, , ,

GENERASI BBM RAMAH LINGKUNGAN WUJUDKAN LANGIT BIRU

"Kenapa aku harus belajar untuk masa depan yang mungkin tidak ada lagi, ketika tidak ada satu orang pun yang bergerak untuk menyelamatkan masa depan?" ucap Greta Thunberg yang diperdengarkan di Polandia pada UN Climate Change Conference, 2018. Bagi para pecinta lingkungan, sulit untuk tidak mengetahui siapa Greta Thunberg, gadis muda aktivis lingkungan yang kata-katanya menggetarkan para pemimpin dunia di KTT Perubahan Iklim PBB.
"Kalian telah mencuri impian dan masa kecil saya dengan kata-kata kosong kalian," ujarnya. Sebagian dari kita akan berpikir betapa beraninya Greta mengucapkan kalimat itu, sebagian lagi yakin bahwa ucapan itu sangat tepat untuk menohok janji-janji indah para pemimpin tentang masa depan, sementara masa yang kita hadapi saat ini masa di mana perubahan iklim terjadi, kerusakan lingkungan, virus beredar, dan masa di mana kita menyongsong musibah dan bencana-bencana alam. Jadi, masa depan seperti apa kelak yang didapat saat generasi baru terlahir?

Untuk masa depan pula, penanganan perubahan iklim harus ditempuh dari berbagai sektor. Dari sektor energi dan transportasi ditempuh pemerintah Indonesia untuk ditangani lewat program bernama Langit Biru, sejak tahun 1996. Sayangnya, program ini terasa maju-mundur, tarik-ulur, sehingga hasil yang didapat pada hari ini masih belum signifikan. Inilah yang disampaikan Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi pada Diskusi Publik yang saya ikuti dengan tema : Mendorong Penggunaan BBM Ramah Lingkungan Guna Mewujudkan Program Langit Biru pada 10 Maret 2021. Diskusi publik yang menyoroti Program Langit Biru dan bagaimana mewujudkan penggunaan BBM ramah lingkungan bersama segenap elemen masyarakat turut pula menghadirkan pihak-pihak terkait yang berasal dari Kota Pontianak, Samarinda, Balikpapan, Gorontalo, Kendari dan Kabupaten Kotawaringin Timur, bersama para influencer dari daerah terkait, dan penyanyi Ibu Kota Nugie, serta KBR dan YLKI sebagai penyelenggara acara.



INDAHNYA LANGIT BIRU,
MENGHIRUP UDARA TANPA RAGU

Sebenarnya pencanangan Program Langit Biru sudah dimulai sejak tahun 1996, tepatnya di Semarang oleh Menteri Lingkungan Hidup. Program Langit Biru adalah upaya mengurangi pencemaran udara khususnya yang berasal dari pemakaian energi bahan bakar baik dari sumber bergerak (kendaraan) maupun sumber tidak bergerak (industri).

Berdasarkan standar emisi Euro (standar yang digunakan negara Eropa untuk kualitas udara). Semakin tinggi standar Euro yang ditetapkan maka semakin kecil batas kandungan gas karbon dioksida, nitrogen oksida, karbon monoksida, volatil hidrokarbon, dan partikel lain yang berdampak negatif pada manusia dan alam. Dalam Permen LHK No. 20 Tahun 2017, standar Euro yang dipakai di Indonesia adalah standar emisi Euro IV, di mana kandungan nitrogen oksida pada kendaraan berbahan bakar bensin tidak boleh lebih dari 80 mg/km, 250 mg/km untuk mesin diesel, dan 25 mg/km untuk diesel particulate matter. Sementara untuk kandungan RON  (research octane number) dalam BBM minimal 91 (minimal pertalite), namun bila mengikuti standar Euro IV maka BBM ramah lingkungan yang dimaksud lebih mengarah ke pertamax turbo (RON 98).

sumber : Gaikindo

Nilai Oktan BBM :
Premium : RON 88
Pertalite : RON 90
Pertamax : RON 92
Pertamax Turbo : RON 98
Pertamax Racing : RON 100
(sumber : Pertamina)
sedikit perbedaan BBM dengan RON 88 dan BBM dengan RON 92

BBM sebagai komoditi utama kendaraan tentu mendapat sorotan penting dalam Program Langit Biru. Sampai hari ini, BBM yang tidak ramah lingkungan telah menjadi momok terbesar sebagai penyumbang polutan. Gerakan BBM ramah lingkungan merupakan wujud kesadaran dan partisipasi segenap pihak dalam menangani penurunan emisi gas buang.

 

PROGRAM LANGIT BIRU,
PROGRAM PEMERINTAH YANG MESTI TERUS DIKETUK

Data dari The Global Burden of Disease Study (GBD) menyebutkan 18% kematian di dunia sepanjang 2018 disebabkan polusi udara atau emisi yang berasal dari energi fosil. Sudah 25 tahun program ini didengungkan, namun hasil yang diharapkan belum tampak nyata. Menurut Tulus Abadi, pemerintah tampak maju-mundur menjalankan program Langit Biru. Hingga kini BBM non-ramah lingkungan masih disediakan dan menjadi incaran masyarakat.

Tulus Abadi, YLKI (kanan)

Hal sulit lain yakni masih mendominasinya bahan bakar berbasis energi fosil di sektor-sektor penghasil energi seperti pembangkit listrik. Penerapan program ini seyogianya mesti ditekan dari hulu ke hilir. Tidak hanya lapisan masyarakat, namun juga dari industri-industri rumah kaca, dan pemerintah sendiri. Maklumat Langit Biru di Indonesia, sebenarnya juga menjadi maklumat yang didengungkan di dunia lewat Protokol Paris yang ditandatangani Presiden Jokowi pada 2015, dengan tujuan mereduksi gas karbon demi menanggulangi kerusakan alam saat ini. Saat ini setidaknya masih ada 7 negara yang masih menggunakan BBM beroktan rendah atau RON 88 alias premium, yakni : Bangladesh,  Kolombia, Ukraina, Mesir, Mongolia, Uzbekistan, dan Indonesia. Ini artinya, hanya Indonesia negara di ASEAN yang masih menjual BBM non-ramah lingkungan dan artinya hampir semua negara sudah menggunakan BBM ramah lingkungan sesuai standar EURO IV, hingga EURO V dan EURO VI. 

Berdasarkan Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017, yang menyebutkan mesin bensin mengonsumsi BBM dengan RON minimal 91, kandungan timbal (Pb) minimum tidak terdeteksi, dan kandungan sulfur maksimal 50 ppm, agar sesuai standar Euro IV, maka Tulus Abadi sempat memberikan solusi bagi Pertamina agar BBM Pertalite di-upgrade sedikit untuk RON minimal 91. Sedangkan untuk sulfurnya sangat tinggi, mencapai 500ppm, jauh dari rekomendasi Permen di atas.


