Ketika Murbei Enggan Berbuah

March 16, 2016


Saya suka berkebun sampai-sampai punya impian tuk menjadi petani yang sukses. Saya bukan pakar berkebun, hanya seseorang yang punya impian saja. Bahkan untuk tema blog saja, ingin yang khusus berkebun. Sayang muncul masalah utama.

Waktu.

Bisa menyiram dan merapikan rumput saja sudah syukur. Tak peduli saya menanam apa, rumput di rumah lebih mudah gondrongnya dan bila sudah begitu pernah ada ular menyelinap.


Seperti cerita murbei ini. Murbei ini adalah pindahan alias saat  saya menanam sudah berakar baik dan berbentuk pohon. Di awal pindahannya saya masih rajin memberi pupuk. Dan beginilah hasil perdananya:




Meski yang hitam adalah yang matang, tetap saja yang merah dipetik juga.
Ini juga bisa dibuat selai. 

Oh, mau lihat yang di pohonnya.









Rame ya.

Tapi itu kisah lama. Suatu hari dia enggan berbuah. Saya mah berusaha ngertiin dia. Saya pupukin terus, puk-puk-puk. Singkat cerita, sesuatu terjadi. Bukan..bukan ini mah bukan kisah Jack dan pohon kacang yang menjulang tinggi dan besar. Tapi bener, ada yang nggak gede dan panjang.

Di sisi lain tanaman ini tumbuh daun yang rimbun, tumbuh daun yang lebih besar, bagus deh. Sementara di sisi lain daunnya lebih kecil. Saat mulai berbuah, daerah yang berdaun lebih kecil, tumbuh buah yang lebih banyak di banding sisi yang berdaun lebar-besar. Tapi! Buah yang sedikit muncul di sisi berdaun lebar ini justru lebih besar dan panjang dibanding seniornya.

Ini dia yang saya bilang ada yang gede dan panjang tadi.




Teori asal saya, murbei ini kebanyakan N-nya (Nitrogen). Sementara mau saya, buahnya tetap banyak dan rimbun seperti biasa. Ya syukur-syukur kalau besar semua *maunya*. Saya pun cari tau, bagaimana agar murbei saya berbuah sepanjang masa baik dari syarat tumbuh maupun perlakuan khusus.

Ternyata banyak.

Tapi mungkin bisa saya sebutkan beberapa cara yang menurut saya mudah.



1. Pemupukan

Yang ini sih kudu, wajib apalagi lah namanya. Kalau nggak bisa pake pupuk keren-kerenan pake yang ada aja dari dapur atau pake kohe (kotoran hewan). Mau pupuk kandang sip lah. Konon kotoran ayam mampu meningkatkan cita rasa manis pada buah.  Khusus untuk yang langsung siram, yang biasa saya terapkan : air cucian beras, bekas cucian ikan/daging. Nggak usah kebanyakan dan sering-sering, nanti kayak daun murbei saya saling diskriminatif. Ya serajinnya aja *eh*

2. Investasi Matahari

Fotosintesis. Masak-memasak. Teori asal saya (lagi dan lagi) buah murbei saya yang besar-kecil itu menyesuaikan bahan memasaknya. Karena itu daerah yang berdaun lebar-berbuah besar, yang berdaun kecil-berbuah kecil. Murbei saya oun tidak dibawah teduh-teduhan. Dialah yang meneduhkan saya *e-hem*

3. Pemangkasan

Dari grup tanaman yang saya ikuti, murbei membutuhkan pemangkasan untuk merangsang pembuahan. Saya baru menerapkan ini karena efek enggan berbuah-nya. Karena begini, di daerah tempat tinggal saya ada juga pohon murbei dan rajiiin banget berbuah, nggak ada yang pelihara apalagi maen pangkas-pangkasan. Praktis saya pikir, pasti berbuah terus nih. Sebenarnya pemangkasan bertujuan untuk meningkatkatkan produksi, memelihara kesehatan tanaman dan perapihan.

Pemangkasan (pruning) sendiri terbagi-bagi. Ada pemangkasan bentuk, pemeliharaan, untuk produksi, dan peremajaan. Sayapernah melakukan pemangkasan bentuk pada cangkokan mangga dan buah jambu biji. Ini bertujuan agar cabang baru bermunculan. Kalau pohonnya lurus-lurus saja bikin repot manjatnya.

