Belajar Food Photography di Kelas Akber Balikpapan

December 03, 2016

Belajar Food Photography

Seperti biasa, Akber (Akademi Berbagi) selalu punya kelas menarik. Entah sudah kesekian berapa kalinya saya mengikuti kelas Akber Balikpapan. Sayangnya baru ini yang kesampaian untuk ditulis. Kelas kali ini adalah kelas : FOOD PHOTOGRAPHY

Kalau teman-teman suka fotografi, saya kira sudah paham sekali kalau motret makanan benar-benar sedang menjadi tren. Awalnya saya kurang begitu suka, menurut saya motret makanan itu lumayan ribet, pertama harus punya makanan/masakannya, kedua mikirin propertinya biar gambar yang dihasilkan bikin takjub mata. Namun, semenjak bergaul dengan beberapa teman yang punya hobi jepret makanan, mau tidak mau saya cukup tertantang. Dan terpikir: eh,menarik juga ya.

Kak @Rijalf dari Akber Balikpapan mengungkapkan kelas Akber Balikpapan telah memasuki ke 77. Angka yang WOW dan tak disangka. Untuk kelas food photography ini kami dipandu dua sekawan dari @bpnfoodies. Saya ingat yang satu bernama Geri (Si Dapy dari @dapurbalikpapan) dan satu lagi admin @bpnfoodies yang saya lalai mengingat dan mencatatnya. Eng ing eng, setelah search sepertinya @pakdeherrie adalah sosok dibalik @bpnfoodies. Semoga saya tak keliru menuliskannya.

Bertempat di Quest Hotel Balikpapan, saya dan Kak Rosanna Simanjuntak bertemu lagi, katanya sih ini pertama kalinya dia ikut kelas Akber Balikpapan.
Food Photography Bersama Akber BPN
Rijal Fadilah - Volunteer Akber Balikpapan

Rupanya para narasumber sudah mempersiapkan slide untuk ditampilkan ke hadapan para “murid”, sayang dikarenakan adanya ketidakmungkinan di Quest Hotel, duet fotografer kece hanya bisa menyampaikan materi ala teman ngobrol yang membuat kelas Akber jadinya terasa sangat santai dan saya enjoy menyimaknya.Ditambah suasananya yang adem-adem keunguan.

Narasumber : admin @bpnfoodies (Pakde Herrie) dan @dapurbalikpapan (Geri)
Sebelumnya Kak Geri menyampaikan apa itu fotografi: berasal dari kata “photos” (Yunani) yang berarti cahaya dan “grofo” berarti melukis. Dalam food photography sama saja dengan fotografi lainnya yang mengandalkan cahaya. Menurut narasumber arah cahaya sebaiknya hanya dari satu arah. Terutama bila pengambilan gambar indoor. Untuk cahaya matahari yang terbaik bisa dimulai pukul 8 atau 9 pagi sampai dengan sebelum sore alias sebelum pukul 4. Karena setelah itu biasanya warna foto akan kebiru-biruan.

Saat dibahas ini, saya mengangguk. Karena saya pernah mengambil foto produk dan makanan pada sore melewati pukul 4, hasilnya warna kebiru-biruan. Saya pikir saya bisa mengeditnya. Ternyata tidak, hasilnya justru buruk sekali. Jadi, lebih baik mengikuti saran saja.
Saat ini food photography yang digemari adalah yang bernuansa dark. Ya, ini pula yang saya lihat banyak di Instagram.

Khusus untuk arah pengambilan gambar (angle) setidaknya ada beberapa angle pengambilan gambar makanan yang menarik dan yang umum saat ini:

Bird Eye View               : Teknik ini yang paling digemari saat ini! Teknik yang mengambil gambar dari atas. Poin penting dalam pengambilan ini adalah ketinggian dan titik tengah. Usahakan makanan yang ingin ‘disampaikan’ terlihat jelas. Istilah sekarang yang ramai: flat lay

Bird Eye View Angle
Credit : IG @dapurbalikpapan

Bird Eye View Angle
Credit ; @dapurbalikpapan

Eye View/Level            : Teknik pengambilan gambar yang sejalan dengan arah pandangan kita dimana gambarnya mampu memperlihatkan detail makanan itu sendiri.

Kemudian disebutkan pula: Below Eye Level. Ketika saya mencari tahu, saya temukan teknik memotret ini layaknya menengadah. Produk/food serasa berada di atas. Dalam bayangan saya, mungkin ini jenis teknik yang agak membingungkan dalam food photography dan memang teknik ini tidak dibahas rinci.

Narasumber pun menyelipkan pesan ahwa: “sesuatu yang belum pernah dilihat mata adalah yang menarik.

