Curhat Emak-Emak Perantau

Curhat Emak-Emak Perantau

Hai berbagi lagi di  #CHiTCHaT

Biasanya, sore-sore yang indah Ibu-ibu di kampung saya sudah duduk-duduk di sebuah warung sambil menunggu anak-anak mereka bermain. Berkumpul dan ngobrol-ngobrol bersama tetangga sudah jadi hiburan sehari-hari bagi para emak ini. Kadang-kadang juga jadi hiburan buat saya, tapi yang pasti saya ikut nongki-nongki di warung karena ajakan Cmumut. Dia yang main, saya yang nyantap gorengan. Diet? Failed.
Share:
Read More
, , ,

3 MENU PIRING GIZI SEIMBANG BERSAMA SO GOOD


Rasanya baru kemarin kumpul-kumpul sama teman-teman yang sekarang udah jadi mamak-mamak dan ramai membahas drama rumah tangga sekena-kenanya. Ketika sudah berumah tangga begini, saat kumpul-kumpul lebih banyak membahas masalah anak, dagangan, (sedikit curhat) suami dan tidak lupa membahas kuliner. Mulai dari menu yang lagi nge-hitz saat ini, sampai menu-menu favorit di rumah. Lalu, sebagian mamak-mamak akan tukar-tukaran resep, kalau beruntung akan ada yang siap membawakan hasil kreasi masakannya untuk acara kumpul-kumpul selanjutnya.
Yes.

Bicara soal menu makanan sehari-hari, ibu-ibu memang punya problematikanya masing-masing. Bagaimana pun juga Ibu adalah ‘petugas perut’ anggota keluarganya. Meskipun sudah berusaha menyajikan hasil makanan yang lezat, Ibu-ibu biasanya dilanda kecemasan: apakah gizi keluarganya sudah terpenuhi atau belum ya?
Nah, untuk ini... Ibu-ibu bisa deh berpedoman pada Menu Piring Gizi Seimbang untuk kebutuhan sehari-hari.

PIRING GIZI SEIMBANG
Makanan bergizi sudah jamak diyakini memang penting untuk tubuh. Berdasarkan riset, menu sehari-hari masyarakat Indonesia secara umum masih jauh dari menu seimbang. Mengapa harus seimbang? Tentu karena kekurangan gizi tidak baik dan berlebihan pun menjadi masalah.
Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana menetapkan menu seimbang ini? Ribet nggak sih?

Untuk cara mudahnya, depkes.go.id sudah membuatkan gambaran gizi seimbang lewat piring saji untuk menu sehari-hari. Sejalan dengan Departemen Kesehatan RI, produsen makanan berprotein SO GOOD Indonesia mengkampanyekan hal serupa. 
Bagaimana gambaran Piring Gizi Seimbang? Bisa dilihat pada gambar di bawah ini:
Piring Gizi Seimbang So Good
Sumber : So Good berdasarkan DepKes RI

Karena kandungan gizi yang lengkap itu harus memenuhi unsur-unsur : Karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air. DepKes RI menyarankan untuk memakan berbagai aneka ragam makanan.
Nah, ini dia.
Biasanya orang Indonesia kalau nggak makan nasi, merasa belum makan. Meski sudah nelan singkong, kentang goreng, mie rebus, ubi, jagung, tetepp.. katanya sih belum makan. Padahal, semua yang saya sebutkan tadi sama-sama karbohidrat setipe dengan nasi.
Jadi, makanlah beragam makanan.
Dan bersyukur banget, Indonesia punya keragaman pangan yang bisa dipilih-pilih.
 Apa saja yang sesuai menu Piring Gizi Seimbang?

1. KARBOHIDRAT (35%)
Nasi, singkong, jagung, ubi, kentang, mie, sagu, gandum.

2. SAYURAN (35%)
Bayam, kubis, kol, sawi, kacang panjang, wortel dan sayur lain.

3. BUAH (15%)
Pepaya, jeruk, apel, anggur, jambu, pisang, dan buah lainnya.

4. PROTEIN (15%)
Protein hewani : Ikan, daging sapi, kambing, ayam, telur.
Protein nabati : tempe, tahu, kedelai, kacang-kacangan.

Hmm, mungkin dengan persentase masih terasa membingungkan kali ya untuk menakarnya?

