,

Menikahi Internet



<net_f5>          Asl, pls
<bulir_jeruk> Lidha, 19 F, Ina. U?
<net_f5>          Ms B, 23, Ina. Kul? Skul?
<bulir_jeruk> Kul. U?
<net_f5>          Work. Brb.
<bulir_jeruk> Where?
<net_f5>          warnet-rental. Brb
<bulir_jeruk> Busy? okey.
<net_f5>          Gak, cuma nyari kembalian yg mau bayar. Mbaknya nanti bayar uang pas aja ya.
<bulir_jeruk> ? Ni Mas Bambang yang jaga warnet ini?
<net_f5>          Yup

<bulir_jeruk> [LEAVING]
Share:
Read More

Dear Manda: A Love Letter From Balikpapan To Jogja


Dear Manda,
Untuk seseorang yang baru kukenal beberapa bulan. Tidak sepenuhnya kukenal, tidak sepenuhnya kita berteman, tidak pula ada perjumpaan. Dunia maya menjadi permulaan, dalam suatu wadah bernama Arisan. Ada namamu tertera disana: Primastuti Satrianto, untuk kesekian kali yang ke delapan. Apa kini yang kau rasakan? Akankah ada penasaran? Tentang apa yang kami tuliskan?
Share:
Read More
, , , , , ,

Petualangan Bersama Cetaphil Gentle Skin Cleanser

Review_Cetaphil_Gentle_Skin_CLeanser
Cetaphil? Apaan nih?

Begitu suara yang berdentang-dentang di kepala saya waktu pertama kali tahu produk ini. Udah kayak lonceng aja ya isi kepala. Seriusan deh, orang kayak saya cuma tahu segala macam produk skincare yang munculnya di permukaan aja. Permukaan tivi. Dengan begitu, saya akan menganggapnya produk umum.

Malah sekarang saya meng-off-kan tivi jadi seandainya ada di tivi pun, saya nggak bakalan ngerti. Mending munculnya di muka-buku alias facebook atau email yang mana lebih cepat saya akses.
Setelah sedikit tahu tentang Cetaphil, akhirnya lebih dari sepekan lalu saya kedatangan produk skincare yang katanya oke ini. Okeh harganya gitu.

Maunya langsung pakai gitu ya, tapi saya ini bukan tipe yang gatel pengen nyoba-nyoba skincare atau produk kecantikan semenawan apa pun. Setiap ada produk bertipe serupa saya pasti mengerutkan kening duluan. 
Share:
Read More

5 Item Gaya Lebaran Dengan Nuansa Gelap Nan Simpel


Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons & InvolveAsia X HB & BB. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher berrybenka dan voucher hijabenka disponsori oleh Berrybenka & Hijabenka.
---

Lebaran sebentar lagi? Rasanya kok cepat banget ya Ramadhan mau berakhir.

Kalau kalian lebaran pada siap-siap apa? Bikin kukis, ketupat, opor atau kalau di Balikpapan ada soto banjar, buras, coto makassar, maklum disini etnisnya banyak jadi berbagai rupa jenis makanan berlimpah ruah. Seruu.

Oke, itu kalau makanan. Yang lainnya? Pakaian baru dan pernak-perniknya? Mumpung dapat THR gitu ya.
Share:
Read More

JATUH BANGUN MENANAM CABE

JATUH BANGUN MENANAM CABE

Saya ini bukan orang yang suka berkebun dulunya. Asli nggak bisa. Bukan cuma itu, saya nggak ngerti kenapa ada orang ngefans banget ama tanaman.
Kok ada ya orang yang ‘sampai segitu-gitunya’ sama tanaman. Ni kata segitu-gitunya sampai nggak tau lagi mengartikannya gimana.

Saya juga nggak pernah ngerti majalah Trubus itu isinya apaan.
Tapi selama dua tahun, cuma itu aja yang saya datangi bila ke Perpustakaan Kota. Kebetulan saya nggak bisa beli terus-terusan majalah ini.
Menanam bagi saya, lempar biji sembunyi tangan. Tancap dikit, sisanya biar alam yang mengerjakan.