KLHK DAN PROGRAM LANGIT BIRU

Saya mengetahui program Langit Biru dari beberapa tahun lalu, namun menyimak obrolan dengan Pak Tulus membuat pertanyaan-pertanyaan lama saya kembali membuka. Dukungan atas program ini sudah banyak dilakukan oleh masyarakat, termasuk diri pribadi. Hanya saja, dua puluh lima tahun memang bukan waktu yang sebentar. Bagaimana peran pemerintah membangun kesadaran dan menindaklanjut program menjadi pertanyaan besar.

Ibu Ratna Kartikasari, Kepala Sub Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara Sumber Bergerak KLHK selaku pihak pemerintah menanggapi kenyataan tentang bagaimana Program Langit Biru berjalan di lapangan. Sosialisasi dari KLHK selain dari Permen dan kebijakan, sudah lama digemakan ke masyarakat lewat kanal-kanal resmi KLHK dan kampanyenya.

Ratna Kartikasari (kanan)

Ratna Kartikasari mengakui bahwa upaya itu masih belum segencar dengan apa yang dilakukan YLKI, selaku pihak non-government. Sehingga KLHK menyambut antusias publik dan ketukan pintu. KLHK telah mengedukasi masyarakat dan industri otomotif agar sejak 2018 menyiapkan kendaraan yang bermesin BBM sesuai teknologi EURO IV. Untuk penggunaan BBM ini yang paling sesuai adalah Pertamax Turbo dengan kadar RON 98. Bicara tentang industri otomotif yang tak lepas dari tantangan Program Langit Biru, terdapat kebijakan yang mengharuskan industri otomotif memproduksi dua jenis tipe kendaraan, yakni kendaraan sesuai standar teknologi EURO II dan kendaraan sesuai EURO VI (untuk ekspor). Ratna Kartikasari juga bicara dua syarat dari tiga belas kriteria bagi kendaraan tipe baru untuk bisa mendapatkan sertifikat uji tipe. Dua kriteria yang menjadi kewenangan KLHK tersebut adalah kriteria uji kebisingan dan kriteria uji emisi. Khusus yang menjadi kriteria uji emisi inilah yang harus berlandaskan Permen LHK No. 20 Th. 2017.

KLHK sudah meluncurkan aplikasi ISPU : Indeks Standar Pencemaran Udara, yang bisa diunduh oleh pengguna android (masih android). Lewat aplikasi ini bisa dicek kualitas udara, nilai kelembaban, tekanan udara, suhu dan grafik parameternya. Pengguna juga bisa memantau kondisi udara di kota lain yang telah terkoneksi dengan pemantau kualitas udara di daerah tersebut. Setidaknya kini sudah ada 39 stasiun pemantau kualitas udara dan 11 sedang tahap pembangunan.

 

REGULASI DAN DAMPAK POLUSI

Setiap kebijakan pada dasarnya akan memiliki dua dampak : diterima dan ditolak, dilaksanakan dan diabaikan, diyakini dan dibantah, meski itu kebijakan tepat dan baik sekali pun. Saya mengapresiasi Program Langit Biru sejak lama, udara bersih adalah kebutuhan penting kehidupan. Apakah masyarakat sudah sedemikian paham tentang hal ini? Udara bersihnya iya, namun bagaimana dengan program Langit Biru-nya? Ini yang mestinya bisa terjawab dan terwujud selama 25 tahun berlalu. Bangkitnya kesadaran masyarakat, kesiapan beralih ke BBM ramah lingkungan, dan paling penting kemampuan pemerintah sebagai penyedia BBM, regulator, dan mengantisipasi hal-hal yang menyulitkan ketika kebijakan ditetapkan. Sehingga tidak ada pihak yang menjadi korban kebijakan.

Sebagai pihak regulator, pemerintahlah yang harus menjual BBM yang memenuhi standar kepentingan masyarakat luas. “Saat ini mendapatkan udara bersih bebas polusi adalah kepentingan masyarakat,” ucap Fabby Tumiwa, Direktur  Eksekutif Institute for Essential Service Reform (IESR). Pada kota-kota besar, emisi gas buang kendaraan bermotor menyumbang hingga 70% - 78% sebagai polusi udara. Fakta yang tidak dapat diabaikan, udara yang kotor dan tercemar membuat kinerja tubuh menurun dan biaya kesehatan meningkat. Biaya kesehatan yang meningkat juga harus ditanggung oleh pemerintah lewat bantuan kesehatannya atau BPJS. Data di lapangan juga menyebutkan bahwa penyakit dan gangguan yang diakibatkan udara yang terkontaminasi telah mengalami peningkatan. Berdasarkan beberapa studi telah terjadi kerugian ekonomi hingga puluhan triliun terkait dampak kesehatan yang terjadi karena polusi udara.

Sesi diskusi dengan Fabby Tumiwa kali ini menambah perenungan panjang tentang betapa mahalnya BBM non-ramah lingkungan yang terasa murah.

Secara umum, orang akan memilih sesuatu yang lebih murah dikarenakan faktor ekonomi, kebiasaan, mindset dan memang belum terbangunnya kesadaran. Anda mungkin tahu lelucon tentang masyarakat Indonesia yang lebih suka motoran ke mana-mana dibanding jalan kaki, jarak ke warung yang hanya 100 meter mendingan naik motor daripada berjalan. Ini pula yang saya petik lewat perbincangan dengan Fabby Tumiwa sebagai ujung-ujung dari bensin murah. Sebagai saran untuk pemerintah, hendaknya meningkatkan kualitas BBM yang tersedia, penerapan harga yang tepat, dan solusi agar konsumsi BBM menjadi minim, begitu ucapnya.

Bicara solusi agar konsumsi BBM dapat minim, Bu Ratna Kartikasari menyebut semakin tahun, telah tercipta sarana-prasarana yang menyokong solusi tersebut. Banyaknya pedestrian, jalur-jalur pesepeda, dan adanya sarana transportasi publik yang murah dan aman guna meminimalisir penggunaan BBM secara pribadi juga sudah disediakan pemerintah. Tinggal bagaimana membentuk mindset  di masyarakat.


PERAN PENTING PERTAMINA

Menjawab tantangan Program Langit Biru, Pertamina sebagai perusahaan pelat merah dan punya andil paling penting dalam program ini, sebenarnya telah memberikan harga khusus BBM pertalite di beberapa daerah sesuai analisa pendapatan daerah per kapita, daya beli masyarakat dan lain sebagainya. Harga yang diberikan terpaut tidak jauh dari premium, sehingga masyarakat pun tidak merasa kaget.

Mengutip pernyataan Deny Djukardi, dari Pertamina, cakupan wilayah program pertalite murah sebagai bagian dan Program Langit Biru Pertamina yang tadinya mendominasi daerah Jawa, Madura, Bali, per 7 Maret 2021 meluas ke wilayah-wilayah luar Jawa.