Cara selanjutnya bisa dengan teknik menakar kebutuhan konsuumsi dengan tangan sendiri:
>> Karbohidrat
Makanan seukuran setangkup tangan. Jadi, untuk kebutuhan makan anak, artinya disesuaikan dengan tangan anaknya, bukan tangan bapaknya :D
>> Protein
Seukuran telapak tangan
>> Sayuran
Seukuran setangkup tangan
>> Lemak
Seukuran jempol tangan
Takaran Menu Piring Gizi Seimbang
Jangan lupa untuk menyeimbangkan pula dengan aktivitas lain, semisal olahraga dan istirahat yang cukup.
Aktivitas Pendamping Menu Gizi Seimbang

So Good Lebih Baik, Lebih Baik So Good
Beli sayur, buah, beras yang sehat, higienis itu masih lebih mudah. Biasanya yang sukar adalah, mencari makanan berprotein yang bersih dan higienis. Plus jatuh-jatuhnya ribet buat ngebersihin. Selama ini So Good terkenal sebagai penyedia solusi makanan berprotein yang bersih, higienis dan anti ribet. Dengan komitmen kuat untuk terus mengembangkan mutu, kini So Good hadir dengan logo baru yang penuh makna dan harapan.
Logo So Good

Sebagai pilihan pangan berprotein berkualitas terpercaya oleh masyarakat, pilihan produknya pun sangat banyak :
So Good Siap Olah :
Ayam Potong Paha & Dada, Ayam Utuh Potong 10, Ayam Potong Daging Sup Ayam, Ayam Potong Paha Dada Bumbu Kuning. Kemasan bisa dilihat disini.
So Good Siap Masak :
Bakso Ayam Kuah Keju, Pangsit Udang, Shrimp Dumpling Hakau Udang, Sausage Premium Smoke Bratwurst, Chicken Karage, Chicken Katsu, Chicken Steak, Chicken Nugget Jets, Chicken Nugget Ayam Veggie, Chicken Nugget Dinobites, Chicken Nugget Alphabet, Chicken Nugget Animal, Chicken Nugget Donat, Fish Nugget, Fish Karage, Golden Money Bag, Otak-otak
Ebi Panko, Shumai Furai, Ebi Katsu, Sausage Premium Garlic, Sausage Premium Original, Sausage Premium Honey, Sausage Premium Hot & Spicy, Chicken Nugget Premium, Chicken Stick Premium, Chicken Nugget Original, Chicken Nugget Hot & Spicy, Chicken Stick Spicy Cheese, Chicken Stick Original, Chicken Stick Hot & Spicy, Chicken Stick Spicy Garlic, Chicken Wings
Chicken Cuts, Bakso Goreng Ayam Ikan dan Udang, Bakso Kuah Sapi, Bakso Ayam Kuah Original, Bakso Ikan. Kemasan bisa dilihat disini.

Nah, kebetulan saya punya produk frozen food So Good Bakso Kuah Sapi. Di post ini nantinya ada Menu Piring Gizi Seimbang Bersama So Good Bakso Kuah Sapi yang sudah saya coba di rumah (dan sudah habis).
Kemasannya masih berlogo lama ya, karena menyesuaikan stok lebih dulu.
Kenapa bakso? Karena saya penyuka bakso (dan seafood, tapi untuk sementara seafoodnya ditunda)

MENU BAKSO SAPI BUMBU KACANG

Bakso pakai bumbu kacang? Ya mirip-mirip salome (kudapan Balikpapan) yang pakai bumbu kacang, tapi mirip doang sih, resepnya beda ama salome.
Piring Menu Seimbang So Good
Persiapan:
Karbohidrat : Nasi
Lauk : Bakso Sapi So Good Lebih Baik. Lebih Baik So Good.
Sayur   : Kacang panjang, bayam dan kecambah.
Buah : Nanas
>> Bumbu/Saos Kacang :
Siapkan bawang merah+putih+kemiri segenggam, goreng.  Goreng pula kacang tanah.
Haluskan bersama bumbu tadi + gula merah + kecap + sedikit merica + garam.


MENU : NASI KUNING DENGAN BAKSO BUMBU MERAH

Di Balikpapan, makan nasi kuning udah nyaris 24 jam. Setiap pagi ramai jajanan nasi kuning untuk sarapan, lalu ketika malam tiba banyak lagi warung-warung buka untuk menjual nasi kuning. Biasanya, warung-warung ini memang bertuliskan : Nasi kuning malam. Untuk bumbu lauk partner nasi kuning ini beraneka rupa, ada opor, bumbu kuning, bumbu bali, semur, dan lainnya. Wah rame deh. Nah, yang ini nasi kuningnya menggunakan bakso.


Persiapan:
Karbohidrat : Nasi kuning
Lauk : Bakso Sapi So Good Lebih Baik. Lebih Baik So Good.
Sayur   : Wortel dan selada
Buah : Pepaya
>> Bumbu merah : bawang merah + putih segenggam. 2 bt kemiri goreng, 4 cabai besar merah, 1 buah tomat, gula merah. Haluskan, tumis hingga harum, masukkan daun jeruk nipis + daun salam + lengkuas, sejempol + garam secukupnya. Campurkan bakso.