Ya, saya nggak punya dasar apa-apa berkebun, menanam nggak ngerti. Tapi, dibuat jatuh cinta pada akhirnya. Cinta, ce.i.en.te.a. Saking sukanya mau aja belajar apa-apa yang dibutuhkan tanaman sampai cacing yang baik untuk tanah itu seperti apa. Dari mencangkul sendiri sampai nyari barang bekas buat pot.
Share:
Read More

ELISA MONIC: Beauty and Lifestyle Blogger dengan Kombinasi Menawan dan Harapan-Harapan


Haloo… akhirnya sampai juga di pemenang arisan blogger perempuan ke-7 setelah sebelumnya (rame-rame) pada ngebahas saya (yang nggak penting ini).

Tidak seperti ke-6 pemenang lainnya, kali ini saya ingin menampilkan sosok muda, belum menikah, kreatif, dan berambisi (begh). Dan dia tak lain dan tak menyangka adalah (jreng.. jreng.. jreng) Elisa Monic, dengan blognya: elisamonic.com

Horee…prok…prok...prok.

Ini juga kali kedua blogger yang saya bahas yang mengusung tema beauty and lifestyle pada blognya.


Karena saya juga belum kenal secara utuh siapakah gerangan dirinya ini, terpaksalah dengan keterpaksaan yang menyenangkan saya cilukba-in blognya yang masih baru pindahan. Dan seperti kata pepatah lama edisi revisi, tak kenal maka ta’ kenalin.
So, yuk simak hasil investigasi saya demi berakrab-akrab riang gembira bersama mba Elisa Monic, beauty blogger yang imut-imut ini:

Kombinasi Menawan Hingga Rambut Sehat

Mengaku kenal blog sejak usia 17 tahun dan memutuskan menjadi beauty blogger sejak 2012, Monic  yang lahir tahun 1992 ini berhasil mencuri perhatian saya karena mengaku dulunya seorang accontant, terutama di bagian accountant receivable. Itu lho yang menangani piutang perusahaan, yang bertugas menagih sana-sini. Ia juga bertugas sebagai store keeper, yang mengontrol dan mengendalikan pemakaian barang-barang hotel (karena pekerjaan Monic sebelumnya berkaitan dengan hotel).

Menurut saya nih kombinasi beauty blogger dan akuntan itu cantik, apik, unik. You know lah, seringnya orang menilai akuntan itu cupu, kaku, dan nggak bisa dandan. Dan ini bukan pendapat pribadi ya. Ini survei nyata masyarakat pada seorang akuntan di telenovela terlaris: Betty La Fea.

Yang versi pertama.

Meski sekarang ia (Monic maksudnya, bukan Betty La Fea) mengaku bekerja di rumah saja, tetap saja kemahirannya merupakan perpaduan yang cerdas.

Kecerdasan inilah yang mewarnai tulisannya menjadi kece dan asyik tuk dibaca. Asal tahu aja, di blognya menampilkan tutorial/tips yang dibarengi video. Istilahnya vlog. Misal di blogpost: My favourite Hair Styling Tutorial ini. Monic yang mengaku pernah mengalami ketombe dan senang bila rambutnya terlihat lebih bervolume dengan senangnya berbagi kepada pemirsah melalui sebuah video. Bagi saya ini kece, karena dengan begini perempuan yang punya nama asli Monica Elisabeth ini dapat lebih interaktif dengan para pembacanya.

Bagi Monic rambut yang sehat adalah rambut yang tanpa masalah, apapun jenisnya. Emang gimana agar rambut sehat itu? Yang dishampoin sering-sering? Sst, plis ya rambut yang sering dikeramasi apalagi tiap hari selain boros shampoo bisa menghilangkan kandungan yang baik dari rambut. Ada langkah sehat yaitu pre-shampoo alias melakukan proses capek-capek dikit sebelum bershampo tapi hasilnya nendang, yaitu dengan cara pemberian nutrisi atau pemijatan alami dengan minyak kelapa, zaitun atau alpukat.

