Dear Manda: A Love Letter From Balikpapan To Jogja

June 29, 2016


Dear Manda,
Untuk seseorang yang baru kukenal beberapa bulan. Tidak sepenuhnya kukenal, tidak sepenuhnya kita berteman, tidak pula ada perjumpaan. Dunia maya menjadi permulaan, dalam suatu wadah bernama Arisan. Ada namamu tertera disana: Primastuti Satrianto, untuk kesekian kali yang ke delapan. Apa kini yang kau rasakan? Akankah ada penasaran? Tentang apa yang kami tuliskan?
Aku mengira tidak sepenuhnya demikian, karena telah begitu banyak kawan-kawan yang menuliskan. Kisahmu pun bertebaran. Tentangmu, Jogja, cinta, dan apa yang kau sebut Universitas Kehidupan.
--♥♥--
Dear Manda,
Atau Ima? Prima? Nama apapun kau suka. Saat ini biar aku memanggilmu Manda. Karena sebagai lifestyle blogger begitulah kau menamai blogmu, CERITAMANDA. Dan aku selalu suka senyum hangatmu yang terbuka. Pada tiap-tiap sosial media, dimana kau melempar foto-foto ceria, saat makan-makan dan bekerja. Aku selalu suka energimu yang bahagia. Pertanda kau mensyukuriNya. Apa di blogmu itu yang kau kata?
“Perjalanan kehidupan cerita Manda Panda menjalani tulisanNYA. Cerita kami berproses dan berguru di Universitas Kehidupan. Cara kami berPOSITIF THINKING pada ALLOH SWT dan mensyukuri segala rencana indahNya. Thank you I learn.”
Sungguh, itu 4 kalimat yang membuat aku jatuh cinta. Pada kedalaman hati seorang hamba, kala ia mengakui garis kehidupan yang penuh liku dalam hidupnya, adalah sebentuk cinta dan keindahan dari Alloh SWT-TuhanNya. Bukan sebagai kesulitan yang terus mendera. Nikmat manakah yang akan kita dustakan dari Nya? Harusnya tak ada.
Dalam sebuah tulisan: menolak nikmat, aku mengamati caramu tuk senantiasa bersyukur. Tak perlulah melihat rumput tetangga yang selalu hijau, karena menurutmu hanya ada dua hal:
 Yang rumputnya lebat, nyamuknya juga banyak.
Yang rumputnya lebat dan hijau, apa jenis rumputnya? Tak usahlah bila hanya rerumputan liar.
Kau memang tahu hidup tak semanis yang kita inginkan, tak sesempurna yang kita harapkan, tak sebaik yang kita pikirkan. Kau memahami bahwa hidup adalah proses belajar. Ini adalah tentang bagaimana kita memproses menjadi baik, dan aku pun mencerna petuah-petuahmu:
Lakukan yang terbaik,
Berusaha lebih baik,
Belajar yang baik,
Amalkan yang baik sebanyak mungkin.
Suatu saat salah, kembali ke jalan yang benar.
Suatu saat gagal, ikut remidial dan belajarnya dikencengin.

--♥♥--
Please Manda,
Seperti yang kukata, ada banyak yang sudah menuliskan Manda. Tak perlulah aku berpanjang lebar merangkai kata demi mengenalkan blogmu yang telah ternama. Bukankah ceritamanda.com telah banyak menerima kerjasama? Semua itu pasti karena rasa percaya.Sebagai istri kau mengaku di rumah saja, minimarketmu memang sebuah usaha, tapi aktivitasmu sebagai blogger juga banyak di luar sana. Banyak ilmu blogging telah kau terima. Aku pun jadi tahu cara menghapus broken link dari ceritamanda.

Fear Manda,
Aku tidak tahu bagaimana ini jadi menggemaskan. Ini tentang seekor makhluk berbulu yang akhir-akhir ini ‘menerormu’ lalu kau unggah dalam facebookmu.Sejujurnya, aku juga bukan pecinta kucing sejati. Bukan seorang yang senantiasa riang saat bertemu makhluk yang memiliki nama ilmiah felis catus dan dinyatakan masih ada hubungan dengan harimau itu. Tidak, sama sekali tidak. Aku hanya seorang menyadari bahwa makhluk ini memang lucu. Lalu apa katamu soal makhluk ini? Bahwa bulunya geli dan terasa nempel di hidung? Oh, Manda. Karena bulunya yang lembut itulah yang membuatnya menawan. Cobalah sesekali menyentuhnya. Nanti, kau akan tahu bagaimana hatimu akan tergerak. Sekali saja sentuhlah ia, tak perlulah menempel lekat. Hanya untuk memastikan ketakutan dan gelimu menepi.Bukankah kau seorang yang romantis, penuh kasih dan tak berputus asa. Percayalah Manda, kucing tanpa bulu itu lebih “menggelikan”. Sekarang, mohon terima postcard manisku ini:

Swear Manda,
Aku suka caramu memandang hidup dan menikmati hidup. Dari aku yang hanya memandang dari balik laptop tercinta ini adakalanya berkata: “kapan perempuan ini tidak tersenyum dalam setiap fotonya.” Sungguh indah hidup Blogger Jogja ini. Jalan-jalan, makan-makan. Dan tak lupa ia merangkul mesra pasangannya yang ia panggil Panda. Sebagai orang yang lahir di Yogyakarta, besar dan membangun keluarga disana, kau banyak menghadirkan kisah Jogja. Aku bertanya padamu tentang lima tempat makan di Jogja yang tak merogoh kantong terlalu dalam. Lalu kau menjawab:
Angkringan ● SS Super Sambal ● Tio Ciu 99 ● Bebakaran ● dan Soto
Yang kesemuanya pernah diliput blogmu yang lain tamasyaku.com

Kau tahu benar bahwa Jogjamu selalu memikat untuk dikunjungi. Aku bertanya mengapa Jogja begitu memikat. Dan kau berkata, “karena aku orang Jogja. Kalau orang luar, mungkin terbawa lagunya Kla Project, jadi mereka terbawa suasana Jogja”.

Swear Manda,
Aku ingin membantah ini, akulah orang luar dan aku sama sekali tak mengingat Kla Project. Jogja adalah The Never Ending Asia yang tak hanya slogan semata. Kota yang tak pernah mati. Ia hidup dan berkarisma. Aku tahu bagaimana rasanya menginjakkan kaki disana dan bertanya-tanya bagaimana bisa ada sebuah tempat yang membuatmu merasa pulang padahal kau sama sekali tidak berasal dari sana. Bagaimana bisa ada suatu tempat yang membuatmu mudah jatuh cinta dalam sekejap namun begitu sukar dilupakan. Sebuah daerah yang istimewa karena bisa mengikatmu begitu dalam. Mungkin ini perasaan yang sama terbentuk pada orang luar lainnya sepertiku tanpa perlu mengingat sebuah lagu.

Tak hanya Jogja, kau juga memuat perjalanan lainnya di www.tamasyaku.com. Aku sepakat denganmu, berjalan-jalan itu penting untuk berzikir dan bersyukur atas karuniaNya, dari sini kita melihat kebesaranNya. Semoga tamasya-mu senantiasa bermanfaat seperti yang kau inginkan.
Primastuti_Satrianto_Manda
Senja di Plaosan
Dear Mantan eh Manda,
Kau tahu,
Semua perihal diciptakan sebagai batas…
Jalan-jalan memisahkan deretan toko dan perpustakaan kota,  bilik penjara, dan kantor wali kota, juga rumahku dan seluruh tempat di mana pernah ada kita
Bandara dan udara memisahkan Balikpapan dan Jogja

Kau tahu penggalan puisi diatas? Yang terdiri dari ratusan purnama yang ternama itu? Kau pasti tahu itu. Karena kau begitu antusias menyaksikannya. Lagi dan lagi Jogjamu disebut. Tapi, aku yakin itu bukan cuma tentang Jogjamu. Ini tentang kehalusan jiwa murnimu. Tentang sisi romantismu  yang tak akan habis.

Dengan tidak menyesal, aku ingin menyampaikan ini padamu. Bahwa aku adalah orang yang tak tertarik dengan kisah Cinta dan Rangga. Aku adalah remaja yang tak pernah menyaksikan kisah mereka 14 tahun silam. Dan tak tertantang untuk menikmati kelanjutan kisah mereka pada hari ini.

Ya, aku tak peduli berapa banyaknya penantian purnama itu, tak ingin menyaksikan pergumulan rindu dua insan yang terpisah waktu. Tak peduli pula tentang patah hati yang mereka derita. Bukankah Universitas Kehidupanmu berkata Sakit Hati Itu Menyenangkan?

Tapi,
Aku sangat penasaran dengan kisah Manda-Panda. Duet romantis yang selalu menarik binar mataku tuk bertanya. Ada apa dengan pasangan ini? Mengapa mereka begitu menggodaku tuk mencari tahu lebih banyak.

Lalu aku tersadar,
Bahwa godaanku itu membawaku pada suatu yang menghanyutkan. Yang lebih lama dari 14 tahun. Aku sedang berbicara tentang 17 tahun perjalanan Manda-Panda. Bukankah lebih banyak lagi ratusan purnama yang terjalin di antara mereka? Ini 17 tahun yang menggetarkan. Dan bila ditambah tahun ini, akan menjadi 18 tahun? Benar begitu?

Kau masih muda kala itu, begitu juga dengannya. Dari kecil kalian bersama tanpa pernah tahu akan terus bersama. Kalian bertemu, berteman, saling mengenal, saling menyayangi, menikah, berbagi, menua bersama lalu menutup mata. Ini ritme kehidupan yang tak semua orang bisa alami. Cinta apalagi yang paling indah kecuali cinta yang tak mengenal rentang waktu dan pudarnya keindahan fisik. Layaknya kalian yang tahu benar keriput sudah pasti akan menjelma. Kalian tidak ingin menutupinya, justru menghadirkannya dalam Universitas Kehidupan. Kau percaya bahwa cinta adalah proses. Jatuh, bangunnya akan membawa pada kesetiaan. Membentuk rasa nyaman. Panda pun banyak memujimu. Senyumanmu di kala pernikahan kalian menjadi potongan momen terindah baginya yang tak terlupakan. Berapa banyak manusia di luar sana yang menginginkan cinta yang kau miliki? Sungguh beruntung dirimu.