MENU : BAKSO KUAH SAPI

Karena ini produk So Good Bakso Kuah Sapi, rasanya tidak lengkap kalau tidak bikin baksonya ya. Hayoo, siapa yang suka makan bakso tanpa sayur? Kalau saya penggemar sayur, jadi pasti selalu menambahkan sayur agar seimbang.

Piring Menu Seimbang Bakso Kuah So Good

Persiapan :
Karbohidrat : Mie
Lauk : Bakso Sapi So Good Lebih Baik. Lebih Baik So Good.
Sayur   : Pakcoy
Buah : Nanas + pepaya
>> Kuah : Rebus air, masukkan bakso sapi So Good untuk mendapatkan kaldu (usahakan es batu yang menempel dihilangkan dulu), masukkan potongan daun bawang + seledri agar harum, tambahkan bumbu yang terdapat di kemasan So Good Bakso Kuah Sapi. Siap dihidangkan.
Catatan : penggunaan piring hanya ilustrasi, bisa diganti mangkuk atau wadah lainnya.

Demikian menu kreasi bersama So Good Bakso Kuah Sapi yang sudah saya coba. Silakan berkreasi dengan menu-menu So Good lainnya.

Terima kasih.

Salam.
Lidha Maul
*************************************

Artikel ini diikutsertakan di dalam Lomba Blog Kreasi Menu Gizi Piring Seimbang So Good
#BPNxSoGoodPiringGiziSeimbang
Share:
Read More

Menyerah dengan Tanaman? Lihat Dulu 5 Manfaat Berkebun Ini. No.1 Bikin Religius, No.5 Terdampar di Mars.


5 Manfaat Berkebun : www.bulirjeruk.com

Saya mau menuliskan beberapa hal lebih dulu terkait Resolusi Taman dan Kebun yang sudah saya buat Desember lalu.

Tabulampot Jambu Air --- X
Saya ngejar banget punya tabulampot jambu air manis, terserah apa jenisnya. Dari satu penjual saya temukan, 1 jenis jambu air tabulampot dijual seharga Rp 500.000,00. Teman  saya bercerita, jambu air miliknya dibeli seharga Rp 50.000,- ada juga yang harganya seratus ribu. Saya kurang paham, apakah nilai segitu layak atau tidak, tapi akhirnya saya tunda membeli. Toh, masih satu penjual.
Share:
Read More
, , ,

#Traveling Story : Melupakan Cara Bersyukur

Melupakan Syukur  www.bulirjeruk.com

BROMO - Sebelum Jepretan Dimulai
Dingin menjelang Subuh itu terasa lebih mengkhawatirkan daripada seekor anjing di dekat kaki. Udaranya saja menusuk, sudah pasti airnya pun lebih galak. Bagaimana kalau dingin membuat saya malas mengambil air wudhu?
Share:
Read More
,

MENELUSURI TIPIS-TIPIS LAYANAN HOSTING TERBAIK SATU INI



Hah, beli domain itu bisa ke anak-anak yang nggak dikenal, yang kita nggak tahu kualitasnya, nggak ada layanan onlinenya gitu?  Kira-kira dua tahun sebelum punya blog ini saya menelusuri satu per satu layanan penyedia domain dan hosting mana yang nantinya layak saya gunakan. Sebagai calon ‘newbie’ pengguna blog berbayar penting sekali memahami terkait jasa ini. Dan dari berbagai referensi kawan-kawan, ada saja cerita-cerita unik. Ada yang membeli domain ke seseorang (bukan layanan) yang kurang bisa dipercaya lalu orangnya melarikan diri. Ada pula yang membeli dari seorang teman dan teman ini menguruskan domain atas nama yang dia inginkan (bukan sesuai pesanan) dan ada yang typo membuat nama domain. Nasib.
Satu hal, saya percaya saya harus melibatkan diri mengurus blog. Lalu yang menjadi pertanyaan, apa saya beli domain saja lalu bagaimana dengan hostingnya?  Jujur, dulu sekali saya tidak paham apa beda domain dan hosting. Saya tidak paham kalau ada blog/web yang kudu punya hosting. Saya kira beli nama domain, selesai. Udah.
Share:
Read More
, , ,

KISAH NYATA : ULAR MENGHADANGMU DI DEPAN PINTU, APA YANG KAU LAKUKAN?