Cantik di Wajah, Cantik di Blog

Meski blognya emang baru, tapi urusan ngeblog sudah lama. Jadi wajar, kalau tampilan blognya kece kayak orangnya. Sebagai beauty blogger, beberapa produk sponsor pernah mampir kepada Monic seperti skincare untuk muka dan badan, bb cream, cushion bb cream, dan lipstick. Duh, duh, molesin lipstik yang rapih aja saya banyak gagalnya. Eh, anak muda ini malah kasih tips gimana pake make-up yang simple buat sehari-hari. Yup, vlog again! Saya mantengin videonya sambil berdecak-decak. Gilak, ni cewe suaranya cakep. Cocok buat ngemsi. Hihihi.

Btw, saya emang suka ama seseorang yang voicenya enak didengar, apalagi kalau kemasan bahasanya menarik dibanding yang cuma ngandalin face. Nah, ini dia si Blogger Bekasi ini pan kalau bertutur di blognya tuh apik, makanya demen deh bacanya.

Kalau masih bingung gimana make-up yang simple itu (ini sih saya ya, simple aja bingung, LOLOL ) main aja dimari: LINK. Yang ini nggak pake pasang bulmat segala dan hasilnya terlihat manis natural.

Hah apa, nggak bisa nonton videonya? Tenang buat yang koneksinya siput kayak saya (saya mulu) bisa baca berbagai review produk dari Monic yang jujur dan apa adanya dan dipermanis dengan gambar.

Monic ini tahu banget mau dibawa kemana blognya, beauty and lifestyle katanya. Saya juga pengen tahu dong seberapa kuat konsepnya membangun blog. Ternyata oh ternyata dalam urusan mendesain saja, ia urus sendiri lho. Di bagian yang biasanya tertera about me, sedang  elisamonic.com memilih “START HERE” Monic menggunakan infografis untuk mendeskripsikan dirinya. Serupa yang sering saya dapati pada blogger luar.
Favorit saya sih, headernya elisamonic.com. Coba deh saya tongolin:
Cuakeepp kan:
Kemahiran Jemari dan Asupan Blog

Kemampuan menggunakan aplikasi sangat mendukung untuk menghasilkan video, gambar, infografis yang bagus di blog Monic. Semuanya ini ia garap sendiri dengan diperkuat aplikasi pendukung semisal Canva yang ia pakai untuk infografis dan picmonkey untuk watermark. Monic juga punya channel youtube.

Begitu kata Monic yang masih berusia 20-an dan berbobot ini. Bagaimana nggak berbobot, mbak manis ini mengaku lagi nafsu-nafsunya melahap buku. Dalam seminggu aja bisa habis 3 buku yang rata-rata per buku 600 halaman. Duh, mupeng.

Dan untuk asupan ide blognya, Monic kerap mampir ke blogger-blogger beauty luar seperti blog.naver.com/highkick_ dan agirlobsessedblog.com/

Hal Terberat yang Menjadi Penguat

Di dalam blognya Elisa Monic menjadwalkan secara khusus waktu untuk publish blogpost. Artikel kecantikan pada hari Jumat, jadi yang wajahnya udah pada kusut masai abis ketemu sadako pas malam Jumatnya bisa mampir ke new postnya Monic dan akan fresh lagi. Sedang lifestyle dan random artikelnya ditaruh pada hari Senin, cocok buat yang belum kenyang wikennya and for everyone who really hate monday seriusan bisa enjoy karena Elisa Monic menawarkan DIY, culinary, dan inspirasi lainnya.  
Gigit jarii dehh…yang ngeblognya cuar-cuir kayak saya hahaha.

Perencanaan pada blog memang penting, ini artinya kamu serius ngurus, fokus dan punya rumus. Ada juga hal terberat yang dirasakan oleh Monic, yaitu bila internet sedang trouble. Tetap saja, akhirnya Monic menghadirkan artikel teranyarnya karena sudah ada ikatan yang ia buat.

Dalam hidup juga begitu, gadis yang mengaku bekerja bersama orangtua ini bukan berarti hidupnya dibawah payung kenikmatan semata. Pekerjaannya bisa tidak menentu, bisa lebih banyak, bisa-bisa tidak mendapat libur, dan bisa lebih sedih bila ditegur pak bos yang notabene ayah sendiri. Sebagai lulusan sarjana ekonomi, Monic belajar banyak hal dari kedua orangtuanya yang lulusan SMA. Tak peduli latar belakangmu, kondisi yang pernah kamu pikul sebelumnya jika kamu ingin berusaha pasti kamu bisa. Seorang blogger tidak perlu dengan latar belakang IT, beauty blogger tidak harus dengan standar wajah cantik, tidak harus dengan latar belakang yang sama. Ini persoalan mau dan kerja keras.