Semoga seorang Manda selalu mampu menjadi istri yang diinginkan dan ibu yang tepat bagi keluarganya. Itu doamu dan aku pun mengamininya.

Ada Apa Dengan Cinta memang tak membuatku tertarik tapi Ada Apa dengan Cerita Manda selalu membuatku terpesona.

Blog                  : ceritamanda.com, www.tamasyaku.com
FB                     : Primastuti Satrianto
Twitter             : @ImaSatrianto
Instagram          : @imasatrianto


From Balikpapan With Love,

You Might Also Like

30 Comments

  1. Dan saya tak mampu berkata- kata,
    Entah karena kelihaian penulisnya,
    Atau karena sosok Manda...
    Tapi, saya pun baru mengenalnya,
    Melalui sosial media,
    Melalui dunia maya,
    Entah kapan kami akan bersua
    Berjumpa
    Di dunia nyata.

    Sungguh kisah Ada Apa Dengan Cerita Manda
    Membuat pembaca terpesona..
    Entah karena penulisnya..
    Atau karena sosok manda...


    Tapi, saya dapati...ternyata..
    Berasal dari keduanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih komentarnya duhai Ipeh Alena,
      Semoga sosok Ima menginspirasi kita bersama

      Dan semoga komentar dibawah kita,
      Tidak perlu repot memikirkan rima,
      Khawatir karena komentar perdananya
      Sudah terlalu luar biasa.

      Tolong yang komentar yang dibawah saya,
      jangan ngacir ya.

      ^^

      Delete
  2. Mba lidhaaaaa, true writer niii.. Pertanyaaan yg cuma 10 baris, diurai begitu apikkk pikkk... Ya Alloh, dunia maya mencatat sejarah dan dari dunia maya saya belajar dan bertemu org2 hebat sepertimu.. Terima kasih love letternya, semoga manda berkesempatan sampai balikpapan dan siap menjamu kapan dirimu ke jogja yaaa.. Mba lidha, aku merinding membaca setiap tulisanmu, terima kasih ya.. Terus memotivasi dan menyemangati dalam kehidupan ya kita.. Love uu mbaaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mau dijamu Mandaaa...asyikkk
      Ya Allah semoga kesampaian ke Jogja secepatnya. Mumpung dia masih ingat
      Amiin
      Amiin
      Amiin

      Delete
  3. Mengaamiini doa :hug:
    Cieee yang dapet surat cinta super romantis :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin, mari kita doakan semoga samara mbak Manda ini ya :)

      Delete
  4. Aah....Mba Mandaaa...
    Mba Lidhaa...

    Entah sejak kapan terakhir kali aku membaca tulisan romantis...?
    Ternyata hari ini aku memulainya kembali...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akupun demikian mba lendy... thanks to mba lidha, membangkitkan sisi romantisme melalui tulisan yg bikin mewek...

      Delete
    2. Manis mana sama drakor Len?

      Delete
  5. Wow, tulisannya manis dan dalem banget. Keren Mba Lidha, ini tulisan menyihir banget.

    ReplyDelete
  6. abrakadavra mba ety.
    Kemudian saya pingsan, karena kena puji mbak Ety :)

    ReplyDelete
  7. Waw tulisannya penuh makna.

    Indahnya suatu pertemanan.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih, padahal baru dunia maya :D

      Delete
  8. Mbak Lidha romantis n puitiss. Ugh. So sweeetttt...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau dipuji gini, besok2 tambah romantis ah :)

      Delete
  9. menarik bgt cara penyampaiannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, antara keren dan lagi nggak ada ide

      Delete
  10. Wah. Membahas blog tamasyaku. Duh, udah lama aku nggak mampir ke blog Manda Panda lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mampir yuk ^^ biar dapat ide mau jalan kemana :)

      Delete
  11. Tulisannya dalem mba... nyastra pulak :)

    ReplyDelete
  12. salam kenal buat mommy blogger yang keren-keren semua....

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal juga mommy Avy yang ternama :)

      Delete
  13. Zuper banget ulasannya >_< (mata berkaca-kaca)

    ReplyDelete
    Replies
    1. tisyu..mana tisu.. :)
      yang baca juga zuper*

      Delete
  14. Waaaaahhh jadi penasaran ih sama mbak Mandaaa, langsung mampir ke Blognya aaaahhhhh :D

    ReplyDelete
  15. review nan romantis ya mbak :D
    selamat idul fitri mbak lidha
    mohon maaf lahir batin ya

    ReplyDelete
  16. Surat ini membuktikan, romantis tidak harus ke pacar...

    ReplyDelete
  17. Persahabatan yang indah, semoga nanti dapat kopdar, sehingga lebih indah lagi :)

    ReplyDelete

Terimakasih telah membaca, silakan berkomentar yang baik dan mohon untuk tidak menaruh link hidup.

Member of

Blogger Perempuan Blogger Perempuan rssbblogger Warung Blogger

Popular Posts