2021.

MENGHAMBAT LAJU PERTUMBUHAN PREVALENSI PEROKOK ANAK

Dalam rangka hari anak, dengan tema "Anak Terlindungi, Indonesia Maju", mungkinkah negeri ini menurunkan prevalensi perokok anak?

Negara ini dibanjiri pemandangan mudah para perokok. Di pinggir jalan, anak-anak muda nongkrong dengan selipan rokok di jemari. Para orangtua berkumpul, bekerja bakti, selalu disertai kehadiran rokok. Tidak lupa dalam acara kumpul warga, dan rapat, di situ hadir pula rokok. Lalu, contoh seperti apa yang akan ditiru anak-anak? 

Era digital, ternyata makin membuat paparan iklan dan tampilan rokok lebih pesat dan tanpa tutupan sama sekali. 
dibeli dengan bebas, dibuang bebas.


Dalam Webinar, Mungkinkah Pemerintah Berkomitmen Menurunkan Prevalensi Perokok Anak? yang diadakan oleh Yayasan Lentera Anak dan @FCTIndonesia, dinyatakan bahwa banyak aspek yang disinyalir dapat menumbuhkan jumlah perokok anak di Indonesia. Aspek ini sebagian berasal dari aturan yang kurang, iklan yang masif, rokok eletrik. Revisi untuk Peraturan Pemerintah (PP) no. 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan harus dilakukan. Karena PP tersebut belum tidak terbukti efektif menurunkan perokok anak.
Aturan dan edukasi konsumen terhadap terkait siapa yang berhak menggunakan rokok belum berjalan maksimal. Informasi dari Kementerian Perdagangan menyebutkan belum adanya aturan baku tentang siapa yang bisa (boleh) membeli  dan menjual rokok, berdasarkan batasan usia.

Berdasarkan realita, kesulitan menurunkan prevalensi perokok muda juga dikarenakan tidak adanya pengaruh dalam aturan pelaksanaan pencegahan rokok sebelumnya. Di mana:

  • Peringatan pada kemasan "rokok membunuhmu" tidak mempengaruhi penurunan penjualan rokok. Dalam arti peringatan ini dianggap tidaklah menakutkan. Masyarakat malah menganggapnya sebagai jokes semata.

  • Pictorial Health Warning ( PHW )80-90% atau peringatan kesehatan bergambar mencapai 80-90% belum tercapai di Indonesia. Sementara di luar negeri, hal ini dapat terwujud.

  • Hasil riset menunjukkan, pembelian rokok lebih besar dibanding kebutuhan pokok rumah tangga.

  • Iklan rokok di medsos sangat masif, tapi tidak diatur, dan seharusnya ada larangan.

  • Rokok elektrik memiliki kenaikan 10x lipat, karena dapat mudah diperjual-belikan.

  • Tidak adanya larangan terhadap rokok eceran. Karena, dapat dengan mudah dibeli per batang, maka perokok kaum muda (pelajar) dapat dengan mudah memilikinya. Bisa diselipkan dalam saku dan lipatan celana.

  • Guru, tokoh panutan, seyogianya tidak merokok, apalagi menyuruh anak murid membeli rokok.

  • Orangtua yang mengajarkan anaknya merokok, semestinya mendapat teguran, atau sanksi.
Gaya hidup merokok sudah menjadi momok siklus kehidupan. Negeri yang menjadi surga bagi para perokok ini telah memperlihatkan semakin banyaknya industri rokok berdiri.  Indonesia tercatat menjadi negara keenam terbesar di dunia sebagai penghasil tembakau.

MENDUKUNG NEGARA LAYAK ANAK DAN TANPA PEROKOK ANAK

Meski usaha menekan prevalensi perokok anak dari pemerintah masih kurang. Bukan berarti tidak adanya upaya signifikan menuju ke arah ini. Beberapa kabupaten/kota telah diupayakan  menjadi kota layak anak. Bagaimana orangtua dan tokoh masyarakat berkolaborasi mencegah anak-anaknya menjadi perokok, serta mencegah udara kotor (asap rokok) di tengah keluarga dan lingkungan. Upaya nampak terlihat di beberapa tempat. 