Bentuk kerja keras Monic sebagai blogger selain lebih banyak belajar juga dibuktikannya dengan ikut komunitas blogger, promo artikelnya melalui sosial media, mempelajari aplikasi pendukung serta penguatan personal branding. Hal yang membahagiakan bagi beauty blogger ini adalah saat pihak lain menyukai opini dan rekomendasi produk yang ia berikan serta cocok dan berhasil.

The Beauty Inside

Blogger Bekasi yang suka baca ini emang terlihat smart, cheerful, punya ragam kata yang enak, dan imajinasi desainnya apik. Biarpun dia mengaku doyan baca buku fantasy, tapi saya kasih tahu ya, baca buku fantasi itu nggak cuma seru, tapi melatih kemampuan berimajinasi lebih dalam dibanding membaca novel lain. Selama bacaan fantasinya bukan yang buruk.

Baca juga, apa kata blogger buku ini soal sisi kekanakan.

Tidak hanya membaca, untuk terus aktif Monic pun tetap menyalurkan hobi lainnya dalam hal menjaga kesehatan, yaitu yoga dan terutama berenang. Baginya olahraga penting, bukan karena dirinya beauty blogger, melainkan menjaga kesehatan itu sangatlah penting.

Saya juga menyarankan pada Monic untuk lebih sering jalan-jalan alias blogwalking. Jalan-jalan ini berguna untuk kesehatan blog, merampingkan alexa, menyapa blogger lain dan mendapat kunjungan. Blogwalking penting untuk blogger agar blognya lebih dikenal, dari situ kebermanfaatan tulisan kita akan lebih tersebar.

Harapan dan harapan

Elisamonic.com bisa dibilang masih baru. Kontennya memang masih minim, tapi konsepnya amatlah kuat. Monic pun punya harapan untuk blognya agar terus bisa menghasilkan gambar-gambar yang menarik, hingga pengunjung pun menjadi betah. Usia Monic di masa produktif ini ia salurkan sebaik mungkin pada minat dan hobi positifnya. Blog adalah sarana berbaginya, belajar banyak hal, berkawan, mendukung impiannya, promosi bisnis, hingga membantu pihak lain.

Monic juga berharap pada generasi muda lainnya untuk tidak malu mengejar hal-hal positif berguna meski ada pihak lain yang menganggap tidak berguna. Karena sudah saatnya menjadi generasi muda yang produktif, bukan diam berpangku tangan. Kerja, meski tidak selamanya berada di luar rumah. Karena bekerja adalah mau bergulat dengan kesibukan dan kesulitannya masing-masing.
Ada 3 langkah singkat untuk tetap produktif yang diterapkan oleh Monic:

Selalu Bangun pagi

Buat Daftar Setiap Harinya

Kerjakan!

Kamu, sudah produktifkah hari ini?


Elisa Monic:
Blog ● Facebook ● Twitter ● G+ ● Instagram
-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Bonus:
Eh, tahu nggak! Hihihi….belum apa-apa udah mau ngikik-ngikik. Di IG-nya Monic ada pic-nya yang pakai kacamata. Saya pikir, ni anak (anak?) kadang-kadang pakai kacamata juga ya, sampai saya temukan pic dengan quote: “Yes im a nerdy girl. Wearing glasses all day long.”

NERD? Susah dipercaya sih.

Ini salah satu pic Elisa Monic dengan kacamatanya:


Nah, karena saya sudah kedatangan dua tamu beauty blogger di blog ini, jadi ada hasrat terpendam pengen bisa dandan dan mendandani orang. Akhirnya beberapa hari ini saya belajar dandan. Tapi, penerapannya bukan orang dulu ya, melainkan pada gambar. Dan gambar yang saya ambil jelas gambar dia yang tak lain dan tak menyangka adalah Elisa Monic yang diatas. Kalau di blognya dan sosmednya semua gambar ber-make-up adalah hasil karyanya, yang ini murni hasil saya. Itulah kenapa jadi pengen ketawa, karena entar lagi bakal dipentung ama Monic.