Kucing.
Ya, saya ingin bercerita kucing meskipun hewan pada judul di atas adalah ular. Tentu saja, saya tetap menceritakan ular, sekiranya Anda bersabar. Karena semua cerita ini berawal dan berakhir karena kucing. Atau lebih tepatnya kisah ini bermula dari Pak Suami yang gemar kucing.
Share:
Read More
,

Tas Rajut Handmade: Perempuan Menawan dan Prospek Usaha

Tas Rajut Handmade

Demi memperkaya ilmu di bidang wirausaha, Pak Suami kerap menghadiri seminar dan training bisnis yang turut serta melibatkan saya. Sebagai IRT –yang katanya bukan pekerjaan- khasanah ini berkontribusi pada bertambahnya minat saya untuk suatu hari kelak memiliki usaha sendiri.  Dari sekian banyak sharing  bisnis itu, saya merangkumnya dalam BEPRENEUR.  Tulisan ini sendiri lebih erat kaitannya dengan aspek jual: women stuff  dan potensi lokal.  Karena tidak bisa dipungkiri, perempuan punya daya tarik yang luar biasa. Perempuan tertarik untuk membeli dan segala barang bercirikan perempuan punya daya tarik untuk dijual. Kedua, mengembangkan produk lokal sebagai potensi jual. Karena di masa kini, produk lokal lebih punya ‘nyawa’ di hati generasi mudanya, termasuk saya meskipun saya sudah nggak muda.

Lalu, mengapa perempuan?

PEREMPUAN DAN KETERTARIKANNYA PADA PENAMPILAN  ··········

Tidak dapat dipungkiri,  perempuan senang memerhatikan dirinya sendiri. Perempuan juga senang diperhatikan. Secara alami seperti itu.  Ada yang senang mendapat perhatian dari lawan jenis, sesama teman-teman perempuannya, hingga ke ranah publik. Ya, alias ada perempuan yang ingin menjadi pusat perhatian. Bicara tentang hasrat ‘ingin menjadi pusat perhatian’, karena di #zamannow banyak orang (bukan hanya perempuan) yang bertindak keliru demi ‘pusat perhatian’. Tapi, tidak selamanya menjadi pusat perhatian itu keliru. Karena tergantung karakter dan tujuan si perempuan, tergantung situasi,  juga tergantung titik koordinatnya dimana.  Eh.
Meski demikian, tidak semua perempuan ingin selalu jadi pusat perhatian. Karena ingin menjadi pusat perhatian dan diperhatikan itu bisa berbeda. Tapi paling tidak, perempuan pasti ingin mendapat perhatian meskipun oleh satu orang saja.  Misalnya, ada yang mengkhususkan hanya suaminya semata.

Ada beragam kondisi ketertarikan perempuan dalam upayanya mendapat perhatian: bisa dari kemahirannya, profesi, tingkah laku, prestasi, juga penampilan.  Upaya ini sebenarnya juga alami terjadi pada kaum adam. Bicara tentang penampilan perempuan, pasti sudah jamak diketahui perempuan dan penampilan itu bagaikan sepasang kekasih yang tidak dapat dipisahkan. Coba dihitung, berapa banyak perempuan ngaca dalam sehari? Perempuan kalau ke toilet misalnya di mall, apa benar sudah pasti ada hajat khusus?  Atau ternyata cuma mau memperbaiki penampilan? Padahal ke mall cuma mau window shopping doang. Belinya nggak, dandannya paripurna, perginya pun sendirian. Atau jangan-jangan cuma mau ke XXI. Siapa yang mau lihat, kalau di dalam hanya duduk gelap-gelapan.

Tapi begitulah perempuan. Sudah habitnya, meski tidak bisa dipukul rata.  Intinya, ya… perempuan dan penampilannya sukar dipisahkan.

Penampilan perempuan pun tidak melulu jatuh pada fisik. Karena secara keseluruhan, penampilan berarti apa yang ditampilkan. Itu artinya aspek yang melekat pada diri perempuan pun menjadi pertimbangan.  Misalnya, pakaian, sepatu, dan aksesoris dan lainnya. Segala yang melekat pada definisi penampilan perempuan inilah yang kemudian yang menjadi nilai jual.  Segala yang bisa mempermanis penampilan dirinya rasanya sayang untuk dilewatkan.

Misalnya, ketika berbelanja seorang perempuan akan menemukan tas unik, lalu dia berkata: “ih, lucu banget tas ini.” Sambil mengira-ngira dalam benak, bila dirinya yang memakai maka akan manis penampilannya.

Maka, sangat wajar bila ada yang menilik prospek bisnis ke arah ini.  Banyak  pihak yang nyata-nyata bergelut di potensi pasar ini. Karena sangat mengasyikkan bisa menyenangkan perempuan.
Salah satu produk pemanis dan penunjang penampilan perempuan ini bernama : tas rajut handmade.
 
Tas Rajut Handmade
Tas Rajut

Ada apa perempuan dengan tas?
Karena jarang sekali perempuan bepergian dengan tangan kosong alias hanya mengandalkan saku pakaiannya. Minimal membawa tas mungil.  