Baca : Menjunjung Langit Biru

Berdasarkan survei pribadi, sebenarnya sudah banyak teman-teman dan kerabat memilih produk BBM selain premium, meski bukan karena isu lingkungan melainkan kestabilan mesin kendaraan. Namun, mengapa Pertamina masih memberikan kesempatan pada BBM non-ramah lingkungan untuk beredar? Menurut Deny Djukardi, pihak Pertamina memberikan tahapan di lapangan. Sejalan dengan survei di ranah pribadi saya, hingga hari ini fakta menunjukkan bahwa banyak orang memilih meninggalkan premium. Ini artinya sudah banyak masyarakat yang merasakan kenyamanan BBM pertalite (ke atas).

“Kalah beli, menang pakai. Kita belinya lebih mahal, tapi jangka panjangnya lebih irit.
-- Deny Djukardi, Pertamina.
Deny Djukardi (narasumber)

 

MENJAGA LANGIT BIRU
BALIKPAPAN

Pembangunan di Indonesia kini telah menuju ke luar Jawa (tidak lagi Jawa-sentris), dan ini dapat dilihat dari upaya-upaya pemerintah melakukan pemerataan pembangunan di pulau-pulau lain. Pulau Kalimantan mendapat perhatian besar kali ini, apalagi setelah penetapan pemindahan ibu kota negara oleh Presiden RI. Mobilitas dinilai akan jauh meningkat, sehingga pergerakan BBM pun akan mengalami peningkatan.

Sebagai pintu gerbang dan kota penyangga (calon) IKN, serta pemilik bandara terbesar di KalTim dan pelabuhannya yang lintas pulau, Balikpapan mesti berbenah sejak dini dalam hal mobilitas. Saya yang lahir dan besar di kota yang sering dikira sebagai ibu kota propinsi Kalimantan Timur ini masih bisa menikmati indahnya langit biru hingga hari ini. Ketika kami tidak dapat menikmati langit biru, itu pertanda mendung. Tapi, saya menyadari, kian tahun kendaraan makin memenuhi kota ini. Sewaktu kecil, sulit bagi saya menemukan kemacetan kecuali di hari lebaran. Kini, kemacetan itu tak perlu menunggu hari besar.

Namun, saya masih bersyukur kota ini masih kondusif. Pihak pemerintah dan masyarakat bahu membahu menjaga, melestarikan kota yang masih berisi hutan alaminya ini. Bapak Tommy Alfianto, dari DLH Balikpapan menyebut adanya program aksi penurunan efek gas rumah kaca, yang sudah disusun sejak 2010. Data dari Pertamina menyebut bahwa masih ada 20% pengguna premium di Kota Balikpapan. Tommy menyampaikan bahwa dua puluh persen ini menjadi target pihaknya untuk ditekan. Pertamina sendiri menyiapkan diskon khusus bagi masyarakat untuk beralih ke pertalite, yang kemungkinan dimulai pada tahun ini.

langit biru di atas sebagian hutan Kota Balikpapan

Sementara itu, Agus Budi, Kepala Bappeda Litbang Balikpapan, menyebutkan bahwa Pemkot kota ini punya komitmen terhadap tiga kebijakan strategis : (1) mengintegrasikan gerakan penurunan emisi termasuk pengelolaan limbah, (2) menjaga kawasan lindung sebanyak 52% dari total kawasan di Balikpapan dan hanya mengembangkan kawasan budi daya sebanyak 40% (3) memastikan Balikpapan sebagai daerah bebas tambang batubara, meski terdapat batu bara berkualitas baik di sini. Sebagai warga Balikpapan, saya mengakui tidak ada tambang batu bara di kota ini. Bicara tentang komitmen, tidak lepas dari implementasi, sampai kini Balikpapan sudah berupaya mengurangi berbagai sumber kerja polutan, termasuk mengelola TPA di kota ini.

Selain narasumber terkait dari Balikpapan dan Samarinda (KalTim), narasumber dari Pontianak, Kotawaringin, Gorontalo juga memberikan pemaparan menarik. Masing-masing daerah punya upaya mengurangi pencemaran udara.


INFLUENCER DAN BANGKITNYA KESADARAN GENERASI BBM RAMAH LINGKUNGAN

Diskusi publik ini semestinya membuat kita berbenah, tapi siapakah ‘kita’ di sini ? Selama kesadaran menjaga lingkungan masih terbatas pada sebagian pihak, maka kebersamaan ‘kita’ sebagai bangsa yang sadar akan lingkungan belum terpenuhi. Membangun kesadaran ini mesti diemban semua pihak, sampai lingkup terkecil sekali pun.

Di era digital, peran influencer tak pelak membawa dampak bagi para pengikutnya. Apa yang dilakukan, dikampanyekan, disuarakan influencer menjadi daya tarik para warga net. Artis dan penyanyi sekelas Nugie, menyuarakan lingkungan lewat karya-karyanya. Sumbangsihnya tak lepas dari pemahaman akan bahaya kerusakan alam serta tahu bersikap. Bagaimana dengan influencers lain ? Diskusi publik ini juga menghadirkan Rion Laode, penyanyi Indonesian Idol asal Kendari, vlogger dari Pontianak, Irfan Ghafur – si anak indie, komika dan selebgram asal Samarinda,  Rika Kornelisa - selebgram dari Kotawaringin Timur.

Nugie : musisi, pemerhati lingkungan

Irfan Ghafur : apa kabar semesta ?

Sebenarnya kesadaran milenial dengan pola hidup sehat, ramah lingkungan, minimalis dan eco-green terlihat membaik kian tahun. Namun mesti diakui juga, kebaikan ini belum meluas. Irfan Ghafur, komika asal Samarinda rupanya cukup mewakili suara rakyat nun jauh. Betapa pun BBM ramah lingkungan terasa keren, tapi saat mahal menjadi tidak bisa makan, karena masih banyak rakyat yang menggantungkan hidup di jalan, menjadi kuri,  ojek atau jualan sayur keliling. Suara-suara rakyat semacam ini patut diapresiasi, sehingga pemerintah bahu-membahu, bersanding rakyat menetapkan solusi, membangun kesadaran demi mengentaskan masalah yang sekiranya muncul. Seorang Irfan juga menyoroti isu lingkungan yang mungkin belum menjadi fokus kebanyakan penggiat konten, bisa saja karena pemahaman ramah lingkungan yang masih terbatas dan lazim, misal : bagaimana membuang sampah, mengolah sampah yang benar. Sementara isu besar dari lingkungan yang terkait dengan kebijakan masih sedikit mendapat sorotan dari para content creators. Hal senada juga nampak diakui Nugie.

Lalu bagaimana para content creators, artis dan influencers dapat menyuarakan Program Langit Biru, khususnya menjadi generasi BBM ramah lingkungan ? Ini bisa dilakukan dengan mengadopsi beberapa langkah berikut :

  1. Menjelaskan (lewat konten atau karyanya) kelebihan BBM ramah lingkungan dibanding BBM yang tidak ramah lingkungan dari sisi kebaikan kendaraan. Sumber otomotif menyebut tipe mesin kendaraan zaman sekarang sudah berjodoh kok dengan bbm beroktan tinggi.