Empat komponen dalam perlindungan terhadap anak dari bahaya rokok.
  • Keluarga
  • Peran Masyarakat Setempat
  • (lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah)
  • Aturan Setempat
  • Peraturan Pemerintah

DUKUNG REVISI PP 109/2012

Dukungan juga harus kita berikan pada pemerintah untuk menyelesaikan proses revisi PP 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan, pengaturan rokok elektronik, penjualan rokok eceran, pelarangan iklan, penguatan pengawasan, serta sanksi. Dengan demikian, apakah jumlah perokok anak dapat terlihat turun.

Target pemerintah menurunkan prevalensi perokok anak dari 9,4% menjadi 8,7% tinggal dua tahun lagi. Terhitung sejak 2020 - 2024. Target ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Sementara setelah revisi dilakukan, implementasi harus pula menghasilkan target. Karena itu, dukung segera revisi PP 109/2012

***

Sumber tulisan :
Webinar bersama Yayasan Lentera Anak
https://kaltim.antaranews.com/berita/16959/balita-di-balikpapan-jadi-perokok-berat
https://www.inibalikpapan.com/terus-meningkat-perokok-usia-anak-diperkirakan-akan-capai-16-pada-2030/
https://www.kompas.id/baca/nusantara/2022/03/24/alarm-peringatan-dari-kasus-balita-perokok-di-gunungkidul
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/06/17/perokok-anak-menurun-jadi-381-pada-2020
https://jakartaglobe.id/news/child-smokers-easy-target-for-tobacco-industry-ministry
https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/
Share:
Read More
, , , , ,

CARA TANAM KANGKUNG PALING MUDAH


Kangkung adalah tanaman sekaligus jenis sayuran terkenal di negeri ini. Sebagai sayuran, kita sudah banyak mengenal jenis masakan yang menggunakan kangkung. Ada urap, pecel, sayur asem, tumisan, plecing, rujak kangkung, dan lain-lain. Nikmat banget. Kangkung juga termasuk sayuran yang gampang banget ditemukan. Sedangkan, sebagai tanaman, kangkung termasuk tanaman yang mudah dibudidayakan di semua iklim tropis. Mudah tumbuh, tidak mengenal musim, bisa di media tanam tanah dan air. Makanya, ada yang namanya kangkung darat dan kangkung air.
Share:
Read More
, , , , ,

HARI BUMI, SAYANGI BUMI DENGAN KELOLA SAMPAH MANDIRI

Hari Bumi Sedunia 2022

HARI BUMI SEDUNIA 2022

Sudah tahu bahwa setiap tanggal 22 April merupakan HARI BUMI SEDUNIA? Tahun 2022 ini, Hari Bumi Sedunia mengusung tema Invest in Our Planet, atau Berinvestasi di Planet Kita.

Sejarah Hari Bumi berawal dari keyakinan senator Amerika Gaylord Nelson bahwa lingkungan di bumi dalam keadaan yang terus memburuk. Keyakinannya berlanjut menjadi misi menyadarkan publik tentang pentingnya lingkungan. Gaylord Nelson pun mengadakan gerakan Lingkungan Modern dan mengumumkan konsep Hari Bumi pada sebuah konferensi di tahun 1969. Satu tahun kemudian, pada 22 April 1970, diadakan aksi unjuk rasa yang menyuarakan kebutuhan akan lingkungan yang sehat serta anti pencemaran udara. Sejak tanggal itu, diadakanlah Hari Bumi Sedunia pada setiap tahunnya.
Share:
Read More
, , ,

Eduwisata Tak Terencana di Kampung Nelayan Berdasi

Kampung Nelayan Berdasi

Nama sebuah kampung yang unik. Kampung Nelayan Berdasi? Kok bisa berdasi ya?
Saya ingat, pertanyaan kecil itulah yang terselip ketika meihat papan nama saat melintas di kawasan Kariangau, Balikpapan Barat. Sudah sejak pagi kami berkeliling, mencari spot yang tidak biasa, tidak umum, dan tidak banyak orang, untuk sekadar berolahraga santai, dan mengambil udara bersih. Bersyukur kemudian Paksu juga penasaran, sehingga kami pun berbelok ke arah kampung yang dimaksud.
Gerbang Kampung Nelayan Berdasi