Sedangkan mengapa handmade, ini terkait dengan potensi lokal.
Nah, biar tambah menarik wacana kita.  Simak dulu kisah tentang TAS RAJUT  berikut:

PERKEMBANGAN MODEL TAS RAJUT
(KISAH PERJUANGAN PEMBUATNYA) ··········
 
Tas Rajut Handmade
Tas Rajut Lucu 
Tas rajut merupakan salah satu jenis tas yang sedang banyak digemari perempuan saat ini. Benar nggak? Desain tasnya sih, kebanyakan kecil. Namun justru karena bentuk kecil tersebut, tas ini terlihat memiliki kesan lucu dan unik.
Ingat,  perempuan suka sekali berkata:
“Ih, lucuk banget ini.”  ----atau-----
 “Aduh, imutnya.”
Mungkin bagi laki-laki (maksudnya para suami) mengira itu cuma informasi semata. Namun, dibalik kata lucu itu ada ‘niat baik’ perempuan minta dibelikan.

Jadi, hati-hati dengan yang lucuk  dan imut.
Tas rajut imut ini pun demikian.

Perkembangan tas rajut saat ini, rasanya tidak kalah dengan perkembangan fashion (penunjuang penampilan lain yang kerap mendominasi). Kemunculan model-model baru berbanding lurus dengan kreativitas serta inovasi setiap pengrajin. Salah satu pengrajin tas rajut yang tengah naik daun yakni Rajut Merajut, akun yang diprakarsai Norika Ayu Dewi.
 
Norika Ayu Dewi - Rajut Merajut
 “Ada cinta di setiap kaitannya” adalah motto yang diusung Norika Ayu Dewi. Ia memulai usaha kerajinan ini sejak tahun 2010 lalu. Melalui blog pribadi, sosial media, hingga dari mulut ke mulut. Norika menjadikan media untuk mempromosikan serta memasarkan produk kerajinan miliknya. Nama Rajut Merajut tak langsung terkenal begitu saja. Butuh perjuangan serta waktu lebih memang agar produknya bisa diterima oleh masyarakat. Norika percaya, bahwa produk yang dihasilkan dari inovasi serta kreativitas, pasti akan memiliki kesan tersendiri.  

Berbekal kepercayaan terhadap adanya kesan tersebut, Norika mulai mendedikasikan dirinya untuk menciptakan desain yang dengan mudah membuat orang jatuh hati. Hasilnya, beragam desain lucu dan unik pun tercipta di Rajut Merajut. Mulai dari berbagai pilihan sling bag mini menggemaskan, hingga jenis ransel yang girly banget bisa kamu temukan.

HARGA, BAHAN HINGGA MOTIF TAS RAJUT MODERN DARI TANGAN PENGRAJIN ··········
Rajut Merajut menawarkan keseluruhan produknya dengan harga terjangkau, yaitu berkisar antara Rp 160.000 sampai Rp. 260.000 saja. Dengan harga tersebut, kita akan dimanjakan oleh motif-motif imut seperti bentuk buah stroberi, nanas, atau hewan sapi menggemaskan.
 
ngegemesin banget nih tasnya kakak :D
Material untuk pembuatan tas rajut, kebanyakan ialah polyester. Bahan yang terkenal karena memiliki daya tahan super kuat. Pada bagian liningnya, Norika biasanya menambahkan furing. Kemudian sebagai penyempurnaan tampilan produk tasnya, Norika telah menyematkan resleting anti karat. Sehingga, produk akan lebih awet digunakan untuk jangka waktu lama.

Berawal dari hobi untuk mengisi waktu luang, berubah menjadi hobi yang dapat menghasilkan uang. Mungkin hal inilah yang sedang dirasakan Norika Ayu Dewi. Omset pendapatan tiap bulannya sudah lumayan besar. Terlebih ketika Rajut Merajut sudah bergabung dengan toko online khusus barang-barang handmade Indonesia, Qlapa.

MARKETPLACE KHUSUS PRODUK HANDMADE (TERMASUK TAS RAJUT) BERKUALITAS PREMIUM ··········

Qlapa merupakan sebuah marketplace tempat berkumpulnya pengrajin terbaik nusantara. Semua produk di situs ini diambil langsung dari para pengrajin, dipilih satu-persatu, kemudian dipasarkan dengan merk dari pengrajin tersebut. Barang-barang tersebut juga harus melalui kurasi dengan standar tinggi terlebih dahulu. Barulah foto bisa ditampilkan dan siap dipasarkan. Ada pula fitur pre-order bila ingin melakukan pesanan secara khusus.
 
Selain itu, bila dibandingkan dengan produk luar yang sedang marak seperti produk China atau pabrikan, maka akan terlihat perbedaannya dari beberapa segi, di antaranya:

·         Bahan baku yang digunakan lebih baik. Namanya barang handmade, pastilah proses pengerjaannya akan lebih banyak dikerjakan oleh manusia. Meski mungkin masih juga dibantu oleh mesin, tapi tetap porsinya akan lebih banyak dikerjakan oleh sang pengrajin. Sebagai seorang pengrajin, tentu tidak akan mau bila nanti barang ciptaannya hanya biasa-biasa saja. Semuanya sudah mulai dikontrol bahkan mulai dari perancangan, pemilihan bahan, hingga akhirnya proses pembuatan barang.