Dan ini hasilnya:

Tarra

Bye..bye.
Share:
Read More

Ketika Blogger Rumahan Ikut Arisan

Kalau dipikir-pikir ada nggak ya blogger kayak saya? Belum ada saya temukan kawan saya yang seorang blogger, tidak kawan sekolah, rekan kerja, teman akrab, teman kost, teman kuliah, termasuk rekan kerja apalagi tetangga. Saya lagi ingat-mengingat seseorang, ada sih 1-3 teman tapi itu sudah lampau, tidak pernah lagi blognya aktif, kami juga sudah tidak aktif bercakap-cakap. Pak suami sebenarnya seorang blogger. Dia yang melatih saya dulunya. Tapi itu lama sekali, sudah tidak aktif lagi. Komunitas blogger di kota kami juga kurang aktif.
Jadi intinya kalau boleh menyebut diri blogger, saya blogger kesepian. Sendirian aja.
Ini bukan nelangsa, bukan baper,bukan pula galau.
Cuma lucu aja.
Share:
Read More

[Buku] Jangan Sebut Aku Gila


Judul: Jangan Sebut Aku Gila – Bagaimana Memaknai Kehidupan?
Penulis : dr. Andri, SpKJ
Penerbit : MEDDIKPUBLISHING
Tahun terbit : 2010

Dengan kacamata seorang psikiater, saya melihat kondisi lingkungan masyarakat bagaikan seorang pasien dengan segala fenomena dan problematikanya. Selalu saja ada yang menggelitik saya untuk menulis fenomena dan problem kehidupan itu, walaupun kadang merasa gemas sendiri karena hanya bisa merangkai kata tanpa bisa berbuat lebih jauh lagi.
- dr. Andri, SpKJ

_____________________________________

Tidak seharusnya saya berlama-lama menyelesaikan buku ini. Tapi saya bukan orang yang suka melumat buku terburu-buru dan waktu untuk menikmati sebuah buku tidaklah sebanyak dulu. Buku ini saya peroleh sebagai hadiah dari event giveaway "Orang dengan Gangguan Jiwa" yang diadakan mbak Liza Fathia atas tulisan saya: Tribute to My Uncle. Sumber tulisannya bisa dibaca: disini. Saya memiliki paman dengan gangguan jiwa yang sekarang sudah tiada. Mengakui ini bukan hal memalukan buat saya. Bukan pula kejahatan. Saya menghormatinya dan bangga bisa mengenalnya.

Jangan Sebut Aku Gila, karya dr. Andri, SpKJ berisi sekumpulan tulisannya tentang bagaimana memaknai kehidupan?

Ada sekitar 40 artikel di dalam buku ini, 38 diantaranya tersebar di lima serpihan. Penyebutan serpihan ini adalah cara dr. Andri untuk mengklasifikasikan tulisannya. Lima serpihan itu yaitu; Hidup Itu Indah; Kita, Anak dan Keluarga; Masyarakat dan Kita; Penyakit Kehidupan; dan Memaknai Kehidupan. Dari lima serpihan ini pula kita dapat melihat kemampuan dr.Andri menyoroti kehidupan, memahami pola pikir manusia, mendalami sisi kemanusiaannya, perkembangan yang terjadi, situasi terkini dan segala hal yang terindera olehnya.

Dr.Andri mengajak kita berkelana menuju para perempuan yang menolak tubuhnya saat tubuh itu berubah menjadi gemuk dan mengapa kecantikan begitu dielukan. Mengajak pembaca turut mengembara ke sisi emosi manusia, memahami hubungan sebab-akibat antara orangtua dan anak, bahkan sentilan untuk “Busway” pun tak lepas dari pengamatan penulis. Dari komoditas seks dan narkoba sampai perdagangan manusia. Mengapa obsesi muncul pada diri manusia? Mengapa stres begitu ditakuti? Dari kecemasan Ujian Nasional hingga kecemasan calon anggota dewan. Fenomena artis pun tak luput dari perhatiannya. Rasanya semua topik benar-benar diangkat penulis yang seorang psikiater lewat buku ini. Termasuk juga reviewnya tentang manfaat membaca dan menulis.

