Showing posts with label Pohon. Show all posts
Showing posts with label Pohon. Show all posts
, , , , , , , ,

Menumbuhkan Cinta Hutan dengan Pangan dari Hutan



Nikmatnya Makanan Hutan Dalam Kisah Ibu

Berpuluh-puluh tahun lalu, ibu selalu menceritakan kepada saya betapa indah masa kecilnya bersama buah-buahan eksotis dan masakan dari pedalaman Kalimantan. Beliau lahir dan menikmati masa kecil di sebuah kampung dekat hutan di Kalimantan Selatan. Sedangkan saya lahir di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Saya terbawa masuk dalam kisah ibu, tentang nikmatnya memetik sendiri durian berwarna merah, memanjat pohon langsat, mencicipi rasa mangga yang manis dalam ramania, makan buah kapul, duku hutan (ihau), tarap, maritam (rambutan hutan), putaran, hambawang, lahung, keledang, kasturi, rumbia, mundar. Belum lagi sayurannya yang diambil dari buah-buah langka dan masyarakatnya yang mencari sendiri kulat (jamur) untuk disup. Semua langsung terbayang lezatnya.
Share:
Read More
, , , , , , ,

DI BAWAH NAUNGAN SAKURA LOKAL BERWARNA KUNING

Tabebuya - Sakura Tropis

Menjelang magrib di Kota Batu (JaTim), suami menggegas motor mencari masjid terdekat. Kami nyaris terlambat saat itu. Setibanya ‘entah di mana’ kami pun menjumpai masjid dengan bunga-bunga kuning menyala di pinggir. Saya sempat bertanya bunga apa ini, kok indah banget? Lalu, seorang Bapak lewat dan berujar : Tabebuya

Saat itu, saya kira salah dengar, dan berharap suami bisa mengulangnya. Maklum, yang saya tahu kata “Tabe” berarti permisi, berdasarkan tema-teman saya yang berasal dari suku Bugis. Jadi, seakan si Bapak yang lewat itu berkata : “Permisi-Buya”, sementara saya sedang berada di Tanah Jawa.
Share:
Read More