Sedikit tentang Eye Level/View, bahwa teknik ini bisa dipakai minat seseorang terhadap makanannya, karena kebanyakan orang melihat makanan dengan cara ini.

Kak Geri bercerita untuk bisa menghasilkan foto yang wah’ tidak ada cara lain kecuali terus mencoba dan mau belajar. Berdasarkan pengalamannya sendiri, ia tidak punya basic seorang fotografer. Ia sendiri bersekolah bidang hukum.  Semua berdasarkan minat dan hobi. Dia mulai mewujudkan minatnya dengan mengelola akun @dapurbalikpapan. Dulu sekali akun ini berawal twitter, kala itu followernya belum seberapa. Saya sendiri mengiyakan kisahnya, kala itu saya menjadi followernya. Kak Geri dan rekannya, setiap kali berkeliling di Balikpapan tidak lupa untuk memotret sajian kulinernya, dimana pun mereka makan yang tentunya mereka bayar sendiri. Kesana-kemari hanya dengan kamera seadanya, bahkan memotret dengan kamera HP pun mereka pernah, karena saat itu belum mampu membeli kamera yang harganya lumayan mahal (menurut saya). Usaha itu terus saja dilakukan, adakalanya mereka mereka menenteng props (benda pelengkap dalam foto) kemana-mana. Entah serbet atau apapun agar foto mereka berkualitas.
 
Kelas Akber Food Photography
Memotret makanan dimana saja
Kini, akun @dapurbalikpapan dan @bpnfoodies telah menempati posisi teratas di jajaran akun kota lainnya. Hasil karya mereka bisa dilihat di Instagram. Kini, banyak panggilan berdatangan dari resto dan tempat sajian kuliner untuk mereka. Berkat banyak belajar,  foto yang mereka hasilkan berkualitas. Kak Geri pun menuturkan, salah satu fotonya pernah menang di ajang kontes foto bergengsi (yang seingat saya internasional).

Pesan penting dari Kak Geri (karena sekarang ada instagram) kalau ingin foto kita bagus, coba follow akun-akun food photografer/food curator, karena ini bisa membantu untuk mengenali gaya memotret kita dan bisa mengasah kemampuan memotret. Kak Geri pun menyebutkan akun-akun yang menginspirasinya, yaitu @inijie dan @captainruby (nanti akan saya tuliskan akun-akun food photografer/curator yang pic-nya cakep-cakep). Sebenarnya Kak Geri punya cerita khusus tentang @inijie, sayangnya saya lupa. Dan kemudian saya temukan kalau Jiewa Vieri adalah orang dibalik @inijie yang jangan dikira dia seorang yang suka memasak, membedakan kacang dan buncis saja masih suka bingung. Jiewa Vieri ini adalah seorang food blogger, food curator dan entrepreneur (duh, maaf ya saya baru tahu).

Dari paparan narasumber, saya kemudian membayangkan. Misalkan ada dua jenis foto strawberry. Keduanya sama-sama strawberry merah, sama-sama hanya 1 strawberry dalam 1 buah gambar. Namun, yang satu membasahi strawberrynya, sedang yang satu tidak. Yang satu memotret strawberry dalam jarak dekat, yang satu jarak jauh. Maka, interpretasi yang ditimbulkan juga berbeda. Bisa jadi strawberry yang menarik dan menggiurkan dari kedua foto tersebut hanya ada 1 saja.

Selain sering ngintip akun-akun inspiratif ini, sangat penting juga untuk mencoba. Bagi yang merasa ragu masih bisa mengikuti 3 langkah berikut: A.T.M (Amati, Tiru, Modifikasi) Tidak perlu ragu, tidak perlu merasa salah, dan tidak terburu-buru.

Untuk saat ini, para narasumber senang berburu candid style yang merupakan salah satu gaya baru yang diminati di food photography. Candid style dalam food photography dirasa lebih menggoda dan tidak banyak menggunakan props. Misalkan memotret makanan lewat pundak si pemakan atau memotret tangan penjual nasi kuning.

Selanjutnya dibahas tentang teknis dan hal-hal khusus memotret, misal memotret asap, teknik menggunakan kamera HP dan prosedur dslr, aplikasi untuk mengedit (yang disebutkan disini adalah VSCO) dan hal-hal lainnya yang bersifat pertanyaan dan lebih banyak saya abaikan.

Tidak hanya sajian materi, di kelas AkberBPN ke 77 ini peserta juga diajak untuk memotret model. yang tak lain adalah sajian kuliner dari Quest Hotel Balikpapan.

