,

Sop Singkong dan Pisang Gapit : A Winner Street Food in Balikpapan

Ini episode kedua icip-icip kuliner di blog saya. Sebelumya saya makan bebek enak Pak Ndut di Sepinggan Baru.


Di episode berburu kuliner kali ini bisa dibilang santai-santai berat. Sesuai judulnya, kedua kuliner ini sering dinikmati saat santai atau sore hari ditambah suasana adem gerimis-gerimis syahdu.
Walau sebelumnya sudah ada yang review, tidak ada salahnya dong saya juga ikut menceritakan kembali, toh selera kita berbeda walau lidah kita hanya satu.

Bertempat di daerah Kebun Sayur, posisi di samping Giant mini. Saya mencarinya sambil menebak-nebak. Semua deretan berwujud sama, mengingatkan saya pada rumah makan nenek saya masa baheula,
Share:
Read More
, , ,

Hand Lettering Using Felt-Tip Marker

spidol untuk lettering


(semoga judul dalam bahasa Inggrisnya nggak keliru)

Utak-atik kali ini dimulai saat beberapa waktu lampau teman saya berbagi video hand lettering di fb nya. Saya lupa judul videonya apalagi mau menaruh link nya disini. Karena saya nggak sanggup gosok-gosok temlen orang.

Dalam video itu, pena yang digunakan untuk menghasilkan tulisan keren bermacam rupa, termasuk jenis tulisan yang dihasilkan. Salah satu scene membuat saya teringat, heh saya pernah buat beginian nih.
Share:
Read More
, , ,

Tribute to My Uncle

Gadis kecil itu mengendap-ngendap tak tertahan. Para penatu rumah sakit telah melihatnya tadi. Ibu telah melarangnya ke tempat ini. Tapi apa daya, rasa penasaran menarik-narik kakinya hingga ia mencari celah di setiap sudut rumah sakit untuk bisa melarikan diri ke tempat ini. Sekali lagi jantungnya berdebar-debar. Di hadapannya sebuah bangunan mungil dilengkapi jeruji. Dari seberang jalan, gadis kecil itu menatap. Satu persatu. Ada seorang perempuan yang ia kenal, yang dulu ramah dan baik. Seorang pria tak dikenal. Lalu kosong. Kosong. Mana dia? Gadis kecil itu mengumpat. Ah, itu dia. Akhirnya wajah itu muncul. Seorang pemuda menatapnya balik. Kata mereka, pemuda itu ingin menyerang seseorang dengan mandau tua. Sangat berbahaya. Jangan sekali pun mendekatinya. Pemuda yang ia lihat, hanya diam dibalik jeruji. Tak ada teriakan tak ada senyuman. Gadis kecil itu mengangguk lega, dalam hatinya bila dewasa kelak ia ingin menceritakan pada dunia, bahwa pemuda itu lelaki yang baik.



Waw,
Share:
Read More