Asal-Usul Nama Kampung Nelayan Berdasi

Setelah tiba, barulah kami tahu, bahwa Kampung Nelayan Berdasi merupakan kawasan eduwisata ekologi bahari sekaligus tempat pemancingan. Kampung Nelayan Berdasi menjadi satu dari sekian banyaknya “kampung” di Balikpapan yang merupakan tempat eduwisata.
Kampung Nelayan Berdasi

Mengapa diberi nama Kampung Nelayan Berdasi ? Karena mayoritas warga desa berprofesi sebagai nelayan. Sedangkan kata “berdasi” disematkan untuk mempertegas kualitas profesi nelayan. Bahwa nelayan bukanlah profesi rendahan. Nelayan adalah pekerjaan mulia, dan telah menjadi profesi warisan maritim negeri ini. Kata “berdasi” juga sebagai harapan untuk menaikkan derajat pekerjaan nelayan.

“Nggak cuma pejabat aja lho yang bisa berdasi (berkelas).” 

Demikian ungkapan orang-orang di Kampung Nelayan Berdasi. Oya, para wisatawan yang datang ke Pemancingan Nelayan Berdasi ini sebenarnya juga akan diberi dasi. Tapi, mungkin akan ada syarat tertentu, karena hari ketika kami datang, saya tidak melihat ada yang mengenakan dasi.

Kampung Nelayan Berdasi
suasana di pemancingan Nelayan Berdasi

"Namanya, Desa Solok Oseng di Kariangau, Balikpapan Barat. Pada Maret 2018, terjadi tumpahan minyak di Teluk Balikpapan. Lautnya tercemar, hitam berminyak. Pencemaran parah juga melanda kawasan perairan Desa Solok Oseng. Berhari-hari para nelayan tidak bisa melaut. Aktivitas dan hewan mati. Atas bencana tersebut, Pertamina sebagai pihak terkait pencemaran minyak, memberikan kompensasi kepada Desa Solok Oseng. Kompensasi yang kemudian dimanfaatkan nelayan Solok Oseng untuk memajukan usaha hingga memajukan desa mereka yang kemudian dikenal sebagai Kampung Nelayan Berdasi."


Ada Ikan Nila Berenang di Air Asin

Pada hari kami datang sebenarnya sedang diadakan acara keluarga oleh pihak pengelola. Sehingga pada hari itu, diprioritaskan untuk keberlangsungan acara tersebut. Rupanya Paksu mengenal pihak pengelola, jadilah kami diundang ke dalam pesta keluarga ini. Padahal pakaian kami, pakaian santai, untuk masuk dan keluar hutan (cari angin). Karena acara dimulai siang hari, maka saya menyempatkan untuk berkeliling di sekitar pemancingan.

Luas Pemancingan Nelayan Berdasi sekitar 2 hektar, terbagi dalam beberapa petak kolam pemancingan, gazebo, tempat makan, dan pembudidayaan ikan. Saya tidak menghitung ada berapa petak-petak kolam pemancingan yang disediakan. Saya lebih banyak terkesima dengan pemandangan di tempat ini, diliputi kawanan mangrove, ikan-ikan yang berlomba, jembatan kayu yang bercabang, kapal yang teronggok dan beberapa pemancing. Cuacanya juga sangat membuai pada hari itu.