Dari sekian banyak peserta, saya perhatikan hanya beberapa yang menggunakan HP, selebihnya lebih banyak yang menggunakan kamera yang mesti digantung di bahu itu. Saya sendiri masih setia dengan kamera saku yang errornya sudah jadi teman baik buat saya. Errornya saja saya terima, apalagi yang bagusnya.

Kelas Akber Food Photography


Peserta yang sedang meng-capture para 'model'  : food on the table.




Kelas Akber Food Photography
Sajian dari Quest Balikpapan Hotel dan Syakura Makaroni Pedas
Saya juga belajar jepret-jepret seadanya :
 Kelas Akber Food Photography
Hasil penilaian sendiri : sepiring burger sebelah kanan kurang ter-capture dengan baik, tangan -entah siapa ini- lebih nyaman terlihat bila sampai titik pergelangan.
 Kelas Akber Food Photography
Hasil Penilain Sendiri : Kopinya masih pahit. HAH
Pesan bijak Food Photography : Jepret dulu, sebelum makanan dan minumannya habis

Ketika yang lain sibuk memotret pizza dan burger, saya memotret dia yang kesepian (uhuk!)


Berikut ada tips-tips lain dari narasumber :

a. Pengambilan gambar hendaknya tidak dari arah cahaya yang sama, apalagi menentang cahaya. Kalau ingin mengurangi bayangan yang jatuh ke makanan, bisa dibuat alas yang berseberangan dengan cahaya. Dan dari arah cahaya yang terlalu banyak bisa dibuatkan alas lain untuk membatasi cahaya masuk.

b. Hindari pula melakukan flash light.

c. Untuk food photography yang bersifat komersial lebih ditekankan untuk close-up (dari jarak dekat)

d. Bila ingin style yang berbeda dalam food photography lakukan editing, buat  background, pelajari angle.

e. Bila ingin mencoba candid style, posisikan objek berada di tengah. Karena disitulah titik interestnya.

f. Kamera apapun bisa untuk diajak kerjasama dalam food photography. Yang terpenting adalah penguasaan kamera yang kita miliki.

g. Jangan lupa untuk lebih banyak mencoba.

Dan ini akun INSTAGRAM yang terkait dalam tulisan ini:

Untuk tahu komunitas food photography di Balikpapan:
@pakdeherrie
@zwgs

Akun food photografer/curator : @bpnfoodies (campuran lifestyle)
@dapurbalikpapan
@inijie
@captainruby

Tambahan dari saya (akun luar favorit):
@ditsen
@bealubas
@signebay

Terakhir terimakasih sudah membaca, semoga bisa membantu siapa saja yang ingin belajar food photography.
.... Jangan lupa instagram saya @bulirjeruk

Lidha Maul :)

You Might Also Like

40 Comments

  1. ini keren-keren mbk fotonya, boleh ikut bergabung nggak ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh, kalau di Balikpapan bisa kontak IG di atas, kalau belajar ol saja mungkin bisa otodidak

      Delete
  2. wihhhh...mantafff dehh mbaa lidhaa...teruskan...semangatt..

    salam blogger

    ReplyDelete
  3. Keren fotonya!!
    Mau dong Mba Lidha liat behind the scenenya. Pengen belajar juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm, tunggu saya ikut komunitas jepret2 makanan dulu ya

      Delete
  4. Wuih seru. Penuh ilmu. Semoga di Bandung juga ada acara seperti ini. Foto-fotoku jeleeek. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. di Bandung pasti lebih banyak deh mbak.
      Hah, nggak laaah...nggak mungkin jelek

      Delete
  5. Wah jd nambah ilmu baru lagi. Msh cetek bgt soal fotografi. Salut yg photo nya bgs2

    ReplyDelete
  6. Tuh kan Mba, cahaya emang nggak bisa bohong ya. Kalau cahayanya melimpah hasilnya pasti bening!
    Berarti ini kemarin khusus mood cerah ya, bukan yang low light atau malah gelap2an. Tapi untuk makanan resto emang cocok begini ini sih.
    Kalau vintage atau ndeso lain lagi, lebih menggoda dengan tampilan hangat ya, misal nuansa coklat atau merah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. cahaya nggak bisa bohong
      mesti diingat nih.