  2. Membuat konten tentang kerusakan-kerusakan alam dan pencemaran udara yang bisa terjadi akibat penggunaan BBM non-ramah lingkungan.

  3. Menyesuaikan gaya bahasa karena tidak semua nyaman dengan istilah yang tidak familier, seperti RON, timbal, EURO IV, emisi. Ibu saya akan pusing dengan ragam kata itu, tapi beliau tahu bagaimana nasib manusia bila udara tercemar karena polusi kendaraan, tahu bahwa lebih baik banyak berjalan kaki selama jarak tempuh wajar, tahu kalau langit biru adalah langit yang sehat karena tidak adanya asap.

  4. Alternatif berkendara dan gaya hidup sehat. Para penggiat konten bisa membuat sajian informatif tentang gaya hidup minim berkendara, misal : bersepeda, jalan kaki. Atau konten dukungan terhadap trasportasi umum.



  5. Edukatif, menyenangkan. Bukan rahasia kalau masyarakat suka dengan konten yang menghibur. Di antara mereka ada prinsip : hidup ini sudah beban, jangan lagi ditambah persoalan. Di sini, peran influencer menjadi dinamis dan mengubah persoalan terlihat solutif adalah bentuk kreativitas abad ini.

Mewujudkan Langit Biru dengan mendukung BBM ramah lingkungan adalah upaya menjaga keberlangsungan bumi. Kita semua suka memandang langit biru bersih dengan gumpalan awan putih menawan bukan ? Di saat pandemi begini, di kota besar dengan mobilitas tinggi, langit biru tak malu-malu lagi menampakkan diri. Namun, pandemi bukan solusi. Kesadaran, kontinuitas dan mobilitas kitalah yang menentukan kita sebagai generasi BBM ramah lingkungan guna mewujudkan generasi langit biru.

***


Share:
Read More
, , ,

Makanan Ramah Iklim, Kebaikan Bagi Bumi

Kita tahu menjaga keberlangsungan bumi adalah tugas bersama. Amanah ini kemudian kita jalankan dengan cara beragam. Benar, memang masih ada manusia yang kurang atau bahkan tidak peduli. Ketidakpedulian yang mungkin saja berawal dari ketidakpahaman, keengganan untuk menggali lebih apa dan bagaimana agar bumi tercinta ini tetap indah, hijau, sehat, hidup, dan tentu saja terus berlanjut. Ketidakpahaman yang bisa saja erat kaitannya dengan berpikir terlalu jauh, merasa terlalu berat dan ketidaksanggupan diri. Menjaga kelestarian bumi seyogianya bisa dimulai dari dalam rumah, bisa dimulai dari apa yang kita konsumsi, dengan memilih, memilah, dan mengolah makanan ramah iklim.

Share:
Read More
,

5 Tips Membuat Desain Grafis yang Baik untuk Harbolnas 2020


Hai.

Harbolbas memang telah usai. Tapi, pembahasannya tidak perlu usai. Apa yang bisa dibahas dan bisa belajar dari Harbolnas? Banyak. Kali ini saya mau bahas desain-desain Harbolnas.

Perhatikan tidak? Setiap lembaga, mulai dari marketplace sampai online shop milik individu, berlomba-lomba menampilkan desain Harbolnas guna menarik minat pembeli. Bagi Anda pemilik online shop, UMKM, dan siapa pun yang sangat sadar bikin desain itu penting! Maka penting juga mempraktikkan tips membuat desain grafis yang baik untuk momen Harbolnas.

Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) jatuh setiap akhir tahun, tepatnya 12 Desember atau biasa ditulis 12.12. Tak sedikit promo menarik yang dihadirkan guna menarik minat beli masyarakat, namun masih banyak penjual mengabaikan aspek desain Harbolnas.

Aspek-aspek yang mampu menunjang kesuksesan online shop saat Harbolnas, salah satunya adalah tampilan visual. Hal ini akan meningkatkan nilai di mata penjual serta pengalaman pembelian mulai dari tahap memilih, memesan, sampai membayar barang.

Desain grafis yang perlu ditunjang saat menyambut Harbolnas meliputi logo, tampilan beranda, konten promo di media sosial, dan lain-lain. Agar lebih jelas, simak tips membuat desain grafis yang baik menjelang momen Harbolnas sebagai berikut.

Tips Membuat Desain Grafis yang Baik untuk Harbolnas

1. Memahami Karakteristik Konsumen

Bayangkan situs marketplace atau online shop Anda adalah toko fisik asli. Mungkin kita akan bertanya pada diri sendiri: “Apa yang dicari pelanggan? Layanan atau fitur apa yang sebenarnya mereka butuhkan untuk menunjang proses belanja online?”

Strategi pemasaran yang tepat, bakal membantu Anda menggambarkan konsep desain Harbolnas dan keseluruhan dengan baik. Jika usaha online telah berjalan selama beberapa waktu, analisis konsumen lewat Google Analytics atau tools khusus media sosial tertentu.

Setelahnya, sesuaikan konsep desain berdasarkan hasil analisis demografis di atas. Kelak Anda dapat menentukan warna, font, pemilihan gambar, dan hal lainnya terkait desain. Sebisa mungkin, pahami karakteristik konsumen sejak awal.

2. Utamakan Desain Harbolnas yang Simpel

Prinsip utama dalam desain adalah menyederhakan kata-kata sebagai informasi dan meningkatkan estetika. Jika ditarik benang merahnya, cobalah untuk mengutamakan konsep desain Harbolnas yang simpel dan mudah dimengerti.

Terkadang, kita ingin menampilkan desain Harbolnas secara heboh, menarik perhatian, namun hasilnya jadi berlebihan. Alih-alih tertarik, konsumen malah bingung dan sulit mencerna pesan atau promo yang ingin kita sampaikan pada online shop.

Pada desain Harbolnas, baik header atau logo, cukup tonjolkan promo utama seperti “Diskon 70%” atau “Buy 1 Get 1 Free” tanpa harus menampilkan lebih dari 3 kata. Selebihnya, Anda dapat menuangkan informasi yang lebih lengkap lewat caption atau deskripsi.

3. Posisikan Diri Sebagai Pembeli

Kita juga perlu memosisikan diri sebagai pembeli yang ingin mendapatkan harga barang murah berkualitas tinggi dan akses online shop secara mudah. Dengan begitu, Anda bisa merancang konsep desain yang ramah pengguna agar konsumen tak bosan berkunjung.

Jenis tata letak apa yang paling mudah dinavigasi? Seperti apa cara mengatur produk dalam keranjang dengan cara yang masuk akal? Lalu, bagaimana Anda menyederhanakan proses pembayaran? Inilah elemen-elemen yang harus diperhatikan dalam online shop.

Jika Anda menginginkan desain grafis terhubung dengan audiens, Anda harus berpikir seperti audiens. Desan yang terlalu rumit pun, biasanya malah tak sedap dipandang dan membuat pembeli beralih ke toko online lain. Jangan sampai hal ini terjadi!