Membaca buku ini serasa menyusuri  sebuah kereta yang bergerak. Tiap gerbongnya berisi sosok-sosok manusia dengan segala kompleksitas permasalahannya, dari jendelanya bisa terlihat rentetan kejadian dan perilaku alam. Perjalanan panjang sebuah kereta yang akan berputar kembali sesuai rute yang sama. Melalui kacamata seorang psikiater, penulis menangkap fenomena ini dan menyajikannya dalam bentuk naratif dengan bahasa yang ringan. Saya nyaris mengira tulisan ini akan sangat berbobot dari segi bahasa berdasarkan latar belakang sang penulis yang pernah menjadi wakil satu-satunya dari Indonesia di Academy of Psychosomatic Medicine dan The American Psychosomatic Society. Dimana keduanya merupakan organisasi psikosomatik** terkemuka di Amerika Serikat.

Ternyata ulasan dalam buku ini ditampilkan dalam bahasa yang renyah, siapa pun bisa melumat tuntas seluruh artikelnya dengan cepat. Isi yang terkandung dalam ‘Jangan Sebut Aku Gila’ inilah yang berbobot.

Berbobot karena memiliki makna yang mendalam. Meski dengan latar belakang dan profesi  luar biasa yang diembannya, penulis tetap menempatkan potongan perasaannya ke dalam tulisan dan tidak serta merta membubuhkan berbagai teori ke dalam tiap artikel hingga saya merasa nyaman membaca. Tulisan yang mengena dan terasa manusiawi ini seolah sedang berdialog kepada saya untuk berbagi, misal pada kasus ‘busway’yang diharapkan mengurangi kemacetan, namun sayang yang terjadi  justru sebaliknya:

“Sudah tidak terhitung berapa banyaknya sumpah serapah dan helaan napas yang saya lakukan ketika menghadapi situasi jalanan Jakarta yang semakin lama semakin semrawut….Saya tersadar apa yang saya lakukan sia-sia. Sumpah serapah yang saya keluarkan juga tidak akan membuat jalanan yang saya lalui menjadi lancar.” (p. 33)
Saya juga menemukan ajakan penulis untuk melihat ironi dengan lebih dalam;
“Kita patut menyesali keadaan di negara kita di mana rasanya tidak ada tempat yang aman untuk anak-anak kita berkembang. Lihat saja masalah peredaran VCD bahkan sekarang DVD porno yang demikian mudahnya kita bisa dapatkan di lapak-lapak penjual barang bajakan itu. … Penjual tersebut memajangnya berdampingan dengan DVD/VCD yang diperuntukkan untuk anak-anak” (p.105)
Dengan cara yang khas, dr.Andri merunut berbagai peristiwa sebagai awal paragraf pada tiap tulisannya, dengan begini pembaca diharapkan dengan mudah bisa melihat situasi yang dihadirkan dan berpikir menuju ke arah sana. Dengan begini pula saya merasa penulis membangun interaksi dengan pembaca, bisa jadi ada pembaca yang menganggukkan kepala hanya karena mengenal situasi tersebut.

Pada tulisan ‘Sisi Negatif Tayangan Sinetron Anak’, penulis mengawali kalimatnya dengan menyebutkan iklim sinetron Indonesia yang ramai, dari Ada Apa Dengan Cinta sampai bermunculan sinetron anak. Ragam sinetron anak inilah yang kemudian disoroti oleh penulis. Barulah di akhir tulisan dr. Andri memberikan kesan, pesan dan opini yang ingin dibangun. Beberapa pesan-kesan masih berkaitan dengan latar belakang sang dokter, namun tak sedikit pula opini ini terasa lebih kental disalurkan oleh sesosok manusia biasa bernama Andri. Bahkan, ada akhir yang terlepas dari itu semua, pembaca dibiarkan untuk merenungi tiap-tiap barisan katanya, meresapi makna yang digulirkan penulis dan bertindak sebagai interpretator.