      Iya Nyak nyesuaikan resto aja

      Delete
  7. pengen deh belajar juga fotografi mba, kemarin ada event deket rumah tapi bayar..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau Akber memang selalu gratis sih mbak. Mungkin mesti ikut komunitasnya
      (Ih, mbak Kania senang motret juga ya)

      Delete
  8. Mba Lidha Maul, seru acaranya. Kalau ada di kotaku pasti ikut, deh. Fotonya juga cantik-cantik. Apa nggak lapar waktu motonya ya *siksa batin*. Hahaha..
    Yang profesional banget mereka ada trik sendiri agar makanan keliatan seger. Dan kadang tidak selalu makanan yang persis dihidangkan ke tamu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe anehnya justru nggak kok mbak, semuanya nggak ada yg pengen nyentuh makanan, lagi keasyikan nggak ada yg pengen makan. Mungkin bagus kali ya untuk teknik diet

      Delete
  9. Aku juga suka nih food photography. Sering foto makanan terus aplot di Instagram. Ehehe. Sayangnya, aku masih makai HP. Belum mampu beli kamera yang mahal itu. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. pake hape juga banyak kok yang bagus-bagus

      Delete
  10. Waah senengnya bisa belajar food fotography gratis ya mbak.Saya juga pengin belajar tapi belum ada kesempatan. Btw sudah pinter mbak belajarnya.Tuh hasil jepretannya sudah bagus bagus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Foto saya itu biasa mbak. Ngeditnya yang luar biasa,hahaha. Kameranya udah error mbak

      Delete
  11. Keren ya Akber... Saya br join td utk kota padang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kelasnya banyak yang asyik-asyik :)

      Delete
  12. Pingin belajar fotografi juga...
    Belum kesampaian sampai sekarang.

    Kalau lihat hasil fotonya, memang ada ilmu dan ga ada ilmu itu berbeda yaa, mba lidh...


    *semangat belajar ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, antara yang cuma jepret dengan yang ngatur-ngatur, setting, props dan lainnya jadi membuat hasilnya beda Len

      Delete
  13. Ahaha, ngocol mba, Iyah bener sih, kalao mau food photography kudu ada makanan nya XD.

    Makasih tips-tips nya. tulisanya apik dan ngocol di sela-sela kek makanan yang nyangkut di sela gigi :P


    Salam kenal mba :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. anu pengalaman, sudah habis baru kepikiran mau jepret.
      Salam kenal juga ya

      Delete
  14. untuk tehnik bird eye view uda aku cobain mba Lid kok hasilnya ga spt itu y hahaha mungkin aku ga bakat jadi fotografer :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. masa' sih. Nggak percayaaa, asal cukup cahaya pasti bagus kok

      Delete
  15. Aku suka ngambil dari jarak dekat keyimbang bird eye, soalnya biar keliatan 3 dimensi makanane qaqaaa

    ReplyDelete
  16. Kalau bird eye itu kita harus berdiri lebih tinggi dari meja y dong yak..biar dapat gambar yg bener2 flat?

    ReplyDelete
  17. saya penggemar fotografy ... tapi saya senang mengolah/mengedit foto tersebut ...misalnya mengganti backgroundnya... atau pun membuat foto terbut jadi Karikatur

    ReplyDelete
  18. saya suka yang flat lay mbak, tapi kalau mau bikin sendiri masih suka bingung, katanya sebaiknya untuk piring tetap harus yang putih

    ReplyDelete
  19. wah keren banget tips-tipsnya, bisa banget dipraktekkin kalau lagi makan cantik ala-ala gitu biar bisa dimasukin IG hahaha. makasih artikelnya mba!

    ReplyDelete
  20. Waaaaa.... thanks for share mbaaa... Apalagi ada list akun IG yang wajib difollow niii... Makasi yaaa... :)

    ReplyDelete
  21. noted ilmunya. tfs, mbak.
    fotonya cakep2 :)

    ReplyDelete
  22. Jadi ingat lagi istilah ATM. Amati, Tiru, Modifikasi.

    Ada lagi mbak akun instagram yang sering pakai selimut atau kelambu favorit @bpnfoodies adalah @ranijuliernesta.

    ReplyDelete
  23. wah ini hobby saya banget, suka foto makanan hehe..dan ditulis di blog, paling suka kalau di undang resto2 gitu

    ReplyDelete
  24. Susah banget ini ilmunya. Aku motret makanan selalu berbayang, tfs ya mba ;)

    ReplyDelete
  25. Asyik komunitasnya ya, bagi-bagi ilmu gratis :)

    ReplyDelete
  26. jadi tahu lebih banyak tentang food photography

    ReplyDelete
  27. Ternyata tidak sembarang jepret yak ?
    XD biasanya cuma asal foto dan diupload di medsos

    ReplyDelete

Terimakasih telah membaca, silakan berkomentar yang baik dan mohon untuk tidak menaruh link hidup.

Member of

Blogger Perempuan Blogger Perempuan rssbblogger Warung Blogger

Popular Posts