Hadiah Istimewa Untuk Kegemarannya

April 05, 2017


Tak ada yang siap dengan kedatangannya, namun ia selalu datang. Semua menyadari ia akan datang, namun selalu terkejut setiap kali ia datang. Mungkin karena ia tidak memberi kabar. Ia datang untuk mengambil. Menjemput setiap yang bernyawa.
 Tak ada angin, tak ada hujan. Itulah istilahnya untuk sebuah kematian yang datang tiba-tiba. Pagi itu kami dikejutkan dengan berita kematian istri saudara sepupu saya. Tanpa berita sakit apapun, tanpa kabar derita yang tersisip. Kematiannya hadir bersama tidur panjangnya di malam hari. Lalu kehidupannya lenyap bersama datangnya pagi. Semudah itu bila terdengar.
Namun betapa berat bagi kami yang kehilangannya. Kami tak percaya dan terpukul. Semua berharap kematiannya hanyalah ilusi belaka. Bahwa ini semua hanyalah permainan takdir sesaat.
Kenyataannya, waktu yang berputar tidak mengabulkan keinginan siapa pun. Waktu yang bergulir hanya meminta ketegaran mereka yang mengenal perempuan muda baik hati ini terutama keluarga terdekatnya. Dua buah hatinya masih teramat mungil dan tidak mengerti apa pun. Dengan segera, pelimpahan wewenang pun dipersiapkan.

Adalah Tante saya, menerima dengan sepenuh hati untuk mengurus bayi perempuan, yang tidak lain adalah putri terakhir dari perempuan muda baik hati yang telah tiada ini. Bayi itu masih berusia enam bulan. Masih ingin mendekap ibunya erat. Namun sejak hari itu, ia harus rela hidup bersama neneknya.
 
Tante saya, yang mendadak bertindak mengurus cucunya

Kemudian, tantangan baru pun dimulai.

Meski masih memiliki suami, Tante saya alias si Nenek lebih sering tinggal sendirian. Mengurus bayi yang baru dilepas dari ibunya tentu sangat berat. Si bayi lebih sering menangis dan sakit-sakitan. Saat itu Tante saya dan putranya hidup terpisah. Tante hidup di rumah mungil dengan lingkungan yang kurang nyaman. Putranya tidak mungkin setiap saat menemani ibunya sementara ada pekerjaan dan buah hati yang lain yang tidak kalah menyibukkan. Begitu banyak kesendirian yang harus dilewati Tante saya. Ditambah kelelahan yang mudah menyergap di usianya.

Begitu banyak yang iba pada bayi perempuan itu, namun sedikit dari mereka mencemaskan keadaan Tante yang mengurusnya. Bayi itu tumbuh dengan momen-momen takut pada orang lain. Bagi kami yang ingin menggendongnya, sekadar ingin menolong rasa letih Tante tidaklah begitu mudah. Karena bayi perempuan itu akan berontak bila berdekatan dengan orang asing. Semua bertumpu hanya pada neneknya. Hanya pada neneknya.
Ketika ia terus bertumbuh, Tante saya pula yang paling merasakan beratnya harus mengendalikan tantrum cucunya. Tantrumnya benar-benar parah, tidak mengenal waktu, tempat, situasi dan kondisi.
 
Berita lain kemudian datang mencemaskan. Suami Tante saya, terkena stroke. Dengan demikian bertambahlah seseorang yang harus diurusnya. Saya melihat Tante luar biasa harus kuat dan tegar. Sebenarnya sedari putra Tante kecil, Tante sudah harus bekerja, banting tulang menafkahi anaknya. Ayah kandungnya tak lagi mampu memberi nafkah lahiriah. Sungguh Allah Maha Adil, putranya tumbuh menjadi anak yang berbakti. Bahkan ketika Tante saya akhirnya menikah lagi, putranya tetap menjadi andalan keluarga mereka.
Maka ketika setahun kemudian, tepatnya 2016 lalu putranya mengalami kecelakaan dan harus istirahat dari bekerja. Saya merasakan betapa kacaunya Tante saat itu. Sedangkan seluruh nafkah lahiriah berasal dari putra Tante satu-satunya. 


Begitulah hidup, adakalanya sukar sekali dicerna. Pertanyaan mengapa dan mengapa seringkali terlontar. 

Hari ini putra Tante saya telah menikah kembali dan telah pulih dari sakit setelah kecelakaan. Mereka sudah tinggal bersama di tempat yang lebih baik. Dua buah hatinya pun telah berkumpul lagi.
Kala mengingat semua ini, begitu banyak hal yang telah dikorbankan Tante. Jauh sebelumnya, Tante adalah seorang ibu yang terlihat ceria dan humoris. Kegemarannya adalah memasak. 

Dulu sekali, ia sibuk pergi kian-kemari untuk diminta memasak. Tante saya yang satu ini pula yang kerap membantu Ibu bila sedang ada hajatan. Tanpanya repot sekali kami. Segala hal yang menyangkut hobinya ini kemudian berangsur-angsur berkurang. Mau tidak mau, semua berubah saat ia harus memelihara cucunya. 

Kini, saya pikir sudah waktunya ada penghargaan manis untuk Tante. Saya ingin memberikannya sebuah hadiah yang saya tahu ini tidak bisa dibandingkan dengan banyaknya pengorbanan yang ia lakukan. Tapi sebuah hadiah sangat layak diberikan pada mereka yang telah berjuang, tangguh dan menginspirasi. Sebuah hadiah untuk orang terkasih.