·         Ketelitian lebih diutamakan daripada kecepatan. Proses pengerjaan produk handmade biasanya memakan waktu lebih lama. Hal ini menunjukkan bahwa setiap pengrajin sangat berhati-hati dan teliti pada setiap langkah penciptaannya. Beda ceritanya dengan produk pabrik. Mereka lebih mengutamakan kecepatan untuk profit penjualan.

·         Kesannya terlihat lebih eksklusif. Karena produk handmade membutuhkan proses pengerjaan lebih lama, otomatis produk-produk tersebut hanya diproduksi terbatas. Artinya hanya ada sekian orang saja yang juga akan memiliki barang tersebut. Berbeda dengan produk pabrikan yang diproduksi secara massal.

Sebenarnya dengan cukup membeli tas rajut handmade saja, ternyata kita dapat melakukan 3 hal : Pertama, menunjang penampilan. Karena sesuatu yang unik dan cantik yang melekat pada penampilan seperti memakai tas rajut handmade ini bisa membuat perempuan juga cantik. Bisa membuatnya jadi pusat perhatian, tanpa perlu berlebihan mencari perhatian. Kedua, sesuatu yang menarik dan unik bisa membuat orang kepincut untuk membelinya. Itu artinya, kita bisa melihat daya tarik jualnya atau berbisnis ke arah ini. Ketiga,  visi untuk negeri, dimana kita bisa menghargai kreativitas para pengrajin lokal dengan membeli produk-produk mereka.  Tentunya ketiga alasan ini layak dipertimbangkan.

Oya, teman-teman ada yang sudah punya tas rajut? Atau sedang belajar merajut? Asyik ya belajar merajut itu.

Ingat ya, perempuan itu merajut. Bukan merajuk.
Haish.
Apasih.
^_^


Salam,

Lidha Maul
Share:
Read More
, , ,

RESOLUSI 2018: TAMAN DAN KEBUN SAYURAN DENGAN ANALISIS SWOT


Saya belajar dari tahun sebelumnya, kalau mau menaruh impian sebaiknya juga menempatkan rencana di sisi-sisinya. Impian itu adalah sesuatu yang akan menerbangkan kita, maka perencanaan adalah sayap-sayapnya. Resolusi saya pada tahun sebelumnya, adalah menjadi dosen, tanpa berpikir strategis. Pokoknya punya impian dulu, nanti-nantinya gimana bisa aja deh. Serius, ternyata ada yang menawarkan lowongan menjadi dosen dengan bidang studi yang saya kuasai. Persoalannya hanya satu: saya harus memberikan jawaban ‘YA’ saat itu juga. Baru kemudian saya mikir:  kalau kerjanya malam, nanti gimana Cmumut? Meski bidangnya sesuai tapi sudah  lama saya nggak belajar, nanti bagaimana…? Blas, tawaran pun ditarik kembali ketika mengetahui ketidaksiapan saya. Menyesal tapi tidak berguna, kecuali bisa mengambil pelajaran setelahnya.

Saya juga belajar dari seseorang,  ketika membuat impian atau wishlist mesti tahu dimana impian ini akan diletakkan. Seumpama gelas kaca, apakah baik bila ditaruh di ujung meja? Kalau saya menulis : ‘Targetku nanti jadi bagian dari NASA (kemudian ngakak lebar)’ artinya saya mesti tahu kapasitas saya seperti apa, layak atau nggak, memungkinkan atau malah jangan. Bukan berarti saya tidak boleh punya impian unik-unik. Hanya saja, kalau saya mau meraih sesuatu yang pasti terkabul, ya saya juga mesti serius.

Bahkan demi keseriusan ini, ada yang menganjurkan untuk membuat Analisis SWOT atas diri kita dan target yang kita punya. Buat saya sih seru, dan kenapa nggak.

Nah, mengingat sebentar lagi pergantian tahun akan tiba (oya, kerasa nggak sih waktu berlalu cepat -_- ) dan teman-teman banyak yang membuat resolusi, saya jadi berhasrat untuk membuat resolusi juga di tahun 2018. Eit, tapi ini bukan karena teman-teman bikin resolusi, terus saya mesti buat juga. Saya terpicu karena semua yang diinginkan teman-teman mengandung nilai positif. Semua ingin lebih baik di tahun mendatang, baik prestasinya juga pribadinya. Impian-impian yang dijadikan sebagai resolusi 2018 inilah yang membuat saya menabuh gendang di dada. Rasanya semangat sekali untuk lebih baik juga. Dalam hal apa? Ya dalam hal apa saja.