4. Warna Adalah Kunci

Banyak sekali elemen desain yang berperan krusial, salah satunya warna. Berbagai macam spektrum, mulai dari hitam sampai putih, mampu memberikan dampak psikologis tertentu pada mereka yang melihatnya. Sehingga, Anda tak boleh asal dengan pemilihan warna.

Sebagai contoh, warna merah biasanya dikaitkan dengan rasa lapar. Banyak logo dan desain grafis usaha berbasis makanan, menggunakan merah sebagai warna utama. Kemudian ada biru dan hijau yang identik dengan ketenangan serta kenyamanan.

Tanpa mengesampingkan pemilihan warna dalam desain Harbolnas, Anda harus menyesuaikan juga dengan warna utama online shop atau marketplace. Usahakan agar kombinasi warna tak lebih dari tiga agar tetap konsisten dan nyaman dilihat.

5. Gunakan Aplikasi Sesuai Kebutuhan

Setiap aplikasi menawarkan kelebihan dan kekurangan tersendiri, sehingga kita harus mencocokkan dengannya. Banyak kasus orang tidak nyaman menggunakan sebuah platform desain, padahal platform tersebut bisa dibilang nomor satu.

Buat desain Harbolnas, gunakan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan. Jika Anda adalah pemula, pilihlah platform dengan tools dan pengoperasian yang mudah digunakan. Bila perlu, bandingkan satu aplikasi dengan aplikasi lain dan lihat mana yang paling cocok.

***
Itulah tadi cara membuat desain grafis yang baik untuk momen Harbolnas 2020. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk meningkatkan penjualan Anda, raih untung sebesar mungkin di akhir tahun lewat konsep desain yang tepat. Selamat mencoba!

Jangan lupa lihat juga ilustrasi desain cover buku dengan menggunakan Canva yang saya buat di sini :

Share:
Read More
, , , ,

Sentuhan Surgawi di Tanah Dieng


Terusik Kenangan Dieng 

Tidak sekali pun terpikir bagi saya pergi ke Dieng. Seberapa banyak saya mendengar kata ‘Dieng’, pesona Dieng, tayangan tentang Dieng, tidak pernah ada mimpi untuk berkunjung ke negeri atas awan ini. Bukan karena saya tidak terpesona, atau tidak berhasrat mencicipi sebuah keindahan. Hanya saja, bermimpi terlalu indah membuat saya khawatir terperosok. Apalah saya yang nun jauh dari Pulau Jawa ini dengan Dieng yang tinggi di sana. Mungkin ini kata yang tidak terlalu sempurna untuk menggambarkan, tapi kira-kira begitu yang saya rasakan saat itu. 

Satu hari sebelum melakukan perjalanan ke Dieng, saya berhenti memikirkan ingin ke suatu tempat A, B maupun C. Bisa berkunjung ke Wonosobo saja tanpa diduga, menjadi bentuk syukur yang berlipat. Adalah kawan suami yang saat itu menjemput di Purwokerto, yang kami pikir beliau ini tinggal di Purwokerto tersebut. Nyatanya, perjalanan kami berlanjut hingga ke Wonosobo, menuju sebuah rumah nan sejuk di balik Gunung Sumbing. 

Saya terpukau. 

Ketertakjuban memandang Sumbing dan menikmati suasana Wonosobo rupanya masih ditambah dengan ajakan ke Dieng. Dieng? Dataran tinggi itu? yang katanya negeri di atas awan? pikir saya. Malam sebelum keberangkatan, saya masih berharap cemas. Jangan-jangan setelah terbangun, semua ajakan itu dibatalkan.

Berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng

Syukurlah semua tidak berakhir di atas harapan semata. 

Saya akhirnya benar-bernar bertolak ke Dieng. Selama perjalanan saya disuguhkan narasi Dieng dari sebuah audio yang diputar kawan. Selama perjalanan saya mencerna penjelasan yang indah itu selaras dengan keterpesonaan saya terhadap pemandangan di depan mata yang begitu memukau. Saya merasa seperti anak kecil yang menerima hadiah, menganga dan terwow sepanjang jalan. 
pemandangan sepanjang perjalanan

Dari penuturan kawan, saya jadi tahu bahwa Dieng terletak di dua kabupaten, yakni Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Dieng berasal dari kata ‘di’ dan ‘hyang’ atau tempat Dewa. Sewaktu saya mendengar sebutan tempat para Dewa bersemayam, saya mengaitkan dengan keindahannya . Bebukitan yang berombak, lereng yang berundak, hijau yang tumpah di daratan, candi dan kawah adiwarna, hingga dersik yang menggelitik. Bahkan semua itu pun masih belum cukup meggambarkan Dieng. Satu tempat sejuta pesona. Datang saja ke Dieng, dan nyaris semua tempat wisata yang kau inginkan tersedia. Sebuah negeri kayangan. 

Saya bersyukur pada akhirnya bisa menikmati matahari terbit di Sikunir, mampir di Telaga Cebong, mengenal Kawah Sikidang, berjalan-jalan melihat candi-candi, menuju Telaga Pengilon dan menengok Gua Semar serta Gua Sumur. 
pagi hari di Sikunir

kawah Sikidang


Berada di ketinggian rata-rata sekitar 2000 m di atas permukaan laut, wajar bila Dieng disebut negeri di atas awan. Kabut eksotik mengawang di sekitarnya. Dingin memeluk siapa pun yang berada di sana. Saya yang memakai jaket besar kedodoran, berkemul sarung tangan pun masih kedinginan. Apa mau dikata, orang Kalimantan yang terbiasa dengan dekapan cuaca hangat ini, jadi merasa lugu di negeri yang dingin. 

Dieng merupakan dataran yang di bawahnya terdapat kaldera, masih tergolong kawasan aktif vulkanik di Jawa Tengah. Saya berasumsi inilah mengapa Dieng menjadi wilayah subur dengan aktivitas pertanian sebagai sumber penghasilan utama masyarakat di negeri atas awan ini. 

Ada hal lucu ketika mengingat tanaman dan komoditas Dieng. Orang yang mengajak kami menyebutkan tanaman yang terhampar dan yang saya tunjuk, bahwa di sana ada kentang Dieng, pepaya Dieng, cabai Dieng, dan saya mengangguk-angguk karena merasa lucu. 
Mengapa begitu mudah menamakannya dengan kata Dieng? Sampai kemudian saya tahu, misal saja pepaya Dieng atau lebih dikenal dengan carica (baca : karika) memang adalah pepaya Dieng. Maksudnya, pepaya ini bukan jenis pepaya biasa, melainkan pepaya spesial. Carica hanya tumbuh di Dieng, di udaranya yang sejuk dan ketinggiannya yang terjaga. Jika membawa tanaman pepaya carica ke daerah lain, kemungkinan akan menjadi pepaya biasa. 