"Saya dan kita semua memiliki orang terkasih. Orang terkasih itu bisa keluarga dekat, bisa buah hati, pasangan atau siapa pun dimana hati kita cenderung padanya. Adakalanya orang terkasih itu tidak berada dekat dengan kita, adakalanya mereka nun jauh disana. Bahkan mungkin saja, karena kesibukannya nyaris melupakan kita. Adakalanya orang terkasih itu begitu dekat dengan kita, namun lisan begitu sukar mengungkap dialah yang terkasih. Sesekali cobalah sentuh hati orang-orang yang kita kasihi. Sentuh dengan sebuah hadiah. Mereka bisa jadi merindukan kita dengan cara yang sama. Tante saya adalah adik dari Ibu saya. Ketika saya Ibu saya, saya pun menyayangi Tante yang juga menyayangi kakaknya. Semua orang di dunia ini memiliki orang-orang yang mereka kasihi. Pernahkah terpikir untuk memberikannya suatu hadiah?

Sebuah hadiah adalah bentuk sayang, bentuk cinta, bentuk peduli.


Hadiah untuk Tante ini bernama Panci Presto - Pressure Cooker  yang saya persembahkan dari Elevenia. Pressure Cooker ini berguna untuk memudahkan beliau tetap produktif dengan kegemarannya. Saya tahu memasak makanan sehat yang lengkap adalah hal berat terutama saat memiliki momongan. Bila si kecil tidak mau makan, mau tidak mau diulang alias buat baru. Dengan panci presto ini kenikmatan memasak juga tidak terganggu oleh waktu. Saya ingin memberikannya lewat belanja di Elevenia.

Elevania adalah situs online terpercaya, tempat saya bisa merencanakan ingin memberi apa pada mereka yang saya sayangi. Begitu banyak ragam kategori yang disediakan, mulai dari aneka perlengkapan rumah, buku, laptop, gadget dan handphone, kesehatan serta kecantikan, fashion, perlengkapan anak, disediakan juga coupon voucher dan perlengkapan lainnya. Semua tinggal KLIK CARI HEPI.


Banyak hal berharga tentang kehidupan yang saya pelajari dari Tante saya yang satu ini dan saya ingin membagi kisahnya. Semua orang memiliki orang terkasih. Kadang mungkin tidak mampu diungkapkan, lalu pernahkah terpikir untuk mengungkapkannya lewat hadiah? Jika belum mungkin ini saatnya.
Salam,
Lidha Maul




You Might Also Like

25 Comments

  1. gudluck mba Bujer hehehe...keren infografisnya

    ReplyDelete
  2. Kok aku bacanya terharu sampe berkaca-kaca. Bertubi-tubi Allah melimpahkan rasa sayangnya buat Tantenya mba Lidha. Semoga Allah senantiasa melimpahkan kesehatan dan keberkahan serta rahmatNya untuk Tante dan keluarganya. Aamiin allahumma aamiin

    Sukses ya Mba Lidha.
    Hope you win (a pray from deepin my heart)

    ReplyDelete
  3. Salut sama tantenya bisa sabar banget dengan segala ujian dan cobaan yang ada..semoga bisa keturutan ya mba kado pressure cooker untuk tantenya :)

    ReplyDelete
  4. Terharu bacanya, semoga Allah selalu memudahkan ya, Mba. Dibalik kesusahan pasti ada kemudahan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mas terimakasih, sekarang cucunya udah besar. Udah gak tantrum.

      Delete
  5. masya Alloh...ga terbayang gimana situasinya mbak. hanya Dia yang memberi kekuatan. sang nenek sungguh pantas memperoleh hadiah terbaik.

    ReplyDelete
  6. Terharu....semoga tantenya diberi kesehatan ya. Beliau pasti senang sekali diberi kado panci presto

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mbak. Semoga bisa terwujud keinginan ini :)

      Delete
  7. terharu bacanya.. (ada sedikit lompatan, setelah suaminya kena stroke... tante menikah lagi... nah.. suaminya sudah meninggalkah yg kena stroke?)... semoga semua berbuah manis utk Linda dan tantemu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan mbak Ade, itu sebelumnya. Suaminya yang sekarang sedang berangsur pulih, belum meninggal :)

      Delete
  8. Kekuatannya memberi inspirasi. Salam Buat Tantenya ya, Mak 😊

    ReplyDelete
  9. perjuanagan yang sungguh berat ay tp krn ikhals mengerjakannya semua terasa lancar, hadiahnay pasti tantenya suka

    ReplyDelete
  10. sweeeetttt banget mba tsantiiik, semoga berkah dan juara yes
    --bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes. Kalau dirimu yang bilang biasanya langsung terkabul tuh hihihi

      Delete
  11. Semoga kesampaian bisa kasih hadiah ke tante tersayang ya mbak. :)

    ReplyDelete
  12. Wah sedihnya baca yang beginian....Semoga sehat selalu tantenya ya mbak...

    ReplyDelete
  13. Semoga terkabul mbak Lidha untuk tantenya, aku bacanya sambil mbrebes mili.. Semoga keluarga tantenya juga selalu diberikan kesehatan semua. Aamiin.

    ReplyDelete
  14. Terharu baca kisahnya. Hati tantemu seluas samudera, Mbak.

    ReplyDelete
  15. Terharu dengan kesabaran dan ketangguhan tantenya mbaak. Semogaa sehat selalu yaa mbak tantee dan cucunyaa. Aamiin. .

    ReplyDelete

Terimakasih telah membaca, silakan berkomentar yang baik dan mohon untuk tidak menaruh link hidup.

Member of

Blogger Perempuan Blogger Perempuan rssbblogger Warung Blogger

Popular Posts