Karena ‘dalam hal apa aja’ versi saya itu terlalu banyak,  pastilah nggak bakalan muat apa yang saya mau xixixi.  Oke, saya mau lebih baik lagi dalam dunia kepenulisan tahun depan, saya mau punya buku solo,  mau jadi IRT yang sesuai harapan keluarga, mau kuliah juga, belajar grafis sampai mahir, menghasilkan video yang bagus, menambah teman,  mau berbuat baik tanpa memikirkan balasannya, ingin menghasilkan konten blog yang bagus, ingin bepergian sendirian, ingin membuat proyek-proyek belajar-bermain untuk Cmumut, merambah bisnis : punya produk sendiri, dan…. yah, begitulah. Ternyata saya manusia biasa yang maruk sekali.

Akhirnya saya memilih kembali, misal: kalau saya ingin menjadi pribadi yang baik, sepertinya tidak perlu saya masukkan sebagai resolusi 2018. Atau menambah teman, yang mana bisa dilakukan seiring berjalannya waktu. Kira-kira begitulah, tapi ini tentunya tidak bisa digeneralisir. Siapa pun berhak menentukan apa yang menjadi resolusi mereka.

Saya memiliha mana sekadar want to do atau need to do:

RESOLUSI:
 KEPUTUSAN UNTUK MELAKUKAN ATAU TIDAK MELAKUKAN SESUATU DI MASA DEPAN


Jadi, inilah resolusi 2018 saya :
MEMBUAT TAMAN
DAN
KEBUN SAYURAN

Sesederhana itu, tapi sebenarnya sukar juga.

Kalau berbaik hati, bisa ditengok di blog ini ada kategori GARDENING. Tapi, pada 2017 tulisan berkebun dan penghijauan mulai berkurang. Bukan sekadar tulisannya  yang berkurang, namun aktivitas saya pun demikian. Lha, gimana mau nulis wong nggak ada aktivitasnya.

Dan saya merasa perlu menuliskan beberapa alasan mengapa hal ini perlu saya lakukan.
1.  Tahun 2017, kami punya banyak perbaikan pekarangan yang walhasil, kondisinya pun berubah dan tanaman jadi berantakan tak terurus. Rumput pun meninggi.
2. Durasi yang mepet ketika ingin berkebun, karena baru 15 menit Cmumut bisa ngamuk.
3. Selama setahun itu saya lebih banyak beraktivitas yang lain.
4. Saya malas.
5. Saya capek.
6. Capek lagi.
 
Bayam vertikal yang ternyata tidak tepat penempatannya karena perbaikan lahan

Apa yang mau direalisasikan  untuk BERKEBUN ini?
  1. Penambahan beberapa tanaman edible (yang bisa dimakan) dikarenakan banyak biji-bijian pangan yang saya khawatirkan akan rusak jika tidak disemai.
  2. Karena tanaman membutuhkan pupuk dan saya membiasakan pupuk mandiri, berarti persiapannya adalah wadah penampungan.
  3. Khusus hidroponik, saya punya cairannya. Sayang jika tidak dipakai
  4. Karena tanaman membutuhkan wadah tanam dan tidak mungkin bertumpuk semua di tanah (FYI, lahan saya terbatas) artinya saya mesti menyiapkan wadah tersendiri (pot dan benda bekas lain)
  5. Rumput saya lebih hijau dari tetangga LOL.  Ini kerja keras untuk merapikannya. Karena sebagian rumput bisa menjadi pengganggu bagi tanaman lain, saling berebut nutrisi.
  6. Mempercantik pekarangan.

ANALISIS SWOT
Biasanya analisis SWOT dipakai dalam bisnis, untuk memahami keberhasilan atau kegagalan yang mungkin akan diterima baik yang timbul dari faktor internal maupun eksternal.  Tapi, bisa saja dibuat untuk menganalisis diri kita.  Analisis SWOT yang saya buat disini berkaitan dengan resolusi 2018 saya, secara sederhana.

Analisis SWOT Sukses Berkebun (Sederhana)
Strengths (Kekuatan yang Saya Miliki)
Passion
Bagi saya passion itu kekuatan. Melakukan aktivitas yang kita sukai, tidak mengendurkan niat.

Kreatif
Dengan banyaknya ide di kepala yang sayang jika tidak dientaskan.

Berani kotor
Ada banyak orang yang tidak mau berkebun karena takut kotor.  Saya, tidak masalah dengan kotor.
Mau belajar
Dulu, saya tidak suka berkebun. Tapi, karena senang belajar pelan-pelan saya pun berubah.

                 
Weaknesses (Kelemahan yang Ada pada Diri)
Minim Dana
Beberapa tanaman yang saya inginkan, ada yang harganya mahal lho.

Malas 
Harus saya akui, adakalanya saya memang tidak berminat.

Sibuk   
Karena banyak aktivitas dan keinginan lain, aktivitas berkebun pun terbengkalai.