Kampung Nelayan Berdasi

Kampung Nelayan Berdasi
adem


Ketika saya menengok ke dalam air, saya lantas terkesima melihat ikan air laut berenang bersama ikan nila. Saya pikir, pemancingan ini adalah pemancingan air tawar. Kok, bisa ikan berbeda alam berenang bersama? Ternyata, air bening yang saya lihat adalah air asin. Ini diperjelas oleh pihak yang memang mengenal tempat ini. Katanya, kawasan Pemancingan Nelayan Berdasi disebut sebagai tempat wisata pemancingan air asin pertama di Balikpapan. Sayang sekali, tentang ini dan bagaimana bisa, tidak sempat saya tanyakan. Mungkin, kali kedua dan seterusnya, lebih menarik untuk mengisahkannya.
Kampung Nelayan Berdasi
ada ikan air tawar di air asin

Saya tidak banyak tahu jenis-jenis ikan yang dibudidayakan di tempat ini. Saya hanya mengingat beberapa seperti : ikan nila, ikan kakap , kepiting soka, tiram, kerapu, kerang-kerangan, dan entah apa lagi. Kuliner boga bahari juga tersedia dalam bentuk beku.

kampung nelayan berdasi
kepitingnya kakak...

Wisata Pondok Apung

Setelah menyusuri jembatan kayu yang bercabang dan menonton ikan-ikan yang bercanda, saya terbawa menuju pinggiran pemancingan, di mana pepohonan mangrove sedang bergoyang. Seandainya jauh lebih pagi lagi mampir ke tempat ini, maka kemungkinan akan bisa menyapa bekantan dan burung-burung bangau. Tapi, disapa mangrove saja saya senang. Akhirnya saya duduk di jembatan akhir, menikmati suasana dan membiarkan bocah mencelupkan kaki. Ada beberapa nelayan tampak di sana. Sungguh pemandangan yang damai.
Pemancingan Nelayan Berdasi
damai banget sih


Pemancingan Nelayan Berdasi
sekalian wisata mangrove

Seperti saya bilang, di tempat ini sedang diadakan acara keluarga. Nah, saat itu saya sedang duduk di jembatan main air dan memandang beberapa nelayan. Tak berapa lama, saya mendengar deru mesin kapal. Sepertinya ada yang datang. Saya pikir nelayan. Eh, ternyata para tamu undangan. Ketika melihat mereka melangkah satu per satu, saya merasa takjub. Agak aneh juga sih, seharusnya itu pemandangan yang biasa. Tapi, saya malah merasa berada di masa lalu, ketika negeri ini masih menggunakan perahu dan kapal untuk menjalin persaudaraan antar pulau. Harmoni.

Pemancingan Nelayan Berdasi
tamu berperahu

Setelah duduk di jembatan dan berkeliling, saya kembali ke arah kolam (depan) di Pemancingan Nelayan Berdasi untuk bersantai di gazebo, demi menghindari hari yang makin siang makin panas.

Selain gazebo, disediakan juga pondok apung. Katanya, ada beberapa yang sudah memakai tempat ini untuk pre-wed. Saya tak paham apakah harus dipesan lebih dulu untuk bisa digunakan, atau berapa biayanya. Pondok apung berbentuk layaknya gazebo, tetapi mengapung. Pondok ini bisa dihanyutkan hingga ke tengah kolam. Saya membayangkan sepertinya asyik bisa ke tengah kolam, dan saya bersama si bocah mau mencobanya. Sayang, ketika berusaha melepas tali yang menghubungkan pondok apung dan jembatan, si bocah langsung ketakutan. Ditambah ada tongkat untuk menahan pondok agar tidak bergerak jauh, yang tidak bisa saya tarik.

Pemancingan Nelayan Berdasi
pondok apung (kanan)

Pemancingan Nelayan Berdasi
maunya mengapung hingga tengah, tapi si bocah sudah gelisah


Tetapi, tidak apa. Saya dan bocah sudah senang bisa bermain-main di pondok apung. Toh, ini kejadian tak terencana yang menyenangkan. Menuju siang, acara makan-makan dimulai. Setelah itu, kami pun berbenah menyiapkan diri untuk pulang. Alhamdulillah.

Inilah sedikit kisah wisata di Kampung Nelayan Berdasi. Selamat berkunjung. 


Nama : Kampung Nelayan Berdasi
Lokasi : Desa Solok Oseng, Kariangau - Balikpapan Barat
Wisata : Edubahari, kuliner (restoran), wisata susur pantai, mangrove, wisata apung.

***
Share:
Read More