Sentilan penulis pada tiap kejadian juga sangat mengena namun dengan cara yang teramat halus. Di suatu artikel diceritakan tentang perempuan yang mengeluhkan tentang dada dan perut mereka yang terlalu gemuk atau terlalu kecil, bagaimana perempuan ini merasa tidak bahagia atas sesuatu yang mereka anggap kekurangan dan akhirnya menimbulkan gangguan citra tubuh. Gangguan yang kemudian berdampak pada keinginan untuk terus ‘memperbaiki’ seringkali membuat pasien datang ke dokter bedah plastik. Hal ini seringnya tidak diimbangi dengan kerapnya berkunjung ke psikiater lebih dulu. Yang mana mungkin saja sesuai dengan artikel lainnya, bahwa berkunjung ke psikiater adalah hal tabu, bisa pula memalukan. Karena itu banyak yang menghindarinya.

Bagaimana dengan teori dan istilah asing yang muncul? Tentu saja ada.

Saya mendapati beberapa istilah seperti skizofrenia, psikosis, istilah untuk gangguan; bulimia nervosa dan anorexia nervosa, obsesif, disorder. Semua istilah ini dikenalkan pada para pembaca dengan cara yang nyaman, hingga tak perlu membuka kamus untuk mencari tahu. Termasuk dengan teori-teori yang dihadirkan. Bahkan menarik sekali, dr.Andri pun berbagi pengalamannya saat berinteraksi dengan pasien, misal pada tulisan; Pentingnya Menjaga Kesehatan Jiwa.

Secara keseluruhan saat membaca buku ini, saya merasa bagai membaca sebuah blog. Dengan banyaknya ragam kisah, isu, tokoh, kasus yang dibawa penulis ke dalam buku tidak menjadikan buku ini berlepas dari akarnya. Seluruh tulisannya membawa kita pada lini tema yang sama, tentang kejiwaan. Tepat sesuai dengan bidang penulis yang telah lebih menulis 50 artikel tentang kesehatan jiwa di koran dan majalah ibukota serta menjadi pembicara di seminar awam dan ilmiah. Cara penyajiannya lah yang membuat buku’Jangan Sebut Aku Gila’ layak diapresiasi.

Semua tulisan yang dimuat dalam buku ‘Jangan Sebut Aku Gila’ ini telah dimuat dalam Suara Pembaruan. Tulisannya yang pertama kali dimuat pada tahun 2006 menjadi awal dr.Andri menulis untuk tahun selanjutnya. Meski terkesan lampau, namun fenomenanya tetap menjadi isu yang berkembang hingga kini atau istilah sekarang: kekinian untuk dibahas. Pada artikel “Kegiatan Paling Berguna; Membaca dan Menulis” saya akan mengutip paragraf awalnya;

“Saya sangat tertarik dengan tulisan yang dimuat Suara Pembaruan Minggu edisi 29 Juni 2008 yang diberi judul ‘Dasarnya Memang Doyan Ngomong…' Tulisan tersebut bercerita tentang budaya ngobrol masyarakat kita yang semakin menjadi-jadi sejak tarif bicara telepon seluler semakin murah.” (p.194)
Bila dicermati tahun kejadian yaitu 2008 dan kita tidak lagi hidup pada tahun tersebut, namun fenomena masyarakatnya masih sama dengan sekarang;

“Sebagian masyarakat kita cenderung untuk lebih menggunakan indera penglihatannya untuk menonton televisi daripada membaca apalagi menulis.” (p.194)
Dengan demikian, harapan-harapan yang dibangun penulis untuk mengatasi problematika kehidupan sejatinya senantiasa bisa sama, apalagi semua ini berkaitan dengan kejiwaan. Tentang penerimaan, pengakuan, rasa syukur, berpikir positif.

“Peristiwa itu sebenarnya bersifat netral. Baik buruknya ditentukan oleh kita sendiri.” (p.11)

Dan bagaimana tentang memaknai kehidupan? Lebih banyak lagi yang termuat dalam serpihan lima. Membaca buku ini memang bisa sangat terasa singkat, namun meresapinya butuh setiap saat.
***
____________________________________
** psikosomatik: a. 1. Berkaitan dengan jiwa dan raga; 2. Berhubungan dengan gangguan emosi

Salam,

Share:
Read More