Capek 
Sukar melakukan sesuatu kalau kita sudah lelah, ya kan.


Opportunities (Peluang yang Timbul dari Luar)
Punya lahan    
Meskipun minim, tapi hobi berkebun bisa tersalurkan berkat memiliki lahan.

Media tanam dan bibit
Iya bibit saya cukup banyak, dan begitu pun media tanam yang cukup tersedia.

Benda bekas   
Barang-barang yang tidak terpakai lagi bisa dimanfaatkan sebagai wadah tanam bukan?

Alat berkebun dan alat tukang
Sudah disediakan berapa peralatan berkebun seperti sarung tangan, sundip, garpu, cangkul, parang, sepatu bot, gunting tanaman. Sedangkan alat tukang juga dibutuhkan untuk mempercantik pekarangan, seperti gergaji, kuas, bor, palu, paku dan lain sebagainya.


Threats (Ancaman dari Luar yang Mungkin Timbul)
Hewan pengganggu
Terlalu banyak nyamuk dan sudah dua kali saya tersengat lebah.

Cmumut protes
Wah ini dia. Berat ini :D
Tanah yang keras
Kemudian saya tidak sanggup mencangkulnya.

Durasi singkat
Sebagai IRT, tentu bukan hanya persoalan pekarangan yang membutuhkan sentuhan.

Cuaca
Cuaca di Balikpapan yang bisa berubah tiba-tiba






Setelah membuat analisis SWOT, apa yang harus dilakukan? 

Analisis satu persatu terutama Weaknesses   dan Threats untuk mencari solusinya. Dengan mencari why dan how-nya. Misal, dalam Weaknesses saya tulis “minim dana” : maka yang menjadi pertanyaan adalah, seberapa besar dana yang saya butuhkan untuk tanaman ini? Seberapa pentingkah tanaman ini? Bisakah ditunda? Jika saya berhasil menjawabnya, berarti tidak ada masalah.

Lalu, dalam Threats : “Ada hewan pengganggu” seperti nyamuk dan lebah. Maka pertanyaannya adalah: Darimana datangnya hewan ini? Apakah bisa dilakukan pembasmian (penyemprotan)? Apakah butuh bantuan pihak ketiga untuk menanganinya?


Karena, ketika saya berhasil menangani Weaknesses  dan Threats  ini, target yang dikejar bisa lebih mudah dijalankan.  Seperti ketika suatu sore, saya sedang mencukur rumput,  lalu tiba-tiba ada hewan kecil (yang tidak sempat dilihat) serasa menggigit. Karena merasa baik-baik saja, saya abaikan dan beraktivitas seperti biasa. Tanpa disangka, malam hari saya demam mendadak hingga beberapa hari kemudian. Kalau sudah begitu, semua aktivitas pun terhenti. Belajar dari pengalaman sebelumnya, agar kalau sakit jangan lama-lama, saya bisa mengonsumsi Theragran-M

BERKEBUN DAN KETAHANAN FISIK

Tidak dapat dipungkiri, berkebun dan mempercantik pekarangan ini berkaitan dengan aktivitas fisik. Betapa mengkhawatirkannya jika kondisi tubuh sedang melemah, maka yang terjadi adalah tubuh mudah berangsur sakit. Meski sakit adalah fitrah-nya manusia, tentu kita tidak ingin berlama-lama dan ingin pulih kembali. Untuk mempercepat kembalinya daya tahan tubuh setelah sakit, bisa dilakukan dengan mengonsumsi Theragran-M.



Theragran-M merupakan multivitamin lengkap plus mineral yang diproduksi oleh PT. Taisho Pharmaceutical Indonesia yang berguna untuk menjaga daya tahan tubuh dan memulihkan kondisi tubuh setelah sakit. Theragran-M adalah vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan dan telah memiliki label HALAL dari MUI.


Theragran-M bukanlah obat, melainkan suplemen yang mengandung vitamin untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah sakit  dan telah disepakati BADAN POM agar aman dikonsumsi.

Dalam setiap stripnya berisi 4 tablet salut gula yang dapat diminum setiap hari per tablet dengan rasa sedikit manisnya.


Selain mengantisipasi dengan Theragran-M, untuk merealisasikan resolusi 2018 saya mesti menerapkan beberapa disiplin diri;

1.  Menyisihkan waktu minimal 30menit per hari dan jika si kecil protes, artinya ya prioritas berkebun ditunda
2. Menyisihkan sampah organik untuk dijadikan pupuk alami.
3. Merapikan rumput per minggu.
4.  Menabung untuk membeli cat dan perkakas.
5. Sehat


Kini, resolusi 2018 sudah dibuat, direncanakan, dan semoga bisa dipertanggungjawabkan. Semoga saya menjadi giat dan dengan begini konten PENGHIJAUAN  bisa terus bertambah.

Lidha Maul

------------
Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.




Share:
Read More