Sececah Keunikan Surgawi Terhampar di Dieng

Dari Kentang, Carica dan Cabai di Dieng 

Surga adalah kemewahan tiada tara. Telah termaktub dalam kitab suci. Kata surga juga menjadi pengibaratan bagi keelokan tempat-tempat di muka bumi. Datang saja ke Dieng, dan kau akan merasakanketertarikan akan pesona Dieng dan kalau kau punya perasaan mendalam, kau pasti akan kagum pada Sang Penciptanya. Sungguh luar biasa apa yang telah Dia ciptakan di Tanah Dieng. 

Setibanya di Dieng kami diajak untuk singgah di rumah orang tua dan saudara kawan. Keduanya adalah petani. Di belakang rumahnya saya bisa melihat tanaman kentang, wortel berpadu dengan kolam berisi ikan-ikan yang ramai. Seingat saya mereka pun baru saja panen kentang. Kami makan dari hasil pertanian Dieng dibarengi suguhan cabai Dieng. Lagi-lagi kawan saya berkata bahwa cabai Dieng itu istimewa, cabai gendut yang super pedas, dan lagi-lagi saya mengangguk, sambil menahan pedas.
lahan pertanian yang sempat terpotret

Saya suka tanah Dieng ini. Di waktu siang, saya menyempatkan menyentuh tanahnya. Mungkin agak norak bagi Anda yang membaca ini. Tidak mengapa. Saya ingat tanahnya hitam, tidak keras, cukup lembab, melambangkan tanah yang subur. Sebuah sumber menyebutkan bahwa tanah Dieng berkemampuan untuk menyediakan lengas yang tinggi, yang dibutuhkan tanaman. Kesuburannya berasal dari unsur haranya, dan serapan pupuk organik yang baik. Unsur lain melengkapi alasan mengapa kentang menjadi komoditi utama dalam pertanian, berkat keempukan kentang Dieng yang sudah ternama.
petani kentang di Dieng
sumber : https://lifestyle.okezone.com

Carica dan Cabai dari Dieng Plateau 
Selain kentang, saya masih takjub dengan dua tanaman ini. Sebagai penggemar tanaman dan kebun rumahan, baru kali itu saya menemui pepaya dan cabai yang unik. 

Menurut sejarah masyarakat di sana, asal mula carica disebut-sebut dibawa oleh Pemerintah Hindia Belanda pada masa dulu dan dikembangkan di Dieng. Hingga akhirnya carica menjadi pepaya khas Dieng dan juga menjadi oleh-oleh khas Dieng. Sebut saja manisan carica, dan orang-orang pasti mengira Anda dari Dieng. Carica punya sebutan lain yakni pepaya gunung, karena memang hanya cocok ditanam di daerah dataran tinggi, sekitar 1500 m di atas permukaan laut. 
pepaya carica
Sumber : Wikipedia

Lain carica, lain pula cabai Dieng. Kawan saya ini menjelaskan bahwa cabai Dieng yang tingkat kepedasannya menjadi ciri khas ini bernama cabai gendol atau nama lainnya habanero. Sewaktu mendengar habanero, baru saya merasa pernah mendengarnya. Kalau tidak salah di kalangan pecinta tanaman cabai. Tingkat kepedasan cabai habareno mencapai 100.000-350.000 skala scoville (skala yang menjadi tolok ukur tingkat kepedasan cabai). Semakin tinggi skalanya, semakin pedas rasanya.
cabai gendol
sumber : Wikipedia

Sempat saya bertanya, mengapa cabai yang begitu pedas yang dibudidayakan? Jawabannya sungguh sederhana dan mengena. Wajar saja, karea Dieng Plateau merupakan daerah yang dingin, jadi cocok dengan yang super pedas. Oh, iya benar juga, saya pikir. Entah mengapa saat itu, saya jadi telat mikir. 

Meneropong Dieng, Warisan Budaya yang Komplit

Sayangnya, sebuah kesedihan sempat merayap di benak. Obrolan menarik yang diceritakan kemudian tentang pertanian di Dieng adalah pada tahun yang berkelanjutan, telah terjadi degradasi lahan, di mana lahan yang seharusnya menjadi lahan konservasi berubah menjadi lahan pertanian. Tentu ini miris, mengingat dalam waktu yang lama, kondisi ini bisa saja akan merusak Dieng Plateau. Obrolan kami memang tidak banyak membeberkan data. Sampai saya menemukan artikel-artikel yang membahas lahan Dieng yang semakin kritis akibat cara tanam yang tidak ramah lingkungan.

Dulu, saya berpikir kerusakan warisan budaya mungkin lebih banyak disebabkan vandalisme. Nyatanya, warisan budaya masih terbagi menjadi Warisan Budaya Benda dan Warisan Budaya Takbenda. Termasuk Warisan Budaya Takbenda adalah adat (kebiasaan) masyarakat serta pengetahuan mengenai alam baik mikrokosmos, makrokosmos, adaptasi, dan pengolahan alam. Bagaimana mempertahankan alam agar tidak menjadi rusak dan mengalami bencana adalah juga bagian dari mempertahankan warisan budaya. 

Mengapa demikian ?
Karena negeri kayangan ini sungguh unik. Di atasnya terhampar banyak situs cagar budaya yang merupakan dari Warisan Budaya berwujud fisik. Ada komplek percandian, artefak, bahkan penemuan candi bukan hal aneh di Dieng hingga sekarang. Selain itu, masih ada adat istiadat, kesenian, lansekap, cerita-cerita rakyat dan penemuan benda-benda kuno yang juga termasuk warisan budaya. Melindungi alamnya, melindungi pula warisan di atasnya.

Menjaga Tanah Dieng, Menjaga Warisan Budaya, Menjaga Negeri


Keunggulan Dieng itu terletak pada keindahan alam, tradisi dan peninggalan sejarahnya. Semua itu butuh upaya untuk dilestarikan. Sementara kerusakan alam yang dilakukan manusia perlahan-lahan dapat merusak Warisan Budaya yang bernapas di Dieng. Bahkan wacana Dieng Plateau sebagai situs warisan dunia pernah dikemukakan. Siapa yang tidak bangga jika demikian? Namun, perlindungan Warisan Budaya tidak mungkin meninggalkan perlindungan terhadap warisan lainnya. Adaptasi dan kebiasaan masyarakat yang tidak berkenan terhadap penjagaan alam, seyogyanya patut dibenahi. Dengan demikian, tradisi elok masyarakatnya dalam melestarikan lingkungan menjadi kombinasi dengan keunggulan lain di Dieng yang patut dipertahankan. 

Dieng, sececah pesona surga ada di tempat ini. Ada sentuhan surgawi di tanah Dieng. dari datarannya rata hingga yang berlekuk. Surga mana yang tidak ingin kita jaga? Satu bentuk penjagaan surga adalah tidak mengabaikan larangan. Upaya perlindungan Warisan Budaya sangat membutuhkan masyarakat yang terbina. Ini bisa dimulai dari petani-petani muda, dengan mengarahkan pada pola pikir yang berorientasi cinta alam, maka kiat bertaninya pun akan mengedepankan perlindungan terhadap alam. Hutan di Dieng yang menipis bisa ditanami kembali. Dieng bisa menjadi penghasil komoditi selain kentang. Ini justru akan menambah kekayaan alam di Dieng.