Pemangkasan pemeliharaan tujuannya agar menjaga batang dan cabang bebas dari cabang tunas dan cabang negatif. Cabang tunas adalah cabang yang menjulang ke atas, dan cabang negatif adalah yang tidak mendapatkan cahaya matahari.

Pemangkasan produksi ini berguna untuk ketidakaktifan murbei saya. Tujuannya untuk merangsang pembungaan dan memperbesar mutu buah. Ehm, buah murbei saya yang ‘baru’ memang besar tapi berjumlah sedikit. Pemangkasan produksi banyak caranya dan bisa berbeda pada tiap tanaman buah. Tanaman buah disini adalah tanaman yang berbuah termasuk cabe-cabean, tomat, terong, timun dan lainnya.

Pemangkasan peremajaan dilakukan untuk tanaman yang sudah tua, kurang produktif tapi masih dianggap berdaya guna.

Secara keseluruhan pemangkasan harus dilakukan hati-hati, menggunakan alat potong yang tepat. Belum lagi pemangkasan untuk produksi jangan sampai menggunakan alat potong yang berkarat, batang yang luka harus dioleskan a,b,c,d agar tidak berpenyakit dan seterusnya dan seterusnya yang bila saya tuliskan disini, saya saja tidak paham.

Alangkah nyamannya bapak-bapak yang kerja bakti dengan ‘slat-slot’ main tebas pake parang untuk memangkas tanaman yang rimbun. Yah, jadi kesitu mikirnya.
Teori pemangkasan yang efektif ini mungkin bisa diterapkan.



4. Pelukaan

Termasuk juga pengerokan. Beberapa tanaman buah membutuhkan pelukaan untuk berbuah. Pernah melihat pohon mangga bersayat-sayat? Katanya, begitulah cara agar mangga mau berbuah.
Proses pelukaan ini bertujuan untuk merangsang pembuahan. Tanaman yang terluka akan ‘berpikir’ untuk melakukan regenerasi. Dalam ilmu pertanian, banyak sekali faktor yang harus dipertimbangkan untuk melukai tanaman.

5. Stressing Air

Kita tahu air sangat berperan dalam pertumbuhan tanaman, sama seperti halnya manusia. Stressing air adalah membuat tanaman stress saat tidak diberi air. Proses ketiadaan air ini bisa sangat lama, bisa berbulan-bulan, tergantung jenis tanamannya. Indikasinya bisa dilihat dari layunya tanaman. Kemudian siram serta dalam jumah banyak.

Dari kelima cara diatas, hanya 4 yang saya terapkan. Saya mengabaikan pelukaan,  cukup 4 faktor saja, lagian nggak tega juga main luka-lukaan. Tapi stressing air kok tega? Karena  saat itu musim kemarau, jangankan tanaman, saya aja susah mandinya *malah curhat*. Dan bener terbukti, ini mengingatkan saya akan ayat AlQur’an:
Dan Allah menurunkan dari langit air hujan dan dengan air itu dihidupkanNya bumi sesudah matinya. (TQS An Nahl:65)

Lalu bagaimana hasilnya?
Sepertinya sih belum bisa diceritakan, tapi ada beberapa kali menunjukkan buah, lebih rimbun tapi tidak bisa sama dengan edisi perdana. Jadi, saya mesti rutin dulu melakukan tipsnya sampai hasilnya memuaskan. Oya, untuk murbei ini bisa diperbanyak dengan cara stek. Pernah saya coba nancepin di pot, tumbuh dan berbuah. Gampang.
Semoga ini hasilnya juga gemilang. Amiin.

@lidhamaul

You Might Also Like

31 Comments

  1. Makan buah murbei itu bikin nagih. Soalnya rasanya manis agak kecut, seger, tapi kecil... Hihihi...
    Saya kurang suka berkebun, tapi suka liat kebun :)
    Semoga next murbeinya lebih gedhe2 ya, Mbak ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Idem Mbak Diah. Saya malah bukan kurang suka. Saya memang tidak suka nanam tapi suka menikmati pemandangan pohon2an hehehe.