Sampai sekarang, melukiskan keindahan negeri kayangan Dieng lewat kata-kata ternyata masih tidak mudah bagi saya. Saya masih berharap bisa merasakan sejuknya Dieng kembali, menyusuri danaunya, mencicipi carica, menanti matahari terbit, duduk terpukau di atas awan sembari menatap barisan pegunungan, dan tak lupa bersyukur pada-Nya. Semoga.

***

Bahan Bacaan :
sececah = secolek, https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/sececah
https://nasih.files.wordpress.com/2011/05/2010-kesuburan-lahan-petani-kentang-di-dieng.pdf
https://id.wikipedia.org/wiki/Warisan_Budaya_Takbenda_Indonesia
https://lifestyle.okezone.com/read/2015/09/04/298/1208126/kentang-dieng-terkenal-karena-empuknya








Share:
Read More
, , , , , ,

Lakukan 4 Hal Ini Saat Berniat Mengecilkan Paha

lakukan saat ingin mengecilkan paha

Selain perut, salah satu anggota tubuh yang sering dikomplain oleh kaum hawa jika terlalu besar, adalah : paha. Menurut jurnal kesehatan, penyebab lemak yang menumpuk di paha sama seperti penyebab penumpukan lemak di anggota tubuh lain, umumnya terjadi karena tidak berolahraga atau kurang gerak sehingga kalori tidak terbakar, dan atau faktor keturunan.
Share:
Read More
, , ,

Ingin Pergi ke TMII di Era New Normal? Patuhi Dulu Syarat dan Ketentuannya


Pada masa adaptasi kebiasaan baru atau era new normal, tempat wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pun resmi dibuka kembali, setelah dalam waktu yang cukup lama ditutup. Tentu saja dengan pertimbangan, penyesuaian kondisi dan mengikuti protokol yang ditetapkan. Syarat dan ketentuan pengunjung pun telah ditetapkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan saat berkunjung di era new normal. Apalagi mengingat pandemi Covid-19 yang masih terus berlanjut.

Agar kamu bisa memasuki kawasan TMII lagi, yuk patuhi syarat dan ketentuan yang disebutkan berikut ini. 

Yuk, Patuhi Syarat dan Ketentuan Masuk TMII Berikut :

1. Suhu Tubuh Tidak Lebih dari 37,3 derajat Celcius

Setiap pengunjung yang datang, baik sendiri, bersama teman, atau rombongan wajib diukur suhu tubuhnya. Apabila suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celcius, itu artinya kamu tidak diperbolehkan masuk ke dalam TMII. Kamu harus menunggu selama beberapa saat sampai suhu tubuh turun.

Nah, kalau sudah turun baru akan diperbolehkan masuk. Jika tidak, maka kamu akan tetap ditahan di pintu masuk TMII. Atau akan diperiksa kesehatannya di pos kesehatan atau segera dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

2. Selalu Menggunakan Masker

Baik orang tua, anak muda, anak-anak, semuanya wajib memakai masker selama berkunjung ke TMII. Tujuannya tidak lain untuk mencegah penularan virus Covid-19 yang bisa terjadi lewat udara, jadi semua pengunjung tetap aman dan sehat pasca berkunjung.

Tanpa masker, maka pengunjung tidak diperbolehkan memasuki area TMII. Silakan cari toko atau supermarket terdekat yang menjual masker agar kamu boleh masuk. Atau kamu bisa meminta persediaan masker oleh pengelola TMII, itu juga kalau masih ada.

3. Tetap Menjaga Jarak di dalam TMII

Menjaga jarak di tempat wisata memang sulit, tapi mau tidak mau harus dilakukan demi keselamatan dan kesehatan kamu sendiri. Sewaktu mengantri masuk, berjalan-jalan menikmati pemandangan, atau berfoto, usahakan agar kamu membuat jarak setidaknya 500 cm dari orang di sekitar.

Sebab, kamu tidak tahu kuman atau virus apa yang menempel pada tubuh seseorang. Bukannya mau berpikiran buruk, tapi sekedar jaga-jaga saja agar kamu lebih aware terhadap situasi saat pandemi seperti ini.

4. Berlaku Sistem Pembayaran Non Tunai

Dari segi pembayaran pun ikut mengalami perubahan. Jika dulunya masih memberlakukan sistem pembayaran tunai, sekarang semuanya serba non tunai. Bahkan ketersediaan tiket on the spot (OTS) pun sangat terbatas, lebih baik dibeli di website resmi dari TMII sendiri.

Meski begitu, harga tiket masuk di era new normal tetap terjangkau yaitu Rp 20.000 per orang untuk semua jenis usia. Jadi kamu tidak perlu mempersoalkan hal ini.

5. Penyemprotan Kendaraan dengan Cairan Disinfektan

Bagi yang bepergian dengan kendaraan pribadi ataupun bus pariwisata, jangan sakit hati atau marah kalau kendaraan milikmu disemprot dengan cairan disinfektan. Bukan tanpa alasan, ini untuk menjamin kebersihan kendaraan yang sudah dibawa bepergian dari rumah menuju TMII. Alhasil, kuman atau virus yang sempat menempel di kendaraan mati total.

Penyemprotan kendaraan dilakukan di pintu masuk 1 dan 3. Kamu bisa membawa kendaraan ke salah satu dari dua pintu ini untuk disemprot cairan disinfektan, sehingga kendaraan bersih sewaktu dibawa pulang nanti.

Kalau ingin pergi bersama rombongan, pilih sewa bus pariwisata yang sudah menerapkan protokol kesehatan seperti TRAC. Melalui kerja sama dengan industri pariwisata, TRAC menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang selama pandemi. Dengan harapan kasus Covid-19 tidak semakin menyebar luas.

Demikianlah syarat dan ketentuan masuk TMII di era new normal di atas dibuat untuk menjamin keselamatan pengunjung dari virus Covid-19. Sebisa mungkin dipatuhi agar tidak membahayakan keselamatan dan kesehatan diri sendiri maupun pengunjung lain, dan pastikan kunjunganmu memang layak, sudah sesuai dengan kebutuhan. Nah, semoga membantu.
Share:
Read More
, , , , , , ,

5 Tips untuk Diingat Saat Membeli Kasur


Hai, apa kabar Juli bagi teman-teman?
Sepertinya bagi saya Mei, Juni dan Juli terasa sama saja. Aktivitas saya flat, tapi alhamdulillah masih tinggi. Ada hal-hal baru yang ter-upgrade, demi kualitas mandiri, belajar ini, belajar itu, mencoba sesuatu ini dan itu. Aktivitasnya terasa gitu-gitu aja sejak beberapa bulan, tapi di  garis yang tinggi.