      Delete
    2. itu saya duluu sekali :D sekarang tidak lagi

      Delete
  2. Noted ini bagus banget tipsnya.. saya nanam tomat aja gagal, hiks....

    ReplyDelete
  3. belum pernah makan buah murbei Mbak, setelah melihat foto pertama jadi tertarik pengen menyicipi gimana rasanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang hitam manis mbak Ira, yang merah kecut. Tapi sensasinya itu lho. Dan bisa bikin awet muda, hehe

      Delete
  4. saya belum pernah makan buah ini, kasian banget yaa

    ReplyDelete
  5. Waah, bikin ngiler. Sudah lama sy ga makan buah murbei Mbak. Dulu ada tetangga yg punya pohonnya. Anak2 boleh metik. Skrg pohonnya udah ditebang karena dipasang paving block.

    ReplyDelete
  6. 5 tips tsb sdh saya terapkan dengan tanaman mangga dan rambutan , alhamdulillah berhasil Mb

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, berarti berhasil ya. ASyikk

      Delete
  7. Oh namanya murbei, kalo di desaku namanya besaran mbak. :D

    saya juga menanam di belakang rumah, dan memang dilakukan pemangkasan secara teratur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. di malang kan? orang jawa nyebutnya gitu. Ini bahasa umum

      Delete
  8. aku pikir dia bisa berbuah di iklim subtropis aja, serius takjub ^_____^

    ReplyDelete
    Replies
    1. olala, ini di ndeso juga bisa numbuh. Beda. Kapan2 deh bagi ceritanya

      Delete
  9. Ya ampuuun, murbei, kangen dirimu deh.
    lama bangeet nggak nemuin murbei.
    jaman sd dulu suka makan buah ini .
    Sekarang nggak pernah nemuin lagi pohon murbei.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, jadi pengen ngadain GA berhadiah taneman :D

      Delete
  10. mbak kirain aku pelukaan itu kaya dipeluk, pelukaaaan haha.. nice info nih, aku jd tau gimana bentuknya pohon berries.. dpt bibitnya dr mana ya mbak?

    Oya mbak, balik lg ke masalah pelukaan, pohon2 di rumah dulu sering dibacok2 pd bagian batang bawah, beneran lho jd byk buahnya.. satu lagi kuncinya, bagi ke tetangga, pasti jd subuur bgt buahnya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. berpelukaan :D *amapohon*
      ini besaran mbak nama lainnya, bibit sih dari tetangga...atau buat GA hadiah stek murbey aja kali ya *think*
      Nah, bener kan. Tapi saya selalu mengadopsi pelukaan yang terakhir saja. Masa' gak dipupuk, siram males, mau dilukai.. gitu deh. Nggak tegaan orangnya *anakbaik*

      Delete
  11. Senang sekali aku melihat buah ini mbak...ingin memetiknya langsung...

    ReplyDelete
  12. Pohon murbei saya yang banyak cuma daunnya aja, padahal waktu beli calon buahnya bnyak trs pada rontok, skrg dah di tanam 2 tahun ngga pernah berbuah sekalipun

    Udah saya botakin tetep aja yang tumbuh lagi daun malah tambah lebat daunnya

    Gmn ya mba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, hmmm saya belum pernah ngalamin ini. Tapi coba aja ditunggu 2-3 bulan lagi.

      Maaf ya telat balas :)
      Semoga berkenan

      Delete
  13. Murbei bisa ditanam di dataran rendah ya mba ??

    ReplyDelete
  14. Murbeiku buahnya pada rontok mba. Knapa ya?????

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Enjang, kemungkinan nutrisinya/pupuknya

      Delete
  15. nah nemu deh artikel ini..mantap mbak akan saya coba mempraktikan,murbei saya gak mau berbuah umur sdh krg lbh 1 tahun an.pemangkasan di lakukan tapi mungkin krg panas sepertinya. terima kasih infonya

    ReplyDelete
  16. Mantap buah murbeinya, di tempat saya tuh dah susah banget, adanya blackberry import yang dijual di hypermart or carrefour bang!

    ReplyDelete

Terimakasih telah membaca, silakan berkomentar yang baik dan mohon untuk tidak menaruh link hidup.

Member of

Blogger Perempuan Blogger Perempuan rssbblogger Warung Blogger

Popular Posts