Hal menyenangkan lain, saya juga punya waktu santai a.k.a rebahan yang masya Allah enak juga, karena biasanya santai-santai tapi banyak pikiran. Bisa baca buku sambil rebahan, nonton sambil rebahan. Meski bukan 'kaum'.
Share:
Read More
, ,

Ingin Mendapatkan Kualitas Foto Unik? Ini 5 Pilihan Kamera dengan Sensor Kamera Terbaik



Hai, teman-teman yang suka fotografi.
Entah penggiatnya, entah suka karena seni foto atau karena yang lain. Nah, kalau biasanya di blog ini bahasa tentang foto-foto alias gambar dan teknik pengambilannya, sekarang saya mau bahas tentang kameranya, karena memang kalau mau ngambil foto nggak lepas dari kameranya dong pasti kan. Pertanyaannya, kamera apa yang bagus buat ngambil gambar? Pertanyaan ini sering banget ditujukan, padahal 'bagus' itu maknanya luas dan relatif.

Karena ada yang berpikir foto bagus harus dihasilkan dari kamera yang DSLR super-duper-powerful, ini keliru. Nyatanya dengan kamera pocket teman-teman juga bisa menghasilkan foto yang keren.

Ya, jangan anggap sebelah mata soal kecanggihan kamera pocket. Mungkin kamu mengira kalau hasil gambar jernih cuma hanya didapatkan oleh kamera DSLR. Tapi, kamu harus ingat kalau kamera hanya ‘senjata’ saja. Yang paling terbaik dalam mengambil gambar, yaitu orang yang ada di balik kamera.

BACA : Mengubah Foto Biasa Jadi Miniatur

Bermain soal kamera beserta menghasilkan foto berkualitas tinggi yaitu paduan antara selera dan imajinasi dari orang yang mengoperasikan kamera. Kamera adalah perangkat penunjang yang berguna untuk alat bantu artistik dari seorang fotografer.

Sekarang, temani saya mengintip ini :

5 Kamera dengan Sensor Terbaik

SONY DSC-RX1R Cybershot

Sumber: www.bhphotovideo.com


DSC-RX1R Cybershot memiliki bentuk yang mungil. Tapi untuk performa, kamera ini mampu mengalahkan kamera DSLR kategori kelas menengah. Seri ini memiliki banyak kejutan. Sebagai kamera pocket, ia mempunyai sensor gambar frame full 36 mm. Ditambah adanya lensa ZEISS, kamu akan mendapatkan foto yang super jernih.

Gambarnya semakin jernih karena tidak ada low filter pass, yang pada umum ada di kamera digital ini untuk menghapus efek semu, tapi akan mengurangi detail foto. Kamu juga dapat memotret dengan fitur RAW dengan kamera untuk gaya semi retro.

Sony Mark IV RX100 

Sumber: www.dpreview.com
Seri kamera pocket dari Sony yang paling laris, yaitu Sony RX100. Untuk pengembangan dan penyegaran sangat besar dari perusahaan ini, maka timbullah kamera Sony Mark IV. Kamera pocket Sony Mark RX100 mempunyai resolusi gambar 20MP yang diproses dari chip CMOS RS Exmor BSI Sensor dengan 1,5 inci.

Sebagai proses gambar yaitu prosesor X BIONZ Image. Sebagai senjata paling ampuh bagian depannya, lensa Vario-Sonnar ZEISS f/1.8-1.8. Kamera yang mempunyai kualitas rekam 4K video ini dapat kamu beli di Store Kamera dengan harga Rp 12.000.000.

Canon 135 Ixus

sumber : dpreview.com
Salah satu kamera pocket produksi dari Canon yang sukses di pasar teknologi yaitu seri Canon Ixus. Canon 135 Ixus sudah menggunakan teknologi baru yang lebih canggih dari seri sebelumnya.

Pocket camera 16,5 MP (dengan gambar Digic 5) ini mempunyai kemampuan zoom hingga lebih dari 8x optical. Bagi kamu yang masih merasa kurang, keunggulan zoomnya dapat ditambah 16x lebih baik lewat teknologi Zoom Plus digital. Pada layar monitor terdapat layar sebesar 2,7 inci serta baterainya sangat awet. Konektivitasnya juga sudah menggunakan Bluetooth dan WiFi.

Panasonic TZ100 Lumix 

sumber : dpreview.com
Seri kamera pocket dari Panasonic yang wajib kamu miliki adalah Panasonic Lumix. Seri Panasonic Lumix memang sudah terkenal. Melalui DMC-TZ100 Lumix, Panasonic kini sudah memiliki kelebihan yaitu lensa Leica zoom 250mm (36mm ekuivalen), resolusinya bisa mencapai 21MP, kemampuan zoom optical 10x, dan monitor layarnya sudah touchscreen.

Kamera ini juga mempunyai kemampuan video rekam 4K UHD, dan mampu memproses foto berkualitas 4K dengan teknologi khusus.


Nikon A Coolpix

sumber : dpreview.com

Nikon Coolpix merupakan salah satu line kamera pocket yang cukup laris. Keunggulan dari kamera ini yaitu Coolpix A. Sebagai kamera terbaik, Coolpix A mempunyai teknologi yang setara hampir mirip seperti DSLR. Contohnya, kamera ini mempunyai sensor foto lebih besar 16 MP APS-C/DX yang kualitasnya hampir mirip dengan DSLR Nikon D7000 atau D5100.

Kamera ini juga sudah dibekali zoom fix 28mm dengan f/2.8 aperture. Kamera Nikon Coolpix memiliki desain retro serta mempunyai kemampuan rekam full HD 1080. Kamu dapat membelinya di store kamera terdekat dengan harga Rp 8.700.000.

Kreatif dengan Konten Foto!

Sebelum hiruk pikuk di tahun 2020, kita mendambakan kamera untuk dibawa traveling. Kini ketika traveling berganti dengan #diRumahSaja bukan berarti kamera tersimpan begitu saja. Teman-teman justru bisa memanfaatkan kamera pocket untuk membuat konten-konten kreatif meski di rumah saja. Ini bukan trik untuk menghilangkan jenuh semata lho, tapi konten-konten kita juga bisa bermanfaat untuk mendapatkan pengasilan.

Kamera pocket ini cocok banget buat kamu yang suka mengambil foto tapi tidak mau ribet. Foto yang dihasilkan juga tidak kalah keren dari kamera DSLR. Kamera ini juga dapat menghasilkan foto yang jauh lebih unggul dari kamera HP. Bukan apa-apa kalau terus-terusan bikin konten dari kamera HP, khawatir HPnya yang lelah, nah dengan kamera pocket ini bisa jadi solusinya.

Bagaimana? Mudah-mudahan tulisan ini berguna ya dan kita masih bisa produktif di situasi saat ini.
Semangat man teman.
***
Share:
Read More
, , ,

Mengantisipasi Kecemasan Virus Korona


Satu minggu sebelum pengumuman social distancing dan anjuran di rumah saja.

Saya masih menggendong Cmumut yang badannya bolak-balik demam sambil menunggu hasil lab selesai. Rupanya hasilnya cepat keluar dan dengan santun dokter menjelaskan bahwa si neng kecil ini positif demam berdarah sehingga harus rawat inap. Deg.
Share:
Read More